Isabella duduk di atas ranjang periksa, memperhatikan pria misterius itu mengobrak-abrik laci obat dengan gerakan terampil, seolah sudah terbiasa. Hening mengisi ruangan, hanya suara langkah kaki dan derit kayu yang sesekali terdengar. Ada sesuatu tentang pria ini, tatapan matanya yang dalam, cara tangannya bergerak, bahkan aroma samar yang menguar dari tubuhnya—semua terasa begitu familiar, seakan-akan mereka pernah berbagi kenangan di masa lalu yang tak bisa diingatnya.
Comments