semua yang ikut ujian paket fokus terutama Nanda namun Nanda merasa soal yang ia kerjakan sangat begitu mudah hingga ia selesai terlebih dahulu mengingat pesan adnan sebelumnya ..
"hemmm ...aku ingin membuat kejutan buat mas Adnan dengan datang lebih awal, sebagai gantinya aku yang tadi tidak bisa bales pesan dia, tapi apakah dia akan marah ya...."
tiba-tiba lamunan Nanda di kejutkan dengan suara Adit dari belakang,
"hei ... ngelamunin ap....??"
"ehh kak Adit...tidak kok cuma berfikir takutnya jawabanku ada yg salah..."
" jangan pikirkan itu, kamu anak yang cerdas pasti jawabanmu benar semua... yuk mau kemana aku temani,"
"tidak usah kak, Nanda ada urusan lain, aku jalan sendiri, terimakasih ya kak..."
"hemmm ya sudah, kamu hati-hati ya..."
"baik kak, Nanda duluan ya kak...."
"hati2..."
Nanda pun melangkahkan kakinya meninggalkan sekolah itu, ia senyum-senyum sendiri sambil memikirkan pesan adnan sebelumnya, tiba-tiba saat ia menunggu sebuah taxi, ada seseorang yang menghampiri nya
"kau Nanda kan.... istrinya CEO Adnan"
"hemmm iy kak...."
" kamu hati-hati lah, dia seorang CEO di perusahaan yang besar, ia memiliki wajah yang di idam-idamkan sama semua wanita di kota ini, dengan penampilanmu, wajahmu dan statusmu, apa kamu yakin akan membuat seorang Adnan bisa bertahan denganmu, aku kenal Adnan dengan Erika pun aku kenal, seorang Erika saja bisa ia tinggalkan apalagi kamu,"
"maaf kak... mungkin yang kakak katakan benar status, wajah,dan penampilan saya tidak sebanding dengan mas Adnan, tapi, saya percaya dengan mas Adnan,"
"terserah kamu tapi tadi aku liat dia merangkul wanita ke dalam kantornya, ia seorang ceo takkan ada yang berani ngerumpi tentang dia di belakangnya entah apa yang mereka perbuat"
Hati dan perasaan Nanda makin terluka ia menahan tangis dan segera menaiki taxi yang ia berhentikan tadi dengan perasaan yang gundah, Nanda tetap menahan tangisnya, ia menahan emosi ia selalu percaya dengan Adnan dan akan selalu percaya,
tak lama kemudian Nanda sudah sampai di depan kantor Adnan iapun langsung masuk semua menundukkan wajah memberi hormat kepada Nanda saat Nanda sampai di depan ruangan Adnan ia menghela nafas dalam-dalam dan mengeluarkan dari mulut nya, ia pun memberanikan memegang ganggang pintu ruangan itu dan membukanya saat pintu terbuka
BRAAKKKKK, buku yg Nanda pagang jatuh semua, ia tak menyangka dengan apa yg ia lihat ia pun memutar balik badannya ketepatan saat Adnan membalikkan badannya, betapa terkejutnya Adnan ia segera mengejar Nanda yang berjalan dengan linangan air matanya, Nanda berjalan dengan terbengong dengan aliran air mata.
"Nanda semua tidak seperti yg kamu liat, mas bisa jelaskan semuanya, Nanda jangan salah faham sama mas,"
namun Nanda terus berjalan membuat semua karyawan melihat ke arah mereka, Nanda terus berjalan tanpa menjawab dan menoleh ke arah Adnan sambil mengusap air matanya yg terus mengalir tanpa ia suruh,
"Nanda mas mohon percayalah sama mas, semua yang Nanda liat tidak seperti itu, mas mohon Nanda, dengarkan penjelasan mas ,"
saat Nanda sampai di luar gedung kantor Adnan, Adnan langsung menarik tangan Nanda membuat Nanda menghentikan langkahnya,
adnan berdiri tepat di hadapan Nanda ia memegang ke dua pundak Nanda
" mas mohon dengarkan mas"
Nanda langsung melepaskan tangan Adnan yg memegangnya seraya berkata dengn emosi
"apa mas kecewa dengan Nanda, apa mas kecewa dengan wajah, penampilan dan status Nanda..."
"Nanda apa yang kamu bicarakan,"
tiba-tiba Nanda membuka jaket nya hingga ia hanya memakai baju dalaman saja,
"inilah yang mas mau, apa mas mau Nanda seperti ini, katakan mas, katakan Nanda bisa berubah demi mas, apakah Nanda harus memakai baju yang terbuka agar mas senang,"
Nanda terus menjatuhkan air matanya, adnan langsung membuka jas nya dan memakaikan ke nanda, namun Nanda langsung melangkah ke taksi yg ia naiki tadi, karena memang Nanda menyuruh taksi itu untuk menunggunya, Adnan pun ikut masuk ke dalam taksi itu, Nanda terus memandangi keluar jendela dengan Isak tangis yg menjadi, tangis Nanda semakin jadi saat Adnan memegang tangan nanda, adnan tidak mengeluarkan kata sepatah karena Adnan berfikir percuma menjelaskan apapun saat Nanda dalam keadaan emosi, sesampainya di depan rumah Adnan pun membayar taksi itu dan mengikuti langkah nanda yg terus menangis sampai ke dalam kamarnya tp Nanda langsung menuju ke kamar mandinya, ia berendam di Bathub kamar mandinya, lengkap dengan bajunya serta jasnya Adnan, Adnan mengikutinya ke kamar mandi dan duduk di samping Nanda yang termenung dengan linangan air matanya, air terus mengalir membasahinya dari atas membasahi tubuh nanda, Adnan langsung merangkul kepala Nanda ke dekapannya seraya berkata:
"aku menyakiti kamu lagi, maafkan mas Nanda, semua yang kamu liat itu tidak sesuai dgn kenyataan, dia salah satu teman Erika dia datang ke kantor hanya ingin bertanya tentang aku dan erika, saat dia mau pulang kopi tumpah di atas pahanya sehingga aku refleks memberinya tisu saat itu tangannya jg terkena kopi itu, tangannya katanya kepanasan jd terpaksa mas membantunya mengelap pahanya dgn tisu pas kebetulan kamu masuk, sungguh mas tidak ada hubungan apa-apa dgn dia dan tidak terjadi apa-apa di antara mas dan dia, Nanda, mas mohon maafkan mas, maafkan mas, Nanda juga seperti ini, lebih baik Nanda hukum mas, mas akan menerima semua hukuman Nanda,
namun tetap tidak ada suara yg keluar dr mulut Nanda hanya air mata yg mengalir,
Adnan melepaskan dekapannya dan langsung masuk ke dalam bathub jg, ia menghapus air mata Nanda dan mengecup dahinya,
"mas mencintai nanda, mas tidak mau lihat kamu seperti ini, percayalah sama mas, kalau kamu tidak percaya, mas akan memberi rekaman cctv nya ke kamu, sekarang jg, mas tidak mau km salah faham sama mas, Adnan pun memeluk Nanda dengan begitu erat seakan-akan ia ingin memasukkan Nanda ke dalam tubuhnya, Nanda membalas pelukan adnan dengan isak tangis,
Adnan pun, memandikan Nanda dengan lembut dan mengendong Nanda keluar dr bathub menuju ke tempat tidur, Adnan membaringkan Nanda dan menyelimuti Nanda dgn selimut.
" tunggu sebentar mas ambilkan makanan buatmu, km pasti belum makan kan,
Nanda hanya menganggukkan kepalanya, ia merasa sedikit pusing karena kelamaan menangis.
di luar kamar Adnan langsung menelfon org kantor agar mengirimkan rekaman cctv ruangannya
"bawakan rekaman cctv ruangan ku ke rumahku sekarang jg"
" baik tuan,"
Adnan pun mematikan teleponnya dan segera menyuruh pembantunya untuk mengirimkan makanan ke kamarnya,dan segera menuju ke kamarnya dan duduk di sebelah Nanda,
"maafkan Nanda mas,
"mas yg minta maaf sudah menyakiti Nanda lagi dan lagi,maafkan mas
"apakah sikap Nanda terlalu kekanak-kanakan ya mas,
"km jgn berfikir yg tidak-tidak dan jgn pernah berfikiran yg tidak-tidak Nanda yg terbaik, dan jgn pernah membicarakan masalah penampilan, wajah, ataupun status itu hanya membuat ku terluka, apapun nanda, aku suka Nanda yg apa adanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
SR.Yuni
Sebenarnya bagus tapi banyak typo, dan aku lebih suka kalo lelaki itu menyebut dirinya Aku jangan nama panggilan kesannya gimana gitu....maaf Thor hanya saran aja
2022-12-04
1
Say flow
wanita ny terlalu cengeng...
2020-09-17
5
Deberlina LaaUll
lanjuuut
2020-08-12
1