Tak lma kemudian Adnan pun masuk ke kamarnya dengan membawa rekaman cctv kantornya, ia pun memasukkan ke laptopnya, dan memperlihatkan ke Nanda
"aku tidak berbohong kan, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa,"
" maafkan Nanda mas,"
"tidak apa-apa,aku senang dengan sikap Nanda, itu tandanya Nanda cemburu kan ..."
"uuhh cemburu katanya, nggaklah mas, mana ada Nanda cemburu sama mas,"
" Masih tidak mau ngaku nih...."
" mungkin kebetulan kali ya mas, tadi sebelum Nanda ke kantornya mas ada wanita yang mengatakan tentang mas yang tidak-tidak, aku dari awal memang tidak percaya, cuma saat dia bilang kalau mas membawa wanita ke dalam kantornya mas dan melihat itu, aku jadi..."
"kamu jadi percaya dengan ucapan dia" kan....aku yg salah, maafkan aku ya,
tiba-tiba ada suara ketokan pintu Adnan pun menyuruhnya masuk ia tahu kalau pembantunya yg datang, bibiknya menaruh makanan nya di meja sesuai perintah Adnan, Adnan mengambilnya dan menyuapi Nanda dengan penuh kasih sayang,
"Oya, ujiannya km kapan selesai",
" sudah selesai mas,tadi Nanda mengambil semua ujian sekaligus,"
" hebat ya kamu... ujian sebanyak itu bisa kamu lakukan dalam sekali,"
"kak Adit yang terlalu pintar dalam mengajari Nanda, semua soal yg kak Adit berikan semuanya keluar dalam ujian itu, jd sangat mudah buat Nanda mengisinya,"
"patut di acungi jempol Adit dlm pelajaran, tp aku kurang suka saat km dekat-dekat dengannya mengerti (seraya memasukkan sesuap nasi ke mulutnya Nanda)
" jadi kapan Nanda mau ke desa biar mas antar"
"beneran mas,"
"ia sekalian jalan-jalan sudah lama aku tidak jalan-jalan, aku jg butuh istirahat"
"Nanda ikut mas saja, kapan mas bisa"
"besok lusa gimana, kalau besok mas tidak bisa soalnya tamu dr Singapura akan datang besok,"
"baiklah mas, makasih ya mas"
" ok, yuk habiskan makanmu,"
Adnan menyuapi Nanda sampai makanannya habis, saat Adnan ingin menaruh piringnya ia melihat pesan dr Alex.
"Tuan.....di balik kejadian tadi itu memang sudah di rencanakan tuan, nona Erika di balik semua itu, ia sekarang ada di luar negri tp ia menyuruh temannya untuk melakukan itu,"
"Adnan pun membalas pesan Alex
bereskan mereka, siapapun yg mengganggu Nanda langsung bereskan saja dan jangan biarkan kejadian seperti ini terjadi lagi,"
"baik tuan (balasan dr Alex)"
aku sudah menduga dr awal, tidak aku sangka Nanda akan ke kantor (gumam Adnan) tiba-tiba
"mas kenapa melamun gitu...."
"owhhh.... tidak cuma mas kepikiran kakek saja"
" kalau mas kepikiran ke kakek mari kita jenguk Kakek"
"tidak usah, kita sebaiknya berkunjung ke bibikmu"
"baiklah,"
"istirahatlah mas ke ruang kerja dulu, mas harus menyiapkan sesuatu untuk meeting besok"
"jagan malam-malam tidurnya ya mas"
"baiklah...."
Adnan pun menyelimuti Nanda dan mencium kening Nanda dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerjanya
hari pun berlalu dgn cepat, kini saat nya Nanda dan Adnan berkunjung ke desanya Nanda merasa deg-degan, senang, grogi bahkan ada rasa takut, takut jika nanti pamannya akan menyiksanya lagi, takut jika sesuatu terjadi pada bibiknya, Adnan merasakan ketegangan dr wajah Nanda ia pun memegang tangan Nanda dan menenangkannya,
"jangan khawatir ada mas"
"ia mas...."
"Alex semua urusan kantor sudah km urus kan,
"sudah tuan adik saya sudah saya perintahkan untuk mengurus urusan kantor selama kita tidak di kantor,"
"sebaiknya km tidak usah menemaniku tetaplah di sini,"
"tuan no 1 bagi ku,"
Adnan pun tidak lagi berdebat dgn Alex, ia membiarkan Alex ikut ke desanya serta membawa beberapa bodyguard di belakangnya, Krn Alex tau ini pertma kalinya tuannya berlibur ke suatu desa, saat di perjalanan Nanda merasa sangat cemas dan gugup.
"mas apakah bibik baik-baik saja,"
"tidak usah khawatir, bibik pasti baik-baik saja, km tenang tidak usah cemas begitu, anggap saja kita ini mau liburan, kalau km berwajah seperti itu apa kata bibi dan org-orang kampung nanti,"
Nanda pun menghirup nafas dr hidung dalam-dalam dan mengeluarkan dr mulut dgn perlahan, ia pun menyandarkan kepalanya pada bahu Adnan, Adnan pun mencium pucuk rambut Nanda,
"beristirahatlah"
Nanda pun memejamkan matanya, Adnan pun merangkulnya menidurkannya di pahanya membiarkan Nanda tidur dan menjadikan dirinya sebagai bantalnya.
Alex yg melihat dr kaca spion nya hanya tersenyum dalam hatinya berkata
"Tuan, akhirnya km menyadari ketulusan nona,gadis seperti nona lah yg memang bisa menjadi pendamping tuan, ku sudah menyelidiki nona, dia wanita yg cerdas, kelak ia bisa menjadi pendamping yang sempurna untuk tuan, tinggal tuan membimbingnya saja, penderitaan nona selama ini harus tuan balas dgn kasih sayang tuan,"
keadaan di dlm mobil pun menjadi hening, Alex fokus menyetir sedangkan adnan fokus ke ponselnya ia melihat situasi di kantor melalui ponselnya, sedangkan tangan satunya fokus membelai rambut Nanda, beberapa jam kemudian mereka pun sampai di sebuah vila besar yaitu villa yg dulu di tempati kakeknya, melihat Nanda yg belum bangun, Adnan pun menggendong Nanda sampai ke kamarnya, dan meletakkan di kasurnya, ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, saat ia keluar dr kamar mandi iapun melihat Nanda yang bangun dan kebingungan.
"sudah bangun...."
" kita sudah sampai ya mas,"
" ia, sebaiknya kamu mandi dulu biar seger, ini sudah sore, aku sudah menyuruh pelayan membuatkan makanan"
" mas bawa pelayan???"
"tidak, dia pelayan kakek di desa ini"
"siapa??? apa mungkin aku mengenalnya"
"entahlah,aku masih belum liat dia, aku cuma menelponnya tadi, sudah sana mandi dulu,"
Nanda pun beranjak dari tempat tidurnya seraya memegang kepalanya yg serasa pusing, ia pun membersihkan tubuhnya dan keluar dgn jubah mandinya, Nanda langsung membongkar isi kopernya dan memasukkan nya ke dalam lemari, Adnan yg melihatnya sibuk menghampirinya dan memeluknya dr belakang, menenggelamkan wajahnya di bahu leher Nanda, membuat Nanda terkejut, badannya kaku.
" Nanda mas ini suami kamu, perlahan-lahan biasakan tubuhmu dgn tubuh mas,
"i..i...ia mas,"
Adnan langsung membalikkan tubuh Nanda dengan segera ia mendorong Nanda sampai tubuh Nanda bersandar ke lemari, Adnan mendekatinya, mencium bibirnya dgn lembut Nanda tidak menolak namun Nanda tidak membalas ciuman Adnan karena nanda tidak tau harus bagaimana, adnan menyadari ke tidak tauan Nanda, namun Adnan memakluminya, ciuman Adnan mendarat ke leher Nanda membuat Nanda merasa geli, tangan Adnan pun mulai nakal ia meraba dada Nanda dgn gemas, hingga Nanda mengeluarkan suara yg membuat Adnan merasa puas, saat Adnan ingin menurunkan ciumannya ke dada Nanda tiba-tiba ada suara ketukan pintu
"tuan.... makanannya sudah siap",
"baiklah (jawab Adnan dr dlm)"
Adnan pun tersenyum ke Nanda, begitupun dgn Nanda wajahnya memerah karena malu,
"pakailah pakaianmu dan ayok turun buat makan,"
"baiklah mas,"
Nanda pun mengambil bajunya dan hendak ingin ke ruang ganti baju namun Adnan menarik tangan nya ia mengambil baju di tangan Nanda dan membuka baju mandi Nanda hingga Nanda telanjang bulat di depannya membuat Nanda malu dan menutup bagian daerah-daerah sensitifnya.
"apa yang mas lakukan", (menundukkan kepalanya)
"sayang mas ini suami kamu...".
Adnan mendekat dan langsung memeluknya dgn ***** namun ia tahan, Adnan pun memakaikan Bra dan CD Nanda beserta baju Nanda membuat Nanda malu dan tak bisa mengeluarkan suara membuat Adnan tersenyum hampir ingin tertawa
" Nanda .... mas ini laki-laki normal, mas punya *****, apa mas salah"
"tidak mas,maafkan Nanda,"
Adnan pun memeluk nya dgn lembut dan membelai rambutnya, Adnan membawanya ke meja rias menyisir rambut Nanda dgn penuh kasih sayang, Nanda hanya diam, dia malu dgn apa yg terjadi hari ini, semua kejadian di kamar ini adalah hal pertma dalam hidupnya ada rasa bahagia di hatinya karena bagaimanapun Nanda ingin menjadi istri Adnan sepenuhnya, saat Adnan menyisir rambutnya, Nanda memegang tangan Adnan seraya berkata,
"aku jg mencintai mas, jd mas jgn khawatir dgn tindakan mas, lakukanlah yg ingin mas lakukan, Nanda milik mas"
seketika itu Adnan memeluk Nanda dr belakang seraya berkata," terimakasih sayang, aku akan menjaga hubungan kita"
akhirnya merekapun keluar dr kamar, dan menuju ke meja makan saat Nanda melihat pembantu itu ia kaget
"bik Sumi (gumam Nanda dlm hatinya)"
ia dan adnan pun duduk di meja makan saat bik Sumi it melihat ke arah adnan dan Nanda dia sedikit terkejut
" knp bik...".(sapa Adnan)
" nggk tuan, nona ini seperti org yg bibi kenal tp tidak mungkin jg tuan"
" bibik ini Nanda.... (sapa Nanda)
membuat bik Sumi terplongok tak percaya, karena sekarang Nanda menjadi wanita yg super cantik, ia tahu kalau Nanda memang cantik tp skrg jauh lebih cantik dan lbh tidak percaya nya lg ia duduk sebagai nyonya dirumah ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
inayah machmud
adnan mulai menunjukkan perhatian dan rasa sayang nya ke nanda. ...🥰🥰
2022-12-19
0
Arifpun Arif
semangat thor
2020-10-01
1
Deberlina LaaUll
lanjuuut thor💪💪💪💪💪
2020-08-12
1