Akhirnya, pameran seni yang mencengangkan itu selesai, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung yang hadir. Karya-karya yang dipamerkan masih terbayang di benak mereka, menghadirkan kekaguman yang tak mudah pudar.
Karena pameran seni telah selesai dan malam hari sudah tiba, Isabella segera pulang dengan langkah cepat. Begitu sampai di rumah, ia melepaskan sepatu dan merenggangkan tubuh yang lelah. Tanpa banyak berpikir, ia langsung menuju kamar dan merebahkan diri di atas kasur kesayangannya.
Isabella Kensington.
Hari ini terasa membingungkan.
Isabella Kensington.
Kenapa sepanjang pameran seni tadi Tuan Sebastian Alderidge terus memperhatikanku?
Isabella Kensington.
Atau mungkin hanya perasaan ku saja? Ya, sepertinya memang hanya perasaan ku saja.
Isabella Kensington.
Lagipula untuk apa dia memperhatikan ku?
Isabella Kensington.
Ah! sudalah, aku tidak perlu memikirkannya terlalu serius.
Akhirnya, setelah cukup lama memikirkan tentang Sebastian Alderidge yang terus memperhatikannya tadi. Ia lalu bangkit dari tempat tidur, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, tanpa mau berlarut-larut dalam pikirannya, ia merebahkan diri di kasur dan perlahan terlelap dalam kehangatan malam.
Disisi lain, Sebastian Alderidge yang telah melihat gadis cantik bernama Isabella Kensington yang mirip sekali dengan mantan kekasih nya yang sudah tiada. Sebastian Alderidge langsung melepaskan reslet1ng cel4na dan meng0cok pen1snya, sambil berf4ntasi gila dengan Isabella Kensington.
Sebastian Alderidge.
Ahhh.. Juli-et! aku merindukan sarang ku! ahhh...
Sebastian Alderidge.
Ahhh... ughhhhh!
Sebastian Alderidge.
💦💦💦
Saat sedang asyik melakukan aktivitasnya, Sebastian dikejutkan oleh kedatangan tangan kanannya yang membawa beberapa dokumen di tangan. Melihat tangan kanannya sudah datang, Sebastian langsung menutupi adiknya lagi. Tangan kanannya yang melihat ca1r4n put1h-put1h yang familiar pun langsung terkejut dan terkekeh kecil.
Someone 3
Damn! lo c0li di markas King?! This is truly surprising, King.
Sebastian Alderidge.
Shut up, Edward!
Edward Cavendish.
Santai King! Hahaha, gua bisa jaga rahasia.
[ Mengedipkan salah satu matanya ]
Edward Cavendish.
Edward akhirnya menyerahkan berkas-berkas informasi tentang Isabella yang diminta oleh Sebastian. Sebastian segera meraihnya dan mulai membacanya dengan teliti. Setiap lembar halaman yang ia balik mengungkap fakta demi fakta yang semakin menarik perhatiannya.
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
( Isabella Kensington, kau harus menjadi milikku sepenuhnya. )
Sebastian Alderidge.
( Rakastan sinua, Juliet. )
Edward Cavendish.
( King senyum-senyum sendiri? Apa King kesurupan ya? )
Comments
Gatita✨♥️😺
Larut malam ini tetap menunggu update dari thor!
2025-03-25
0