"aku akan menikah dalam waktu dekat "
dengan kagetnya Erika melepaskan pelukan adnan,
"Apa..!! menikah... kamu bercanda kan sayang ...."ucap Erika
"Ini alasannya kenapa aku memaksamu menikah,Karena kakek pasti akan menjodohkan ku, dia kesepian dirumah, dia ingin cucu, dia ingin ada yang mengurusnya di masa tuanya"Ucap Adnan,
dalam hati Erika berkata
"Apa-apaan, memangnya aku mau menikah sama kamu hanya untuk mengurus kakek tua itu, ogah ... hah anak ... gue terlalu muda kali untuk di panggil ibu" gerutu Erika dalam hati,
"Sayang,,, kenapa kamu bengong, maafkan aku sayang, tapi aku janji, aku akan tetap setia sama kamu hubungan kita takkan berakhir sampai disni,"Ucap Adnan meyakinkan Erika,
"Apa gadis itu lebih cantik dari aku..??!!!
kamu tidak akan mencintainya kan...??
kamu tidak akan menyentuh nya kan ..."Ucap Erika dengan nada panik,
"Erika... dengar sayang aku takkan pernah menyentuhnya, bahkan sehelai rambutnya pun, kamu jangan khawatir, aku akan menceraikan dia setelah kamu siap untuk menikah dengan ku"Ucap Adnan dengan sangat yakin,
Beberapa saat kemudian Adnan pulang dan memerintahkan pelayannya untuk memanggil Nanda ke kamarnya.
"Kamu tau pernikahan ini kan.... pernikahan yang tidak pernah aku inginkan..."Ucap Adnan tho the poin,
"Saya mengerti dan faham tuan, saya cukup sadar diri siapa diri saya ini, jika ini bisa saya hindari, saya juga tidak menginginkan pernikahan ini tuan..."&cap Nanda seraya menundukkan wajahnya,
Dengan kesal dan marah adnan memegang dagu Nanda dengan sangat kasar
"Apa kamu bilang tadi.. !!!
coba ulangi kata-kata mu,saya tidak mendengarnya..."Ucap Adnan dengan kasar,
"Maaf tuan, saya juga tidak menginginkan pernikahan ini, jika pernikahan ini membuat tuan marah dan terluka,saya akan berusaha membatalkan nya" ucap Nanda dengan wajah polos
"Dengar ya.... apapun alasan nya pernikahn ini tetap terjadi sesuai ke inginan kakek, tapi ingat jangan harap kamu akan mendapatkan perlakuan sesuai dengan posisimu ataupun setatus mu, jangan pernah menyentuh ku, bahkan jangan pernah mengharap apapun dari ku,,,"Ucap Adnan seraya melepas dagu Nanda,
"Baik tuan, saya bisa mengerti, posisi saya disni hanyalah pelayan dan seterusnya akan begitu,"Ucap Nanda
Adnan melempar sebuah kertas yang isinya tentang peraturan di dalam kamar nanti.
"Pergilah.... enyah dari hadapanku... "teriak Adnan
Nanda langsung beranjak lari tanpa ia sadari, air matanya menetes di dalam kamarnya Nanda hanya termenung memikirkan nasib apa yang ada di hadapannya
"Ayah, ibu,, andaikan kalian masih ada di dekatku,mungkin aku takkan mengalami nasib seperti ini, ya tuhan... aku tidak mengeluh akan nasibku, aku tau semua ini atas kehendakmu tuhan, hanya saja aku minta semoga hatiku kuat, dan ikhlas dengan semua ini"
tangisan Nanda pun menjadi,
"Aku, harus kuat, hanya lah ini yang bisa aku lakukan, aku juga ingin hidup normal,"Bathin Nanda menguatkan diri sendiri,
keesokan hari pun tiba, semuanya kembali ke aktifitas, Adnan pun berangkat ke kantornya saat Adnan di kantor, Erika datang,
" pelayan.... pelayan...."Teriak Erika,
pelayan pun datang,
"Iya nyonya Erika ada yg bisa saya bantu...."Ucap Pembantu itu dengan gugup,
"Dimana gadis itu..." ucap Erika dengan nada marah
"siapa yang anda maksud nyonya..."ucap pembantu itu,
"Gadis kampungan itu, dimana cepat panggil dia...."perintah Erika
dengan rasa takut pelayan itu memanggil Nanda
Erika memang sudah sering kerumah Adnan, para pelayan tau kalau tuan Adnan sangat mencintainya, jadi karena itulah para pelayan juga patuh padanya,
Nanda pun sudah ada di hadapan Erika
"ooohhh,,, ini yang namanya Nanda...."ucap Erika seraya menjambak rambut Nanda
"aawww sakit nona... ampun... apa salah saya nona.. ampun..."ucap Nanda menahan sakit,
"Kamu nanya apa salah kamu,,,punya otak nggak sih... ,ingat ya.... Adnan menikahi mu itu karena terpaksa jangan harap kamu akan bahagia hidup dengan Adnan, karena aku lah satu-satunya nya yang akan menjadi nyonya Adnan khiar ngerti kamu"ucap Erika seraya menarik rambut Nanda,
"Saya mengerti nona... saya mengerti..."ucap nanda ,sambil menangis,
Erika mendorong tubuh Nanda hingga terjatuh, kebetulan kakek keluar rumah hingga tidak ada yang menyelamatkan Nanda dari amukan Erika,
kejadian itu berlalu, kini tibalah hari pernikahan itu.
pernikahan itu tidak di publikasikan sesuai permintaan adnan, kakeknya menyetujui permintaan adnan, hanya kerabat dekat yg hadir.
malam pertama pun tiba.... Nanda berada di kamar Adnan yg di hias dengan kamar pengantin yang sangat indah, namun keindahan itu hanya sementara Adnan melemparkan bantal ke muka Nanda seraya berkata
"kamu tidur di lantai,,,"ucap kasar Adnan,
dengan gelagapan Nanda menangkap bantal yang mengenai wajahnya
"baik tuan..."ucap Nanda,
padahal wajah Nanda sudah terlihat sangat cantik dengan hiasan yg indah, namun Adnan memilih setia kepada Erika wanita yg ia pacari setahun yg lalu,
hari-hari Nanda di kamar bagaikan hari yg sulit di lewati, ia bersama suami yg tak pernah menatap wajahnya, suaminya selalu memalingkan wajah, bahkan Adnan sering membawa Erika ke dalam kamar meski ada Nanda di dalamnya, hati wanita mana yg tak sakit, meski tak ada perasaan, tapi dia adalah istrinya, setidaknya pikirkan perasaannya sedikit,
"hai gadis bodoh... keluar sana..."ucap Erika,
perintah Erika kepada Nanda..
"baik non..."ucap Nanda,
saat Nanda melewati Erika, Erika dengan sengaja menyandung kaki Nanda hingga terjatuh
Adnan yg melihat sedikit kaget dan merasa kasihan
"hahaha.... "tawa Erika,
"dasar buta gak punya mata apa..."ucap Erika,
kata-kata kasar pun keluar dari bibir Erika saat Nanda keluar dari kamarnya kakeknya melihat
" nak kamu kenapa kamu nangis..."ucap kakeknya,
"ehh nggak kek, tadi Nanda kesandung jatuh sedikit sakit sihh, makanya Nanda nangis sambil tersenyum manis
"lain kali hati-hati, suami mu mana bukannya dia sudah pulang kerja"ucap kakek, sambil menyentuh genggaman pintu, tapi Nanda menahan,kakeknya untuk masuk, di
"kek tuan muda, uppss maksudnya suamiku lagi istirahat kek,sepertinya dia kelelahan,
ternyata Adnan mendengar semua dari dalam kamar,sedangkan Erika masih lehai-lehai di ranjang Adnan
"apa aku terlalu kasar dan terlalu jahat ke gadis itu, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya tidak ingin membagi perasaan ku , karena aku sudah punya Erika wanita yg aku cintai selama ini, tp gadis itu baik,bahkan setelah menerima perlakuan Erika dan aku dia masih dgn polosnya melindungi ku dr kakek,,"ucap Adnan dalam hati
malam pun semkin larut, Erika pun pulang tanpa sepengatahuan kakeknya adnan, Erika mencium pipi Adnan (seraya berkata)
"awas jangan macem-macem loh sayang
"tidak akan kok hati-hati ya pulangnya
taxi sudah menunggu di luar gerbang" ucap Adnan,
Nanda sudah terlelap tidur di salah satu kamar dekat kamar pembantu
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Iin Karmini
haduh thor ...ceritanya udh bagus, sayang sekali agak berantakan kalimat dan tanda bacanya. coba cek dlu sblm up...semangaat...
2023-02-13
0
SR.Yuni
Yang aku heran kok bisa bebas Erika itu keluar masuk rumah kakeknya apa ga punya pengawal apa gmn katanya orang paling kaya, gak ada cctv kah rumahnya????.....
2022-12-04
0
Ruskini Yus
yang kuat dan tabah nanda... nanti adnan juga bucin..
apalagi kalo udah tau kebusukan erika
2020-11-04
1