seketika bik Sumi diam mematung masih tak percaya dgn apa yg ia lihat dan yg ia dengar
"bik ya ini Nanda istri ku dan menantu pemilik villa ini, berikutnya saya memerlukan bibik untuk mengurusnya dgn lebih baik lagi,
"baik tuan... bibik mengerti... hanya saja bibik sedikit terkejut, Nanda dulu yang begitu malang, kini sudah bisa keluar dari kemalangan itu, bibik ikut senang melihat semua ini, silahkan tuan ,nona di makan mumpung masih hangat
"terimakasih ya bik.... Nanda tersenyum dan memulai makan dengan begitu tenang dan elegan
membuat bik Sumi yang melihatnya semkin tak percaya, dalam hatinya berkata,
mungkin ini balasan dari tuhan buat anak baik seperti Nanda, keajaiban dan takdir Tuhan memang tidak ada yg pernah tau, semoga selalu bahagia buat mu Nanda.
beberapa saat kemudian mereka selesai makan,
"sayang, apa kamu mau ke bibikmu sekarang,
"mas tidak capek kan,?"
"gak ayok mas temenin,"
Adnan pun berdiri dan mengambil tangan Nanda dan menggenggamnya, Nanda pun tersenyum dan ikut berdiri, mereka melangkah kan kakinya dan menaiki mobilnya, di tengah jalan Nanda merasa deg-degan
" mas, beneran mas mau ke rumah Nanda,?"
"rumahmu jg rumahku, tentu mas harus ikut",
"tapi mobil tidak bisa masuk mas, dan juga kita harus jalan kaki kalau mau kerumah nanda, nanti sepatu dan pakaian mas bisa jg menjadi kotor,"
"apa mas masih seperti dulu di matamu, sekarang mas ingin fokus ke kamu, apapun yang kamu lakukan dan apapun yg terjadi kamu prioritas mas yg utama,"
Nanda tersentuh dengan ucapan adnan, Nanda pun menyandarkan kepalanya ke bahu Adnan,
tak berapa lama kemudian Nanda menyuruh sopir nya agar memberhentikan mobilnya, Adnan mengerti.
"ayok turun mas",
mereka pun turun dari mobilnya, begitupun dengan sopir Alex mengikuti dari belakang, Nanda dan Adnan berjalan di depan, sedangkan mereka mengikuti daril belakang, semua org yg melihat kedatangan mrk merasa ada pejabat tinggi yg datang.
"siapa mereka,sepertinya wanita itu tidak asing kan....?"
salah satu penduduk desa membicarakan mereka,
Nanda hanya memberi senyum pada mrk, begitupun dengan mereka, lain dengan Adnan, dia memberikan wajah yang datar, tidak ada expresi di wajahnya, Nanda memang tidak menyapa mereka, karena selama Nanda di desa dia memang menjadi wanita pendiam jadi tidak begitu akrab dengan penduduk itu, hanya sebagian yang di jadikan Nanda tempat bicara seperti bibiknya, Yudha dan juga seorang gadis yg berada di pondok anak-anak,
saat mereka sampai di depan sebuah gubuk terlihat lah seorang wanita yg sudah berumur sekitar 45thun, dia duduk seraya memilih beras sepertinya beras itu sangat kotor, wanita itu yang melihatnya merasa bahagia, bagaimana tidak bahagia, ia melihat sosok yg ia rindukan,
"bibik......"ucap Nanda
wanita itu menaruh berasnya dan langsung berdiri menghampiri gadis itu, yang tak lain lagi adalah Nanda, dengan air mata yang berlinang bibiknya menghampiri Nanda ia langsung memegang pipi keponakannya seakan-akan ia tak percaya kalau dia adalah Nanda gadis kcil yg ia rawat selama 10 thun lebih, dia terus memandang dan membelai gadis itu dgn air mata karena tak sanggup lagi Nanda langsung memeluk bibiknya,
"bibik baik-baik saja kan, bibik sehat kan.... ?bagaimana paman memperlakukan bibik selama ini, maafkan Nanda, maafkan Nanda bik, Nanda meninggalkan bibik sendirian"
"sayang sudah tenang bibik baik-baik saja, bibik percaya kalau kamu akan selamat tp bibik tidak percaya sekarang km menjadi wanita yg jauh dr yg dulu,"
"bibik, jika bukan karena bibik mungkin Nanda tidak seperti sekarang,"
mrk pun melepaskan pelukannya, saat bibiknya sadar kalau di dekatnya banyak orang yg berpakaian hitam iapun menyadari kalau mrk adalah orang-orang hebat, Nanda mengerti dgn kebingungan bibiknya.
"bibik Nanda sudah menikah dan ini suami Nanda"
(seraya mengambil tangan Adnan dan menggenggamnya) Adnan langsung menjulurkan tangan satunya kepada bibiknya,
"bibik.... saya suami Nanda mohon maafkan saya karena terlambat mengunjungi bibik,"
"suami.... baiklah mari masuk..."
merekapun masuk kecuali para pengawal, mrk sigap menjaga keadaan di luar, semua tetangga di situ sudah mengerti kalau yg datang adalah Nanda, namun mrk semua tak percaya dgn apa yg mrk lihat dan yg mrk dengar, saat di dlm bibiknya ingin menuju ke dapur dan ingin membuatkan mrk minum,
"mas, Nanda tinggal mas sendri tidak apa-apa, Nanda mau bantu bibik di belakang"
"baiklah mas boleh lihat-lihat rumah Nanda,"
"baiklah"
mereka pun tersenyum dalam kecanggungan, Nanda membantu bibiknya di belakang, rumah Nanda terbuat dari kayu yg sudah tua, sedangkan adnan melihat satu persatu ruangan yg tidak berpintu, hanya ada kelambu penutup saat ia tiba diruangan yg ia duga adalah kamar Nanda dulu, iapun masuk ada foto Nanda yg masih SD, Adnan tersenyum saat melihat foto itu, dia bergumam sendiri, "memang manis dari kecil"
tiba-tiba foto yg ia pegang terjatuh ia pun mengambilnya saat ia hendak bangun ia melihat buku kecil, yg sebagian sudah ada yg di makan entah itu tikus atau hewan lainnya, iapun mengambilnya dan sedikit membuka buku itu, ia membaca selembar demi selembar, seketika tangannya bergetar, hatinya terasa sakit, matanya memerah,amarah dan kesedihan bercampur jd satu di hatinya,
"kini paman lagi-lagi memukul Nanda, sakit pun sudah tidak terasa di tubuh Nanda, sudah sepuluh tahun Nanda menerima pukulan ini, setiap hari bahkan tidak ada yg terlewati dgn pukulan paman, Nanda sudah berusaha tidak membuat kesalahan sedikitpun, memberikan uang yang selalu paman minta, namun Nanda masih salah di mata paman, dimana kesalahan Nanda,hanya itu pertanyaan yg Nanda ingin tau jawabannya, mungkin saat paman memukul dan menyiksa Nanda, Nanda masih kuat dan bisa menerima,tp bagaimana dengan fisik bibik, paman meluapkan amarahnya ke bibik juga, karena bibik selalu melindungi Nanda, Nanda banyak bersalah kepada bibik, andaikan waktu bisa di ulang, Nanda hanya berharap Nanda bisa meninggalkan dunia ini bersama mama papa,
karena tak kuat membaca lagi, adnan melempar buku ke sembarang arah, ia kessal dan memegang dagunya seraya menahan amarahnya, dadanya terasa sesak, di tambah lagi saat ia memperlakukan Nanda dengan buruk saat pertama kali menikah, sakit di dada nya makin terasa, saat ia berusaha menenangkan pikiran dan amarahnya, Nanda memegang tangannya dari belakang, dan berkata,
"inilah kamar Nanda dulu mas, terimakasih ya mas, mas sudah menjadikan Nanda sebagai gadis desa berubah sebagai putri,"
tanpa mengeluarkan kata Adnan langsung memeluk Nanda dengan erat, ia memeluk Nanda sampai Nanda susah bernafas, dgn agresif Adnan mencium kening, pipi kanan dan pipi kiri, mata kanan dan mata kiri bibir dagu, ke dua tangan Nanda tak luput dari ciumannya, Nanda yang tak mengerti merasa terkejut matanya melebar tak percaya,
" mas akan menyayangi Nanda,selamanya"
" mas kenapa....?"
"apa Nanda mau membawa bibik Nanda kerumah,"
"apakah boleh mas?"
"dia yang menjaga Nanda, tentu Nanda boleh membawanya,"
dengan senang Nanda langsung memeluk Adnan
"terimakasih ya mas... terimakasih nanti Nanda bicara sama bibik,"
"baiklah kalau bibik setuju, kita cepat kembali ke rumah ya,"
"baik...."
yg Nanda inginkan bukanlah berkunjung ke desa tp ingin membawa bibiknya keluar dr rumah itu, sebelum Nanda mengutarakan keinginannya malah Adnan sendiri yg berinsiatif ingin membawa bibiknya kerumahnya, Nanda sangat berterimakasih pada Adnan, Nanda pun membawa Adnan keluar dan menyuruhnya meminum kopi yg ia buat dan pisang goreng saat bibiknya duduk di dekatnya Nanda langsung mengutarakan keinginannya,
"bik, maukah bibik ikut dgn Nanda....?"
seketika bibiknya terkejut dan melihat ke arah Adnan yg sedang mengigit sepotong pisang goreng, ada ketakutan di mata bibiknya, Adnan yg melihat nya mengerti dan segera mengeluarkan suaranya,
"jika Nanda sudah mengajak maka ikutlah, rumahku juga rumahnya, keluarga Nanda jg keluargaku,"
dgn dua kalimat itu bibiknya mengerti bahwa pria yg menjadi suami keponakannya ini, begitu menyayangi istrinya, di hati bibiknya merasa lega, batu yg selama ini menyakitinya kini telah hancur dengan melihat senyuman di wajah Nanda, senyum yg ia pernah lihat saat kedua org tua Nanda masih hidup,
"apakah bibik tidak akan merepotkan mu kalau bibik ikut dgn mu nak,?"
"bibik selama ini bibik yg merawatku sekarang giliran ku yg akan merawat bibik,"
bibiknya tidak menjawab lagi,
"baiklah karena bibik diam, berarti menandakan bibik setuju," (kata Adnan)
Nanda tersenyum dan memeluk bibiknya, bibiknya pun jg tersenyum dan memeluk Nanda, dlm hati bibiknya berkata,
mungkin lebih baik aku ikut dgn mu Nanda, karena semenjak kepergian mu pamanmu mencari mu dan terus mencarinya, bibik khawatir saat dia menemukanmu dan menghancurkan kebahagiaanmu lagi.
tak lama kemudian merekapun pamitan kembali ke villanya,
"bibik besok sore Nanda jemput bibik ya, karena besok pagi mas Adnan masih ingin melihat situasi desa saat ini,
"baiklah nak, hati-hati di jalan,"
Adnan dan Nanda serta para pengawalnya pun berlalu dr rumah itu, Adnan melihat sekeliling jln yg mana kebun teh yg ia lihat adalah miliknya.
" di kebun teh ini km bertemu dgn kakek"
"kok mas tau...."
" siapa laki-laki yg bernama Yudha itu, apakah dia kekasihmu,"
"aku tidak punya kekasih dan tak pernah pacaran mas,"
"terus knp Yudha itu sangat baik kepadamu"
"mas Yudha memang org yg baik mas kepada siapapun, mas Yudha jg bilng kalau suka sama nanda, tp Nanda tidak membalasnya,"
"knp dia org yg baik,"
"karena Nanda tidak mencintainya, menyukai bukan berarti mencintai kan mas,"
"terus perasaanmu ke mas gimana...."
mendengar pertanyaan itu, Nanda melihat ke arah Adnan, seketika tatapan mata mrk bertemu
"perasaan Nanda....nanda takut kehilangan mas, Nanda selalu ingin melihat mas tersenyum bahagia, Nanda tidak ingin melihat mas sedih itulah perasaan Nanda,"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
inayah machmud
semoga nanda bisa selalu bahagia tidak ada lg penderitaan untuk nya. ..
2022-12-19
1
Kus Kus
sukses thor
2020-08-03
3