Si Dalang yang jenius
Najira, memang lahir dengan kemampuan otak yang tidak bisa diragukan lagi. Sekolahnya sangat singkat. Bukan karena dia bermasalah. Tapi dari kecil. Aku yang melihat sendiri bagaimana kak Jira lompat kelas dan hampir memasuki Akademi kedokteran akreditasi A di luar negeri.
Kenapa aku bilang hampir. Karena saat kak Jira mendapat tawaran beasiswa itu, ibu kami tidak memberi izin. Mengapa? Karena alasannya jauh. Itu luar negri nak, ibu khawatir. Kamu cari kuliah yang deket-deket sini aja yah. Itu yang diucapkan ibu kemarin. Jelas saja kak Jira sedih. Tapi kekhawatiran seorang ibu selalu saja ada.
Ya, Dialah Najira. Dalang kita yang jenius. Dia yang berhasil membuat jeratan paten nan sempurna. Dia juga yang berhasil membuat semua orang, termaksud bapak dan ibu membenci ku. Dia yang berhasil membuatku sebagai kambing hitam. Haha... Kusarankan kalian memberi A plus dan acungan jempol pada dalang kita yang jenius ini. Dia berhasil menghancurkan hidupku
Malam itu, setelah keluarga Mas Adam pulang. Kak Jira melangkah masuk ke dalam kamarnya. Ibu hanya mengantar kak Jira sampai depan kamarnya. Setelah itu, Ibu pergi ke kamarnya sendiri.
Kak Jira sudah berada di dalam kamarnya. Ia menutup pintu kamar itu rapat-rapat. Dan kak Jira bersandar dibaliknya.
"Hadeh hari yang melelahkan" Kak Jira mendesah capek. Ia melangkah dan menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang warna merah. Ia terlihat berfikir keras.
Sebulan lagi pernikahannya Adam dan Kania. Huhhhh, ada apa pada hatimu Najira. Keputusan yang kau ambil ini sudah benar. Ia berfikir
Kak Jira terduduk, ia menggeser sedikit tubuhnya dan merangkak mendekati nakas. Kak Jira membuka laci dan mengeluarkan benda mungil dari dalamnya. Benda mungil itu ternyata gantungan kunci berbentuk bintang.
Kak Jira menatap nanar gantungan kunci itu. Ia mengusapnya lembut dengan jarinya. Sudah jelas kalau gantungan itu pemberian dari Mas Adam. Itu benda couple milik mereka berdua.
Jujur aku merasa sakit saat menyuruhmu agar menikah dengan Kania.
Tapi kau yang sekarang tidak bisa membahagiakanku. Aku memang mencintaimu, tapi cinta tidak bisa bikin kenyang Adam. Aku harap saat kelak kau tau tentang alasanku menjebak mu dengan Kania, kau bisa memaafkan ku. Adam, Aku butuh orang yang mapan, bukan hanya sekedar tampan.
Kau yang sekarang hanya sekedar guru. Itu pun hanya guru honor. Kuharap kau akan mengerti. Bukannya aku memandang rendah dirimu. Tapi kalau ada yang lebih mapan dari mu kenapa tidak?
Bukankah cinta itu tidak harus memiliki?. Dan katanya cinta itu cukup saat kita bisa melihat dia yang kita cintai bahagia walau bersama orang lain. Jadi seharusnya kau bahagia Adam. Aku akan sangat bahagia jika bersanding dengan dia yang mapan itu.
Pikiran kak Jira melayang. Ia menggenggam erat gantungan kunci itu. Kak Jira memejamkan matanya. Ia mengarahkan gantungan kunci itu kedepan dadanya. Mendekapnya dalam, seperti seorang yang sedang memberi pelukan selamat tinggal.
Kak Jira beranjak dan turun dari ranjangnya. Ia melangkah ke arah lemari. Dibukanya lemari itu lebar-lebar. Kak Jira terlihat sedang membongkar lemarinya. Ia mengeluarkan beberapa pakaian dan syal. Dilemparknnya ke atas ranjang. Kini mata Kak Jira menatap semua benda yang ada di atas ranjangnya itu. Ia berdiri sambil beracak pinggang.
Kak Jira meraih kantong plastik besar yang ia simpan di dalam laci. Ia membuka mulut keresek itu lebar-lebar. Dan dimasukkannya semua benda itu kedalamnya. Baik baju, syal, album foto, dan juga gantungan kunci bintang.
Semua benda itu adalah benda pemberian Mas Adam pada kak Jira. Kak Jira berniat membuang semua benda kenangan mereka. Setelah semua barang itu tenggelam didalam kantong kresek, Kak Jira mengikat plastik hitam itu erat erat. Hingga tak satupun benda lagi yang terlihat. Kak Jira mengangkat kantong plastik besar itu, dan meletakkannya di sudut ruangan samping lemari
Maaf Adam. Aku terpaksa membuang semua benda kenangan kita. Aku tidak ingin hatiku goyah. Kau tau kan kalau aku mencintaimu, tapi kau tidak tau kalau aku lebih mencintai uang. Aku hidup butuh uang Adam. Aku tidak akan kenyang jika kau beri aku makan dengan uang gaji dari guru honor mu saja
Kak Jira membalikkan badannya dan melangkah ke arah ranjang. Kak Jira menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang warna merah miliknya. Ia menarik selimut dan mulai memejamkan matanya. Ia sangat mengantuk. Satu hari ini, terlalu banyak bulir air yang mengalir dari pelupuk matanya. Deru napasnya sudah mulai beraturan. Itu artinya kak Jira sudah terlelap dan tenggelam ke dalam mimpi
Kalian sudah tau kan alasan konyol kak Jira itu. Hah! Itu sungguh alasan yang sangat egois dan kekana-kekanakan.
Kak Jira berharap jika kelak Mas Adam tau. Mas Adam akan bisa mengerti dengan keputusan kak Jira ini. Tapi kak Jiranya sendiri yang malah tidak memikirkan perasaan orang lain. Ia sungguh manusia yang terlampau egois
Apa kalian tidak penasaran kenapa kak Jira menaruh obat di minumanku. Dan bukannya di minuman calonnya sendiri?. Dan kenapa ia menyeretku dalam jeratnya dan menjadikan ku sebagai kambing hitam? Itu semua kan sudah terlihat jelas. Kalau kak Jira sangat mencintai Mas Adam
Kak Jira mencintai Mas Adam. Kalaupun ia ingin berpisah dari Mas Adam. Tapi tetap saja, ia tak ingin kalau cintanya itu yang terlihat bersalah. Itu alasannya mengapa kak Jira menaruh obat dalam minumanku. Bukan dalam minuman mas Adam. Supaya aku yang terlihat sebagai wanita gatal yang menggoda Mas Adam. Dan nama Mas Adam dan kak Jira tetap bersih
Wah.. wah.. wah.. Si dalang kita ini sungguh sangat jenius. Dia bisa membuat jeratan matang dan sempurna seperti ini. Dia berhasil menjalankan rencananya, tanpa mengotori tangannya dan nama baiknya akan tetap bersih. Bahkan semakin harum.
Sekarang Kak Jira di pandang sebagai kakak yang dewasa dan lebih memikirkan keadaan adiknya dari pada keadaan nya sendiri. Ia terlihat heroit yang berhasil menyelamatkan muka keluarga dari rasa malu akibat hubungan ku dan Mas Adam diluar nikah
Helo guys... Tapi sungguh. Itu semua Najira sendiri yang mengatur. Ia merancang semuanya sangat detail dan terperinci. Ia penjahat yang terlihat seperti korban. Ia serigala yang memakai bulu domba. Ayo kita tepuk tangan pada dalang kita yang jenius ini. Dia dalang yang berengsek
Dengan berhasilnya rencananya ini. Kak Jira mempunyai rencana baru. Yaitu ia akan menikah dengan pria tajir nan mapan pilihannya. Yang ia temui beberapa bulan lalu. Sedangkan aku, aku akan masuk dalam satu pernikahan yang tidak diinginkan. Pernikahan berlandaskan kecelakaan.
Aku sendiri sadar diri. Jadi aku memulai pernikahan ku tanpa membawa cinta ataupun tidak berharap untuk dicintai.
Aku akan menikah pada pria yang sekalipun tidak pernah tersenyum padaku. Jangankan untuk disentuh, melirikpun ia tidak sudi
Tidak apa Kania. Satu yang harus kau pegang. Apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Kau yang sangat tau apa yang kau tanam selama ini. Jadi suatu hari. Kau akan menuai buah manis itu.
Memang bukan sekarang. Tapi nanti, ada masanya. Karena segala sesuatu yang berkualitas. Harus di tempah dan melewati proses yang panjang. Dan itu tidak instan
Bersambung...
...----------------...
...Segala sesuatu yang berkualitas. Harus ditempah dan melewati proses yang panjang. Dan itu tidak instan. Karena apapun yang kita lakukan dengan tergesa-gesa. Akan menimbulkan kecelakaan.~Asih sunkar ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Botte Chizzy
dalam hal ini saya setuju dgn najira, jadi jangan munafik ya para pembaca, hidup itu perlu uang, emang dgn cinta bisa kenyang......cuma caranya saja yg salah mengorbankan org lain....coba kalo terus terang aja minta putus tanpa menyakiti org lain mungkin akan beda ceritanya, tapi sudah lah ini kan dunia halu....😂😂😂
2022-02-09
0
Marita
sabar kania pasti ada balasannya.
2021-09-07
0
Lovesekebon
Tak qusangka😏
2021-06-11
0