Nanda yang melihat semua mata tertuju padanya, merasa risih dan tidak percaya diri untuk melangkah, namun Bella memegang tangannya dan meyakinkan kalau dirinya sangat cantik,
"kamu cantik sayang.... yuk"ucap bela,
seraya melangkah menuju arah Adnan
Adnan yang melihatnya seakan tidak percaya kalau dia adalah gadis desa yang ia nikahi, yg sehari-hari hanya berpakaian ala desa, dan jauh dari kata make up, dan sekarang berdiri dengan sangat modis dan cantik serta anggun, dengan senyum nya yg memikat,
"eh tikus... kenap cantik kan...."ucap bela
dalam sekejap Adnan pun kaget dengan ucapan kakaknya, namun ia masih terus bersikap cuek,
Nanda berdiri agak jauh dari Adnan karena masih ingat dengan peraturan yang Adnan tuliskan,
namun dengan sesaat ada pria yg menghampiri Nanda dan ingin berkenalan dengannya.
"hai cantik.... gue Adit... (seraya menjulurkan tangannya) dengan kaget, Nanda melihat kearah Adnan, dan bella, Adnan terus pura-pura tidak melihatnya,
"hei...."
Adit mengagetkan Nanda yg dari tadi menatap adnan, dengan kaget Nanda menerima uluran tangan Adit (seraya berkata,)
"sa..saya. Nanda tuan....!!!???🙏🙏🙏
Nanda langsung melepaskan tangannya dan menunduk takut,
"bisakah kita kesana dan menikmati pesta ini,
dengan tanpa malu Adit mengajak nanda,
"maaf tuan, saya tidak bisa..."ucap nanda
"jangan bilang tuan dong... panggil saja Adit, kita bisa berteman....(sambil tersenyum tulus)
"Hem....(Bella melangkah ke arah Nanda)
" pergilah... dia sudah sangat tulus mengajakmu berteman ya kan Adit.... (melihat ke arah Adit)"ucap bela
" iya... (dgn gugup)"jawab Adit
" aku, kakaknya Nanda, bawalah adikku, tp ingat jangan sentuh dia oke...."ucap Bella memperingati,
Bella sengaja melakukan itu karena Bella ingin melihat reaksi Adnan, apa yang akan dia perbuat jika istrinya pergi bersama Cowok lain, dalam hati adnan berkata (ih... bisa- bisanya dia melakukan hal itu di depanku)
Nanda melangkah bersama Adit, dengan senyumnya yg manis, Adit selalu menatapnya, Adit banyak bertanya pada Nanda namun tidak ada yang Nanda jawab hingga akhirnya mrk sampai di paling ujung pojok tempat itu sambil memegang minuman di masing-masing tangan mrk,
"kenapa tidak jawab... ada yg salah dengan pertanyaanku...??? (tanya Adit)
" bukan begitu, namun penilaianmu terhadapku sungguh salah,aku bukanlah dari orang kaya, dan maaf baru kali ini aku bicara dengan pria,
"apa..!!! (Adit seakan tidak percaya,)
kamu tidak bercanda kan....?"
Nanda hanya menganggukkan kepalanya dan sekali-kali minum juz yg ia pegang, dr kejauhan Adnan melihat ke arah mereka, sedangkan Bella duduk di sofa di ujung pojok arah yg berlawanan dengan arah nanda, namun tanpa di duga Adnan, ternyata Erika juga hadir di acara itu, Erika langsung menghampiri kekasihnya itu sambil mencium pipi Adnan
" hei sayang.... lama nunggu ya..."ucap Erika
"sayang kamu kok bisa tau kalau aku ada di acara ini (nada kaget)"ucap Adnan
" ya pasti taulah sayang, kenapa, kok kamu kayak kaget gitu... tidak suka kalau aku datang, gimana penampilanku cantikan...???"tanya Erika
Bella yg melihat dari kejauhan seakan tak percaya dgn apa yg dia lihat,
" Adnan...Erika...apa mereka masih berhubungan, apa Erika sudah tau kalau Adnan sudah menikah...??
atau....."Gumam bela
Bella tak meneruskan arah pikirannya sendiri iya hanya mengamati, dan ingin jauh lebih tau lagi....
Nanda juga melihat ke arah Adnan yang sedang bergandengan tangan dengan Erika, tanpa sengaja nanda meneteskan air mata, namun dengan buru-buru dia menghapusnya dan tersenyum lagi pada Adit,
"apa sudah punya pacar....?"
dengan tiba-tiba Adit mempertanyakan hal itu kepada Nanda, hingga membuat Nanda kaget melongok,
"apa pacar...?".
sejenak Nanda terdiam, dia berfikir apa yang harus ia jawab, dia takut kalau jawabannya akan menjadi masalah nantinya,
"kamu sendiri....??? ( Nanda balik nanya)
" kok balik nanya, eemm, baru kemaren putus
jawab Adit, seakan-akan menahan kesedihan,
"kenapa...(tanya nanda,)
"dia sudah ada tunangan, terpaksa aku mundur,
"apakah karena kamu terlalu mencintai gadis itu, akhirnya kamu memilih mundur dan menjauh dari hidupnya...
(Nanda seolah-olah bertanya dengan seksama, apakah cinta jauh lebih penting dari bahagianya)
" ya...(dgn lemas,) aku memilih menjauh darinya, karena aku terlalu mencintainya, aku hanya ingin melihat dia bahagia, tersenyum bahagia, itulah cinta menurutku, cinta juga tidak harus memiliki,"ucap adit
dengan mengangguk, Nanda seolah-olah mengerti dengan apa yang di bicarakan pria di hadapannya itu, Adnan yang melihat percakapan Adit dan Nanda merasa seolah-olah dia melihat orang lain, tanpa di sadari Erika menangkap arah yg di lihat Adnan, dengan kagetnya Nanda melongok kan matanya lebar-lebar
"ternyata gadis itu ada disini juga,(gerutu dalam hatinya) tidak apa-apa kan kalau aku kerjai dia sedikit,"gumam Erika
"sayang aku mau ke toilet dulu ya...."ucap Erika pada Adnan
dengan kagetnya Adnan menjawab..
"ok sayang,"
Erika pun melangkah pergi, dan memanggil salah satu pelayan di situ,
" pak tolong kasihkan minuman ini ke gadis yang di sana (seraya menunjuk ke arah Nanda) JiKa dia bertanya dari siapa, bilang saja kalau minuman ini dari pria yang disana (sambil menunjuk ke arah Adnan)
" ok ok nona, mengangguk dan langsung pergi ke arah Nanda,
Erika pun balik ke arah Adnan yang sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya, dengan tertawa anehnya Erika melingkarkan tangannya ke tangan Adnan,
"kenapa kamu, keluar dari toilet ketawa kayak gitu, seakan-akan menemukan pertunjukan yang lucu,"ucap Adnan
"iya sayang nanti akan ada pertunjukan lucu yg akan tampil, kamu pasti akan senang"ucap Erika
sambil terus tertawa Erika melihat ke arah Nanda, Nanda yg terlihat masih memegang gelas yg di berikan pelayan itu membuat Erika sedikit geram
" ayo... ayo minumlah, "gerutu Erika
dari kejauhan Erika tak sabar ingin melihat expresi wanita itu, Adnan yg melihat wanita ketawa senang juga ikut senang, tapi Adnan tidak tau alasan kebahagiaan itu,
"sayang ada apa??,,, kok km sebahagia itu..."ucap Adnan
"sayang kamu lihat wanita disana, (menunjuk ke arah Nanda), lihat Gelas yang di pegangnya kan, mungkin gadis bodoh itu akan mengira kalau itu adalah air putih biasa, tapi kamu tau kan sayang itu air apa.... (sambil menatap wajah Adnan)"ucap Erika
dengan kagetnya Adnan memarahi Erika
"apa yang kamu lakukan sayang, isst,,, km tau dia gadis kampung yang tidak pernah menyentuh minuman seperti itu, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya..."ucap Adnan geram,
sedangkan di sisi lain Nanda sudah meneguk minuman itu, benar, Nanda langsung merasa pusing di buatnya, seakan-akan Nanda tidak kuat mengangkat badannya sendiri, dia lunglai menyandarkan dirinya ke tembok seraya berkata,
"aku kenapa ya.. kok pusing begini,"ucap lirih Nanda
"kamu kenapa nan,,,, (tanya Adit khawatir,)
"aku tidak tau, tapi rasanya kepala ku berat, aku lemes seakan-akan tidak punya tenaga sama sekali,"ucap Nanda
"apa kamu belum pernah minum semacam bir sebelumnya, (tanya Adit,)
"memegang botolnya saja aku belum pernah, "ucap Nanda (degan setengah sadar)
Bella yang melihatnya langsung menghampiri Nanda, sambil melihat sinis ke arah Adnan dan Erika,
"sayang itu kan kakakmu..."ucap Erika
" itukan yang aku maksud, kenapa kamu lakukan hal itu ke gadis itu,"ucap kesal Adnan
" kenapa dengan kamu, kenapa dari tadi seakan kamu tidak terima dengan sikapku terhadapnya,"jawab kesal Erika
" sayang jangan salah faham dulu..."ucap Adnan
sebelum Adnan meneruskan kata-katanya Bella sudah ada di hadapannya dan langsung menampar Erika
"dasar wanita tidak tau diri,"ucap bela dengan tangannya yang keras menampar wajah Erika,
tamparan itu membuat semua orang menatap ke arahnya, dengan kaget Adnan membela wanitanya itu,
"kakak hentikan, kakak tau siapa gadis yang kakak tampar ini,"ucap Adnan
ucapan Adnan membuat amarah Bella memuncak, Bela menbah lagi tamparan buat Adnan,
"dan kamu tau siapa gadis yang di buat mabuk oleh teman gadismu ini.... dia adik ipar ku, adik kesayanganku, adik penerus keluarga KHIAR KUSUMA, dan kamu ingat, status Adnan sekarang, (sambil menunjuk ke arah Erika,) dia suami orang, dan kamu tak lebih dari seorang PELAKOR,
ERIKA masih memegang pipinya yang merah Karena tamparan keras itu,
"jika terjadi sesuatu, sekecil apapun itu terhadap adikku,
aku sendiri yang akan mengurus kalian"Ancam Bella , Adnan pun takkan punya kuasa untuk menolong mu,bahkan dia sendiri akan mendapatkan hukuman dariku."Ucap bela terakhir sebelum ia meninggalkan kedua manusia brengsek itu,
Bella meninggalkan Adnan dan Erika dan menuju ke Nanda yang sudah jatuh di pelukan Adit, dengan air mata yang mengalir Nanda berbicara semua isi hatinya,
"kamu benar dit, karena cinta hidup kita tersiksa, tidak di desa, bahkan di kota ini, aku selalu menerima hal menyakitkan dari orang-orang yang aku cintai, cuma satu malaikatku, kakek, kakek yang sangat tulus menyayangiku, kakek yg tidak ada hubungan darah dengan ku,"
Semua perkataan Nanda di dengar oleh Bella, Adit yang melihatnya seakan-akan mengerti bahwa begitu banyak beban yang di tanggung gadis yang iya kenali malam ini,
"sayang kamu baik-baik saja kan...."ucap bela
Adit bisakah kamu menolong kakak, bawa Nanda ke mobil kakak,"
"baik kak.."
dengan senang hati Adit membantu dengan menggendong Nanda ke mobil Bella, Adnan yg tak percaya seakan-akan kehilangan kendali, Adnan membawa Erika keluar dari pesta itu, semua orang membicarakan kejadian itu, tentu karena adnan termasuk pengusaha besar,
di dalam mobil Erika marah-marah,
"memalukan, sungguh benar-benar memalukan, dan kamu liat, kakakmu dengan kerasnya menamparku, apakah tidak sedikitpun kamu bisa membalas kakakmu itu (bentak Erika)"
"apa kamu tidak lihat bagaimana emosi kakak tadi, dengan apa yang kamu lakukan ke gadis itu, tidakkah kamu merasa bersalah sedikitpun, dia wanita polos, tidak pernah menyentuh hal-hal begitu, pantas kakakku marah"uca Adnan tak kalah kesal,
"oh sekarang kamu juga membelanya..."
"bukan itu maksudku, buanglah ego mu sayang, mengertilah, kenapa kamu mengganggunya, sedangkan dia tidak mengganggu hubungan kita sedikitpun, mengertilah, dia akan pergi kalau kamu sudah bersedia menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku,"ucap Adnan
Erika bertambah kesal dengan ucapan adnan,
"turunkan aku... turunkan aku disni...."teriak erika
Erika mengamuk di dalam mobil seperti anak kecil
Adnan langsung menghentikan mobilnya di tepi, dan langsung memeluk Erika dengan erat
"sayang tenang,, maafkan aku, maafkan ucapan ku tadi, aku sangat mencintaimu Erika, aku tidak ingin kehilangan kamu, aku sudah melakukan segala hal agar hubungan kita tetap berjalan,
dengan tersenyum sinis Erika membalas pelukan Adnan dalam hati erika berkata
"kau akan jatuh jauh dalam pelukanku, perlahan-lahan aku akan mengendalikan mu sayangku
"maafkan aku ya sayang,"ucap Adnan
Adnan terus memeluk Erika, sedangkan Nanda sudah ada dirumah, Adit memopong Nanda ke sofa ruang tamu,
"terimakasih ya dit, tanpamu kakak tidak bisa berbuat apa-apa"
"sama-sama kak, maaf pria tadi itu..."
sebelum Adit meneruskan kata-katanya Bella memotong perkataan Adit
"dia suami Nanda...."
dengan kaget Adit melongok ke arah Bella, seakan-akan tidak percaya karena saat itu pria yang dilihatnya sedang bergandengan tangan dengan gadis lain
"tapi.... dia... (melihat ke arah Nanda)"
"ceritanya panjang, aku juga sama kagetnya dengan mu, dengan apa yang terjadi malam ini,aku bisa mengerti keadaan apa yang terjadi dalam rumah tangga adikku ini, gadis ini adalah ipar ku, yang beberapa bulan lalu di nikahi Adnan adikku, dia gadis polos, lugu, bodoh, yg bersedia menikah dengan Adnan atas permintaan kakekku, sudahlah aku harap cerita ini hanya didengar olehmu,"ucap Bela
"baik kak, Adit cukup mengerti dengan maksud kakak, dan maafkan kelancangan Adit tadi,
Adit tidak tau kalau gadis yang Adit datangi adalah istri orang,"ucap adit merasa bersalah
"tidak apa-apa dit, kakak malah senang, awalnya kakak cuma ingin tau expresi Adnan,saat melihat istrinya di goda cowok lain, tp... expresi nya sudah menunjukkan kalau dia tidak punya rasa ke Nanda, bahkan lebih tidak manusiawi lagi,membawa wanitanya di hadapan istrinya."
malam pun semakin larut, Adnan pun tiba dirumahnya dia masuk dengan tergesa-gesa, ia melihat kamarnya tidak ada seorangpun,
lalu dia masuk ke kamar kakaknya dia melihat gadis itu tertidur pulas, betapa kagetnya Adnan saat pintu itu terbuka
"apakah kau ingin melihat keadaanya, aku sudah mengerti semua, aku tidak tau apa yg kamu lakukan terhadapnya selama ini, aku cuma tidak habis pikir,orang yang berpendidikan sepertimu, orang yang terpandang sepertimu, bisa melakukan hal serendah ini, dia gadis lugu dan polos, mungkin bagimu dan wanitamu itu minum bir atau semacamnya adalah hal lumrah, tapi lihat dia....."ucap cerocos bela
Bella terus meluapkan amarahnya terhadap Adnan,
"kamu pernah berfikir tidak, sebelum melakukan hal kepada gadis itu,....
bagaimana jika kakak mu ini yang ada di posisi gadis itu...( Bella tak tahan menahan air matanya)
pernahkah kamu pikirkan perasaan kakakmu ini,jika seandainya kakakmu ini di perlakukan semacam itu oleh suami kakak,,,,?
CERAIAKAN DIA"Ucap Bela dengan penuh emosi
betapa kagetnya Adnan mendengar perkataan terakhir kakaknya,
adnan tertunduk di hadapan kakaknya, ya karena Adnan mengaggap kakaknya adalah pengganti Ibunya,
Adnan mendekat ke Nanda dia berdiri di samping Nanda, dia melanggar aturan yg dia buat
seraya berkata
"biarkan dia tidur disini, dan aku tidak akan membuat kakak kecewa kedepannya, tapi berikan aku waktu,
Adnan langsung menuju keluar dari kamar kakaknya
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Reza Indra
Ceritanya bagus.. dn jg menarik.. aUthor ini dr Probolinggo mana ya... 🧡🧡❤🧡🧡👍🏻👍🏻👍🏻😘😘😘😘
2023-03-28
0
Lovita Timoria Tarigan
nanda bgtu beruntung punya Kk ipar yg bgtu baek.ngga kbayang klo kk iparny jg jahat.. pasti hdup nnda semakin hncur... 😢
2023-01-18
0
Maryana Fiqa
sakit banget rasanya 😭😭😭😭😭😭😭
2022-02-17
0