pernikhan tak di inginkn 3

Nanda yang melihat semua mata tertuju padanya, merasa risih dan tidak percaya diri untuk melangkah, namun Bella memegang tangannya dan meyakinkan kalau dirinya sangat cantik,

"kamu cantik sayang.... yuk"ucap bela,

seraya melangkah menuju arah Adnan

Adnan yang melihatnya seakan tidak percaya kalau dia adalah gadis desa yang ia nikahi, yg sehari-hari hanya berpakaian ala desa, dan jauh dari kata make up, dan sekarang berdiri dengan sangat modis dan cantik serta anggun, dengan senyum nya yg memikat,

 

"eh tikus... kenap cantik kan...."ucap bela

 

dalam sekejap Adnan pun kaget dengan ucapan kakaknya, namun ia masih terus bersikap cuek,

Nanda berdiri agak jauh dari Adnan karena masih ingat dengan peraturan yang Adnan tuliskan,

namun dengan sesaat ada pria yg menghampiri Nanda dan ingin berkenalan dengannya.

"hai cantik.... gue Adit... (seraya menjulurkan tangannya) dengan kaget, Nanda melihat kearah Adnan, dan bella, Adnan terus pura-pura tidak melihatnya,

"hei...."

Adit mengagetkan Nanda yg dari tadi menatap adnan, dengan kaget Nanda menerima uluran tangan Adit (seraya berkata,)

"sa..saya. Nanda tuan....!!!???🙏🙏🙏

Nanda langsung melepaskan tangannya dan menunduk takut,

"bisakah kita kesana dan menikmati pesta ini,

dengan tanpa malu Adit mengajak nanda,

"maaf tuan, saya tidak bisa..."ucap nanda

"jangan bilang tuan dong... panggil saja Adit, kita bisa berteman....(sambil tersenyum tulus)

"Hem....(Bella melangkah ke arah Nanda)

" pergilah... dia sudah sangat tulus mengajakmu berteman ya kan Adit.... (melihat ke arah Adit)"ucap bela

" iya... (dgn gugup)"jawab Adit

" aku, kakaknya Nanda, bawalah adikku, tp ingat jangan sentuh dia oke...."ucap Bella memperingati,

Bella sengaja melakukan itu karena Bella ingin melihat reaksi Adnan, apa yang akan dia perbuat jika istrinya pergi bersama Cowok lain, dalam hati adnan berkata (ih... bisa- bisanya dia melakukan hal itu di depanku)

Nanda melangkah bersama Adit, dengan senyumnya yg manis, Adit selalu menatapnya, Adit banyak bertanya pada Nanda namun tidak ada yang Nanda jawab hingga akhirnya mrk sampai di paling ujung pojok tempat itu sambil memegang minuman di masing-masing tangan mrk,

"kenapa tidak jawab... ada yg salah dengan pertanyaanku...??? (tanya Adit)

" bukan begitu, namun penilaianmu terhadapku sungguh salah,aku bukanlah dari orang kaya, dan maaf baru kali ini aku bicara dengan pria,

"apa..!!! (Adit seakan tidak percaya,)

kamu tidak bercanda kan....?"

Nanda hanya menganggukkan kepalanya dan sekali-kali minum juz yg ia pegang, dr kejauhan Adnan melihat ke arah mereka, sedangkan Bella duduk di sofa di ujung pojok arah yg berlawanan dengan arah nanda, namun tanpa di duga Adnan, ternyata Erika juga hadir di acara itu, Erika langsung menghampiri kekasihnya itu sambil mencium pipi Adnan

" hei sayang.... lama nunggu ya..."ucap Erika

"sayang kamu kok bisa tau kalau aku ada di acara ini (nada kaget)"ucap Adnan

" ya pasti taulah sayang, kenapa, kok kamu kayak kaget gitu... tidak suka kalau aku datang, gimana penampilanku cantikan...???"tanya Erika

Bella yg melihat dari kejauhan seakan tak percaya dgn apa yg dia lihat,

" Adnan...Erika...apa mereka masih berhubungan, apa Erika sudah tau kalau Adnan sudah menikah...??

atau....."Gumam bela

Bella tak meneruskan arah pikirannya sendiri iya hanya mengamati, dan ingin jauh lebih tau lagi....

Nanda juga melihat ke arah Adnan yang sedang bergandengan tangan dengan Erika, tanpa sengaja nanda meneteskan air mata, namun dengan buru-buru dia menghapusnya dan tersenyum lagi pada Adit,

"apa sudah punya pacar....?"

dengan tiba-tiba Adit mempertanyakan hal itu kepada Nanda, hingga membuat Nanda kaget melongok,

"apa pacar...?".

sejenak Nanda terdiam, dia berfikir apa yang harus ia jawab, dia takut kalau jawabannya akan menjadi masalah nantinya,

"kamu sendiri....??? ( Nanda balik nanya)

" kok balik nanya, eemm, baru kemaren putus

jawab Adit, seakan-akan menahan kesedihan,

"kenapa...(tanya nanda,)

"dia sudah ada tunangan, terpaksa aku mundur,

"apakah karena kamu terlalu mencintai gadis itu, akhirnya kamu memilih mundur dan menjauh dari hidupnya...

(Nanda seolah-olah bertanya dengan seksama, apakah cinta jauh lebih penting dari bahagianya)

" ya...(dgn lemas,) aku memilih menjauh darinya, karena aku terlalu mencintainya, aku hanya ingin melihat dia bahagia, tersenyum bahagia, itulah cinta menurutku, cinta juga tidak harus memiliki,"ucap adit

dengan mengangguk, Nanda seolah-olah mengerti dengan apa yang di bicarakan pria di hadapannya itu, Adnan yang melihat percakapan Adit dan Nanda merasa seolah-olah dia melihat orang lain, tanpa di sadari Erika menangkap arah yg di lihat Adnan, dengan kagetnya Nanda melongok kan matanya lebar-lebar

"ternyata gadis itu ada disini juga,(gerutu dalam hatinya) tidak apa-apa kan kalau aku kerjai dia sedikit,"gumam Erika

"sayang aku mau ke toilet dulu ya...."ucap Erika pada Adnan

dengan kagetnya Adnan menjawab..

"ok sayang,"

Erika pun melangkah pergi, dan memanggil salah satu pelayan di situ,

" pak tolong kasihkan minuman ini ke gadis yang di sana (seraya menunjuk ke arah Nanda) JiKa dia bertanya dari siapa, bilang saja kalau minuman ini dari pria yang disana (sambil menunjuk ke arah Adnan)

" ok ok nona, mengangguk dan langsung pergi ke arah Nanda,

Erika pun balik ke arah Adnan yang sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya, dengan tertawa anehnya Erika melingkarkan tangannya ke tangan Adnan,

"kenapa kamu, keluar dari toilet ketawa kayak gitu, seakan-akan menemukan pertunjukan yang lucu,"ucap Adnan

"iya sayang nanti akan ada pertunjukan lucu yg akan tampil, kamu pasti akan senang"ucap Erika

sambil terus tertawa Erika melihat ke arah Nanda, Nanda yg terlihat masih memegang gelas yg di berikan pelayan itu membuat Erika sedikit geram

" ayo... ayo minumlah, "gerutu Erika

dari kejauhan Erika tak sabar ingin melihat expresi wanita itu, Adnan yg melihat wanita ketawa senang juga ikut senang, tapi Adnan tidak tau alasan kebahagiaan itu,

"sayang ada apa??,,, kok km sebahagia itu..."ucap Adnan

"sayang kamu lihat wanita disana, (menunjuk ke arah Nanda), lihat Gelas yang di pegangnya kan, mungkin gadis bodoh itu akan mengira kalau itu adalah air putih biasa, tapi kamu tau kan sayang itu air apa.... (sambil menatap wajah Adnan)"ucap Erika

dengan kagetnya Adnan memarahi Erika

"apa yang kamu lakukan sayang, isst,,, km tau dia gadis kampung yang tidak pernah menyentuh minuman seperti itu, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya..."ucap Adnan geram,

sedangkan di sisi lain Nanda sudah meneguk minuman itu, benar, Nanda langsung merasa pusing di buatnya, seakan-akan Nanda tidak kuat mengangkat badannya sendiri, dia lunglai menyandarkan dirinya ke tembok seraya berkata,

"aku kenapa ya.. kok pusing begini,"ucap lirih Nanda

"kamu kenapa nan,,,, (tanya Adit khawatir,)

"aku tidak tau, tapi rasanya kepala ku berat, aku lemes seakan-akan tidak punya tenaga sama sekali,"ucap Nanda

"apa kamu belum pernah minum semacam bir sebelumnya, (tanya Adit,)

"memegang botolnya saja aku belum pernah, "ucap Nanda (degan setengah sadar)

Bella yang melihatnya langsung menghampiri Nanda, sambil melihat sinis ke arah Adnan dan Erika,

"sayang itu kan kakakmu..."ucap Erika

" itukan yang aku maksud, kenapa kamu lakukan hal itu ke gadis itu,"ucap kesal Adnan

" kenapa dengan kamu, kenapa dari tadi seakan kamu tidak terima dengan sikapku terhadapnya,"jawab kesal Erika

" sayang jangan salah faham dulu..."ucap Adnan

sebelum Adnan meneruskan kata-katanya Bella sudah ada di hadapannya dan langsung menampar Erika

"dasar wanita tidak tau diri,"ucap bela dengan tangannya yang keras menampar wajah Erika,

tamparan itu membuat semua orang menatap ke arahnya, dengan kaget Adnan membela wanitanya itu,

"kakak hentikan, kakak tau siapa gadis yang kakak tampar ini,"ucap Adnan

ucapan Adnan membuat amarah Bella memuncak, Bela menbah lagi tamparan buat Adnan,

"dan kamu tau siapa gadis yang di buat mabuk oleh teman gadismu ini.... dia adik ipar ku, adik kesayanganku, adik penerus keluarga KHIAR KUSUMA, dan kamu ingat, status Adnan sekarang, (sambil menunjuk ke arah Erika,) dia suami orang, dan kamu tak lebih dari seorang PELAKOR,

ERIKA masih memegang pipinya yang merah Karena tamparan keras itu,

"jika terjadi sesuatu, sekecil apapun itu terhadap adikku,

aku sendiri yang akan mengurus kalian"Ancam Bella , Adnan pun takkan punya kuasa untuk menolong mu,bahkan dia sendiri akan mendapatkan hukuman dariku."Ucap bela terakhir sebelum ia meninggalkan kedua manusia brengsek itu,

Bella meninggalkan Adnan dan Erika dan menuju ke Nanda yang sudah jatuh di pelukan Adit, dengan air mata yang mengalir Nanda berbicara semua isi hatinya,

"kamu benar dit, karena cinta hidup kita tersiksa, tidak di desa, bahkan di kota ini, aku selalu menerima hal menyakitkan dari orang-orang yang aku cintai, cuma satu malaikatku, kakek, kakek yang sangat tulus menyayangiku, kakek yg tidak ada hubungan darah dengan ku,"

Semua perkataan Nanda di dengar oleh Bella, Adit yang melihatnya seakan-akan mengerti bahwa begitu banyak beban yang di tanggung gadis yang iya kenali malam ini,

"sayang kamu baik-baik saja kan...."ucap bela

Adit bisakah kamu menolong kakak, bawa Nanda ke mobil kakak,"

"baik kak.."

dengan senang hati Adit membantu dengan menggendong Nanda ke mobil Bella, Adnan yg tak percaya seakan-akan kehilangan kendali, Adnan membawa Erika keluar dari pesta itu, semua orang membicarakan kejadian itu, tentu karena adnan termasuk pengusaha besar,

di dalam mobil Erika marah-marah,

"memalukan, sungguh benar-benar memalukan, dan kamu liat, kakakmu dengan kerasnya menamparku, apakah tidak sedikitpun kamu bisa membalas kakakmu itu (bentak Erika)"

"apa kamu tidak lihat bagaimana emosi kakak tadi, dengan apa yang kamu lakukan ke gadis itu, tidakkah kamu merasa bersalah sedikitpun, dia wanita polos, tidak pernah menyentuh hal-hal begitu, pantas kakakku marah"uca Adnan tak kalah kesal,

"oh sekarang kamu juga membelanya..."

"bukan itu maksudku, buanglah ego mu sayang, mengertilah, kenapa kamu mengganggunya, sedangkan dia tidak mengganggu hubungan kita sedikitpun, mengertilah, dia akan pergi kalau kamu sudah bersedia menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku,"ucap Adnan

Erika bertambah kesal dengan ucapan adnan,

"turunkan aku... turunkan aku disni...."teriak erika

Erika mengamuk di dalam mobil seperti anak kecil

Adnan langsung menghentikan mobilnya di tepi, dan langsung memeluk Erika dengan erat

"sayang tenang,, maafkan aku, maafkan ucapan ku tadi, aku sangat mencintaimu Erika, aku tidak ingin kehilangan kamu, aku sudah melakukan segala hal agar hubungan kita tetap berjalan,

dengan tersenyum sinis Erika membalas pelukan Adnan dalam hati erika berkata

"kau akan jatuh jauh dalam pelukanku, perlahan-lahan aku akan mengendalikan mu sayangku

"maafkan aku ya sayang,"ucap Adnan

Adnan terus memeluk Erika, sedangkan Nanda sudah ada dirumah, Adit memopong Nanda ke sofa ruang tamu,

"terimakasih ya dit, tanpamu kakak tidak bisa berbuat apa-apa"

"sama-sama kak, maaf pria tadi itu..."

sebelum Adit meneruskan kata-katanya Bella memotong perkataan Adit

"dia suami Nanda...."

dengan kaget Adit melongok ke arah Bella, seakan-akan tidak percaya karena saat itu pria yang dilihatnya sedang bergandengan tangan dengan gadis lain

"tapi.... dia... (melihat ke arah Nanda)"

"ceritanya panjang, aku juga sama kagetnya dengan mu, dengan apa yang terjadi malam ini,aku bisa mengerti keadaan apa yang terjadi dalam rumah tangga adikku ini, gadis ini adalah ipar ku, yang beberapa bulan lalu di nikahi Adnan adikku, dia gadis polos, lugu, bodoh, yg bersedia menikah dengan Adnan atas permintaan kakekku, sudahlah aku harap cerita ini hanya didengar olehmu,"ucap Bela

"baik kak, Adit cukup mengerti dengan maksud kakak, dan maafkan kelancangan Adit tadi,

Adit tidak tau kalau gadis yang Adit datangi adalah istri orang,"ucap adit merasa bersalah

"tidak apa-apa dit, kakak malah senang, awalnya kakak cuma ingin tau expresi Adnan,saat melihat istrinya di goda cowok lain, tp... expresi nya sudah menunjukkan kalau dia tidak punya rasa ke Nanda, bahkan lebih tidak manusiawi lagi,membawa wanitanya di hadapan istrinya."

malam pun semakin larut, Adnan pun tiba dirumahnya dia masuk dengan tergesa-gesa, ia melihat kamarnya tidak ada seorangpun,

lalu dia masuk ke kamar kakaknya dia melihat gadis itu tertidur pulas, betapa kagetnya Adnan saat pintu itu terbuka

"apakah kau ingin melihat keadaanya, aku sudah mengerti semua, aku tidak tau apa yg kamu lakukan terhadapnya selama ini, aku cuma tidak habis pikir,orang yang berpendidikan sepertimu, orang yang terpandang sepertimu, bisa melakukan hal serendah ini, dia gadis lugu dan polos, mungkin bagimu dan wanitamu itu minum bir atau semacamnya adalah hal lumrah, tapi lihat dia....."ucap cerocos bela

Bella terus meluapkan amarahnya terhadap Adnan,

"kamu pernah berfikir tidak, sebelum melakukan hal kepada gadis itu,....

bagaimana jika kakak mu ini yang ada di posisi gadis itu...( Bella tak tahan menahan air matanya)

pernahkah kamu pikirkan perasaan kakakmu ini,jika seandainya kakakmu ini di perlakukan semacam itu oleh suami kakak,,,,?

CERAIAKAN DIA"Ucap Bela dengan penuh emosi

betapa kagetnya Adnan mendengar perkataan terakhir kakaknya,

adnan tertunduk di hadapan kakaknya, ya karena Adnan mengaggap kakaknya adalah pengganti Ibunya,

Adnan mendekat ke Nanda dia berdiri di samping Nanda, dia melanggar aturan yg dia buat

seraya berkata

"biarkan dia tidur disini, dan aku tidak akan membuat kakak kecewa kedepannya, tapi berikan aku waktu,

Adnan langsung menuju keluar dari kamar kakaknya

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Reza Indra

Reza Indra

Ceritanya bagus.. dn jg menarik.. aUthor ini dr Probolinggo mana ya... 🧡🧡❤🧡🧡👍🏻👍🏻👍🏻😘😘😘😘

2023-03-28

0

Lovita Timoria Tarigan

Lovita Timoria Tarigan

nanda bgtu beruntung punya Kk ipar yg bgtu baek.ngga kbayang klo kk iparny jg jahat.. pasti hdup nnda semakin hncur... 😢

2023-01-18

0

Maryana Fiqa

Maryana Fiqa

sakit banget rasanya 😭😭😭😭😭😭😭

2022-02-17

0

lihat semua
Episodes
1 hari- hari nanda
2 paras Nanda
3 sebuah harapan
4 sebuah harapan 2
5 sebuah harapan 3
6 pernikahan tak di inginkn
7 pernikhan tak di inginkan 2
8 pernikhan tak di inginkn 3
9 akhir Erika n Adnan
10 akhir Erika n adnan 2
11 amarah Adnan 1
12 amarah Adnan 2
13 peraturan baru Adnan
14 awal kebahagiaan
15 identitas nanda
16 senyum Nanda
17 ujian Nanda
18 ujian Nanda 2
19 kunjungan nanda Adnan ke desa
20 kunjungan Nanda n Adnan k desa 2
21 malam yang indah
22 hari melelahkn
23 kepergian adnan 1
24 kerinduan
25 d rampok
26 rampok 2
27 kepanikan Adnan
28 Adnan turun tangan
29 info
30 munculnya yudha
31 diamnya Adnan lebih bahaya daripada amarahnya
32 tenang lebih berbahaya daripada amarah
33 Gerakan Yudha
34 kebencian nanda
35 hukuman
36 kepergian bibik nanda
37 Nanda ikut bantu perusahaan
38 keputusan Nanda
39 dia istriku
40 TRIK NANDA
41 TRIK NANDA 2
42 merindukan mu
43 seditkit hukuman sita
44 hari pertama ke kampus
45 kepercayaan
46 berusaha lah
47 tak kan menyerah
48 Tindakan Erika 1
49 tindakan Erika 2
50 pengawal
51 Alat
52 Lina
53 main di kantor
54 pria masa lalu
55 pria masa lalu bab2
56 masa lalu
57 Hazel
58 Nanda dan Erika
59 nanda dan Erika 2
60 bukan tuan saga ke 2
61 curiga
62 anak haram
63 kau cemburu
64 hazel dan nanda
65 Hamil
66 Hamil 2
67 Berlebihan
68 Kebahagiaan keluarga
69 Ngidam Aneh
70 Terselesaikan
71 Terselesaikan 2
72 Rasa Haru
73 BAYIKU
74 Azzam dan Azzura
75 BAB 75 Ayah idaman
76 BAB 76 Susterku menyukai suamiku
77 episode 77 Jangan dekat-dekat
78 EPISODE 78 Tak tau malu
79 EPISODE 79
80 Episode 80 ending akhir
81 PENGUMUMAN,
Episodes

Updated 81 Episodes

1
hari- hari nanda
2
paras Nanda
3
sebuah harapan
4
sebuah harapan 2
5
sebuah harapan 3
6
pernikahan tak di inginkn
7
pernikhan tak di inginkan 2
8
pernikhan tak di inginkn 3
9
akhir Erika n Adnan
10
akhir Erika n adnan 2
11
amarah Adnan 1
12
amarah Adnan 2
13
peraturan baru Adnan
14
awal kebahagiaan
15
identitas nanda
16
senyum Nanda
17
ujian Nanda
18
ujian Nanda 2
19
kunjungan nanda Adnan ke desa
20
kunjungan Nanda n Adnan k desa 2
21
malam yang indah
22
hari melelahkn
23
kepergian adnan 1
24
kerinduan
25
d rampok
26
rampok 2
27
kepanikan Adnan
28
Adnan turun tangan
29
info
30
munculnya yudha
31
diamnya Adnan lebih bahaya daripada amarahnya
32
tenang lebih berbahaya daripada amarah
33
Gerakan Yudha
34
kebencian nanda
35
hukuman
36
kepergian bibik nanda
37
Nanda ikut bantu perusahaan
38
keputusan Nanda
39
dia istriku
40
TRIK NANDA
41
TRIK NANDA 2
42
merindukan mu
43
seditkit hukuman sita
44
hari pertama ke kampus
45
kepercayaan
46
berusaha lah
47
tak kan menyerah
48
Tindakan Erika 1
49
tindakan Erika 2
50
pengawal
51
Alat
52
Lina
53
main di kantor
54
pria masa lalu
55
pria masa lalu bab2
56
masa lalu
57
Hazel
58
Nanda dan Erika
59
nanda dan Erika 2
60
bukan tuan saga ke 2
61
curiga
62
anak haram
63
kau cemburu
64
hazel dan nanda
65
Hamil
66
Hamil 2
67
Berlebihan
68
Kebahagiaan keluarga
69
Ngidam Aneh
70
Terselesaikan
71
Terselesaikan 2
72
Rasa Haru
73
BAYIKU
74
Azzam dan Azzura
75
BAB 75 Ayah idaman
76
BAB 76 Susterku menyukai suamiku
77
episode 77 Jangan dekat-dekat
78
EPISODE 78 Tak tau malu
79
EPISODE 79
80
Episode 80 ending akhir
81
PENGUMUMAN,

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!