Adnan pun sampai di Indonesia di pagi hari, ia langsung menuju ke kantornya ia tidak istirahat sama sekali, hanya rasa amarah yang ada, tidak ada senyuman lagi di wajahnya, semua desain ruangannya di suruh ganti bahkan barang yang pernah di sentuh Erika pun disuruh buang, hanya ada kebencian di diri Adnan sekarang,
"bedebah, pengkhianat, bisa-bisanya dia...."
(Adnan mencengkram tangannya sendiri,) ,
"aku akan membuat mu merasakan neraka Erika, kau akan bersujud kepadaku, kau akan memohon-mohon padaku mohon ampunan pada ku,"
"tuan semua nya sudah diganti sesuai keinginan tuan, dan masalah penarikan saham, dan pembatalan kerja sama saya sudah menginformasikan tuan,"ucap Alex
"kamu pastikan langsung kehancuran mereka, jangan sampai mereka bangkit, dan juga ambil alih saham mereka, aku ingin keluarga Erika menjadi budak ku,"ucap Adnan
"baik saya laksanakan tuan,
tuan sebaiknya tuan istirahat dulu, dan makanlah sedikit makanan itu,"ucap Alex
"pergilah, lakukan tugasmu,"perintah Adnan
Alex pun pergi dari ruangan Adnan
sedangkan dirumahnya Nanda masih gelisah, pikirannya terus memikirkan Adnan,
"semalam mas Adnan belum pulang, apakah mas Adnan bermalam di rumah mbk erika.....?"
tiba-tiba ada yang mengetok pintu kamarnya, Nanda pun membuka pintunya
"ehh kakek, mari masuk kek,"
"tadi malam suamimu tidak pulang....?"
"iya kek, tapi mas Adnan sudah bilang kok kalau mas Adnan tidak pulang tadi malam, karena ada urusan di luar kota katanya kek,
Nanda membuat alasan agar suaminya bebas dari amarah kakeknya.
"oh.... tapi dia menelfon ke siapa kamu kan tidak punya hp....
"emm..nelfon ke telfon rumah kek, tuan alex tadi malam yang nelfon, dan katanya mas Adnan mau bicara dengan Nanda gitu..."
"kamu tidak bohong kan sama kakek....?"
"nggak kek beneran...Nanda tidak bohong ..."
kakek KHIAR mengamati kamar Adnan dan Nanda,
"apakah Adnan sayang sama km...?"
"kakek bicara apa... mas Adnan pasti sayang sama Nanda...."
"nanti jam 10 kakek mau berangkat ke luar kota juga,apa Nanda tidak apa-apa di tinggal,"
"tidak apa-apa kek, Masih ada kak Bella dirumah kan, kakek jaga diri, dan juga jaga kesehatan ya kek, dan cepat pulang,"
"iya nak, mari turun kita sarapan bersama,"
setelah makan bersama kakek KHIAR menuju kantor yang di tempati adnan, tapi di situ kakek nya mendapatkan mobil adnan yang terparkir,
"apakah anak itu membohongi Nanda.."seraya masuk ke kantor, semua karyawan menundukkan kepala nya memberi hormat,
kakeknya langsung masuk ke ruangan adnan, melihat Adnan yang amburadul kakeknya pun menyapanya.
"kata istrimu, kamu ke luar kota kok sudah ada di kantor" (sambil mengambil berkas)
"eh kakek, iya kek memang kemaren Adnan ke luar kota, makanya Adnan tidak pulang, tadi pagi nyampek sekalian langsung ke kantor,"
"beberapa hari ini kakek ke luar kota, jaga istrimu baik-baik, dia wanita yang baik, jagalah perasaanya, kakek tau, kamu belum bisa mencintai dia, tapi percayalah gadis itulah yang bisa membawa keluarga kita pada titik kejayaan,"
"Adnan mengerti kek, "(tanpa melihat ke arah kakeknya)
"baiklah kek, Adnan akan mengantar kakek ke bandara,"
Adnan pun berdiri dan mengambil jasnya tapi tiba-tiba ada tamu yang tidak di undang.
"tuan Adnan mengapa anda melakukan ini pada perusahaan saya tuan.... (serta langsung berlutut)
"itu hak ku, mau menarik saham atau membatalkan kerja sama kita, "sambil melangkah kan kakinya,
"tuan saya mohon tuan, jangan lakukan ini pada perusahaan saya, saya janji akan membuat Erika mau menikah dengan tuan",ucap orang itu
kakek khiar yang mendengarnya kaget dan emosi tapi tiba-tiba Adnan memegang kerah jas orang itu dan mengangkatnya dari duduknya,
"oh... kamu mau menjual putrimu padaku, bagus.... anak sama bapak ternyata sama-sama tidak tau diri,sayang sekali, aku paling tidak suka sesuatu yang kotor, apalagi yang sudah di sentuh orang, pergi... pergi kataku.. pergi..sebelum kesabaran saya habis, saya tidak mau melihat kau berkeliaran di kantor ku lagi..."Ucap Adnan seraya dan berteriak memanggil pengawal nya,
pengawal yang di panggil Adnan pun masuk keruangan nya dan menyeret ayahnya Erika keluar,
"apa yang terjadi...."
"kakek tidak usah khawatir, mulai saat ini Adnan akan berusaha menjadi apa yang kakek inginkan, dan Adnan akan berusaha membuka hati adnan untuk istri Adnan, mungkin benar kata kakek, mungkin gadis itulah yg memang terbaik buat Adnan,"
Adnan pun mengantarkan kakek khiar ke bandara,
"dari bandara apakah kamu akan langsung ke kantor lagi,?"
"Adnan capek kek, mungkin Adnan langsung pulang saja,"
"baiklah, sekali-kali bawa Nanda jalan-jalan"
"baiklah kek,"
mereka pun sudah sampai ke bandara, Adnan pun berpamitan mau langsung cepat pulang, karena ia merasa sangat lelah hari ini, kakeknya pun menganggukkan kepalanya dan membelai punggung Adnan, Adnan pun berlalu dari bandara itu menuju ke rumahnya, pikirannya kacau, hatinya penuh dengan amarah, bagaimana Adnan tidak marah, kekasih yang begitu ia cintai bisa berkhianat di belakangnya, bahkan di vila nya sendiri.
sesampainya Adnan di depan rumahnya ia pun turun dari mobilnya, Nanda yang mendengar suara mobil suaminya langsung berlari ke bawah dan menghampirinya , ia mengambil tas, dan jasnya, dan seperti biasa membawa nya ke kamarnya dan langsung menyiapkan pakaian rumahnya, dan menyiapkan air hangat untuk Adnan mandi, Nanda melakukan hal itu tanpa mengeluarkan kata sepatah pun, Adnan yang mengamati nya sedikit amarahnya mulai reda,
"Nanda.... tunggu...."Ucap Adnan
seketika Nanda kaget, baru pertama kalinya Adnan memanggilnya.
dengan sedikit gugup dan takut Nanda berhenti dan membalikkan badannya,
"iya tuan, ada yang bisa Nanda bantu lagi,"Ucap Nanda,Adnan menghampiri Nanda yang berdiri sambil memegang bawah bajunya , Adnan semakin mendekat dari nya sedangkan Nanda mundur sedikit demi sedikit,
"maafkan Nanda tuan, maafkan Nanda kalau nanda buat salah",Ucap Nanda,
"apa yang kamu katakan pagi ini ke kakek,?"
"maafkan Nanda tuan, kakek bertanya, tentang tuan, Nanda hanya menjawab tuan, Nanda cuma tidak mau kakek berfikiran buruk tentang tuan,"
"mengapa Nanda lakukan itu, kenapa tidak Nanda bilang saja kalau saya ini punya wanita lain,!"
" bukan begitu tuan"
"panggil saja aku seperti kamu memanggilku saat ada kakek"Ucap Adnan,
" maaf tuan, saya tidak bisa, mungkin kata menikah hanya ada di atas kertas, tapi, bagi Nanda, pernikahan Nanda ini adalah sumpah yg mana Nanda harus melindungi kehormatan suami Nanda, tapi kalau mas mau bercerai dengan Nanda sekarang juga bisa mas, mumpung kakek tidak ada dirumah , dan tuan bisa menikah dengan mbak Erika,"Ucap Nanda panjang lebar,
"apakah Nanda mau cepat-cepat meninggalkan saya gitu...."Ucap Adnan,
Nanda semakin bingung dengan ucapan Adnan,
maksud nya apa lagi coba, bukannya ini yang kalian mau,, menyingkirkan aku secepatnya
"terimakasih Nanda sudah banyak membantu mas selama ini, dan maafkan mas juga ya...
dan terimakasih juga, karena sudah bertahan beberapa bulan ini"Ucap Adnan, yang membuat Nanda semakin bingung,
dalam hati nanda berkata
...ada apa,,,, apa yang terjadi dengan mas Adnan,,,,?"...
...sikap dia yang dingin dan cuek kenapa sekarang bisa minta maaf,...
Nanda pun keluar dari kamarnya dan menyiapkan sedikit cemilan buat Adnan di dapur, Nanda hanya bisa mengulang kata-kata Adnan, tak lama kemudian Bella menghampiri nya
"hei... ngelamun apa...?"
"eh kakak, (kaget) nggak kok kak nggak ngelamun,"Ucap Adnan,
" Adnan sudah pulang, kemana dia semalam"
"iya kak, kayaknya mas Adnan lelah sekali, ini Nanda buatkan minuman yang bisa membuat lelahnya berkurang, siapa tau mas Adnan suka"
"semoga saja mata nya si tikus itu ke buka ya....
istri baik, dan perhatian gini di abaikan"Ucap bela
" kakak jagan gitu ah, Nanda ikhlas"Ucap Nanda ,
Nanda pun meninggalkan dapur dan menuju ke kamarnya sambil membawa nampan yang berisi makanan dan minuman, Nanda langsung menaruh di atas meja samping tempat tidur, sikap Adnan kembali dingin ke Nanda, Adnan membaca majalah sambil melonjorkan kakinya di ranjang, seraya berkata:
"bersiap-siaplah jam 4 nanti kamu ikut mas"Ucap Adnan,
Nanda yang mendengarnya tidak bisa percaya apakah Adnan berbicara padanya atau tidak.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Reza Indra
👍🏻👍🏻👍🏻🧡🧡❤🧡🧡😘😘😘
2023-03-28
0
Iin Karmini
dalam satu dialog panggilannya dobel, galau amat thor nanda nya, manggil mas apa tuan sih maunya? 🤭
2023-02-13
0
inayah machmud
kualat km adnan karena menyakiti hati istri mu. ..
2022-12-19
0