Episode 9

NovelToon
.
.
Setelah Isabella mengajak Margaret untuk menginap di rumah Charlotte, Margaret dengan senang hati menyetujuinya. Tanpa menunggu lama, Isabella segera mengambil ponselnya dan menghubungi ibunya untuk meminta izin untuk menginap di rumah Charlotte, ternyata ibu Isabella sangat memperbolehkan Isabella menginap.
NovelToon
Akhirnya, setelah dua jam perjalanan yang penuh antisipasi, Isabella dan Margaret tiba di rumah Charlotte. Begitu melihat bangunan megah yang berdiri anggun di depan mereka, mata mereka terbuka lebar. Rumah Charlotte tampak seperti istana, dengan taman yang rapi, jendela-jendela besar yang memantulkan sinar matahari, dan arsitektur yang begitu elegan.
Margaret Everly.
Margaret Everly.
I-ni bukan lagi rumah, INI ISTANA!
Margaret Everly.
Margaret Everly.
NovelToon
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
I-ya kau benar Margaret, ini terlalu besar untuk di sebut rumah.
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
NovelToon
Charlotte yang melihat kedua temannya berdiri terpaku di depan pintu langsung menghampiri mereka dengan langkah ringan. Dengan gerakan gesit, ia memeluk kedua temannya satu per satu, lalu menggandeng mereka memasuki rumahnya yang besar.
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Akhirnya kalian sampai juga!
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Aku sudah menunggu kalian berdua dari tadi.
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
NovelToon
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
Iya, tadi jalannya macet, maaf membuatmu menunggu lama Charlotte.
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Sudah, jangan meminta maaf Isabella, yang penting hari ini kita nikmati waktu bersama.
Margaret Everly.
Margaret Everly.
Bener! Setujuuu!
Akhirnya, mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah Charlotte, tertawa bersama sepanjang perjalanan menuju ruang tamu. Suasana semakin hangat dengan canda tawa yang mengalir tanpa henti, seolah-olah waktu berjalan lebih cepat.
NovelToon
Sesampainya di ruang tamu, suasana yang sebelumnya penuh canda tawa mendadak berubah tegang. Di sudut ruangan, berdiri seorang pria dengan aura yang begitu kuat, mengenakan setelan jas hitam yang sempurna. Dia adalah Sebastian Alderidge, orang terkaya di dunia, sekaligus kakak sepupu Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Isoveli, kau masih disini?!
Sebastian seolah tidak mendengarkan satu pun kata yang diucapkan oleh adik sepupunya, Charlotte Waverley. Matanya tetap terfokus pada Isabella, penuh perhatian, seolah-olah dunia sekitar mereka tak ada artinya. Charlotte Waverley yang merasa diabaikan kakak sepupunya yaitu Sebastian Alderidge pun langsung menghentakan kakinya kesal.
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
ISOVELI!
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Ya? [ Ujarnya dingin ]
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
NovelToon
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Isoveli, kau tidak pulang ke rumahmu?
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Mengapa kau masih disini? Pulanglah Isoveli! Jangan ganggu ketenangan kami.
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Orangtua mu menyuruh ku menjagamu disaat mereka melakukan perjalanan bisnis, jadi aku akan menginap disini. [ Ujarnya dingin ]
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Tadi kau menolak lo! Aku tidak usah kau jaga! Pulang sana!
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Sekarang ku terima. Jika ingin aku pergi dari sini, bilang saja ke Mr. Marco Waverley untuk mengusir ku secara langsung. [ Ujarnya dingin ]
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Ck! Bilang saja karena ada Isabella. [ Gumamnya ]
Mendengar gumaman kesal dari Charlotte, Sebastian langsung berbalik, tatapannya tiba-tiba menjadi dingin dan tajam, seolah-olah ia bisa membunuh dengan pandangan saja. Mata birunya yang biasanya tenang kini penuh dengan ancaman yang tersembunyi, membuat Charlotte terdiam seketika.
Charlotte Waverley.
Charlotte Waverley.
Ma-afkan aku isoveli!
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
( Apa maksud perkataan Charlotte tadi? )
Setelah menatap tajam Charlotte sejenak, Sebastian akhirnya berbalik dan berjalan menuju tangga dengan langkah tegas, meninggalkan ketegangan yang masih menggantung di ruang tamu. Sebelum memasuki kamarnya, ia berhenti sejenak dan menoleh, pandangannya kini lembut, fokus langsung kepada Isabella.
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
( Lagi-lagi tatapan itu )
Margaret Everly.
Margaret Everly.
( Ih, kakak sepupunya Charlotte menyeramkan! )
.
.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!