Hari semakin sore matahari sudah mulai tenggelam,
Nanda pun pamitan ke mandornya untuk pulang
"Nanda" panggil pak Harun
"iya pak" ucap nanda(seraya membalikkan tubuhnya)
"pamanmu menyiksamu lagi....."tanya pak harun
"ng...nggak pak, saya terjatuh kemaren makanya wajah saya begini,"ucap Nanda berbohong,
Pak Harun tau, kalau sebenarnya nanda berbohong
Saat Nanda sudah menjauh pak Harun berbicara sendiri,
"Kasian kamu Nanda, tapi,bapak juga tidak tau bagaimana cara membantumu
tanpa sengaja pak Khiar mendengarnya,
"Memangnya apa yang terjadi pada anak itu pak?"Tanya pak Khiar
serentak pak Harun terkejut
"Eh bapak .,. nggak kok pak, tidak ada apa apa"
"Jangan berbohong pak, saya sudah tau wajah anak itu seperti habis di pukul bukan karena jatuh,,,"ucap pak Khiar
pak Harun tambah terkejut,
"Sebenarnya, nasib anak itu malang sekali pak, dia ditinggal orang tuanya sejak masih kecil, dan sejak itu dia tinggal bersama bibi dan pamannya tapi pamannya sangat keterlaluan hampir setiap hari Nanda mengalami siksaan
tapi anak itu kuat, patuh, dan tetap menyayangi pamannya,andaikan saya bisa membantunya keluar dari ke tidak adilan ini pasti sudah saya lakukan pak, tapi apalah daya, pamannya termasuk preman di desa ini warga sini takut semua"Ucap pak Harun dengan nada sedih
Pak Khiar cuma mengangguk, mengisyaratkan kalau dia mengerti dengan semua cerita pak Harun
Seorang pengawal menghampiri pak Khiar
"Pak tuan muda bertanya apakah bapak tidak mau pulang hari ini"ucap pengawal
"Sampaikan ke tuan muda, malam ini saya menginap di desa saya ingin menghirup udara pagi di sawah dan di perkebunan,"ucap pak Khiar
" Baik pak"ucap pengawal
Selang beberapa kemudian bapak Khiar pulang menuju rumah yg ada di desa itu, dia berhenti sejenak di warung untuk membeli makanan, tapi tiba-tiba ada rampok yang menghadang pak Khiar,
"Turun dan serahkan dompet anda"ucap sang rampok
Pak Khiar keluar dengan rasa takut, saat pak Khiar ingin memberikan dompetnya Nanda melihat nya dan segera mengambil kayu dan melempar ke arah jambret yang memegang pisau itu, akhirnya pisaunya jatuh dan Nanda langsung berteriak rampok.... rampok, yangana akhirnya warga datang, rampok pun kabur sebelum mendapatkn apa-apa.
"Terimakasih nak.. terimakasih..."ucap pak Khiar
"Sama-sama pak"ucap nanda tersenyum manis
"bapak mau kemana...."tanya Nanda
" bapak mau ke warung nak ...."ucap pak Khiar
"Lain kali hati-hati ya pak, Nanda permisi dulu..."ucap Nanda
Bapak itu kagum ke Nanda andaikn aku punya cara membantunya, ya Allah berilah anak itu kebahagiaan amin,
Sesampainya Nanda dirumah nya Nanda di sambut dengan tamparan keras dari pamannya,
"Berani-beraninya nya kamu"ucap pamannya sambil menyeret rambut indah nya Nanda ke dalam,
"Apa salah Nanda paman..."ucap Nanda seraya menangis histeris tanpa mengetahui salahnya,
"Kamu masih bertanya apa salahmu, kamu Kenapa jadi pahlawan tadi hah... "ucap paman Nanda dengan membentak Nanda,
"alApa kamu tau siapa rampok-rampok itu, mereka anak buahku, aku yang menyuruh mereka, dan dengan beraninya kamu menghalangi rencanaku,"Ucap paman nya Nanda seraya mendorong kepala Nanda,
"Maafkan Nanda paman, sakit paman...sakit..."ucap Nanda
"Sekarang kamu harus membayar apa yang sudah kamu lakukan dasar anak tidak tau di untung..."Ucap paman Nanda,
Saat pamannya mau melemparkan toples ke wajah nanda tiba-tiba
"Hentikan.... hentikan ke gilaan anda atau saya laporkan anda ke polisi.."Ucap seseorang yang tidak lain lagi adalah pak KHIAR yang datang kerumah Nanda dengan cara mengikutinya tadi, wajah Nanda sudah babak belur
bibirnya berdarah rambut acak-acakan,
"Siapa anda berani-beraninya ikut campur urusan keluargaku"Ucap paman Nanda,
"Berapa uang yang anda butuhkan untuk menebus kesalahan anak ini karena membantu saya tadi,apakah segini sudah cukup ...."ucap pak Khiar, seraya melemparkan tumpukan uang di atas meja nya,
pamannya Nanda tertawa jahat
"Hahhahahaha
kamu bebas sekarang"ucap paman Nanda seraya meninggalkan rumah,
pak Khiar membangunkan Nanda
"Terimakasih pak,,, tapi anda tidak perlu repot-repot membantu saya, saya tidak bisa membayar apa yang anda berikan kepada saya sekarang"ucap Nanda seraya menangis,
"Nak ini salah bapak, bapak yang membuat mu menjadi seperti ini, maafkan bapak ya... bapak janji akan membantumu keluar dari masalah ini secepatnya"ucap pak Khiar,
"Tidak usah pak, tidak apa-apa, terimakasih atas tawarannya, saya masih punya bibi untuk saya jaga dan rawat,"Ucap Nanda, menolak kebaikan yang pak Khiar berikan,
..."Anak ini cocok untuk Adnan,,,sifat,sikap, dan pelajaran hidupnya sudah cukup membuktikan kalau dia adalah pendamping yang sempurna buat cucuku"...
Begitulah kata hati bapak Khiar,
Hari semakin gelap malam telah berlalu,
pagi telah tiba, Nanda memasak untuk paman dan bibiknya dan segera mau berangkat kerja
"Bibik makan dan minum obatnya ya"ucap Nanda
"Terimkasih ya sayang, kamu dengan sabar menerima semua ke kejian ini"ucap bibiknya ,
"Ssssttt bibik jangan bilang begitu, aku ikhlas"ucap Nanda,
"Nanda berangkat ya bik assalamualaikum"imbuh Nanda
"waalaikum salam"jawab sang bibik
Nanda pun mulai brangkat kerja jam sudah menunjukkan jam 10 siang, saat bibiknya Nanda berjalan, dia mendengar suaminya berbicara dengan seorang juragan tua,
"Perjanjian kita diel yah...nanti malam antarkan keponaanmu yang cantik itu ke rumahku"ucap juragan itu,
"Oke... oke juragan"ucap paman Nanda dengan senang,mereka tertawa jahat bibiknya yang mendengarnya kaget, tidak menyangka suaminya se hina dan setega itu menjual keponaanya, bibiknya langsung berlari dengan membawa yang seadanya, menghampiri Nanda
dengan setengah teriak bibiknya memanggil Nanda,
"Nak.... nak.... "ucap bibiknya dengan suara terengah-engah,
Nanda yang melihat langsung berlari ke bibiknya
"Ada apa bik, bibik kenapa..?"Tanya Nanda saat sudah berada di dekat bibiknya,
"Sekarang kamu pergilah, pergilah yang jauh... jangan kembali lagi .."ucap sang bibik seraya menangis,
"Maksudnya bibik apa...."ucap Nanda tidak mengerti
"Jangan banyak bertanya pergilah dari desa ini, pamanmu akan menjualmu nanti,dan sekarang waktunya kamu pergi nak, selamatkan dirimu sendiri, bibik tidak bisa menyelamatkan mu,,,pergilah"Ucap sang bibik seraya mendorong tubuh Nanda untuk pergi,
Masih dengan rasa tak percaya dengan apa yg di katakn bibiknya Nanda bengong dengan tetesan air mata,
"Nanda tidak bisa meninggalkan bibik sendirian"ucap Nanda
"Pergilah sayang jangan hiraukan bibik, pergilh, pergilah "ucap sang bibik seraya teriak dan menangis,
Nanda berpamitan ke pak Harun dan berlalu pergi dengan berlinangan air mata,
"Kemana saya harus pergi... aku tidak tau arah mau kemana lagi...."ucap Nanda,
Nanda terus berlari menyusuri jalan dengan masih tetesan air mata
"Tuhan aku selalu menerima cobaan mu aku selalu ikhlas dengan apa yg terjadi padaku... tp tuhan.. ku mohon jaga bibikku... lindungi dia Tuhan....:Ucapan Nanda di tengah perjalanan nya,
Hujan tiba-tiba datang dan hari semakin gelap,
Nanda masih ada di perjalanan,
Tiba-tiba Nanda menggigil dan jatuh pingsan Karena memang seharian tidak makan apa-apa Tiba-tiba ada mobil yg melintas, mobil itu berhenti dan turun,betapa kagetnya pemilik mobil saat melihat siapa yg jatuh pingsan ...
next.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Indah Alifah
😭😭😲😲
2022-12-19
0
Queen LoVe NT
mewek
2021-11-21
0
Ruskini Yus
pasti si kakek yg nolongin nanda.... sedih aq thor
2020-11-04
1