Isabella melangkah keluar dari Universitas Kimberly dengan perasaan hampa, hatinya masih berat menerima kenyataan bahwa karyanya gagal untuk di tunjukkan di pameran seni yang begitu ia impikan.
Tanpa tujuan yang jelas, ia membiarkan kakinya membawanya pergi, hingga akhirnya tiba di sebuah kafe kecil milik sahabatnya, tempat yang selalu memberinya kenyamanan. Begitu pintu kayu itu terbuka, ia melihat dua sosok familiar yang langsung menoleh ke arahnya. Mereka berdua adalah sabahat baik Isabella.
Begitu Isabella melangkah masuk ke dalam kafe, dua sahabatnya, segera menghampirinya dengan ekspresi penuh antusias. Isabella yang melihat kedua sahabatnya antusias hanya tersenyum dan langsung menarik kedua sahabatnya untuk duduk.
Setelah menarik keduanya duduk, suasana tiba-tiba hening. Tidak ada yang berbicara, sementara kedua sahabat itu saling bertukar pandang, menunggu siapa yang akan membuka suara lebih dulu.
Someone 2
Hey b0doh! Jangan hanya diam saja dong, beri tahu kami hasilnya! Bagaimana? karya mu pasti terpilih menjadi karya yang akan di tampilkan di pameran tahun ini kan?
Isabella Kensington.
Aku gagal Margaret.
Margaret Everly.
BAGAIMANA MUNGKIN?!
Vivienne Pembroke.
[ Memeluk Isabella ]
Tidak Isabella, kamu tidak gagal. Karyamu memenangkan di hati kami Isabella, dan akan selamanya menang di hati kami.
Vivienne Pembroke.
Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang. Tidak apa-apa untuk menunjukkan perasaanmu.
Isabella Kensington.
Hikss...
Margaret Everly.
Pasti ada kecurangan.
[ Gumamnya ]
Setelah menangis di kafe dan berbagi banyak cerita dengan sahabat-sahabatnya, Isabella merasa hatinya jauh lebih lega. Tawa dan kata-kata penyemangat dari mereka membuatnya sadar betapa beruntungnya ia memiliki orang-orang yang selalu mendukungnya.
Malam mulai larut ketika ia berpamitan, melangkah keluar dari kafe dengan perasaan hangat di dadanya. Setibanya ia di depan pintu, ia mengetuk pintu kayu itu secara perlahan, dan Isabella melihat ada satu sosok yang paling ia sayangi di dunia ini, ibunya Lillian Chatsworth.
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Ehhh.. anak kesayangan ibu sudah pulang!
Isabella Kensington.
Ibu, Isabella gagal.
Isabella Kensington.
Hiks...
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Jangan menangis anakku, melihatmu menangis hati ibu pun terasa terluka.
Isabella yang melihat ibu nya di depannya membuat hati nya campur aduk lagi. Tanpa bisa menahan diri, air matanya kembali pecah, mengalir deras di pipinya. Semua perasaan yang ia pendam kelelahan, kebahagiaan, dan rasa syukur bercampur menjadi satu.
Comments
FalconSC99
Ngagetin banget!
2025-03-25
0