Saat ketegangan memuncak dan nyaris pecah menjadi keributan, tiba-tiba suara tepuk tangan bergema di seluruh ruangan. Para tamu yang semula tegang dan bersiap menyaksikan pertikaian kini berbalik arah, menyambut kedatangan seorang pria misterius yang melangkah dengan tenang.
Sorot matanya tajam, senyum tipis menghiasi wajahnya yang tersembunyi di balik bayangan topi lebar. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat semua orang membisu, seolah ada kekuatan tak terlihat yang mengendalikan suasana.
Pria misterius itu menangkap sosok Charlotte Waverley di antara kerumunan, dan tanpa ragu, ia langsung melangkah menuju mejanya. Raut wajahnya tetap dingin, acuh tak acuh, seolah pertemuan ini tak berarti apa-apa baginya.
Melihat pria itu mendekat, Catherine Ellington dan Anastasia Thornton langsung menyambutnya dengan senyum manis. Tatapan mereka penuh arti, bercampur antara ketertarikan dan rasa ingin tahu yang tak terucapkan.
Charlotte Waverley.
Isoveli, ternyata kau benar-benar datang.
Catherine Ellington
I-soveli?
Pria misterius itu lagi-lagi mengabaikan Charlotte Waverley, seolah kehadirannya tak lebih dari bayangan di sudut ruangan. Sebaliknya, tatapannya kini tertuju pada Isabella Kensington penuh rasa rindu yang tak bisa disembunyikan, meskipun rahangnya tetap tegang menahan sesuatu yang tak terucapkan.
Someone
Ju-liet?
[ Menatap penuh makna kearah Isabella ]
Someone 2
( Ini bukan lagi mirip, ini memang seperti Mrs. Juliet Ellsworth! )
Isabella Kensington.
Rosalind Beaumont sudah berada di samping pria misterius itu sebelum siapa pun menyadarinya, langkahnya begitu anggun seperti melodi halus yang menyusup di antara gemuruh percakapan. Dengan senyum tipis yang penuh perhitungan, ia menundukkan kepalanya sedikit, memberi sapaan khas seperti seorang putri bangsawan yang terbiasa dipuja.
Rosalind Beaumont.
Selamat datang, Mr. Sebastian Alderidge dan secretary Vincent Hargrove. Terima kasih telah hadir dan meluangkan waktu untuk mengunjungi Pameran Seni di Universitas Kimberly.
Rosalind Beaumont.
Semoga kalian menikmati Pameran Seni ini.
Rosalind Beaumont.
Mendengar Rosalind berbicara seperti itu, pria misterius yang ternyata Sebastian Alderidge, yang awalnya memandang Isabella Kensington dengan penuh perhatian, langsung mengalihkan tatapannya ke arah Rosalind Beaumont. Saat menatap Rosalind Beaumont, mata Sebastian Alderidge langsung berubah tajam.
Sebastian Alderidge.
Yes, thank you for your welcome, Miss Rosalind Beaumont.
Sebastian Alderidge.
Vincent Hargrove.
Thank you for your welcome, Miss Rosalind Beaumont. This art exhibition is truly beautiful and captivating. I really like it.
Comments