"Biarkan aku lebih dulu"
Jia Yong berkata, sambil berjalan maju dengan gagah berani. Namun, tiba-tiba Jiang Chen menarik kerah bajunya dan melemparnya kebelakang seperti sedang membuang kertas,
Jiang Chen berkata dengan santai "Tunggu giliranmu, Jilu majulah, aku sengaja memilih kera ini sebagai lawanmu"
Jilu hanya mengangguk karena dia tahu Jiang Chen pasti punya alasan.
Jian Chen melanjutkan "Ingat aku tidak akan membantumu, bahkan jika kamu terluka parah, aku hanya akan memberikan beberapa saran jika di perlukan"
Lalu Jiang Chen melemparkan sebuah pedang ke Jilu "Kau pasti akan membutuhkannya"
Jilu mengangguk sekali lagi, dan mulai berjalan menuju arah kera tersebut.
Namun, setelah jarak mereka tinggal beberapa meter lagi, Jilu terkejut dengan ukuran kera tersebut, dari tempat Jiang Chen berdiri kera ini terlihat memiliki ukuran sekitar 2 meter, namun saat ini dia melihat bahwa kera tersebut memiliki tinggi 3 meter dengan lebar 1 meter, dan itu terlihat sangat besar.
Jilu yang biasa tenang akhirnya mengutuk "Sial, Bos pasti sudah mengetahui ini"
Seolah mendengar kutukan Jilu, Kera itu tiba-tiba marah dan langsung melancarkan sebuah pukulan ke jilu.
Jilu yang melihat sebuah pukulan besar mendekat ke arahnya, Tersenyum pahit dan meloncat ke samping untuk menghindarinya
Melihat bahwa Jilu bisa menghindari pukulanya, Kera itu pun bertambah marah dan meraung, lalu melancarkan banyak pukulan beruntun.
Jilu mulai berkeringat dingin dengan melihat banyak pukulan yang terbang kearahnya, dia pun mulai mencoba sebaik mungkin untuk menghindar, namun sepandai-pandainya tupai meloncat pasti terjatuh juga.
Jilu pun akhirnya terkena sebuah pukulan yang membuatnya terbang sejauh 10 meter dan hanya berhenti setelah menabrak pohon, Jilu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Jiang Chen yang melihat itu, hanya berkata dengan datar "Saat kau menemui musuh yang lebih unggul darimu, yang harus kau lakukan adalah, pertama amati setiap gerakannya, kedua cari kelemahannya dan yang ketiga adalah mengetahui apa kelebihanmu"
Setelah mendengar itu Jilu pun kembali berdiri dan mengelap darah yang ada di mulutnya, lalu berjalan kembali menuju kera tersebut.
Kera itu marah dengan melihat bahwa Jilu belum mati dan mendekat kearahnya, dia pun sekali lagi melancar pukulan beruntunnya.
Jilu masih berusaha untuk menghindarinya, namun kali Ini dia menggunakan Langkah Angin yang membuat gerakannya menjadi lebih halus dan ringan, dia juga menggunakan gaya menghindar yang sangat eksotik, yang membuat dia terlihat seperti orang yang sedang berdansa di tengah pukulan kera.
Namun, setelah menghindarinya untuk beberapa saat, Jilu tiba-tiba mengeluarkan pedang dari sarungnya dan mulai berlari kearah kera itu.
Melihat Jilu yang mendekat, kera itu tidak mundur ataupun lebih waspada, dia hanya terus melancar pukulannya, mungkin karna dia merasa lebih kuat sehingga dia tidak menganggap serius serangan Jilu.
Saat jarak antara Jilu dan Kera itu tinggal 2 meter lagi, Jilu meleparkan sarung pedangnya yang mangarah langsung pada mata kera tersebut.
Kera itu tidak tinggal diam dengan serangan Jilu, dia menghalaunya dengan salah satunganya, namun itu menyebabkan penglihatanya sedikit terhalang, dan ketika penglihatannya sudah kembali normal Jilu sudah tidak ada disana.
Itu membuat Kera itu bingung dan menglihat kanan kirinya, namun Jilu masih tidak di temukan.
Ditengah kebingunan kera itu, Jilu tiba-tiba meloncat dari belakang dan melancarkan serangan dengan Pedangnya yang langsung memenggal kepala kera tersebut.
Slassshh!!
Sebuah kepala besar menggelinding ke tanah dan darah pun mulai menyembur dari tubuh kera tersebut.
Melihat itu Jilu merasa tidak percaya, bahwa dia telah berhasil membunuh Kera tersebut, yang memiliki Kultivasi 2 tingkat di atasnya.
Jia Yong yang melihat adegan Jilu yang memenggal kepala kera. menjadi bersemangat dan berteriak "Wow...Kau sungguh luar biasa saudara Jilu"
Jilu tidak menanggapinya dan malah berjalan menuju Jiang Chen dengan bahagia "Bos aku berhasil membunuhnya, ini semua berkat saranmu, terimakasih Bos"
Jiang Chen menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum dan berkata "Ini tidak ada hubunganya denganku, ini semua murni adalah hasil kerja kerasmu, jadi kau tidak perlu berterima kasih padaku"
Jilu tidak mau kalah "Tapi boss, tanpa saranmu mungkin aku tidak bisa mengalahkannya"
Jiang Chen tersenyum "Walaupun aku tidak memberi tahumu, kau akan mengetahuinya sendiri, namun itu akan memerlukan beberapa waktu"
Jilu menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas "Dalam beberapa waktu tersebut kita tidak tahu apa yang akan terjadi, dan mungkin aku akan mati karenanya"
Jiang Chen tidak membalas tapi mengangguk sebagai persetujuan
Jia Yong yang masih bersemangat tidak menghiraukan percaka Jilu dan Jiang Chen, dan berkata dengan tergesa-gesa "Boss cepat sekarang bagianku, kemana kita akan pergi"
Jiang Chen tersenyum dan berkata "Tenanglah, dan lihat ini"
Jiang Chen mengambil sebuah batu dari tanah dan melemparkannya ke semak-semak yang ada di belakang mereka.
"Roarrr!!!"
Tiba-tiba sebuah raungan yang mengerikan pun terdengar dari sana dan seekor Macan besar meloncat kelaur dengan cepat.
Macan itu memiliki ukuran tubuh dua meter dengan kulit berwarna hitam legam dan memiliki sepasang taring besar dengan panjam 15cm.
Jiang Chen tersenyum pada Jia Yong, sambil menunjuk Macan itu
"Itulah lawanmu!"
Jia Yong yang mengira bahwa dia akan melawan kera yang sama dengan Jilu menjadi terdiam "Bos bukankah ini berbeda dengan Saudara Jilu"
Jiang Chen membalas dengan datar "Siapa yang bilang bahwa kalian akan melawan musuh yang sama, setiap orang memiliki musuh yang berbeda dalam hidup mereka jadi jangan menyamakan dirimu dengan orang lain"
"Tapi Boss ak......"
Jia Yong ingin berkata sesuatu tapi sebelum selesai, dia sudah di tendang pergi oleh JiangChen, lalu Jiang Chen melanjutkan dengan serius "Aturannya masih sama, aku tidak akan membantumu dan hanya akan memberimu saran kecil, itu pun jika diperlukan"
Jia Yong masih ingin mengeluh tapi terlebih dahulu di tendang oleh Jiang Chen, menjadi kesal dan tidak terima, lalu bergumam "Lihat saja aku akan membuktikan, bahwa aku bisa mengalahkan Macan ini dengan mudah"
Melihat bahwa Jia Yong mendekatinya, Macan itu pun meraung marah dan langsung menerkam dengan cepat ke arah Jia Yong
"Sial bagaimana kucing ini bisa begitu cepat" Ujar Jia Yong yang terkejut melihat kecepatan macan itu, lalu dia pun langsung bergerak untuk menghindari terkamannya.
Dari awal pertarungan Jia Yong terus mencoba menghindar sebisa mungkin, tapi karena perbedaan kecepatan yang terlalu besar, membuat Jia Yong pun masih mendapatkan beberapa luka darinya.
Namun yang membuat JiaYong kesal adalah fakta bahwa selain cepat macan itu juga ternyata sangat lincah, sehingga meski Jia Yong sudah beberapa kali melancarkan serangan, macan itu masig bisa menghindarinya dengan mudah.
Jia Yong yang mulai kehilangan ketenangan, membuat semua serangannya kehilangan arah dan membabi buta.
Di lain sisi Macan yang melihat bahwa Jia Yong sudah mulai kelelahan, mulai bersiap untuk melakukan serangan akhir.
Jilu yang melihat pertarungan dari samping manjadi merasa kasihan pada Jia Yong, sehingga dia pun bertanya dari pada Jiang Chen "Bos bukankah ini terlalu jauh, dia sudah kelelahan dan mempunyai banyak luka"
Jiang Chen masih acuh tak acuh "Dia harus bisa menyelesaikannya dan mengenali siapa dirinya sendiri, karena hanya dengan begitu dia akan bisa bertahan di dunia ini. kau mungkin bisa membantunya sekarang, tapi tidak untuk masa depan, karena dia harus membangun jalannya sendiri"
Jiang Chen berteriak pada Jia Yong "Tenangkan pikiranmu, dorong dan fokuskan semua indramu sampai puncak, lalu pelajari setiap gerakannya dan kendalikan iramanya"
Jiang Chen melemparkan sebuah batu pada Jia Yong dan berkata "Karena hanya dengan begitu kau bisa menang"
Jia Yong menangkap batu yang dilempar Jiang Chen, lalu dia pun melihat kearah batu tersebut dengan tatapan bingung, tapi tiba-tiba dia pin tersenyum cerah.
Melihat bahwa Jia Yong sedang lengah, Macan itu pun mengambil inisiatif untuj menerkam ke arahnya.
Namun sayangnya Jia Yong sudah siap untuk menghindarinya dan melakukan serangan balik dengan melemparkan batu kearah kakinya.
"Roar!!" Macan itu pun marah karena kakinya kesakitan.
Melihat raungan macan itu, Jia Yong masih tetap tenang dan terus mengambil batu dari tanah, sehingga setiap macan itu pergi menerkamnya, dia pun akan bisa menghindar dan sekaligus membalasnya.
Namun yang tidak disadari oleh macan tersebut adalah setiap lemparan Jia Yong mengarah pada titik vitalnya, sehingga setelah mengenai semua titik vitalnya, macan itu pun tiba-tiba tidak bisa bergerak dan langsung terjatuh ketanah karena kakinya sudah lemas.
Melihat itu, Jia Yong pun tersenyum dan berjalan mendekat dengan sebuah batu di tangannya. Saat berjalan mendekat, Jia Yong pun terlihat sudah memiliki banyak luka cakaran ditubuhnya dan darah perlahan menetes dari bibirnya.
Macan itu pun meraung karena melihat Jia Yong yang sedang berjalan mendekat kearahnya, tapi sekarang raunganya berbeda karena raungannya terdengar, seperti raungan ketakutan dan meminta ampun.
Jia Yong pun hanya tersenyum melihat tindakan macan tersebut dan dia pun berkata "Kau pikir aku akan membebaskanmu hanya karena kau meminta ampun, Jika bukan karna adanya Bos yang memberikan bantuan padaku mungkin aku sudah mati dan dimakan olehmu, jadi mengapa aku harus menyelamatkanmu"
Jia Yong pun memukulkan sebuah batu pada kepala Harimau tersebut yang langsung menembus begian otaknya, sehingga membuat macan itu bisa mati dengan cepat. Jia Yong sebenarnya sedikit tidak tega untuk membunuhnya, jadi dia memberikan akhir yang cepat untuk permintaan maaf.
Jia Yong pun berjalan menuju Jiang Chen dan berkata dengan ekspresi penuh terimakasih "Terimakasih Bos"
Jiang Chen menepuk pundaknya "Kerja bagus"
Ditepuk oleh JiangChen, membuat Jia Yong berteriak karna kesakitan "Bos, sakit Boss"
Jiang Chen yang mendengarnya tidak bisa tidak tertawa dan berkata "Hahaha... Dengarkan aku, rasa sakit menandakan suatu perkembangan, ketika kau merasa sakit disitu ada perkembangan, proses selalu menyakitkan, tapi hasil selalu tergantung pada proses"
mereka berdua pun mengangguk setuju dan mulai saat ini mereka mengetahui bahwa Jiang Chen sebenarnya sangatlah Bijak, sehingga mereka pun berpikir untuk tidak mempertanyakan perintah bosnya lagi.
Jiang Chen tersenyum dan berkata perlahan "Mari kita kembali dan beristirahat, sebaiknya kita juga menangkap sesuatu untuk dimakan aku yakin kalian pasti lapar"
Jilu dan Jia Yong pun kembali mengangguk, lalu tersenyum malu karena mereka bisa mendengar suara perut mereka sendiri.
Jiang Chen pun berbalik dan memimpin jalan, lalu dibelakangnya Jilu dan Jia Yong pun mengikutinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Haikal Akbar
Up up up
2022-11-21
0
Ayi Hadi
wooow mantap banget tuh latihannya pasti kalau bertarung nanti bakalan mantul
2022-07-04
0
Deputy10
Hohoho
2021-12-21
0