Ternyata pak Khiar yang menemukan Nanda,
pak Khiar langsung membopong Nanda ke dalam mobil, dan segera melaju dengan cepat menuju ke rumahnya,
"ada apa dengan anak ini, mengapa dia tergeletak di jalan wajahnya, tubuhnya sungguh manusia tak ber hati yang menyiksa anak seperti Nanda"ucap pak Khiar saat melihat kondisi Nanda,
Beberapa lama kemudian pak Khiar sampai di gerbang rumahnya, Adnan yang melihat dari jendela kamarnya hanya diam memandang, namun kaget saat kakeknya teriak memberi perintah
"Cepat angkat tubuh gadis itu ke dalam"ucap pak Khiar,pada pembantu yang membuka nya gerbang,
" pak Didik...pak ..."ucap Bibik yang di perintahkan Pak Khiar untuk mengangkat tubuh Nanda,
"iy tuan....."
"cepat hubungi dokter Herman dan suruh dia segera kesini"ucap Pak Khiar
"baik tuan.... baik...."
Nanda pun sudah berada di sebuah kamar sedangkan adnan hanya termenung dan berfikir
"Siapa gadis yang di bawa kakek.??!!!" begitulah pertanyaan yang ada di benak Adnan,
dengan rasa heran Adnan turun ke bawah meninggalkan pekerjaannya di meja
"siapa dia kek.."ucap Adnan saat bertemu dengan kakeknya,
"Dia gadis berhati malaikat, dia gadis bagaikan peri "ucap sang kakek, dengan tetesan air mata
dokter pun tiba dan langsung memeriksa Nanda
"bagaimana keadaan dia dok..??Ucap Pak Khiar,
"Dia tidak apa-apa, hanya demam, dan apa yang terjadi padanya mengapa seluruh tubuhnya penuh dengan luka dan lebam?"ucap Pak dokter dengan heran,pak Khiar tak menjawab dan hanya mengucapkan terimakasih
"baiklah dok, terimaksih untuk malam ini,"ucap pak Khiar,
"Sama-sama tuan, dan ini resep yg harus di tebus"ucap dokter itu seraya memberikan sebuah kertas)l,
Dokter itu pun ber lalu malam pun berganti siang di pagi hari, Nanda terbangun dia bingung dengan keberadaanya di lihatnya sekelilingnya sudah ada dua pembantu di sebelahnya,
"selamat pagi nona..."ucap para pelayan,
"Dimana saya, dan siapa kalian,
pak Khiar, Masuk dari arah pintu
"kamu sudah sadar nak.."ucap pak Khiar
"Maaf pak,, saya dimana??"ucap Nanda dengan raut wajah yang masih bingung,
"Kamu jangan banyak bicara dulu, tinggallah disini bersama bapak, jangan kembali ke desa itu lagi.."ucap pak Khiar
dalam hati Nanda berkata
"Mungkin inilah harapan buat ku,
mungkin inilah jalan dari mu Tuhan untuk membantuku,
Air mata Nanda berjatuhan
Sedangkan adnan langsung ke kantor, dan memulai pekerjaannya beberapa hari pun berlalu,keadaan Nanda jauh lebih baik dari sebelumnya lebam di wajahnya pun menghilang, dia bingung harus ngapain dia berjalan keluar dari kamar, menyusuri rumah besar itu,
"Ada yang bisa saya bantu nona...."ucap Bibik,
"Bibik,,, bolehkan saya ikut membantu pekerjaan di rumah bapak besar"ucap Nanda
"Jangan nona....jangan .. nanti tuan besar akan marah sama kami...."tolak sang bibik,
"Tidak apa-apa bik... saya yang akan bertanggung jawab.."ucap Nanda,
"saya tidak bisa hanya berdiam diri menerima perlakuan baik bapak besar bi...."ucap Nanda lagi,
"tapi nona...."Ucap Bibik,
Sebelum bibiknya meneruskan ucapannya Nanda sudah berjalan menuju dapur, dia mengikuti pelayan lainnya, akhirnya Nanda pun berbaur dengan pelayan lainnya dan bercanda dengan mereka
makan malam pun tiba....
Adnan langsung duduk di meja makan tanpa bicara, sedangkan Nanda masih ada di dalam dapur
"Dimana gadis itu "ucap pak Khiar, tanya kakek ke salah satu pelayan,
"Dia seharian ini berada di dapur tuan, nona itu membantu semua pelayan seharian ini"ucap sang pembantu,
"panggil dia sekarang"perintah pak Khiar,
"baik tuan"ucap Bibik nya,
pelayan itu pun memanggil Nanda , Nanda berjalan mengikuti pelayan dengan rasa takut, adakah kesalahan yg dia perbuat....
"malam pak...."ucap Nanda
"Nak duduk, dan makan sama bapak di meja
"Maaf pak, saya tidak bisa silahkan bapak lanjutkan makannya",ucap Nanda,
dengan rasa tak senang Adnan berdiri dengan menghentakkan sendok ke piringnya dan langsung berlalu pergi
membuat semua pelayan takut dan gemetar begitupun Nanda
"Kamu jangan hiraukan dia, dia memang begitu" ucap pak Khiar,
Malam pun berlalu, sekarang hari minggu Adnan libur tidak ke kantor, kakeknya pumnmemanggil ke kamarnya,
"Ada apa kek...?"tanya Adnan
"Kakek sudah menemukan calon istri yang tepat buatmu, ini bukan pilihan ataupun permintaan, tapi ini perintah langsung dari kakek"ucap pak Khiar
dengan kagetnya Adnan menahan amarahnya
Jika ini sebuah perintah apa yang bisa adnan lakukan
menolak pun tak bisa dengan rasa amarahnya dia keluar dari kamar kakeknya
"Adnan kakek tau kau takkan menyukai keputusan kakek, tapi yakinlah ini yg terbaik buatmu, dia gadis baik, jauh lebih baik dari pada erika, kakek tau siapa Erika hanya saja kakek mau kamu tau dia langsung, kakek ingin kamu tau seberapa jahatnya Erika selama ini," ucap kakek saat Adnan sudah berlalu dari kamarnya.
kakek nya pun menuju ke kamar Nanda
kakek itupun duduk di samping Nanda yang melamun di tempat tidurnya,,
" kamu kenapa nak ..."ucap pak Khiar seraya membelai rambut Nanda,
"Bapak... Nanda tidak apa-apa pak ..."ucap Nanda,
"kenapa bapak sangat baik sama Nanda, Nanda tidak bisa membayar semua kebaikan bapak selama ini,"ucap Nanda
"Bapak hanya punya satu permintaan buat nanda, tapi tepatnya bukan permintaan, tepatnya ini sebuah perintah yang tak boleh di tolak"Ucap pak Khiar.
dengan rasa takut dan bingung, Nanda hanya diam
" MENIKAHLAH DENGAN CUCUKU ADNAN "
dengan kagetnya nanda mendongakkan kepalanya seraya menatap pak Khiar,
"Apa...apa.. pak... menikah dengan tuan muda ..."Ucap Nanda tidak percaya
"iya nak menikahlah dengan cucuku Adnan"ucap pak Khiar
"maaf pak bukannya Nanda menolak, tapi pak...."Ucap Nanda,
"Ini perintah bapak,,, kamu tidak bisa menolak"ucap pak Khiar,
seraya meninggalkan Nanda di kamarnya,
begitupun Adnan dia sangat marah bahkan emosinya melebihi batas dr biasanya
"sial.... sial...."begitu lah teriakan Adnan,
"aku sudah menduga ini dari awal"
"gadis sialan,,, baiklah akan aku terima keputusan kakek, tapi aku menikah hanya dengan aturan ku,kau yg akan menanggungnya dasar gadis sialan ...."ucap Adnan penuh emosi,
seraya melempar barang di kamarnya
Adnan menelfon Erika agar secepatnya ketemuan di tempat biasa, tak lama kemudian Adnan dan Erika pun bertemu, Adnan langsung memeluk kekasihnya merasa sangat bersalah
"maafkan aku sayang.... maafkan aku...."ucap Adnan,
Erika bingung dengan sikap Adnan,,,
"kamu kenapa sayang,,, kenapa minta maaf gini..."ucap Erika
"kamu janji dengan keadaan apapun nanti hubungan kita akan terus berjalan, kamu hanya milikku Erika"ucap Adnan,
Adnan terus memeluk kekasihnya
"Adnan jangan membuat aku semakin bingung, sebenernya apa yang terjadi ...."
Adnan pun melepaskan pelukannya.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Ivana Matalu Silalahi
Adnan Dibalik Nanda...Sudah Jodoh Buat Keduanya.Lanjutkan Thor...saya suka ceritanya 👍🏼👍🏼👍🏼
2021-03-07
1
Deberlina LaaUll
lanjuuut thor
2020-08-11
3
Kus Kus
lanjut thor,
2020-07-12
1