Nanda yg mendengar perkataan Adnan seakan-akan tidak percaya, dia pun keluar dari kamar
"dia mau mengajakku kemana....?
apa benar ini mas Adnan yang mengajakku atau aku yang berhalusinasi .. ."
sambil berjalan Nanda masih memikirkan apa yang di ucapkan adnan, sedangkan adnan di kamarnya menelfon Alex asistennya
"bagaimana tugasmu..."
"sudah beres tuan, saya pastikan mereka tidak akan mendapatkan pinjaman dari bank manapun, semua aset mereka sudah ada di tangan saya tuan"
"bagus dan bagaimana kabar wanita dan pria pengkhianat itu..."
" kaki tangan saya sudah mengurus mereka tuan, kartu ATM yang anda kasihkan ke non Erika saya sudah memblokirnya tuan tapi sudah ada kemungkinan uang anda sudah banyak yang di alihkan"
"bagus, kamu tidak usah sibuk-sibuk mencari wanita itu, suatu saat dia akan datang dengan sendirinya, oya Lex kamu panggilkan tukang desain kamar dan ganti semua barang yang ada di kamar, termasuk tempat tidurku,"
"baik tuan akan segera saya lakukan .."
Adnan pun mematikan telfonnya,
tidak terasa jam pun menunjukkan jam setengah 4, Nanda ingat ajakan Adnan
ia langsung masuk kamar dan segera mandi tapi ia lupa membawa baju gantinya akhirnya dia hanya memakai handuk, ia berani keluar karena dia lihat Adnan masih tertidur,
Nanda hanya membalut handuk di tubuhnya yang hanya beberapa Senti, semua bentuk tubuh Ter ekspos, saat Nanda mau ambil baju di lemarinya Adnan terbangun ia tertegun melihat pemandangan itu,
Nanda membelakangi dirinya, paha dan betis yang terpapar dengan jelas membuat Adnan bengong
"apa yang aku lihat ini, gadis ini...."gerutu Adnan dalam hati,
sedangkan Nanda sudah mengambil bajunya dan kembali ke ruang ganti baju, dari tadi Nanda tidak sadar kalau Adnan melihat dirinya yang hanya berbalut handuk,
dalam waktu sebentar Nanda pun keluar, dengan baju sepanjang atas lututnya dan berlengan pendek,
rambut yg ter urai lurus indah, membuat dirinya kelihatan sangat anggun
"mas sudah bangun.... beneran kan mas mengajak Nanda keluar....?"
"hemmm"
Adnan pun menuju ke kamar mandi, sambil berkata,
"aku mau pakek baju biasa bukan Jaz"
"mengerti mas...."
Nanda pun menyiapkan baju adnan, tapi Nanda tidak tau selera Adnan seperti apa kalau pakaian tanpa jaz, Nanda pun menyiapkan baju kaos pendek dan Hem di luar nya
Nanda pun langsung merias dirinya namun riasan Nanda sanglah natural namun tetap terlihat anggun.
Adnan pun keluar dari kamar mandi, sebentar iya menatap Nanda yang di meja rias, ia sedikit tersenyum sambil berkata:
" pakaikan aku baju...."
seketika Nanda terkejut dan bengong
"kenapa terkejut seperti itu cepat...."
dengan cepat Nanda menuju ke arah Adnan
saat Nanda memakaikan Adnan baju Adnan berkata:
"peraturan yang aku tulis dulu aku ganti dengan peraturan baru, dan peraturan itu saya sudah taruh di atas meja riasmu, aku harap kamu sudah membacanya,"
dengan antusias Nanda langsung menoleh ke arah meja rias nya dan berkata,
mengapa aku tidak melihatnya tadi ya...
"maafkan Nanda mas, kalau Nanda selalu membuat mas marah dan kessal, sungguh Nanda tidak mengetahui keberadaan kertas itu, janji nanti Nanda akan membacanya,"
tangan Nanda tidak berhenti melakukan tugasnya, saat Adnan memakai bajunya dia terlihat begitu keren dengan baju yang di pilih Nanda
"pilihanmu oke juga..."
"syukurlah kalau mas suka..."
Adnan pun menyuruh Nanda juga menyisir rambutnya,
Nanda dengan senang hati melakukan tugas itu...
sekalian Nanda memberi pijitan lembut di kepalanya Adnan,
"pijitanmu enak sekali nan,"Ucap Adnan dengan mata terpejam,
"terimakasih kalau mas menikmatinya,"
"sudah cukup kalau seperti ini tidak jadi pergi kita, hayuk..."
mereka pun turun dari kamarnya dan hendak pergi tapi tiba-tiba langkah mereka di hentikan
" mau kemana kalian....?"
" Yach kakak sudahlah tidak usah nanya-nanya"Ucap Adnan
"adnan, bisa saja nanti kamu akan mencelakai Nanda atau kamu mau menunjukan Erika ke Nanda lagi,"Ucap bela
"pikiran kakak tuh ya ... aku sudah ada janji ke Nanda, kalau aku datang dari luar kota aku akan ajak dia belanja,"Ucap Adnan,
"benar itu nan..."(melihat ke arah Nanda)
"i...iya kak..."
"owh.. ya sudahlah pergi sana, tapi awas kalau ada apa-apa dengan Nanda..."Ucap bela,
"emangnya apa yang akan aku lakukan sama gadis ini,"Ucap Adnan
"tunggu..tunggu.. penampilan kamu ada yang beda... tapi apa ya....."
"udahlah kak, Adnan memang ganteng dari dulu
"pakaianmu, kamu ganti kostum mu...?"Tanya Bella menyadari perubahan penampilan adiknya,
"ini pilihan gadis ini..."Ucap Adnan
"wahhhh kerren..... pilihan Nanda ya....
kalian terlihat serasi banget sih.... iiihhh jadi kangen ma suami kakak deh..."Ucap Bella, mengeluarkan ciri khasnya,
"kalau kangen ya sono pulang.... tidak usah lama-lama disini... berisik tau gak kalau ada kakak disini"Ucap Adnan,
Nanda yang melihat ocehan mereka hanya tersenyum
dalam hatinya berkata...: andai aku punya saudara
lamunan nya buyar saat Adnan memanggilnya
"hei ngelamun apa ?yok berangkat udah jam berapa ini .."Ucap Adnan seraya melihat kearah jam yang melingkar di tangannya
"i..iya mas..."
Nanda pun mengikuti langkah Adnan
mereka pun masuk ke dalam mobil, Adnan duduk di sebelah nanda, sopir pun membawa mereka pergi dari halaman rumah, saat mereka pergi, Alex datang dengan orang-orang desainer kamar
di dalam mobil Adnan memainkan hpnya, ia melirik ke arah Nanda yang hanya terdiam menghadap ke arah jendela mobilnya,
"kamu mau main-main dgn hp.... (tanya Adnan)
"terimakasih mas... tapi Nanda sudah lama tidak main hp, aku berhenti main hp saat umur 12 tahun"
"owh... apa kamu bertemu kakek di desa?"
"ia mas... kakek sangat baik sama Nanda,dia malaikat bagi Nanda"
Nanda tak sengaja menjatuhkan air matanya,
"jadi karena itu kamu tidak menolak menikah dengan ku,?"
"apa yang bisa saya berikan ke kakek mas, selain ini, aku tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa, kalau mas menceraikan Nanda, Nanda sama sekali tidak keberatan mas, setidaknya Nanda sudah berusaha membuat kakek senang,"
Nanda bicara tanpa melihat ke Adnan hanya air mata yang mewakili perasaannya, Adnan yang melihatnya langsung menyodorkan sapu tangannya.
"nich... sepulang dari kita keluar ini, kamu baca baik-baik peraturan barunya"Ucap Adnan
"baik mas...."
mereka pun berhenti di sebuah toko elektronik alias toko hp
"wah ini toko hp ya mas, besar banget...."
Nanda melihat-lihat ke arah sekitar,
"di desaku ada toko hp tapi kecil banget hanya beberapa meter saja,"
Adnan yg melihat tingkah Nanda tersenyum sedikit
"tetaplah berjalan di sampingku, kalau kamu menghilang aku tidak akan mencarimu mengerti...."
"mengerti mas....."
mereka pun masuk dan semua penjaga menundukkan kepalanya bertanda hormat, siapa yang tidak kenal dengan Adnan KHIAR, pemuda sukses, dan tampan Adnan pun menuju ke tempat hp dia melihat-lihat dan memilih salah satu hp tersebut
"apa kamu suka, "menunjukkan ke Nanda
"ini untuk Nanda mas..."
" hemmm, kamu harus pegang hp, setidaknya kalau aku butuh apa-apa itu tidak perlu teriak-teriak lagi...deal ya kamu suka yang ini..."
"terserah mas,,,, makasih sekali lagi ya mas"
," yang ini .... (sambil menyerahkan ke kasirnya)
sudah dulu ya guys... mohon like dan komenya... biar authoor semangt menulisnya, da terimaksih atas dukungan teman-teman semua,,, maaf tulisan dan alur ceritanya masih bernatakan ini masih pertama, butuh belajar dari author-author senior mohon jika ada kesalahan di tegur ya guys....
like dan komin dan vote nya author tunggu ya terimaksih.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
@shiha putri inayyah 3107
setelah tau kebusukan Erika pacar nya,,, Adnan mulai perhatian ke Nanda meski sikap dan kata 2 nya masih ketus....
2023-02-24
0
Iin Karmini
dimaafkan thor...semangat menulisnya..
2023-02-13
0
inayah machmud
adnan mulai ada perhatian ke nanda tapi masih ketus dan gengsi. ..
2022-12-18
0