Bagian 9_Mengacau

Dave memasuki bangunan tinggi di depannya. Matanya menatap dengan mata mengamati sekitar. Dia ditugaskan Michael untuk mengurus mengenai bisnisnya dan kontrak kerja dengan perusahaan yang saat ini ada di depannya. Netranya menatap takjub bangunan tersebut.

Dave mulai melangkah ketika pintu masuk otomatis tersebut terbuka. Matanya menatap seorang gadis yang sudah menatapnya dan mengumbar senyum termanis. Dia segera melangkah mendekati gadis yang berdiri di belakang meja kerja dengan langkah santai.

“Selamat sore. Ada yang bisa saya bantu?” tanya gadis bernama Reni yang sudah menyapanya dengan begitu ramah.

“Saya ingin bertemu dengan Tuan Arda. Apakah beliau ada?” balas Dave dengan wajah tidak kalah ramah.

“Apa anda sudah membuat janji?”

“Saya dari perusahaan Aditama. Tuan Michael yang menyuruhku langsung datang kemari,” jawab Dave dengan suara ramah dan wajah tegas.

Reni tersenyum dan menatap Dave ramah. “Silahkan ada menuju ke lantai delapan. Di sana akan ada sekretaris Tuan Arda yang menunggu,” jelas Rena dengan tangan yang menunjukan arah.

“Terima kasih,” ucap Dave dengan mengumbar senyum manis. Dia segera melangkah menuju lift yang dimaksud dan segera masuk. Menekan angka delapan dan kembali menunggu.

Dave diam sejenak dan sesekali menatap jam tangan dengan jarum berputar. Sejenak dan dia keluar setelah pintu terbuka. Langkahnya menuju ke arah seorang wanita yang duduk di meja setengah lingkaran yang tengah sibuk dengan laptopnya.

“Permisi,” sapa Dave membuat gadis tersebut menatap ke arahnya.

Gadis tersebut langsung tersenyum dan menatap Dave dengan pandangan ramah. “Selamat sore. Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya dengan wajah ramah dan bibir tersenyum lebar.

“Maaf, Tuan Arda ada di ruangan? Saya Dave Wijaya, utusan dari Tuan Michael dari perusahaa Aditama,” jelas Dave sembari menujukan kartu tanda kerja miliknya.

Gadis tersebut tersenyum dan mengangguk. “Anda sudah ditunggu di dalam. Silahkan masuk,” ujarnya menuntun masuk ke dalam ruangan Arda. Dave hanya mengikuti sampai dia masuk ke dalam ruangan lebar di hadapannya. Matanya menatap seorang pria tua dengan wajah tegas tengah sibuk dengan tumpukan berkas di hadapannya.

“Maaf, Tuan. Tuan Dave sudah datang,” ucap gadis tersebut sopan.

Arda mengalihkan pandangan menatap Dave dengan datar. Dia memberikan isyarat agar sekretarisnya keluar. Dave yang melihat hanya tersenyum dan kembali melangkah mendekati Arda yang masih sibuk mengamatinya.

“Selamat sore, Tuan,” sapa Dave ramah.

“Dave Wijaya. Orang kepercayaan Michael. Apa kabar?” ucap Arda dengan suara tegas dan mengulurkan tangan.

“Baik, Tuan,” jawab Dave segera menjabat tangan Arda.

“Silahkan duduk,” perintah Arda dan langsung dituruti oleh Dave. “Jadi, dokumen mana yang terlewat olehku?” tanya Arda tanpa basa-basi.

Dave yang mendengar segera mengeluarkan mapnya dan memberikan kepada Arda. Matanya kembali menatap pria tersebut dengan wajah datar dan memperhatikan Arda yang masih meneliti berkasnya. Setelah dirasa pas, dia segera menandatangani surat tersebut dan mengembalikan kepada Dave.

“Katakan kepada Michael, dia harus cepat mengerjakan proyek ini,” ucap Arda dengan wajah mulai normal.

“Baik, Tuan. Akan segera saya sampaikan,” jawab Dave menurut.

Arda masih meneliti wajah Dave dengan cermat, bahkan membuat Dave merasa tidak nyaman sama sekali. Dave menghela napas perlahan dan menatap Arda dengan wajah yang sudah dibiasakan.

“Kalau begitu, saya....”

“Dave. Kamu sudah memiliki kekasih?” tanya Arda membuat Dave benar-benar tekejut. Matanya membelalak kaget karena menurutnya itu adalah masalah pribadi.

“Aku hanya bertanya, Dave. Jangan menatapku dengan rasa permusuhan seperti itu,” canda Arda karena Dave menatapnya dengan mata membsesar.

Dave segera menormalkan kembali waut wajahnya dan menatap Arda. “Maaf,” ujar Dave merasa bersalah, “saya hanya terkejut saja, Tuan.”

“Jadi, apakah kamu punya kekasih?” ulang Arda dengan wajah penasaran.

Dave berdehem sejenak dan menggeleng. “Saya tidak memiliki kekasih, Tuan.”

“Mungkin kamu bisa bertemu dengan anakku. Aku rasa kalian akan cocok nantinya,” celetuk Arda membuat Dave tersedak salivanya.

Dave hanya menarik paksa bibirnya untuk tersenyum. Menatap canggung pria yang sudah kembali dalam tumpukan berkas. Setelahnya, Dave memilih untuk berpamitan dan keluar dari ruangan Arda. Dia enggan mendapat masalah untuk kedua kalinya.

“Aku rasa papanya sama saja dengan Alice,” gumam Dave sembari melangkah. Tersenyum konyol ketika mengingat ucapan Arda. Ada-ada saja, batin Dave menganggap acuh. Dia sedang tidak ingin mengatakan mengenai kekasih dan hubungan percintaan lainnya.

_____

Bara baru saja keluar dari kamar mandi dan mendengar suara gaduh yang berasal dari ruangan depan. Dengan segera dia keluar dan mencari sumber suara berasal. Matanya menatap Alice yang masih sibuk di dapurnya. Bara mengerutkan kening dalam dan segera melangkah mendekat.

“Apa lagi yang diperbuatnya kali ini,” gumam Bara memiliki firasat tidak enak.

Bara mendekati Alice yang tampak kebingungan dan beberapa kali menunjukan ekspresi hendak muntah. “Ngapain?” tanya Bara sembari menyandarkan tubuhnya di sebelah kulkas, menatap Alice yang masih sibuk.

Alice yang mendengar suara Bara langsung menatapnya dengan mata membelalak. “Bara, kamu sudah keluar?” Alice malah balik bertanya dan mengabaikan pertanyaan Bara.

Bara menegakan tubuh dan menatap Alice datar. “Apa yang kamu lakukan, Alice?”

“Oh, aku hanya ingin membuat kopi untukmu saja,” jawab Alice sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Dan mengacaukan dapurku?” geram Bara dengan mata menatap dapur yang tampak berantakan.

Alice tersenyum canggung dan mengangguk. “Maaf,” ujar Alice merasa bersalah.

Bara yang mendengar menghela napas perlahan dan menarik Alice. Dia mendudukan Alice di kursi bar kecil di dapurnya dan menatap tajam. “Jangan ke mana-mana,” peringat Bara dengan suara mendesis, membuat Alice mengangguk patuh.

Bara yang melihat menghela napas keras dan melangkah ke dapur. Menatap pekerjaan Alice yang berantakan. Perlahan, Bara mulai merapikan bagian kopi yang bercecer dan meletakan di tempatnya. Setelah itu, dia meletakan peralatan lain yang membuatnya mendesah frustasi. Bagaimana bisa seorang perempuan bahkan tidak bisa membuat kopi, gerutu Bara dalam hati.

Alice yang melihat Bara mulai mengerjakan tugasnya hendak turun, tetapi tatapan tajam Bara membuatnya mengurungkan niat. Alice memilih diam di tempat dan melihat Bara yang mulai bergerak meracik minuman dengan pelan. Sesekali Alice melihat ringisan karena tangan pria tersebut yang masih merasa sakit.

Tidak lama kemudian Alice melihat Bara memberikan susu di dua cangkir dan melangkah ke arahnya.

“Minumlah,” ujar Bara memberikannya kepada Alice.

Alice yang melihat menatap Bara dengan tatapan mengamati pria tersebut. “Kamu bisa?” tanya Alice dengan wajah bingung.

Bara yang masih menyesap kopi langsung melirik ke arah Alice dan kembali menyesap kopinya. “Aku hanya terkilir dan bukan lumpuh.”

Alice yang mendengar mendengus pelan dan mencoba kopi buatan Bara. Awalnya dia meragukan racikan Bara, tetapi setelah merasakannya, Alice langsung meleleh dan menyesap dengan perasaan bahagia.

“Enak banget,” aku Alice dengan wajah menunjukan kebahagiaan dan terus menyesap.

Bara yang melihat hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Alice. Dia tidak berkomentar apa pun dan sibuk menikmati minumannya.

_____

Terpopuler

Comments

Rita

Rita

lucu bnr kt mmnya bukan Alice yg ngurusin Bara tp sbliky😂😂😂

2023-04-03

0

R Vin

R Vin

bkny papa alice nmny surya y bkn arda.

2020-05-22

0

Ryora Dante

Ryora Dante

bukanx anakx arda dah nikah thor

2020-05-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bagian 1_Bara Pradipta
2 Bagian 2_Alice Surya Pranata
3 Bagian 3_Dave Wijaya
4 Bagian 4_Pertemuan
5 Bagian 5_Bara Menyebalkan
6 Bagian 6_Ingin Membuang
7 Bagian 7_Bara Terluka
8 Bagian 8_Tinggal Serumah
9 Bagian 9_Mengacau
10 Bagian 10_Penasaran
11 Bagian 11_Tentang Bara
12 Bagian 12_Mendekati Bara Perlahan
13 Bagian 13_Cinta Pertama
14 Bagian 14_Taman Bermain
15 Bagian 15_Perasaan Berbeda
16 Bagian 16_Rencana Perjodohan
17 Bagian 17_Aku Menerimanya
18 Bagian 18_Makan Malam Bersama
19 Bagian 19_Kabar Perjodohan
20 Bagian 20_Jalan Bersama
21 Bagian 21_Jangan Terlalu Memperhatikanku
22 Bagian 22_Sosok Masa Lalu
23 Bagian 23_Ketakutan
24 Bagian 24_Cerita Kelam
25 Bagian 25_Siapa Dia?
26 Bagian 26_Rencana Jahat
27 Bagian 27_Cemburu
28 Bagian 28_Merasa Kesal
29 Bagian 29_Rasa
30 Bagian 30_Tragedi
31 Bagian 31_Lindungi Dia, Tuhan
32 Bagian 32_Penyelamatan
33 Bagian 33_Bara!
34 Bagian 34_Because, I Love You
35 Bagian 35_You're My Mine
36 Bagian 36_Restu Untukmu
37 Bagian 37_Hubungan Baru
38 Bagian 38_Belum Saatnya
39 Bagian 39_Penasaran
40 Bagian 40_Mau Dilamar?
41 Bagian 41_Akan Menikahinya
42 Bagian 42_Memang Bukan Jodoh
43 Bagian 43_Ketemu Pacar
44 Bagian 44_Aku Mencintai Anak Anda
45 Bagian 45_Will You Marry Me, Alice?
46 Bagian 46_Hari Lamaran
47 Bagian 47_Terasa Sakit
48 Bagian 48_Tidak Bisakah Kamu Kembali?
49 Bagian 49_Tamu Mengejutkan
50 Bagian 50_Apa yang Sebenarnya Terjadi?
51 Bagian 51_Kita Harus Memulai Hidup Baru
52 Bagian 52_Keputusan Alice
53 Bagian 53_Stay with Me
54 Bagian 54_Berdamai dengan Masa Lalu
55 Bagian 55_Bersyukur Memilikimu
56 Bagian 56_Pelukan Pertama
57 Bagian 57_Kabar Menggembirakan
58 Bagian 58_Melamar Untuk Kedua Kalinya
59 Bagian 59_Kebahagiaan dan Kepedihan
60 Bagian 60_Perselisihan
61 Bagian 61_Awal Hubungan Baik
62 Bagian 62_Wedding Day
63 Bagian 63_Beralih Status
64 Bagian 64_Malam Paling Mendebarkan
65 Bagian 65_Mau Mengulangnya?
66 Bagian 66_Bisa Kita Bicara?
67 Bagian 67_Mau Mencoba Berpacaran?
68 Bagian 68_Gagal Ke Kantor
69 Bagian 69_Paket Honeymoon
70 Bagian 70_Paket Honeymoon 2
71 Bagian 71_Masa Lalu
72 Bagian 72_Kebahagiaan Kecil
73 Bagian 73_Jadikan Dia Mamamu
74 Bagian 74_Sosok yang Kembali
75 Bagian 75_Tidak Masalah, kan?
76 Bagian 76_Terakhir Bersama
77 Bagian 77_Keputusan Dave
78 Bagian 78_Dia Calon Istriku
79 Bagian 79_Bagaimana Kalau Menikah?
80 Bagian 80_Apa Dia Hamil?
81 Bagian 81_Mau Menikah?
82 Bagian 82_Sebuah Keseriusan
83 Bagian 83_Perasaan Cemas
84 Bagian 84_Sebuah Keikhlasan
85 Bagian 85_Berusaha Melindungi
86 Bagian 86_Takut Kehilangan
87 Bagian 87_Daddy?
88 Bagian 88_Mulai Tumbuh
89 Bagian 89_Benar Cinta
90 Bagian 90_Perasaan Haru
91 Bagian 91_Terpaksa Merestui
92 Bagian 92_Kebahagiaan
93 Bagian 93_Menjelang Hari Pernikahan
94 Bagian 94_Hari Bahagia
95 Bagian 95_Malam Mendebarkan
96 Bagian 96_Perubahan Dave
97 Bagian 97_Sejak Kapan Mesum?
98 Bagian 98_Jaga Dia
99 Bagian 99_Selamat Datang, Sayang
100 Bagian 100_Keluarga Baru
101 Bagian 101_Kisah Kita
102 EXTRA PART
103 EXTRA PART 2
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Bagian 1_Bara Pradipta
2
Bagian 2_Alice Surya Pranata
3
Bagian 3_Dave Wijaya
4
Bagian 4_Pertemuan
5
Bagian 5_Bara Menyebalkan
6
Bagian 6_Ingin Membuang
7
Bagian 7_Bara Terluka
8
Bagian 8_Tinggal Serumah
9
Bagian 9_Mengacau
10
Bagian 10_Penasaran
11
Bagian 11_Tentang Bara
12
Bagian 12_Mendekati Bara Perlahan
13
Bagian 13_Cinta Pertama
14
Bagian 14_Taman Bermain
15
Bagian 15_Perasaan Berbeda
16
Bagian 16_Rencana Perjodohan
17
Bagian 17_Aku Menerimanya
18
Bagian 18_Makan Malam Bersama
19
Bagian 19_Kabar Perjodohan
20
Bagian 20_Jalan Bersama
21
Bagian 21_Jangan Terlalu Memperhatikanku
22
Bagian 22_Sosok Masa Lalu
23
Bagian 23_Ketakutan
24
Bagian 24_Cerita Kelam
25
Bagian 25_Siapa Dia?
26
Bagian 26_Rencana Jahat
27
Bagian 27_Cemburu
28
Bagian 28_Merasa Kesal
29
Bagian 29_Rasa
30
Bagian 30_Tragedi
31
Bagian 31_Lindungi Dia, Tuhan
32
Bagian 32_Penyelamatan
33
Bagian 33_Bara!
34
Bagian 34_Because, I Love You
35
Bagian 35_You're My Mine
36
Bagian 36_Restu Untukmu
37
Bagian 37_Hubungan Baru
38
Bagian 38_Belum Saatnya
39
Bagian 39_Penasaran
40
Bagian 40_Mau Dilamar?
41
Bagian 41_Akan Menikahinya
42
Bagian 42_Memang Bukan Jodoh
43
Bagian 43_Ketemu Pacar
44
Bagian 44_Aku Mencintai Anak Anda
45
Bagian 45_Will You Marry Me, Alice?
46
Bagian 46_Hari Lamaran
47
Bagian 47_Terasa Sakit
48
Bagian 48_Tidak Bisakah Kamu Kembali?
49
Bagian 49_Tamu Mengejutkan
50
Bagian 50_Apa yang Sebenarnya Terjadi?
51
Bagian 51_Kita Harus Memulai Hidup Baru
52
Bagian 52_Keputusan Alice
53
Bagian 53_Stay with Me
54
Bagian 54_Berdamai dengan Masa Lalu
55
Bagian 55_Bersyukur Memilikimu
56
Bagian 56_Pelukan Pertama
57
Bagian 57_Kabar Menggembirakan
58
Bagian 58_Melamar Untuk Kedua Kalinya
59
Bagian 59_Kebahagiaan dan Kepedihan
60
Bagian 60_Perselisihan
61
Bagian 61_Awal Hubungan Baik
62
Bagian 62_Wedding Day
63
Bagian 63_Beralih Status
64
Bagian 64_Malam Paling Mendebarkan
65
Bagian 65_Mau Mengulangnya?
66
Bagian 66_Bisa Kita Bicara?
67
Bagian 67_Mau Mencoba Berpacaran?
68
Bagian 68_Gagal Ke Kantor
69
Bagian 69_Paket Honeymoon
70
Bagian 70_Paket Honeymoon 2
71
Bagian 71_Masa Lalu
72
Bagian 72_Kebahagiaan Kecil
73
Bagian 73_Jadikan Dia Mamamu
74
Bagian 74_Sosok yang Kembali
75
Bagian 75_Tidak Masalah, kan?
76
Bagian 76_Terakhir Bersama
77
Bagian 77_Keputusan Dave
78
Bagian 78_Dia Calon Istriku
79
Bagian 79_Bagaimana Kalau Menikah?
80
Bagian 80_Apa Dia Hamil?
81
Bagian 81_Mau Menikah?
82
Bagian 82_Sebuah Keseriusan
83
Bagian 83_Perasaan Cemas
84
Bagian 84_Sebuah Keikhlasan
85
Bagian 85_Berusaha Melindungi
86
Bagian 86_Takut Kehilangan
87
Bagian 87_Daddy?
88
Bagian 88_Mulai Tumbuh
89
Bagian 89_Benar Cinta
90
Bagian 90_Perasaan Haru
91
Bagian 91_Terpaksa Merestui
92
Bagian 92_Kebahagiaan
93
Bagian 93_Menjelang Hari Pernikahan
94
Bagian 94_Hari Bahagia
95
Bagian 95_Malam Mendebarkan
96
Bagian 96_Perubahan Dave
97
Bagian 97_Sejak Kapan Mesum?
98
Bagian 98_Jaga Dia
99
Bagian 99_Selamat Datang, Sayang
100
Bagian 100_Keluarga Baru
101
Bagian 101_Kisah Kita
102
EXTRA PART
103
EXTRA PART 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!