kebenaran 2

"Waktu Ayahnya Kikan meninggal karna kecelakaan, Kikan begitu terpukul, dirinya sering mengurung diri dan menjadi lebih sangat pendiam dari biasanya. ia juga sering tidak masuk sekolah karna sudah tidak ber-semangat. Selang beberapa bulan kemudian, paman Kikan yang ada di Amerika datang kemari, karna, mendengar kabar kematian Ayah Kikan. pamannya seorang pengusaha kaya di London dan juga Amerika. waktu itu, ia menginap disini selama beberapa hari, dan sebelum kembali ke Amerika, pamannya sempat mengajak Kikan jalan - jalan bermaksud biar Kikan tidak terlalu meratapi sedih kepergian Ayahnya."

"Tetapi, ada salah seorang teman Kikan yang melihat Kikan pergi bersama pamannya dan mengira Kikan memiliki hubungan khusus dengan pamannya sendiri, Nak.

Waktu keesokannya, saat Kikan masuk sekolah dirinya sudah melihat banyak foto bersama pamannya yang ditempel di mading, dirinya di ejek dan dihina oleh satu sekolahan. bahkan karna masalah itu Kikan mengurung diri selama 2 hari dan nyaris saja bunuh diri," kata Ibu sambil meneteskan air mata.

"Jadi itu pamannya Kikan? lalu, kenapa Ibu tidak mengklarifikasi ke kepala sekolah dan guru lainnya kalau itu pamannya Kikan?" tanya Rey dengan geram.

"Ibu sudah mendatangi sekolahan dan mengklarifikasi semuanya, Nak. guru dan kepala sekolah juga sudah tau yang sebenarnya dan mereka masih ingin mempertahankan Kikan. tetapi, para orang tua murid terlebih dulu sudah termakan berita Hoax hingga menyuruh kepala sekolah untuk mengeluarkan Kikan, karna mereka takut kelakuan Kikan ditiru oleh anak - anak lainnya, mereka semua mengancam jika Kikan tidak dikeluarkan dari sekolah, mereka akan memindahkan anak - anaknya ke sekolah lain. jadi kepala sekolah dan para guru tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan Kikan dari sana. Tapi, waktu itu Kikan tidak benar - benar di dikeluarkan dari sekolah karna dirinya siswa yang sangat berprestasi. kepala sekolah memilih mempertahankan Kikan dengan sistem homeschooling jadi setiap hari guru datang kerumah memberi materi pelajaran kepada Kikan," ucap Ibu sembari menghapus air matanya yang berjatuhan tak karuan.

"Ya Tuhan, ternyata aku salah paham. jelas sekali kenapa dia sampai begitu marah hingga menamparku," gumam Rey dalam hati seraya mengusap kasar wajahnya.

" Jadi, selama ini Kikan masih punya Paman, Bu? " tanya Rey.

"Iya, Nak. sebenarnya, Kikan masih mempunyai Paman dan Nenek dari keluarga Ayahnya. semua keluarga ayah Kikan berada di Amerika. dulu, orang tua dari Ayah Kikan tidak merestui hubungan Ayah Kikan dan Ibu, karna, Ibu seorang anak yatim piatu yang tidak tau asal usulnya. sementara, keluarga dari Ayah Kikan adalah keluarga terhormat dan terpandang.

Tetapi, Ayah kikan lebih memilih dan memutuskan untuk menikah dengan Ibu. hingga, namanya rela dihapus dari daftar keluarga dan ahli waris.

Kami memutuskan tinggal di skotlandia dan waktu Kikan berusia 8 tahun. kami pindah ke Irlandia. Hanya pamannya yang masih menganggap Ayah Kikan sebagai saudara, Nak. waktu Ayah Kikan masih hidup, setiap 1 bulan sekali, Pamannya selalu berkunjung ke rumah. pamannya sangat sayang terhadap Kikan. Sebab itulah, kenapa Kikan terlihat sangat dekat dengan pamannya " tutur Ibu, terlihat sangat jelas penderitaan yang tersimpan di kedua bola mata wanita itu.

"Terimakasih banyak ya, Bu. sudah mau menceritakan yang sebenarnya. ini sudah larut malam, Bu. ayo, Rey antarkan pulang. setelah itu Rey mau ke rumah Cathrine untuk menjemput Kikan dan meminta maaf," tutur Rey

"Baiklah, Nak." kata Ibu seraya beranjak dari tempat duduknya. Rey, pun. Mengantar Ibu Merry terlebih dulu ke rumahnya. Kemudian ia langsung bergegas pergi ke rumah Cathrine, yang letaknya tak jauh dari sana.

***

Di rumah Cathrine, Kikan terlihat sudah sedikit tenang. Kini ia sedang duduk berdampingan dengan sahabatnya tersebut di atas ranjang yang empuk. Bahkan, setelah, Kikan mencurahkan isi hatinya kepada Cathrine, membuatnya sedikit lega. seakan duri yang tercekat di dadanya hilang dengan sendirinya.

"Ki, kamu tidur di sini dulu saja, ya. besok aku akan mengantarkanmu pulang," tutur Cathrine.

"Baiklah, terimakasih ya, Cath. maaf aku selalu merepotkanmu," kata Kikan dengan tidak enak hati.

"Merepotkan apa, sih. kamu ini seperti sama orang lain saja," saut Cathrine. Kikan pun tersenyum. Mereka berdua sudah seperti saudara. jadi, tak heran jika Cathrine begitu menyayangi Kikan.

"Andai saja, masih ada Ayah. mungkin, kehidupanku tidak akan seperti sekarang ini ya, Cath. rasanya, setelah kepergian Ayah. semua coba'an menghantamku secara bertubi - tubi," ucap Kikan sembari menitihkan air matanya kembali.

"Kikan sayang, sudah dong. Tuhan memberikan hambanya cobaan. Tak lain memiliki alasan tertentu. semua kejadian buruk yang kamu terima saat ini pasti ada alasan dibaliknya," ujar Cathrine sambil memeluk Kikan dan memberikan sentuhan halus di punggungnya.

"Ayo, sekarang cepat tidurlah," imbuh Cathrine. Kikan pun menganggukan kepalanya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang itu. Cathrine membantu menaikan selimut di sekujur tubuh Kikan.

Cathrine memandangi Kikan yang baru saja memejamkan matanya dengan penuh rasa empati. ia membelai lembut kepala sahabatnya tersebut. hingga membuat air matanya meleleh seketika.

"Selamat tidur, Kikan." Cathrine mencium kening Kikan. Kemudian ia ikut merebahkan tubuhnya di samping sahabatnya tersebut. Namun, saat Cathrine hendak memejamkan mata, tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar rumahnya.

"Siapa, sih. malam - malam seperti ini bertamu? Sangat tidak sopan sekali," gumam Caathrine dengan kesal. Ia turun dari tempat tidur dan memakai slipper, kemudian keluar menuju ke depan. Namun, Sebelum membuka pintu. Catherine terlebih dahulu mengintip dari jendela pintu itu dan memastikan siapa yang sedang datang bertamu di rumahnya malam - malam seperti ini. dan Catherine terkesiap saat tau yang ia lihat di depan pintu rumahnya tak lain ialah Rey, suami dari sahabatnya. Kemudian, Cathrine membukakan pintu untuknya.

"Nona Cathrine, apa aku bisa bertemu dengan Kikan pasti berada di sini, kan." Rey dengan sedikit memaksa.

"Iya, tapi, Kikan sudah tertidur. Dia kelelahan karna sudah menangis seharian."

"Lebih baik, Tuan Rey, kemari besok saja. biarkan Kikan istirahat di sini malam ini," imbuh Cathrine. Rey semakin merasa bersalah. Saat Cathrine menuturkan bahwa Kikan menangis seharian, itu semua di sebabkan karena-nya.

"Baiklah, maaf sudah mengganggumu malam - malam, aku permisi." Reypun berpamitan kepada Cathrine dan pergi.

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

Rey sepertinya mulai sayang kepada Kikan, Rey termasuk suami yang baik, tidak menceritakan masalah keluarga kepada orang asing apalagi mantan.
Semoga Rey dan Kikan cepat baikan 😗

2023-11-02

0

paty

paty

aneh sj, knp kikan tdk lapor sm pamannya biar datang ke irlandia dan klarifikasi

2023-07-21

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

cerita bagus thour, tapi alurnya sedih banget udh biasa y anak yatim selalu di hina di fitnah, mentang2 udh ngk ada ortu apa lagi hidup nya sederhana, pinter dan cantik pasti banyak yg ngiru 😇😇😇

2023-07-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!