Rey masih bertanya - tanya kenapa Kikan sampai sebegitu marah terhadapnya hingga berani menamparnya seperti itu. ia pun duduk di atas sofa dan ia sedikit menyesali kejadian tadi.
"Apa aku salah? Kalau dia memang tidak melakukannya, lalu, kenapa dia marah?" gumam Rey.
"Bahkan dia hingga menamparku. Bodoh sekali, sih. aku ini. tidak seharusnya tadi aku berkata seperti itu kepada dia. ah sial, kenapa tadi tidak bisa mengontrol emosi," Rey mengusap wajahnya dengan frustasi.
"Ah sudahlah, lupakan saja. Lagipula untuk apa aku memikirkannya." Rey beranjak dari tempat duduknya dan pergi untuk masuk ke dalam kamarnya
***
Kikan masih berjalan tak tentu arah, ia kebingungan harus pergi kemana. air matanya terlihat sudah mengering meskipun kedua mata nya masih membengkak.
"Aku harus pergi kemana? kalau pulang kerumah, kan. tidak mungkin, Ibu pasti akan kepikiran. aku juga lupa tidak membawa ponsel dan juga uang, astaga ..." Kikan berdecak bingung
"Lebih baik, aku ke rumah Cathrine, saja. sambil berjalan perlahan - lahan," gumam kikan dengan mencoba menghapus sisa - sisa air mata yang melekat disana.
Namun, saat di tengah perjalanannya, dari arah belakang Kikan. terlihat sebuah mobil melaju dengan sangat kencang hingga membuat debu - debu dan dedaunan kering di jalanan itu berterbangan. Namun, tiba - tiba mobil itu berhenti mendadak. Dan sang pengemudi memundurkan mobil itu tepat di depan Kikan. terlihat seseorang laki - laki turun dari mobil tersebut. Laki - laki sama yang sempat Kikan temui waktu sore itu, yang tak lain ialah Alka.
"Nona, kamu yang kemarin, kan." Alka begitu kegirangan saat bertemu kembali dengan Kikan.
"Kau?" ucap Kikan lirih. Alka memperhatikan raut wajah Kikan dan kedua matanya yang terlihat begitu sembab.
"Apa kau habis menangis, Nona?" tanya Alka dengan menyipitkan kedua matanya.
"Tidak," jawab Kikan dengan menggeleng - gelengkan kepalanya.
"Jangan berbohong kamu pasti habis menangis, iya, kan. kau boleh bercerita kepadaku. dan ... Sedang apa kau berjalan sendirian dijalan raya seperti ini?" tanya Alka.
"Orang ini sungguh menyebalkan, kenapa dia sok akrab seperti ini?" gumam Kikan dalam hati.
"Saya baik - baik saja, Tuan. ini bukan urusanmu, " kata Kikan. ia sangat tidak suka orang lain mencampuri urusannya, apalagi orang asing yang sama sekali tidak pernah ia kenal sebelumnya. Kikan hendak pergi berlalu meninggalkan Alka. Namun, Alka menghentikannya.
"Tunggu. Nona. kamu mau pergi kemana? mari aku antar, ikutlah denganku," ajak Alka seraya memegang lengan Kikan, Kikan segera mungkin menyingkirkan tangan laki - laki itu dari tangannya.
"Tidak usah, Tuan. terimakasih," kata Kikan sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Kau berjalan di jalan raya seperti ini, itu sangat berbahaya, biar aku mengantarkanmu. aku tidak ada niat buruk denganmu," tutur Alka, ia sedikit memaksa berharap wanita yang saat ini di hadapannya mau ikut dengannya.
"Apa lebih baik aku menerima tawaran laki - laki ini saja, ya. Kalau aku jalan, rumah Cathrine kan masih sangat jauh sekali dari sini," gumam Kikan dalam hati.
"Bagaimana, Nona?" tanya Alka.
"Baiklah, Tuan. bisakah kau mengantarku ke Jalan Limerick?" pinta Kikan.
"Tentu saja bisa, dengan senang hati," saut Alka dengan begitu girangnya.
Alka membukakan pintu mobil untuk Kikan. Dan ia mempersilahkannya untuk masuk. Setelah Alka sudah duduk di kursi kemudinya, ia mulai melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang. Tidak ada percakapan sama sekali di dalam mobil itu. Sesekali kedua mata Alka tak lepas memperhatikan wanita yang duduk di sampingnya saat ini. Waktu itu jelas sekali raut wajah Kikan masih bersedih. bahkan, kedua matanya juga terlihat menyipit akibat menangis.
"Oh iya, bagaimana kondisi kakimu kemarin, Nona. apakah masih sakit?" tanya Alka.
"Sudah membaik," singkat Kikan, rasanya Kikan seolah tak tertarik untuk berbicara dengan laki - laki asing yang memberinya tumpangan saat ini,
Dan selang beberapa menit, Alka mengurangi laju kecepatannya. karna, ia sudah tiba di alamat yang sempat Kikan beritaukan kepadanya.
"Tuan, sudah berhenti di sini saja," pinta Kikan, Alka seketika itu menginjak rem mobilnya, hingga mobil itu berhenti di depan sebuah rumah yang dipenuhi dengan tanaman di sana. Rumah tersebut tak lain ialah tempat tinggal Cathrine.
"Ini rumahmu? " tanya Alka seraya kedua matanya memperhatikan rumah itu dengan seksama.
"Bukan, ini rumah sahabatku," jawab Kikan
"Terimakasih banyak ya, Tuan. sudah mau mengantarkan ku," kata Kikan sambil mengatupkan kedua tangannya, ia pun membuka pintu mobil itu dan turun dari sana.
"Terimakasih kembali, Nona cantik." Alka membalasnya dengan senyumannya.
Kikan berjalan mendekati rumah Cathrine, dan kebetulan sekali, pagi itu, Cathrine berada di halaman rumahnya. ia terlihat sedang menyirami tanaman yang menghiasi seluruh halaman rumahnya tersebut. Saat Kikan melihat sahabatnya tersebut, ia mempercepat langkah kakinya dan tak segan berlari memeluk tubuh Cathrine dengan sangat erat, air matanya memecah seketika. Cathrine menanyakan tentang keadaan Kikan yang tiba - tiba menangis. namun, Kikan hanya diam saja dengan sesenggukan. lalu, Cathrine mmengajaknya untuk masuk kedalam rumah dan mencoba menenangkan sahabatnya tersebut.
***
Dan ketika Alka hendak menyalakan mesin mobilnya untuk meninggalkan tempat itu. tiba - tiba dirinya teringat akan sesuatu.
"Astaga, kenapa aku lupa menanyakan nama Nona itu," gumam Alka. kemudian, ia dengan cepat turun dari mobil, bermaksud untuk mengejar Kikan dan menanyakan namanya. namun, Kikan sudah tidak terlihat lagi di halaman rumah itu. Karna Cathrine telah terlebih dulu mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Ah sial." Alka mengumpat dan mengayunkan satu kakinya ke sembarang arah.
"Sudahlah, besok saja aku akan kembali kemari. karna, sepertinya hari ini dia terlihat sedang ada masalah," gumam Alka. Ia kembali menaiki mobil miliknya dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan sedang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Sintia Dewi
idih siapa jg yg mau cerita mslah pribadi sm orang asing..sinting si alka ini..dia nangis krna crita lu ke rey, jd dia dituduh macam2 sm kakaklu itu
2024-08-28
1
Mimilngemil
Alkan... kau akan syok. kalau wanita yang kau suka ternyata Kikan, KK Ipar sekaligus teman masa kecil mu.
2023-11-02
1
Katherina Ajawaila
jahat lo Alka lupa sm teman dr kecil skrng Kikan udh gede cantik pula, dan sempat di jodohin tapi di tinggal gitu aja karna ada Reina perempuan yg ngk jelas. yg suka putar balik kenyataan
2023-07-04
0