Adnan masuk ke dalam kamarnya, ia merasa bersalah pada Nanda yg masih terbaring,
"apa aku sudah keterlaluan....
apa aku .... issttt.... (seraya melempar bantal ke lantai) di tempat ini dia tidur menuruti perintahku, dengan peraturan yang aku buat dengan sebelah pihak, tapi dia menerima dengan ikhlas, seakan-akan yg aku buat adalah hal wajar, bahkan di depan kakek dia bisa tersenyum dan mengatakan hal yg tak pernah terjadi,"ucap adnan pada diri sendiri
malam semakin larut, Adnan masih belum bisa tidur, banyak yg ia fikirkan, terutama Erika,dia bingung harus bagaimana menghadapi sikap kekasihnya ini, akhir-akhir ini semakin berubah,
"baiklah besok aku bawa Erika jalan-jalan biar suasana hatinya bisa tenang"
Terlelap lah Adnan dalam mimpinya, pagi pun tiba Adnan sudah rapi dengan kemeja hitamnya, sebelum ia turun ia menghampiri kamar kakaknya dengan ragu, saat dia berada di depan pintu tanpa sengaja kakaknya membuka pintu ingin turun, dengan nada masih marah Bella berkata
"dia belum bangun...., kalau mau liat keadaanya silahkan (seraya beranjak pergi dari hadapan Adnan)
Adnan masuk ke dalam dan melangkah menuju tempat tidur yang di tempati nanda, dengan sedikit merasa bersalah Adnan berkata
"maafkan aku dan erika......"
tanpa tersadari Nanda sedikit membuka matanya seraya memegang kepalanya yg masih terasa sakit
"aww.... aku kenapa bisa se pusing ini sih...."gumam Nanda
Nanda masih belum menyadari kehadiran Adnan
saat Nanda hendak duduk dari tidurnya sambil memegang kepalanya Adnan berkata,
"jangan terlalu banyak bergerak dulu,istirahatlah...."
sambil menahan tubuh nanda agar tetap terbaring tapi dengan takut Nanda langsung bangun dan duduk
"maafkan aku tuan...maafkan aku ... aku tidak tau kalau ada tuan disini (Nanda menjauh,dia teringat tentang peraturan dalam kertas itu) menyadari dengan sikap Nanda yang ketakutan, Adnan mengerti dan berkata
"aku yang melanggar peraturan itu, jadi kamu jangan takut, aku hanya minta maaf atas kejadian tadi malam
"aku tidak apa-apa tuan, tuan tidak usah minta maaf pada pelayan ini,dan maafkan pelayan ini tuan, saya tidak bisa menyiapkan pakaian tuan tadi....(
(Masih dengan suara lemas)
"baiklah aku turun dulu, aku akan menyuruh bibik untuk mengantarkan makanan buatmu, oh ya mari aku bantu untuk ke kamar
"hah... kamar tuan ,....."
tanpa meneruskan kata-katanya
"iya kamar ku, disana tempatmu, bagaimana nanti aku menjawab kakek kalau bertanya masalah ini
apa yang kamu harapkan Nanda, apa kamu fikir suamimu mengajakmu ke kamarnya, karena sudah menerima mu, dia hanya tidak ingin mendapat masalah ingat, kamu hanyalah istri yang tidak di inginkan
begitulah fikiran Nanda
"tuan jangan khawatir,aku bisa mengatasinya,silahkan anda menikmati sarapan paginya dan semangat bekerja, nanda masih menjauh dari jarak Adnan sama seperti semula, oy tuan.... sudah saatnya anda melepaskan kita dari ikatan suami istri, saya lihat non Erika sudah siap menjadi istri anda, CERAIKAN SAYA TUAN
dengan mata yang tercengak Adnan melihat ke arah Nanda yg berkata penuh keseriusan
"mengapa tiba-tiba bicara seperti itu..."
"saya cukup tau diri tuan, kebahagiaan tuan ada pada nona Erika, saya hanya tidak ingin menjadi benalu dalam hubungan kalian, saya tidak ingin menjadi orang ketiga tuan
dengan kaget Adnan melihat wajah Nanda yang tertunduk, dalam hati Adnan berkata:
"kamu tidak pernah bicara panjang lebar, tapi sekali bicara kau benar adanya,
jam sudah menunjukkan jam 7:15 Adnan pun menyelesaikan makannya tanpa berkata sepatah pun, di luar sana kamu bebas melakukan apa, tapi ingat kakakmu ada disini, (gumam Bella di hatinya)
sesampainya adnan di kantor dia di sambut hangat oleh staff2 nya,
"tuan ini berkas-berkas yang harus tuan urus dan di tanda tangani, jam 10 nanti ada meeting dengan klien yang dari Jawa tengah,
"baiklah, oh iya, kamu selidiki latar belakang istri saya dirumahnya , maksudku di desanya aku ingin info yg lebih detail,
"baik mengerti tuan, seraya mengangguk,
bertanda mengerti perintah atasannya,
Alex pun keluar dari ruang manager utama, dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk menjalankan tugas dari boss besarnya itu, jam sudah menunjukkan jam 10 Adnan dan Alex sudah siap-siap meeting dengan klien nya,
meeting berjalan dengan lancar, Adnan pun meninggalkan tempat rapat itu seraya berkata ke Alex,
"kamu urus kantor, aku keluar sebentar (sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya,)
Adnan langsung turun dan menuju ke rumah Erika, Adnan sengaja tidak menelfon lebih dulu agar menjadi suprise buat kekasihnya itu, sesampainya Adnan di rumah Erika Adnan pun memencet bel rumahnya, keluar lah sosok separuh baya
"eh tuan silahkan masuk tuan...."
sambut hangat pelayan Erika yg sudah mengenal Adnan
"Erika mana bi...."tanya Adnan
dengan kaget bibiknya menjawab
"loh emangnya non Erika tidak memberi tahu tuan,kalau pagi tadi non Erika sudah terbang ke Australia"ucap bibiknya
"apa ke Australia... untuk acara apa bik
(sambil berdiri) ya sudah bik tidak apa-apa,"jawab Adnan
Adnan langsung keluar dari rumah Erika, dengan perasaan marah,kessal,Adnan masuk ke dalam mobilnya,
"bregsek... di anggap apa aku ini.... pergi jauh tanpa mengabari, bahkan chat pun tidak ada, Erika......"gerutu Adnan
sedangkan hari jadian mereka sudah hampir kurang 4 harian Adnan pun tidak terlalu memikirkan sifat Erika yang menurutnya terlalu ke kanak-kanakan, mungkin karena kejadian tadi malam Erika butuh liburan, seharusnya aku mengerti keadaannya, bersenang-senanglah sayang,
(gumam adnan sendirian)
Adnan pun langsung pulang dan mendapatkan Bella dan Nanda berbincang-bincang seraya tersenyum kecil menunjukkan lesung pipinya yg sangat indah,
Adnan langsung naik ke atas menuju kamarnya, Nanda dan bella yg melihatnya merasa ada yang aneh tumben pulang jam segini, Nanda pun meninggalkan Bella sendirian,Bella mengerti dengan sikap Nanda,,
"oohh manis sekali si Nanda,,,, hemmmm tikus ku belum mengenal Nanda, dasar adik bodoh,,,,,,
kakeknya sudah bangun dari tidur siangnya, akhir-akhir ini kesehatan kakeknya menurun, Bella tidak menceritakan kejadian memalukan itu kepada kakeknya takutnya kakeknya akan marah dan membuat kesehatannya makin menurun,
"eh kakek...bagaimana keadaanya...."
" kakek baik-baik saja, bagaimana acara tadi malam..."
Bella mengernyitkan alisnya,
"acara yang indah kek,"
Bella dengan sengaja menyembunyikan kesalahan tadi malam, sedangkan Nanda menyiapkan pakaian rumah untuk Adnan yang sedang mandi, tanpa mengeluarkan kata sepatah pun,
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Cherry
Adnan knp gk selidiki Erika
2022-08-04
0
Deberlina LaaUll
thor buat nanda dan adnan cerai terus dekatkan nanda dengan cowok lain
2020-08-11
2
Kus Kus
Nanda sama Adit saja thor
2020-07-12
2