Nanda merasa bgtu tidak nyaman berada di kantor Adnan, karenabia tidak mengenal satu orang pun di sana begitupun karyawan disana tidak ada yang mengenal Nanda, sedangkan adnan serius membahas kerja sama nya dengan perusahaan xx
"terimakasih tuan Adnan sudah menyempatkan mampir ke perusahaan saya, saya tau anda sangatlah sibuk, . ..
"kita langsung saja ke pokoknya, karena saya Masih ada meeting penting dengan klien yang lain
"ok ok... mari kita membahas pokoknya..
Adnan sibuk dengan urusanya sedangkan Nanda...
tiba-tiba ada yang mneghampirinya
"eh... cari siapa disni....
"saya... saya.. mas Adnan...
"cih.... yang sopan dong nyebutin Presdir
panggil dia tuan Adnan....
"ehh.. iya tuan Adnan, saya tamunya dia...
"kamu dari perusahaan mana .... dan ada kepentingan apa kamu kesini.....
"saya.... saya... tidak punya perusahaan
"dan tidak ada keperluan.... jadi kamu kesini hanya ingin merayu Presdir.... cihh.... Presdir kami tidak akan tertarik sama cewek rendahan kayak lho...
"siapa tu ra... (salah satu karyawan yang lain)
"siapa lagi, hanya cewek murahan yang ingin merayu Presdir....
"bukan..... saya kesini bukan untuk merayu beliau tapi saya kesini ..
"mending sekarag kamu ke dapur kantor kamu sajikan kopi buat semua karyawan.... atau lebih baik kamu keluar dari kantor ini ngerti.... Oliv antar dia ke dapur kantor suruh dia buatkan kopi buat karyawan
" beneran lho Ra....kayaknya dia itu bukan orang biasa lohh... liat bajunya, bajunya bermerek internasional (bisiknya)
" kamu berani melawan perintahku....
"ok ok Ra....
mari ikuti aku,
Nanda hanya mengikuti langkah dan perintah karyawan itu, karena kalau tidak, mungkin dia akan di usir dari kantor itu sebelum Adnan kemblai, semua karyawan berbisik,
"siapa gadis itu cantik banget ya.... Rara keterlaluan masak setiap ada gadis yang mau ketemu Presdir harus dia kerjain sih,
"Ello gak tau ya... Rara kan naksir sama Presdir cuma dia takut sama Erika , sekarang aku dengar-dengar Presdir sudah tidak ada hubungan dengan Erika itu... jadi Rara ingin mengambil kesempatan ini untuk mendekati Presdir,,,,, tapi wanita yang sekarang di kerjain Rara benar-benar cantik, Erika saja kalah apalagi cuma Rara,
"tamaatlah kamu Rara kalau ternyata gadis itu, adalah kekasih Presdir yang baru.... tapi kamu liat gak, gadis itu jauh beda sama gadis-gadus yang pernah datang menemui Presdir kan...
"ia Dia yang paling beda cantiknya natural, lembut, dan kayaknya lugu dan polos gitu gak ada perlawanan sedkitpun dari kata-kata Rara tadi ,
tiba-tiba Nanda sudah ada di meja mereka..
"ini nona, kopi kalian (seraya tersenyum )
"terimakasih.... kamu tidak usah repot-repot, tidak usah dengerin ucapan Rara itu, dia memang keterlaluan,
"apa lho bilang gue keterlaluan eh posisi lho itu lebih rendah dari gue.... (tiba-tiba Rara sudah da di belakang mereka )
"Rara ... sory... maafkan kami Rara...
" kamu cepat lanjutkan pekerjaanmu, masih banyak karyawan yang belum mendapatkan kopinya, (bentak Rara)
membuat semua karyawan menggelengkan kepalanyaa, Nanda melanjutkan memberikan kopi kepada para karyawan saat menyodorkan minuman kopi itu tanganya tidak sengaja tertumpah air panas membuat Nanda meringis tidak di sangka Adnan sudah melihat kejadian itu dari kejauhan, ia langsung bergegas menghampiri Nanda dan segera meniup tangannyaa yang ketumpahan air panas itu membuat semua mata tercengang da tidak percaya
" kumu tidak apa-apa, apa yang kamu lakukan
"aku tidak apa-apa mas,,,,
tiba-tiba Adnan melihat ke arah Rara dengan tatapan amarahnya, iya langsung menghampiri Rara dan menarik rambut Rara,
"maafkna saya Presdir, ini bukan salah saya...
"atas dasar apa kamu melakukan tindakan ini...
"maafkn saya presdir, wanita ini bukn wanita baik-baik, dia hanya ingin merayu presdir,dia wanita ******
tiba-tiba tangan Adnan melayang ke pipinya Rara membuat semua karyawan ketakutan, baru kali ini mereka mlihat Presdir main tangan di kantorx
"sekarang kamu keluar dari kantorku, dan jangan pernah kembali lagi.... kamu di pecat secara tidak hormat, dan tidak akan mendapatkan pekerjaan di perusahaan manapun
" Presdir ampuni aku, tolong Presdir pertimbangkan lagi keputusan Presdir
Nanda mendekat dan melepaskan tangan Adnan yang masihsh memegang rambut Rara dengan keras
" mas ... Nanda tidak apa-apa mas jangan terlalu marah.... ( sambil menyentuh tangan Adnan)
Adnan pun melepaskan tangannya
" semua ini gara-gara kamu gadis ******....
" cukup Rara.... jangan buat saya berbuat lebih kasar lagi sekarng kamu keluar..... bereskan semua barang-barang mu, (teriak Adnan)
semua karyawan hanya bisa menundukkan kepala
Adnan langsung pergi membawa Nanda bersamanya dan menyuruh salah satu karyawan untuk membawakan kota obat, mereka pun masuk ke dalam ruangan Adnan dan Adnan segera mengobati tangan Nanda seraya berkata
" maafkan aku, aku menyakiti kamu lagi....
ternyata karyawan itu masih belum selesai menutup pintu sehingga dia mendengar perkataan Adnan
ia pun berlari dan bergosip dengan karyawan lainnya
" aku tidak apa-apa mas,
" kenapa kamu diam saat di perlakukan seperti itu
" tidak apa-apa lagian cuma memberikan kopi saja kan mas seharusnya tidak memperlakukan dia sekasar itu,
" Nanda kamu istriku.... tidaj seharusnya di perlakukan seperti tadi oleh bawahanku...
" merka hanya tidak tau mas, lagian aku tidak ingin mereka takut, aku hanya ingin berteman dengan mereka
sedangkan di ruang para karyawan
" Rara matilah kamu,
" apa yang kamu dengar tadi ...
" Presdir sendri yang mengobati wanita itu, bahkan Presdir memohon maaf padanya atas sikap Rara tadi, sepertinya wanita itu bukan wanita sembarangan, aku belum pernah melihat Presdir se takluk ini sama wanita meskipun aku tau Presdir sangat mencintai non erika tapi pandangan Presdir ke wanita ini beda,
ternyata Rara mendengar omongan mereka saat mau meninggalkn kantor itu dia semakin marah dia pun meninggalkan kantor dengan dendam pada Nanda
beberapa saat kemudia Alex menelfon
" tuan ada kabar baik... perusahaan kita yang di Amerika sudah memenangkan tender no 1 tahun ini
" bagus Alex hari ini kamu boleh kembali ke kota.
" baik tuan.... maaf tuan... apakah kejadian hari ini membuat nona terluka parah ..
"tidak dia cuma ketumpahna air panas,
" maafkan saya tuan karena kelalaian saya nona jadi seperti ini,
" sudahlah tidak apa-apa kamu cepat kembali perusahaan membutuhkan mu di sini
Adnan pun memtikan telfonnya dan segera mengajak Nanda ke ruang rapat, adnan selalu memegang tangan Nanda membuat semua mata karyawan terkesima, baru kali ini presdirnya membawa wanitanya ke ruang rapat
semua anggota dewan dan klien sudah hadir di ruangan itu mereka juga terkejut saat Presdir nya membawa wanitanya ke dalam ruang rapat namun, mereka tidak bisa berkata apapun
"silahkan duduk
Adnan menyaadari kalau tidak ada kursi buat Nanda ia pun bangun dari duduknya dan mnyuruh Nanda untuk duduk,
" tapi mas ...
" duduk lah,
Nanda pun menurut dan Adnan berdiri di belakang Nanda,
"sebelum rapat ini di mulai saya perkenalkan dulu wanita ini, ini adalah nanda, istri sah saya...
semua mata saling pandang tidak percaya, Presdir memiliki istri namun tidak ada orang yang tau sama sekali
" Nanda adalah istri sah saya 10 bulan yg lalu kami menikah secara resmi namun saya tidak pernah mempublikasikan karena ... Adnan berhenti dengan kata-katanya sendiri tidak bisa meneruskan karena sikapnya yang sangat menyakiti Nanda,
" karena saya terlahir dari desa dan pernikahan kami sangat lah sederhana dan seperti yang kalian tau selama ini mas Adnan sangatlah sibuk jadi tidak sempat mengatakan tentang pernikhannya yang secara mendadak, benarkan mas.... (sambil mendongak kan kepalana melihat ke Adnan)
" i...iya....
" selamat buat tuan adnan atas pernikahannya meskipun kami telat mengucapknnya tapi kami sangat berharap tuan dan nyonya bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,
mereka memberi selamat pada adnan dan nanda, adnan pun memulai rapat nya tanpa duduk sama sekali ia fokus menerangkan trik-trik kinerja kantornyq Nanda yang melihat nya berusaha memahami tentang apa yang mereka bahas, sedikit demi sedikit Nanda mulaiengerti namun dia hanya bisa diam.
beberapa jam kemudian rapat pun selesai dan ini hampir waktunya makan siang, Adnan pun meminta staf kantornya membawakan makanan buat mereka berdua sebelum makanan tiba Adnan mnedekati Nanda yang duduk di sofa ruanganya sambil membawa handphone yang kemaren di beli,
" ini handphone mu...
"sudah dwonlod semua ya mas... .
" iya , sini mas ajarin dalam handphone ini hanya ada no mas, kakek dan kakak, kamu hanya bisa menghubungi mereka tidakk boleh ada no orang lain mengerti... apa kamu ingin melihat kakek... .
" mau mas.... .
" sebentar mas coba ya... .
Adnan pun menghubungi kakeknya dengan cara Vidio call melewati handphone nya Nanda kakeknya tidaj mengangkat mungkin Karena no baru yang masuk setelah di ulang-ulang akhirnya kakeknya mengangkat nya . ..
" hallo kakek...
" Adnan.... kamu ganti no lagi..
" tidak kek ini no Nanda ... coba tebak siapa yang ada di dekat Adnan sekarang sambil mengarahkan layar handphone nya ke arah Nanda
" hah.... ini kakek..... hai kek....
" Nanda cucu kakek kamu makin cantik sayang... Adnan tidak jahat kan...
" mas Adnan sangat baik ke Nanda kek
Nanda berdiri sambil mengambil hpnya dari tanganya Adnan dan berdiri berbicara sama kakeknya, seakan-akan menganggap Adnan tidak ada Adnan yang melihat Nanda melepas tawanya saat bicara sama kakeknya merasa sangat bahagia
*aku sudah menyia-nyiakn bidadari seperti dia selma ini dan selalu berada di dekat wanita itu, apakah aku dulu benar-benar mencintai erika.... kenapa dengan cepat ini berlalu Erika yang aku kenal apakah dia benar-benar orang yang aku cintai atau aku tidak mencintai nya apakah perasaan itu hanya karena aku tidak pernah dekat dengan wanita lain selain dia....
sial... mereka berempat belum kembali lagi huh ... sebaiknya aku tidak menugaskan mereka begitu jauh, kalau begini aku juga yang repot*
Adnan masih bergumam sendiri dalam hatinya sambil melihat ke arah Nanda yang bercanda dan melepas rindu dengan kakeknya
tiba-tiba ada yg mengetok pintu dan Adnan pun mempersilahkan masuk ternyata staf kantor yabg sudah membawa makan siang untuk mereka
" Nanda apakah kamu ingin mengunjungi bibikmu di desa.. .
" aku ingin sekali kakek, aku sangat merindukan bibi cuma....
" km tida usah khawatir kakek akan menyuruh Adnan untuk menemani mu akhir pekan ini.. .
" tapi apakah mas Adnan bisa kek, Nanda liat, beberapa hari ini mas Adnan sangatlah sibuk
" itu urusan kakek ok...
" terimakasih ya kek, kapan kakek kembali... .
" kakek akan kembali jika kalian mau memberi kakek cicit....
seketika Adnan tersedak minuman yang baru dia minum, Nanda yang melihat adnan tersedak langsung menghampiri nya seraya berkata
"mas tidak apa-apa kan....
" eh anak bodoh..... kenapa kamu kaget apakah permintaan kakek ini sangat sulit,
Adnan menarik tangan Nanda agar duduk di dekatnya
" kakek sampai disini saja ya ngobrol nya .. lanjut nanti, Adnan dan Nanda sudah kelaparan dari tadi...
(mencari alasan agar pembicaraan kakekny tidak terlalu jauh... )
" dasar anak bodoh kamu cuma cari alasan saja kan.... kakek tidak akan kembali sebelum kalian memenuhi keinginan kakek,
"terserah kakek sudah... .
adnapun mematikan hpnya,
"silahkan di makan ...
" apakah tidak apa-apamas, tadi mas langsung memtikan hpnya..
" kalau tidak di matikan kakek nanti bicaranya tambah aneh-aneh, sudahlah kamu makan dulu sebentar lagi Adit akan datang ,
merekapun segera memakan makananya, Nanda dengan sekali-kali memandang wajah Adnan serasa tidak percaya dengan apa yang terjadi, suami yang selama ini tidak pernah ada didekatnya dan tidaj pernah menginginkannya sekarang sudah ada di hadapanya
*mas Nanda bahagia dengn sikap mas yang sekarang, Nanda tidak ingin waktu ini segera berakhir, Nanda berharap waktu ini bisa berjalan lebih lama lagi, Nanda berharap bisa melihat mas dengan dekat seperti hari ini*,
Adnan menyadari tatapan Nanda
" jangan pandang aku kayak gitu, aku tau loh kalau aku ini ganteng... (sambil menyuapi Nanda dengan maknan) dengan spontan Nanda menerima suapannyaa dengan wajah yang memerah sebelum mereka slesai makan ada yang tiba-tiba masuk
" upss.... ganggu gak ....
ternyalata Bella dan Adit yang masuk...
" busa tidak ketok pintu dulu sebelum masuk...
"cihhh sombongnya....
hai Nanda.. kamu baik-baik saja kan sayang....
" Nanda baik-baik sqja kok kak, eh kak Adit silahkan duduk kak ....
" tunggu..... jangan duduk disitu kamu duduk sebelah sini.... (Adnan menghentikan Adit yang ingin duduk di samping Nanda, dan menyuruh nya duduk di sebelahnya) Adit pun mengikuti petunjuk tangan Adnan sambil mnghela nafas sambil berkata
" kak bell,. apakah ada yang salah....
" Adit...... tidak ada yg salah kok, cuma otak si tikus ini sudah bergeser ke tempat yang tepat.....
" kakak pikir aku ini kenapa.... main seeaknya ngomong kayakk gitu...., ehh dit.... jadi lah guru yang protektif jangan ambil kesempatan mendekati istriku. ....
ku bilangin kamu sama kakakmu tau rasa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
@shiha putri inayyah 3107
cieeee,,, Adnan mulai perhatian dan fosesif ke Nanda...🤭😂😂😂😂
2023-02-27
0
inayah machmud
adnan udah mulai posesif ke nanda. ..
2022-12-19
0
mama een
setelah baca sampai beberapa bab aku baru nyadar ternyata nama Adnan dan Nanda huruf yg sma cuma di bulak balik doang
2021-09-03
2