saat Nanda menyiapkan pakaian adnan, tiba-tiba Adnan keluar dengan hanya memakai handuk yang di lilitkan ke pinggangnya sambil menghanduki rambutnya yang basah, saat Adnan mendekat ke ranjang tidur Nanda segera bergegas menjauh, dia tak mau melakukan kesalahan,
Adnan yang melihat hanya menatap tingkahnya, tanpa mengatakan kata sepatah pun, Nanda keluar dari kamar dan duduk di depan rumah yg sudah tersedia kursi, tiba-tiba dia teringat dengan bibiknya di kampungnya ia tidak sengaja meneteskan air mata
"mengapa Nanda begitu se egois ini bik, beberapa bulan sudah berlalu, bahkan Nanda tidak pernah mengunjungi bibik sekalipun, bagaimana keadaan bibik sekarang, apakah paman masih menyiksa bibik,apakah paman tau kalau bibik yang menyuruh Nanda kabur," ucap Nanda dalam hatinya.
tangisannya semakin menjadi, Nanda tetap seperti Nanda yang dulu yang tidak punya teman untuk bisa berbagi, tiba-tiba ada yang datang,
"hai Nanda...."
wajah ceria itu melambaikan tangannya ke arah Nanda, dengan serentak Nanda kaget dan langsung mengusap air matanya sambil berdiri
"eh tuan... yang tadi malam kan...."aucao Nanda terkejut
"heheh yups bener, boleh saya masuk ....."Ucap orang itu
"tapi... tapi...tuan...."ucap ragu Nanda
"kak Bella yang mengundangku kesini ...."Ucap orang itu yang tidak lain lagi adalah Adit, (sambil tersenyum seolah-olah Adit mengerti dengan apa yang Nanda fikirkan )
Nanda pun mempersilahkan Adit masuk
" silahkan masuk tuan...."Ucap Nanda
"kenapa manggil tuan sih, kita semalam sudah berteman loh....., gak ada teman manggilnya tuan, kamu tidak pas....."Ucap Adit, dengan senyum khas nya,
"terus enaknya memanggil apa tuan...."Ucap Nanda masih dengan polosnya,
"panggil saja Adit.... biar lebih akrab..."Ucap Adit seraya melihat kearah Nanda,
"baiklah kak Adit... silahkan masuk..."ucap Nanda sambil tersenyum, Nanda mempersilahkan Adit masuk yang sudah di tunggu oleh Bella...,
"padahal kakak sudah dari tadi liat mobilmu datang, kok masih baru masuk dit...."Ucap Bela
" ini loh kak, nona ini belum mempersilahkan Adit masuk,mana berani Adit masuk kak..."Ucap Adit, menggoda Nanda,
seraya melihat ke arah Nanda, Bella dan Adit tersenyum melihat tingkahnya,
Karena salah tingkah, Nanda pamitan untuk membuatkan minuman buat mereka,
"ya sudah Nanda kebelakang dulu kak, kak Adit mau minum apa...?"Tanya Nanda
"eehhhh... jangan kamu yang menyiapkan, biar bibik saja,"Ucap bela
Bella melarang Nanda membuatkan minuman pada Adit, karena masih banyak pembantu di rumah ini,
dengan terpaksa Nanda pun menghentikan langkahnya tiba-tiba
"siapa ini Bella" (tanya kakek dari tangga )
"oh ini kek, dia Adit, dia guru private Nanda, mulai saat ini Nanda akan meneruskan studi nya, untuk paket SMP dan SMA Adit yg akan mengurusnya kek,"Ucap bela
"wah bagus sekali, kenapa kakek tidak kepikiran itu dari kemaren-kemaren ya..."Ucap kakeknya Bela seraya (menghampiri Nanda dan Bella)
"tapi kek, Nanda tidak butuh semua itu kek,"Ucap Nanda
"nak, kamu butuh semua itu untuk nanti masa depanmu, kamu harus belajar dan mempunyai cita-cita, nak Adit, kakek harap kamu bisa mengajari semua yang belum di ketahui Nanda, tapi ingat batasan mu, dia wanita yang sudah bersuami,"Ucap Kakek dengan nada memperingati,
"baik kek, Adit akan mengingat status Nanda,"Ucap Adit dengan sungguh-sungguh.
saat mereka enak-enaknya berbincang-bincang, mereka melihat Adnan yg turun dari tangga, kakeknya pun memanggilnya dan memintanya bergabung dgn mrk,
" Adnan, kemarilah..."Ucap Kakek
Adnan menghentikan langkahnya, seraya berkata,
"ada apa kek.... Adnan mau keluar sebentar"Ucap Adnan
"bisakah kamu mengajak Nanda keluar
ajak Nanda belanja keperluan dia untuk belajar"Ucap kakek, yang tidak menghiraukan wajah Adnan yang tidak bersahabat,
"apa...!!! belajar (kaget)
"ia, dia akan mengikuti ujian paket bulan ini, dia harus belajar,"Ucap kakek
"baiklah"Icao Adnan pasrah,
Nanda yang hanya mendengarkan tidak bisa berkata apa-apa, dia mengikuti apa yang kakek katakan, dalam hatinya memang ingin belajar dan ingin seperti gadis-gadis lainnya di luaran sana,
"semoga aku tidak mengecewakan kakek,"gumamnya Nanda dalam hati, tidak lama kemudian mereka pun pulang dengan membawa semua peralatan belajar nya, Adit dengan setia menunggu di ruang tamu, Nanda membawa barangnya dengan sangat hati-hati agar tidak terjatuh, karena barang yang di bawanya sangat banyak, namun Adnan tidak membantunya sama sekali, Adit yg melihatnya langsung menghampiri ke arah Nanda dan membantunya,
"tuan, kok tidak bantu istrinya bawa, tidak liat apa, kalau barang yang di bawanya itu banyak dan berat banget,"Ucap Adit,
Adnan berhenti dari langkahnya, dan melihat ke arah Adit yang membantu Nanda,
"apa kamu bilang barusan, coba katakan lagi,"
tanpa rasa takut Adit mengulang kata-katanya tadi,
"dasar....."umpat Adnan
saat Adnan ingin memukulnya Bella datang,
"eh..eh.. tikus, apa yang kamu lakukan,
Adnan yang mendengarnya langsung berhenti dan langsung pergi menuju ke kamarnya,
"sialan... !!!,"umpat Adnan lagi
ia pun berinsiatif menelfon kekasihnya namun tak ada jawaban, lengkap sudah kekesalan Adnan saat ini, hari-hari pun berlalu, Nanda melewati nya dengan terus belajar agar dia punya kesibukan, dan berhenti memikirkan sikap suaminya yang selalu mengacuhkan dirinya, begitupun Adit, dia yang sebagai guru private Nanda saat ini, merasa bangga, karena apa yang di ajarkan ke Nanda selalu di tanggapi dengan sempurna, memang aslinya Nanda ini anak yang cerdas,
"Alex siapkan pesawat untuk keberangkatan kita ke Australia"
"baik tuan...."
dengan tegas, Alex melakukan perintah tuannya, tak lama kemudian ia pun kembali, dan memberi tau Adnan kalau pesawatnya sudah siap,
Adnan pergi menyusul kekasihnya,tanpa memberi tau orang rumah, dia membawa sebongkah berlian sebagai hadiah, atas ulang tahun jadiannya,
"pasti Erika suka, maaf ya sayang sudah membuatmu semarah itu, untuk hari ini, aku akan membuatmu sebagai ratuku, aku akan melamar mu hari ini juga, dan memperkenalkanmu pada dunia kalau kamu adalah milik Adnan KHIAR,
beberapa jam kemudian pesawat pun tiba di bandara Australia, sedangkan yang dirumah tidak tau akan kepergian Adnan, Nanda terus belajar, di setiap ada kesempatan, malam pun tiba, Adnan menginap di salah satu hotel,
"selamat datang tuan,,,"
begitulah sambutan orang-orang hotel padanya, ia berjalan terus menuju ke kamarnya,
"kenapa tuan tidak langsung ke villa aja tuan, saya sudah menyelidiki kalau nyonya Erika ada di villa tuan"Ucap Alex,
"saya sudah menduga hal itu, makanya saya tidak kesana, saya ingin membuat kejutan nanti pas tengah malam, aku mau ngasih kejutan itu ke Erika"Ucap Adnan dengan bibir yang tersenyum,
"kau yg akan menerima kejutan dari nona tuan"gumam Alex dlm hatinya, Adnan tidak mendengar gumaman itu, dia langsung membersihkan diri di kamar mandi dan meminta pelayan hotel untuk mengantarkan makanan.
"apakah saya perlu menelfon non Nanda agar dia tidak menunggu tuan pulang, karena setau saya, non Nanda selalu menunggu tuan di depan pintu sampai tuan kembali,"Ucap Alex
saat mendengar perkataan Alex Adnan tersedak ludahnya sendiri,
"hemm saya rasa malam ini dia tidak menungguku, Karena saya liat akhir-akhir ini dia masih.. sibuk belajar,"Ucap Adnan,
"meski nona sibuk belajar, dia tetap selalu menunggu tuan,"Ucap Alex
"terserah kamu lah mau ngabarin dia apa tidak, saya tidak peduli,"Ucap Adnan,
" anda sudah mulai memandang nona tuan, buktinya anda tau kalau nona sekarang sudah ada kesibukan belajar,"ucap alex
" Alex, jaga kata-kata dan sikapmu," ucap Adnan
pembicaraan mereka terhenti saat ada ketokan pintu, Alex langsung membukanya, dan langsung mengambil makan malam yang di sodorkan pelayan itu ke tuan Adnan,
setelah itu Alex menelfon ke telfon rumah untuk mengabari hal tadi,
"hallo ..."
"hallo bik,"
"tuan alex,,"
"sampaikan ke non Nanda,tuan Adnan sekarng tidak pulang, jadi tidak usah menunggu",
"baik tuan, non Nanda dari tadi sudah berdiri di depan pintu tuan,"
"saya tau itu bik, makanya saya telfon bibik, karena saya tau non nanda tidak punya hp,"
tak lama kemudian mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka, dan ternyata Adnan sudah selesai dengan makannya,
jam pun sudah menunjukkan jam 11 malam Adnan pun meminta Alex mengantarnya ke villa,
Alex pun mengantarkan Adnan ke villa, adnan selalu memandang berlian yang akan di diberikannya ke Erika malam ini, tidak lama kemudian merekapun sampai di depan villa, Adnan kaget, karena ada mobil di depannya
"Alex, apakah ini mobil Erika...?"Tanya Adnan,
"bukan tuan, ini mobil tamu non Erika,"jawab Alex jujur,
Alex tau semua informasi tentang Erika namun setiap Alex mengatakan hal buruk tentang Erika Adnan selalu merasa marah,
dengan diam-diam Adnan masuk, dan menyuruh Alex tidak mengikutinya, perasaan Adnan kini mulai deg,deg an apalagi saat mendengar suara tamunya,
Adnan pemilik villa ini tentunya ia memiliki kunci cadangannya, dia masuk dan langsung menuju ke kamar yang lampunya masih belum di matikan, saat Adnan mau membuka pintu itu ia mendengar sedikit pembicaraan Erika terhadap seseorang,
"Adnan itu terlalu bodoh buatku, tunggu sebentar lagi,sebentar lagi semua kekayaan keluarga KHIAR akan jatuh ke tanganku, dan kita sayang, kita akan hidup bahagia, aku mengulur waktu menikah dengannya, karena aku tidak ingin terikat dengan status suami istri, apalagi harus merawat kakeknya,"Suara Erika, meski terdengar samar, namun Adnan bisa mendengar dengan jelas
Adnan langsung membuka pintu kamar itu, mendengar kata-kata Erika yang membuat amarah nya tak terbendung, di tambah lagi dengan pemandangan yang sekarang ada di hadapannya, Adnan melihat seorang laki-laki yang tanpa baju memangku Erika yang hanya berbalut kain, betapa terkejutnya Erika melihat adnan di hadapannya, tanpa berkata apapun Adnan langsung menarik tangan Erika dan menamparnya dengan begitu keras,
"dasar wanita murahan, ini, ini yang kamu lakukan di belakangku,"bentak Adnan,
Adnan pun mengamuk terhadap pria itu, Adnan tanpa ampun memukul wajah pria itu,
"sayang.... sayang dengarkan penjelasan ku dulu, ini tidak seperti yang kamu fikirkan sayang, (Erika berteriak-teriak menangis memohon Adnan agar mengerti)
"apa kamu bilang, ini tidak sama dengan apa yang aku fikirkan, wanita sepertimu...."
Adnan mendorong Erika hingga terjatuh,
"kenapa aku cinta pada wanita sepertimu, kenapa,,,,"
(teriak Adnan)
mendengar keributan itu Alex langsung ke atas,
"dengar Erika,,,, karena mu, karena mu, aku meninggalkan wanita polos itu, Karena mu aku melakukan hal yang tidak seharusnya ke wanita itu...
tapi.. apa balasanmu, kamu bermesraan dengan pria lain,sebelum kesabaran ku habis,
pergi.. kalian... pergi......." (teriak Adnan)
dengan perasaan takut, Erika dan pria itu keluar terbirit-birit, Adnan masih mengamuk semua yang ada di kamar itu di hancurkan,
"tuan tenanglah,,, tahan emosi tuan,,,"
" apa kamu tau tentang hal ini,,,???"
"saya pernah memberi tau tuan tentang hal mengenai non Erika, tapi tuan begitu marah pada saya, saya sudah mengetahui ini lama sekali, makanya saya mengatur hari ini agar tuan sendiri yang memergoki non Erika,"Ucap Alex
ternyata Alex yg memberi ide untuk menyusul Erika ke Australia , agar adnan bisa mengetahui kebenaran nya dgn mata kepalanya sendiri, dan tentunya itu membuat Adnan sangat terluka,
"hancurkan villa ini secepatnya, dan bersiap-siaplah aku akan menghancurkan keluarga wanita dan pria itu."
Adnan keluar dengan perasaan marahnya, Alex pun tau, kalau kejadian besar akan terjadi suatu hari nanti,
adnan jika terlalu mencintai, maka seluruh dunia pun akan ia berikan, begitupun sebaliknya, jika ia sedang terkhianati, maka dia akan menghancurkan semua nya tanpa tersisa,
di dalam hotel Adnan hanya termenung dalam amarah,
dadanya begitu sesak, ingin ia membanting semuanya,
dengan sekejap bayangan Nanda ada di hadapnya,
"apakah ini hukuman karena aku sudah keterlaluan ke gadis itu,"
perasaan amarah Adnan kini membuat alex harus kerja keras, tapi Alex lega setidaknya tuanya sudah tau siapa wanita yang selama ini ada di sampingnya,
dengan gelisah dan marah, Adnan mengajak Alex kembali ke Indonesia, alexpun menuruti perintah tuannya, pesawat pribadi pun melaju
"tuan, saya sudah menyuruh orang untuk menghancurkan villa itu, apa yang harus saya lakukan selanjutnya, tuan,?"
"tarik semua saham, di kantor keluarga Erika, dan batalin semua kontrak dengan mereka"
"itu akan membuat mereka bangkrut tuan"
"itu yang aku mau...."
kini yang tersisa di hati Adnan hanyalah ambisi, amarah, dan sakit hatinya
dlm hati Adnan berkata
" aku akan menghancurkan semua, Erika kau yang harus bertanggung jawab dengan apa yang akan terjadi padamu dan keluargamu.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
inayah machmud
rasain km adnan udah di kasih nanda perempuan baik2 dan tulus, ,, malah milih sampah masyarakat dan barang obralan seperti erika, ,, jd terima aja karma mu yg sudah menyakiti nanda, ,, dikhianati sm erika yg cuma ingin harta mu saja dan tukang selingkuh. ...
2022-12-19
0
real zach
mantaapp.. ceritanya indah, seindah authornya..
2021-12-05
1
mama een
itu sadar Lo xlo Lo kena karma dari nanda
2021-09-03
1