"mana gadis itu (gumam Adnan)
Adnan terus mencari wanita itu,akhirnya ia menemukan gadis itu, ia menatap gadis itu yg sudah terlelap dalam mimpinya
"apakah sikapku sudah keterlaluan, setidaknya dia mengerti kalau aku tidak mencintainya, dia patuh dengan apa yg tertulis di kertas perjanjian itu, dengan senyumnya dia melakukan semua kewajibannya dengan jalan yg aku mau
"terimakasih sudah melakukan apa yg aku mau, aku harap suatu hari kau bisa menemukan laki-laki yg bisa memberimu kebahagiaan, aku sudah memilih Erika untuk menjadi gadisku, aku harap kau mengerti itu."ucap Adnan pelan, seraya memandang Nanda yang masih terlelap.
Adnan pun meninggalkan kamar yang di tempati Nanda, dan terlelap jg dalam tidur nyenyak nya
pagi pun tiba, Nanda bangun dan mencuci mukanya serta langsung menyiapkan baju kantornya Adnan, dan langsung keluar
sesampainya di bawah Nanda di buat kaget dengan hadirnya seorang wanita,
" hai sayang, tidur mu nyenyak..."(sapa wanita itu)
"anda.. "(dengan bingung)
wanita itu pun mendekati Nanda
"aku kakaknya suami mu yang membosankan itu"(seraya tersenyum ke Nanda)
Nanda kaget
"kakak, maaf nona,,, maaf"Ucap Nanda polos,
"jangan panggil nona dong, aku ini kakakmu lohh..."Ucap wanita itu,
dengan ramahnya Bella menyapanya, kakeknya Adnan menyapa Nanda, Bella sudah mendengar semua tentang Nanda dari kakeknya, (tiba-tiba)
"lohh kapan kamu sampai sayang
kakeknya menyapa Bella,
"sudah tadi malam kek, cuma Bella tidur di hotel semalam terlalu capek untuk menuju kerumah, dimana si tikus, "(sambil melihat ke arah Nanda)
"hahahaha nak Nanda, dia bertanya suamimu, itu julukan Adnan semasa kecilnya"Ucap sang kakek,
Nanda ikut tertawa kecil mendengar julukan itu
"tadi tuan, maksudku, dia belum bangun kak.."Ucap Nanda,
"tunggu ..tunggu... tuan, maksud kamu, kamu memanggil suamimu dengan sebutan tuan...."Ucap Bela
Nanda bingung ketakutan, dia tidak tau harus jawab apa... tapi tiba-tiba...
"nyonya... air hangatnya sudah siap..."Ucap sang pembantu
"kakak, mendingan kakak mandi dulu, biar seger, Nanda siapkan sarapan pagi dulu ya kak,"Ucap Nanda mengalihkan pembicaraan,
"ok, sekarang kamu selamat tapi tunggu nanti, urusan kita belum selesai... aku masih penasaran dengan sebutan tuan tadi ...."Ucap Bella, yang menyadari ada hal yang Nanda sembunyikan,
Bella melangkah pergi menaiki tangga, dia berhenti di depan kamar Adnan, tanpa mengetok pintu Bella masuk ke kamarnya Adnan,
"hei tikus...bangun... pasti istrimu memanjakan mu ya... sampai jam segini masih belum bangun..."(sambil menarik selimut Adnan) Adnan yg mendengar suara itu kaget dan melihat ke arah suara itu,
"iss kucing betina, kapan lho datang, main masuk kamar gua lagi," (seraya duduk dan menyandar di tempat tidurnya)
"ehhh, tikus... ini sudah jam berapa...
cih.... baju yg di siapkan istrimu ya...
gimana dia cantik kan.... kakak suka loh ke dia, meski baru pertama liat"ucap bela menggoda adiknya itu,
"eh kucing betina... sudah jangan nanya-nanya masalah itu, keluar sana aku mau mandi....
"tunggu..tunggu..kamu tidak menyiksa istrimu kan... tidak ada KDRT di rumah ini kan...."uca bela
"ngawur ya kalau ngomong, aku tidak sejahat itu kali, udah sana pergi...."ucap Adnan
(seraya beranjak pergi ke kamar mandi)
begitupun dengan bella dia juga keluar dari kamarnya Adnan sambil bergumam
"gue kan cuma nanya, soalnya tu Nanda kayak menyimpan rahasia banyak gitu, pasti ada yg tidak beres ni.."
bella pun masuk ke kamarnya, dan langsung mandi,
Bella adalah kakak Adnan yg sudah menikah, namun dia ikut ke rumah suami nya di luar negri, Karena bisnis suaminya yg ada disana,
semua keluarga pun berkumpul di meja makan, termasuk Nanda.
mereka makan seperti biasa,
"Bella, bawa Nanda belanja, soalnya dia harus hadir ke acara penting kakek dan Adnan akan menunggu di sana
"ok kek siap...kalau masalah belanja mah... serahkan ke Bella, ya kan sayang..( menoleh kearah Nanda)
Nanda menoleh ke arah suaminya terlihat wajahnya yg kurang senang, Nanda pun mengerti,
"maaf kakek, bukannya Nanda menolak tapi Nanda tidak bisa hadir, bagaimana Nanda bisa hadir kek, Nanda tidak ingin mempermalukan kakek dan mas Adnan (seraya menoleh ke arah Adnan)
"nak, kali ini saja, soalnya kakek ada dua undangan yg bersamaan, wakilkan kakek, mereka sama-sama orang penting dalam perusahaan kita,"ucap kakek
Bella menatap tajam Adnan
"ehh tikus, kenapa kamu diam aja..."
"aku ada rapat penting sekarang, bay....
meninggalkan meja makan, Bella semakin yakin kalau ada sesuatu yang mereka sembunyikan,
"baiklah kek, sekarang ada Bella, Bella yang akan mengurusnya, masalah Nanda, dia akan hadir dalam acara itu, kakek silahkan berangkat ke kantor cabang dulu,
"baiklah kakek percayakan sama kamu sayang, kakek berangkat dulu ya...."ucap kakek
tinggalah Nanda dan Bella dirumah itu,
" yuk kita siap-siap belanja dan senang-senang, kakak tau kamu belum pernah keluar rumah iyakan..."ucap bella
"tapi kak, aku takut mas Adnan akan marah..."ucap Nanda
"marah.... kenapa dia akan marah... kamu itu istrinya,km tidak usah takut padanya, apa dia selama ini kasar sama kamu..."ucap Bella
Nanda langsung melihat ke arah kakaknya,
"nggak kok kak, dia tidak pernah kasar sama aku, malahan dia sangat baik sama aku kak, beneran... aku hanya tidak mau mempermalukan dia dengan penampilanku dan wajahku yg tidak cantik kak..."ucap polos Nanda
"hei...hei...hei... kamu itu sangat cantik loh...
beneran... kakak berani sumpah (sambil mengangkat dua jari kanannya)
"cantik sayang, cantik banget, meski tanpa polesan apapun,kakak saja yang perempuan suka liat wajah mu apalagi mereka yang laki-laki, pokoknya kita senang-senang hari ini, bik...bibik.... (teriaknya)"imbuk bella
"iya nyonya ..."
"siang ini kami tidak makan dirumah, kami makan di luar,"ucap bela
" baik nyonya"
"Nanda kamu siap-siap juga ya, kakak mau siap-siap dulu"ucap bela
Bella meninggalkan Nanda sendirian di meja makan,namun tidak ada pilihan lain selain nurut,
mereka pun bersiap, Nanda dengan dandanan biasanya tanpa make up tebal, baju seadanya, Bella melihatnya dengan tatapan terharu,
"dia istri seorang pengusaha ternama, tidak kah dia menuntut haknya sebagai isteri, apakah adikku sudah terlalu memperlakukannya, sebenarnya apa yang terjadi..."gumam bela dalam hati.
akhirnya Bella pun membawa Nanda ke sebuah mall ternama di kota itu, Nanda memilihkan sebuah baju,gaun ,sepatu, dan alat make up.
mereka bersenang-senang hari itu hingga akhirnya jam sudah menunjukkan jam 17:00, mereka pun pulang menuju kerumahnya, beberapa jam kemudian,
nanda keluar dari kamarnya dengan memakai gaun yg di pilihkan kakaknya , pembantunya tercengang melihat wanita di hadapannya
benarkah dia wanita yang selama ini tinggal bersamanya,
"masya allah nyonya, anda cantik sekali Sampek pangling bibik...."ucap pembantu itu
" bibik ini"ucap Nanda malu
"kan... kamu tuh cantik sayang hanya saja si tikus tidak melihat betapa cantiknya wajahmu dan hatimu"ucap bela
Nanda hanya tersenyum dalam hatinya berkata:
,"aku hanya ingin melihat tuan bahagia kak, melihat dia tersenyum bahagia aku sudah senang"
tidak lama kemudian mereka pun berangkat ke tempat yg di tunjukkan kakeknya, mereka pun sampai, semua mata tertuju ke arah mereka terutama ke arah Nanda,
dandanan Nanda simple, namun anggun, dgn tinggi badannya yg semampai bak model profesional, rambut nya yg indah membuat mata terpesona,
siapa gadis itu... apakah dia anak seorang pengusaha... cantik banget...
bisik salah satu tamu di situ, Adnan yang melihatnya juga kagum dengan pemandangan di depannya.
BERSMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Deberlina LaaUll
lanjuuut thor...
2020-08-11
0
Kus Kus
Alhamdulillah meski banyak tulisan yang di singkat aku masih ngerti Thor, semangat thor
2020-07-12
6
Iin Izoome
tulisannya di singkat singkat😃
2020-07-06
6