Keesokan paginya, sekitar pukul tujuh, cahaya matahari pagi menyelinap melalui tirai sutra yang menghiasi jendela besar kamar Charlotte. Isabella menggeliat malas, sementara Margaret mengusap matanya yang masih terasa berat. Charlotte, yang pertama kali terbangun, duduk di tepi tempat tidur dan menghela napas lega, menikmati ketenangan rumah mewahnya yang masih sunyi.
Setelah mereka terbangun, Charlotte, Isabella, dan Margaret segera bergegas mandi untuk memulai hari. Namun, saat Isabella hendak mengambil pakaiannya, Charlotte tanpa sengaja menyenggol tumpukan baju itu, membuat semuanya berjatuhan ke lantai. Isabella menatap pakaian yang kini berantakan dengan ekspresi putus asa, sementara Charlotte menundukkan mukanya, Charlotte merasa sangat bersalah.
Charlotte Waverley.
Maafkan aku Isabella ╥﹏╥
Isabella Kensington.
Sudah tak apa Charlotte, pakaian hanya basah sedikit. Ini masih bisa aku pakai.
Charlotte Waverley.
Tidak! Tidak! Lebih baik kamu memakai pakaian isosisko Juliet.
Saat Charlotte sibuk membongkar lemari untuk mengambil gaun Juliet, Isabella berdiri di belakangnya dengan ekspresi penasaran. Matanya memperhatikan setiap sudut lemari yang dipenuhi berbagai pakaian mewah, gaun-gaun indah yang tampak seperti milik seorang putri.
Isabella Kensington.
Maaf jika aku lancang Charlotte, tapi siapa itu Juliet?
Mendengar pertanyaan Isabella tentang Juliet, Charlotte seketika membeku. Tatapannya yang semula santai berubah tegang, dan tangannya tanpa sadar menggenggam erat kain gaun yang dipegangnya. Nama itu, Juliet Ellsworth bukan sekadar tokoh biasa baginya. Jika dia membongkar identitas asli Juliet, konsekuensi yang akan ia terima begitu besar.
Charlotte Waverley.
Dia kakak sepupu-ku!
Charlotte Waverley.
Sudah, ini pakaian nya! Sekarang kamu bisa ganti pakaian-mu Isabella. Hati-hati lantainya licin.
Isabella Kensington.
( Kenapa Charlotte terlihat gelisah? )
Isabella Kensington.
Baiklay Charlotte, aku ganti pakaian-ku dulu.
Akhirnya, setelah selesai membersihkan diri dan menikmati sarapan, Charlotte, Isabella, dan Margaret kembali ke kamar untuk bersantai. Mereka duduk di atas tempat tidur yang luas, berbincang santai sambil menikmati suasana pagi yang tenang. Namun, ketenangan itu terusik oleh nada dering yang berulang kali masuk dari ponsel Charlotte.
Charlotte Waverley.
Siapa sih yang berani menganggu waktu-ku!
[ Gumamnya ]
Setelah melihat itu, Charlotte langsung terdiam. Layar ponselnya menampilkan nama yang sudah lama tak menghubunginya, Sebastian Alderidge, kakak sepupunya. Jantungnya berdebar, dan jemarinya sedikit gemetar saat ia menatap pesan yang baru masuk. Ia tahu betul, Sebastian bukan orang yang sering menghubungi tanpa alasan mendesak.
Charlotte Waverley.
( Kenapa orang gila menghubungi-ku! )
Sebastian Alderidge.
📁 Datanglah ke Hanni Klen Restaurant malam ini. Jika tidak, ayah-mu akan tahu semua yang selama ini kau sembunyikan.
Sebastian Alderidge.
📁 Jangan lupa bawa Isabella, dan suruh Isabella menggunakan gaun milik Juliet.
Charlotte Waverley.
📁 Kau mengancam-ku, isoveli?
Sebastian Alderidge.
📁 Ini pilihan.
Charlotte Waverley.
📁 Ini bukan pilihan, ini pengancaman!
Charlotte menghela napas panjang, melemparkan ponselnya ke tempat tidur dengan kesal. Percuma. Sebastian memang selalu seperti ini memberikan ancaman, lalu membiarkannya tenggelam dalam ketidakpastian.
Ah! Tidak apa-apa, aku hanya kesal dengan ayah-ku!
Margaret Everly.
Jangan kau lampiaskan pada handphone mahal ini, lebih baik berikan pada ku saja, hehe.
Isabella Kensington.
Haish! Jangan membuat malu Margaret!
Charlotte Waverley.
[ Terkekeh ]
Sudah tak apa Isabella.
Margaret Everly.
Hehehehe.
Charlotte Waverley.
Eumm, bagaimana jika malam ini kita ke Hanni Klen Restaurant, kalian mau?
Margaret Everly.
HAH? RESTORAN MAHAL ITU?!
Charlotte Waverley.
Tidak terlalu mahal kok!
Isabella Kensington.
Tapi untuk kaum seperti kami itu sangatlah mahal Charlotte, sepertinya uang kami tidak cukup jika makan malam disana.
Margaret Everly.
Setujuuuuu! Buat kami itu sangatlah mahal, lebih baik cari restoran lain saja Charlotte.
Charlotte Waverley.
I-tu, Isoveli Sebastian yang akan mentraktir kita semua.
Isabella Kensington.
( Jika itu ada Mr. Sebastian Alderidge, apa lebih baik aku tolak? Aku merasa tidak nyaman jika ada Mr. Sebastian Alderidge. Apalagi semenjak kejadian kemarin )
Margaret Everly.
OKEY! KITA SETUJU!
Isabella Kensington.
Hey! Margaret..
Margaret Everly.
Kali ini saja Isabella, aku mohon! Aku ingin merasakan makanan mahal jugaaa (*´˘`*)♡
Comments