Rey baru saja sampai di cafe Grand Night, cafe yang dimaksud oleh adiknya tersebut. setibanya di cafe itu, kedua mata Rey melihat ke arah sekitar. Dan kemudian ia melihat adiknya duduk di sudut cafe tersebut dengan ditemani seorang perempuan, Alka yang melihat kakaknya sudah datang, seketika itu ia menyuruh si perempuan yang sedang menemaninya agar pergi meninggalkannya berdua dengan kakaknya. Alka beranjak berdiri dari duduknya dan tak segan memeluk kakaknya tersebut.
"Bagaimana kabarmu, Kak." Alka melepas pelukannya dan mengajak Rey untuk duduk. Rey pun memdudukan tubuhnya di atas sofa cafe yang sangat empuk itu. Ia melepaskan jaketnya yang ia kenakan dan meletakannnya ke sembarang tempat.
"Menurutmu?"
"Ini semua gara - gara dirimu, kalau saja kau tidak kabur. maka aku tidak akan menikahi wanita itu," seru Rey, ia mengambil botol yang saat ini ada di hadapannya, kemudian, menuang botol yang berisi cairan anggur itu ke dalam cawan kecil dan meneguknya dengan cepat.
"Aku minta maaf, Kak. Padahal, aku pikir dengan adanya aku kabur, Mama akan membatalkan pernikahannya. tapi, ternyata, malah kakak yang disuruh mama menggantikannya," ujar Alka seraya memegang bahu Rey, namun Rey menepisnya.
"Kalau kamu menolak perjodohan ini dari awal, Mama juga tidak akan memaksakanmu," tutur Rey.
“Tapi, Kak. Kakak kan tau bagaimana sifat Mama? Mama selalu saja memaksa! Dan, aku selama ini selalu menuruti kemauan, Mama. tetapi, untuk masalah ini aku tidak bisa. waktu Mama menawarkan perjodohan dengan Kikan, aku tidak bisa menolak karna takut menyakiti perasaan Mama, Kak." Alka memasang wajahnya yang terlihat bersedih.
"Dasar anak bodoh! apa kamu tau dengan kamu kabur, justeru kamu malah menyakiti perasaan Mama! Bahkan, membuatnya nyaris menyakiti dirinya sendiri."
"Dan, kalau saja Mama tidak mencoba untuk bunuh diri, Kakak juga tidak akan mau dinikahkan dengan Kikan," imbuh Rey dengan suara yang penuh penekanan.
"Apa, Kak? Mama mencoba bunuh diri?" tanya Alka dengan memcengkram erat kedua bahu Rey, kedua matanya membulat dengan sangat sempurna seakan tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh kakaknya. dan Rey membenarkannya.
"Ya Tuhan, anak macam apa aku ini?" gumam Alka dengan mengusap kasar wajahnya, ia meletakan kedua tangannya di atas kepala dengan penuh penyesalan.
"Mama melakukan ini semua karna Mama sudah terlanjur memberitau semua keluarga besar Papa tentang rencana pernikahanmu, dan Mama tidak mau dipermalukan lagi oleh keluarga besar Papa. Sebab itulah, Mama melakukan tindakan bodoh. Dan mau tidak mau, aku terpaksa harus menikah, menggantikanmu," ujar Rey.
"Kakak, maafkan, Aku." Alka memelaskan wajahnya dengan penuh penyesalan.
"Sudahlah, semuanya juga sudah terjadi, lebih baik kamu kembali ke rumah dan meminta maaf kepada Mama," tutur Rey
"Iya, Kak. besok aku akan kembali kerumah, dan meminta maaf kepada Mama," balas Alka.
"Bagaimana hubunganmu dengan Kikan? Ini semua kesalahanku, aku akan mencari cara menjauhkan dia dari hidupmu, kak."
"Tidak perlu, aku bisa mengatasi masalah pribadi ku sendiri," saut Rey sembari meneguk kembali anggur yang baru saja ia tuang ke dalam cawan.
"Kenapa, Kak. jangan - jangan kamu sudah jatuh hati dengan perempuan matrealistis dan munafik itu?" tanya Alka.
"Tutup mulutmu! Dia sekarang istriku jadi kamu harus berbicara sopan. dan asal kau tau, Kakak sama sekali tidak tertarik dengan dia, Kakak hanya masih menunggu waktu yg tepat untuk mengakhiri pernikahan ini, " saut Rey seraya mengepalkan tangannya.
"Haha ... maaf, Kak. aku akan membantumu," jawab Alka, gelak tawanya membuat telinga kakaknya memanas.
"Tidak perlu! Kakak bisa mengatasi masalah Kakak. Oh iya, apa maksudmu yang mengatakan Kikan matrealistis dan munafik?" tanya Rey. Kedua matanya menyipit karna penasaran.
"Iya, Kak. waktu Mama, berencana menjodohkanku dengan Kikan. aku mencoba mencari tau tentang kehidupan dia dan kebetulan Reina, ternyata mengenal Kikan dari sejak SMA bahkan hingga kuliah. jadi, aku mencoba mencari tau ke Reina tentang Kikan. Dan ternyata, Kikan itu perempuan yang tidak baik. dia pernah dikeluarkan dari sekolah karna memiliki hubungan khusus dengan pengusaha kaya yang sudah memiliki istri, Kikan hanya mengincar harta pengusaha itu saja. apalagi, kata Reina. ketika itu, kan. ekonomi keluarga dia sedang bermasalah ketika ayahnya sudah meninggal," ujar Alka seraya menyalakan api pada batang rokok yang saat ini sudah berada di bibirnya.
"Kamu jangan asal bicara!" seru Rey dengan geram.
"Siapa yang asal bicara sih, Kak. Kakak boleh datangi sekolah Kikan dan menanyakannya sendiri kebenarannya. Sebenarnya aku masih kurang percaya dengan perkataan Reina. jadi, aku berinisiatif pergi ke sekolah Kikan yang dulu, untuk mencari tau langsung tentang kebenarannya. Dan hal itu memang dibenarkan oleh para penjaga sekolah Kikan," tutur Alka.
Reina ialah sahabat Alka sekaligus mantan kekasih Rey. Bisa dibilang, Reina ialah cinta pertama Rey yang sangat sulit untuk dirinya lupakan.
"Dan katanya, waktu Kikan tidak masuk sekolah, ada beberapa temannya yang tidak sengaja melihat Kikan bersama pengusaha itu. dan banyak foto Kikan sedang ber-mesraan dengan laki - laki itu yang di tempel di mading sekolahnya, sebenarnya, Kikan tidak langsung dikeluarkan dari sekolah karna katanya, Kikan itu murid yang sangat pendiam dan beprestasi. jadi, para guru mempertahankannya. namun, karna orang tua para murid pada demo takut kelakuan Kikan akan ditiru oleh murid lainnya, terpaksa Kikan dikeluarkan dari sekolah. jadi, itu alasannya kenapa aku--"
“Sudah larut malam, Kakak pulang dulu," tukas Rey. Ia beranjak dari duduknya dan memakai kembali jaket yang sempat ia lepas tadi.
"Kenapa terburu - buru sih, Kak? " tanya Alka. Rey hanya terdiam, tak membalas pertanyaan adiknya. Ia berlalu pergi meninggalkan cafe itu.
Sepanjang perjalanan berada di dalam mobil, Rey terlihat melamun. Rasanya ia sedang memikirkan perkataan tentang Kikan yang sempat ia dengar dari Adiknya tadi.
"Apa benar dia seperti itu? tapi, dia terlihat sama sekali tidak seperti yang Alka katakan tapi--"
"Sepertinya aku harus menanyakannya sendiri kepadanya," gumam Rey.
Sesampainya di rumah, Rey ingin menanyakan sendiri kebenaran itu kepada Kikan. namun saat dirinya masuk ke dalam kamar, ia sudah mendapati istrinya sedang tertidur. jadi, Rey, memutuskan untuk menanyakan hal ini kepada Kikan besok pagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Sintia Dewi
inget gk lu rey waktu nolak nikahin kikan lu blng umur lu terpaut 5 thun dn gk mau sm cewek yg kekanak2an lah taunya mantan lu se umuran sm adik lu/Proud/
2024-08-28
0
Sintia Dewi
hah...apaa munafik dan matrek? siapa kikan? lu udh ketemu sm kikan alka smpai2 lu nuduh dia macam2. blom tau aja lu cewek yg mau lu tolong itu dia si kikan yg lu kata2in
2024-08-28
0
Mimilngemil
Lebih baik tanya Ibu nya Kikan aja Rey atau tanya langsung juga OK sie...
2023-11-02
0