Nanda masih terpatung di samping tempat tidurnya
"kemarilah (seraya menepuk kasurnya)
serentak Nanda kaget
"iya mas...
Nanda pun mendekat dan duduk di tepi ranjang
"kamu sudah membaca peraturanya kan....
bahkan yang ini termasuk peraturan yang no 1 loh .. .
Nanda pun menggeser duduknya, tanpa berfikir Adnan menarik Nanda dalam dekapannya, seketika Nanda menjadi canggung dan tegang di pelukan Adnan, Adnan masih terus mendekapnya di dadanya seakan-akan tidak ingin melepasnya.
"apakah besok kamu masih ada pelajran dari pria itu ..
" maksudnya mas pelajaran dari kak Adit,
" ia siapa lagi....
" ia mas kakak bilang aku harus terus belajar agar bisa menjadi menantu dan ipar yang baik tapi kalau mas tidak ngijinin Nanda akan berhenti belajar
" apakah kamu mencintai mas....
"mas suamiku tentu hati dan jiwa Nanda hanya milik mas tanpa mas tulis di peraturan itu Nanda hanya akan mmlencintai mas,
"maafkan mas ya... selama ini mas tidak mengerti Nanda, mas selalu membenci nanda, mas selalu menyia-nyiakan Nanda, bahkan sangat membuat Nanda menderita mas orang jahat yang tidakk punya perasaan,
"jangan berkata seperti itu lagi mas (mendongakkan wajahnya) mas tidak jahat mas orang baik mas melakukan itu karena mas mencintai mbak erika, mas orang yang setia, Nanda tidak salah mencintai seseorg, meskipun Nanda tidak mendapatkan cinta mas sebagai suami Nanda, Nanda sudah bahagai melihat dan menerima perlakuan mas yang seperti hari ini,
"aku akan terus seperti ini sama Nanda, mas janji ...
maafkan mas ya...
Nanda pun membalas rangkulan Adnan
"apakah mas egois nan....
"egois...!!! maksudnya mas,
"apakah mas egois jika mas menginginkn Nanda juga, sedangkan selama ini sikap mas sudah keterlaluan
" mas tidak egois, mas baik bagi Nanda ....
"kamu pintar juga ya berkata manis....
(seraya menarik hidung Nanda dengan lembut)
kamu istirahatlah, pejamkan matamu di pelukan mas ya..
"apakah tidak apa-apa mas...
"tentu.....
Adnan terus membelai rambut Nanda dalam dekapanya Nanda merasa nyaman dan aman ada dipelukannya, baru kali ini iya begitu dengan suaminya ini , entah ini mimpi atau khayalan tapi Nanda tidak ingin semua ini berakhir,Nanda terlelap dalam pelukan suaminya, iya tertidur denhan nyenyak begitu pun dengan Adnan, iya terus mendekap wanita yang selama ini iya sakiti ia ingin menebus kesalahannya.
pagi pun tiba mereka terbangun bersama
Adnan langsung mncium ubun-ubun kepala istrinya
"pagi ....
"pagi juga mas, maaf Nanda semalam...
"tidak apa-apa mas suka, silahkan Nanda mandi duluan, dan buatksn mas kopi seperti biasanya ya...
"maaf ya mas Nanda bangunya kesiangan
" tidak apa-apa, oya jangan selalu minta maaf dong....
"baik mas, Nanda mandi dulu....
Nanda pun beranjak bangun dari tempat tidur nya dan langsung masuk ke kamar mandi, Adnan juga beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil baju Nanda
"yg ini manis juga ....
Adnan tersenyum-senyum sendiri dengan tingkahnya,
"ihhh kok aku nyiapin baju buatnya ....
tidak lama kemudian Nanda keluar dari kamar mandi iya kaget saat melihat baju yg sudah di siapkn oleh suaminya
"apakah ini mas yang nyiiapin
" pakek yang itu ... aku suka hari ini kamu ikut mas ke kantor
" ngapain mas, Nanda tidak ngerti masalah kantor
"kamu tidak perlu ngapa-ngapaiin kamu tidak mau belajar main handphone mu... dan mas juga sudahh menyuruh Adit untuk ke kantor biar kalian belajar di sana
" baiklah terserah mas,mmm makasih ya mas ...
Nanda dengan malu-malu mengambil bajunya dan segera ke ruang ganti iya pun keluar dengan baju yang di pilih suaminya, baju dress Warna sweety pink tanpa lengan membuatnyq terlihat sexi
sedangkan adnan sudah ada di dalam kamar mandi, tidak lama kemudian Adnan pun keluar dengan rambut basahnya ia melihat istrinya mengeringkan rambut
ia menghampiri Nanda mengambil alat pengering rambut dan membantunya mengeringkan rambut Nanda
" mas jangan begini Nanda bisa sendiri kok,
"apakha Nanda tidak suka??
"bukan tidak suka mas, tapi Nanda tidak enak sendiri masak mas yang layani Nanda...
rambut Nanda pun kering
" ikat rambut nya.. seperti ekor kuda itu... aku suka liatnya lucu hahaha
" baiklah kalau mas suka
Nanda pun mengikat rambutnya, nanda hanya memakaai bedak biasa dan lipstik yang kalem warna pink, penampilnnyaa kalem tapi sangat menarik perhatian, dia terlihat cantik membuat adnan makin tidak ingin melepas pandangannya.
Nanda pun berdiri ia berniat membantu Adnan mengeringkan rambut dan memakaikan bajunya
"kamu turunlah dulu buatkan mas kopi mu itu y....
mas mau lakukan ini sendiri saja,
"baiklah mas ....
Nanda pun keluar dari kamar tidak di sangka kakaknya dari tadi sudah menunggu di depan kamarnya betapa kagetnya Nanda
"aaa.... kakak
" hehehehhe maaf.. kakak buknnya mau ngintip atau menguping lohh... kakak hanya penasaran tumben jam segini adik ipar kakak tidak turun, jangan bilang kalau semalam kalian sudah tempur... hayooo ngaku sama kakak, bagaimana Adnan di ranjang... apakah dia seganas sikapanya....
Nanda yglang mendengar pertanyaan kakaknya merasa malu sendiri...
"kakak tidak terjadi apa-apa di antara kami kak,
ayok turun nanti mas Adnan dengar lohhh...
mereka pun bersama menuruni anak tangga, Bella masih belum diam dengan banyaknya pertanyaan
"kamu pasti bohong kan,
" kakak..... mas Adnan memang sekarang memperlakukan Nanda dengan baik bahkan sangat baik, Nanda sudah bahgia banget, tapi, kami masih belum ke tahap itu kak,. mas Adnan tidak mencintai nanda,
ternyata Adnan mendengarkan dari atas ia tersenyum mendengar jawaban Nanda
" ya sudah Nanda ke dapur dulu mas Adnan minta kopi nanti kalau mas Adnan turun terus tidak ada kopi bagaimana hehe.....
" ya sudah.... sana buatkan dulu dia kopi.... .
dasar Adnan masak Nanda cantik gitu di anggurin, ( Bella bergumam sendiri)
tiba-tiba
" kakak jangan berfikiran macam-macam dan jangan bertanya macam-macam sama Nanda, karena jawaban dia terlalu jujur,
" ehh.... tikus.... masak barang bagus seperti Nanda di anggurin semalam sihh... kakak sudah tau lohh peraturan baru gila mu itu....
cihhh..... tidur di tempat tidur jarak tidak boleh lebih dari setengah meter apanya.... percuma dekat kalau tetap di anggurin
Bella terus saja mengejek Adnan yang tidak menyentuh Nanda padahal sudah satu ranjang,
Bella tidaj tau kalau sepanjang malam mereka tidur berpelukan, nanda pun keluar dengan kopi nya dan meletakkan di samping Adnan yang sudah duduk di meja makan
"oya kak hari ini aku bawa Nanda ke kantor...
" kok mnedadak, cih... takut aku bertanya macam-macam ke dia ya... (sambil melihat ke arah Nanda)
"tidak lah kak, ini sudah saatnya Nanda keluar, sudah waktunya orang luar tau identitas Nanda
seketika Bella tersedak mendebgar perkataan Adnan,karena dari dulu dia yang ingin menyembunyikan identitas Nanda,
"adnan... apakah kamu benar-benar baik-baik saja... .
"lanjutkan makannya, kalau kakak juga mau hadir tidak apa-apa, kebetulan sekarang ada rapat penting di kantor bagaimanapun kakak juga bagian dari kantor....
"oh tidak.... aku tidak mau ikut campur masalah kantormu aku sudah lepas tangan, aku sudah punya usaha sendiri, Nanda, kamu tidak apa-apa kan ikut Adnan ke kantor, kamu tidak usah gugup,
"baik kak, Nanda akan berusha, seperti yang kakak katakan aku harus treus belajar dari hari demi hari...
mereka pun selesai makan,
" oya nan.... bukannya kamu nanti ada pelajaran dari Adit...
"aku sudah mengurusnya, nnti Adit akan datang ke kantor mereka akan belajar d i kantor itu lebih aman...
" cihh.... tikus cemburu ya...., pakek alasan biar aman, emangnya kalau belajar dirumh tidak aman gitu...
ya sudahlah nanti aku hubungi Adit juga, jam berapa ke kantor aku juga mau nyusul
"terserah kakak, ayok nan, kita harus berangkat
"kak, Nanda pamit dulu ya...
"hati-hati ya sayang....
Bella mencium pipi Nanda seperti tidak ingin melepas iparnya itu,
"kamu anak yang sangat polos Nanda, kakek tidak salah memilih kamu menjadi istri Adnan, hanya kamu ygan pantas untuknya, entah kenapa aku sangat suka padamu, rasanya aku begitu sayang sama kamu seperti adikku sendiri saat melihatmu menderita hatiku juga sakit aku belum tenang sebelim kalian benar-benar bersatu
bella melihat dari belakang ke dua insan itu sudah berlalu dari hadapanya ia meneteskan air mata untuk mereka
Bella adalah kakak yang begitu baik, san juga bisa begitu kejam terhadap musuh, apalagi suami nya seorang yang begitu terkenal juga ,
Adnan dan Nanda pun sudah berlalu mobilnya pun sudah tidak terlihat saat di dalam mobil Adnan menerima telfon ia pun mematikan setelh pembicaraan nya selesai,
"pak antarkan nyonya dulu ke kantor, setelah itu antarkan saya ke perusahaan xx
" Baik tuan....
merekapun melaju dengan kecepatan sedang
" mas mau kemana...
"aku masih ada pertemuan cuma sebentar kamu tuggu saja ya... mas tidak akan lama...
"baiklah mas.... aku tuggu di dalam ya...
" iya,jaga diri baik-baik ya...
Adnan pun meninggalkn nanda, seorang scurita mempersilahkan masuk karena scurity melihat dia turun dari mobil presdirnya
Nanda pun masuk ke dalam kantor Adnan, sedangkan adnan menuju ke perusaan xx Adnan sengaja tidak membawa nanda karena Adnan tau kalau bos di perusahaan itu sangatlah mata keranjang ia tidak ingin istrinya di lirik olehnya
sedangkan nasib Nanda terbalik ia mendapatkan masalah dalam kantor itu...
apakah yang terjadi pada Nanda... lanjutkan ceritanyaa yukkk
jangan lupa like dab kominya ya kakak,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Sandisalbiah
resepsionis tidak mengizinkan Nanda masuk kan....?
2023-04-08
0
Reza Indra
cerita yg menaRik... 👍🏻👍🏻👍🏻❤❤🧡❤❤😘😘😘😘
2023-03-28
0
@shiha putri inayyah 3107
jgn sampai Nanda mendapatkan perlakuan buruk saat ke kantor nya Adnan...
2023-02-27
0