Episode 19

NovelToon
.
.
NovelToon
Isabella duduk di samping Sebastian Alderidge dengan tangan menggenggam erat ujung jaketnya, mencoba menenangkan debar jantungnya yang tak menentu. Di sampingnya, Sebastian tetap diam dengan wajah serius, matanya sesekali melirik ke arah ruang operasi yang pintunya tertutup rapat. Udara rumah sakit terasa dingin dan sunyi, hanya diiringi suara langkah kaki perawat yang berlalu-lalang.
Waktu terus berlalu, namun bagi Isabella, setiap detiknya terasa begitu lambat dan mencekam. Pikirannya terus dipenuhi bayangan ibunya yang tengah berjuang di ruang operasi, membuat kegelisahannya semakin menjadi-jadi. Sebastian tetap di sisinya, diam namun penuh kewaspadaan, seolah siap menenangkannya kapan saja. Hingga akhirnya, setelah dua jam yang terasa seperti selamanya, pintu ruang operasi terbuka. Seorang dokter dengan jas putih yang masih bernoda sedikit darah keluar bersama beberapa perawat.
Doctor.
Doctor.
Operasinya berjalan lancar, Nyonya Lillian Chatsworth saat ini masih dalam kondisi tidak sadar akibat efek anestesi.
Doctor.
Doctor.
Jika kalian ingin menemui Nyonya Lillian Chatsworth, silakan menuju ruang perawatan VIP. Kami telah memindahkan beliau ke sana.
Begitu mendengar kabar bahwa operasi ibunya berhasil, Isabella langsung terisak, air matanya jatuh tanpa bisa dibendung. Perasaan lega yang begitu besar bercampur dengan sisa ketegangan yang masih menggantung di dadanya. Tanpa ragu, Sebastian segera merengkuhnya dalam pelukan erat, seolah ingin menyalurkan ketenangan yang selama ini ia tahan. Hangatnya dekapan itu membuat Isabella terkejut, namun untuk pertama kalinya, ia tidak ingin melepaskan diri.
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Baik terimakasih dokter. [ Ujarnya dingin ]
Begitu mendengar bahwa Ny. Lillian Chatsworth sudah boleh dijenguk, Isabella dan Sebastian segera bergegas menuju ruang perawatan VIP. Langkah Isabella sedikit tergesa, seolah jarak antara lorong rumah sakit dan kamar ibunya terasa begitu jauh. Sebastian tetap di sisinya, memastikan gadis itu tidak goyah dalam emosinya yang masih bercampur antara lega dan cemas.
NovelToon
Setelah sampai, Isabella segera duduk di samping ranjang tempat Lillian terbaring, matanya menelusuri wajah ibunya yang masih tampak lemah namun damai. Dengan hati-hati, ia meraih tangan ibunya, menggenggamnya erat seolah ingin menyalurkan semua cinta dan rindunya. Di saat itulah, sebuah keajaiban kecil terjadi, jari-jari Lillian bergerak perlahan dalam genggamannya. Isabella terkejut sejenak, sebelum senyum haru merekah di wajahnya.
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
I-bu..
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
NovelToon
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
I-sabella?
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Ke-napa ka-mu menangis nak...
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
[ Memeluk ibunya ] Pertanyaan macam apa itu ibu!
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
Hikss...
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Su-dah jangan menangis Isabella, se-karang ibu sudah baik-baik saja.
Lillian Chatsworth perlahan mengangkat tangannya yang masih lemah, lalu dengan penuh kasih mengelus kepala Isabella yang tertunduk di sampingnya. Sentuhan hangat itu membuat Isabella semakin tenggelam dalam haru, merasakan kembali cinta seorang ibu yang hampir ia takutkan akan hilang. Saat itu, dari sudut matanya, Lillian melihat seorang pria duduk dengan tenang di belakang putrinya. Wajahnya tampan, sorot matanya lembut namun penuh ketegasan, tak lain adalah Sebastian Alderidge.
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Siapa pria tampan yang sedang duduk di belakang itu, Isabella?
Sebastian Alderidge yang menyadari bahwa Lillian Chatsworth telah menyadari keberadaannya segera bangkit dari tempat duduknya. Dengan langkah tenang namun penuh kehati-hatian, ia mendekati Isabella dan Lillian, memastikan kehadirannya tidak mengganggu momen hangat antara ibu dan anak itu. Tatapannya lembut, namun tetap memancarkan ketegasan yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Apakah tubuh anda sudah lebih baik Nyonya Lillian Chatsworth?
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
NovelToon
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
[ Tersenyum ] Jangan panggil aku nyonya, panggil saja aku ibu.
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Baik ibu, bagaimana kondisi ibu sekarang? Sudah lebih baik?
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Sudah, ini semua berkat doa anak kesayangan ibu ini, Isabella.
Isabella Kensington.
Isabella Kensington.
Ibu! Jangan bicara seperti itu!
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Benar Isabella selalu mengkhawatirkanmu ibu.
Dua jam berlalu, akhirnya Isabella tertidur di kursi di samping ranjang ibunya, kelelahan setelah seharian diliputi kecemasan dan emosi yang menguras tenaga. Melihat itu, Sebastian tanpa ragu mendekat, lalu dengan hati-hati mengangkat tubuh gadis itu ke dalam gendongannya. Ia berjalan pelan menuju ranjang penunggu di sudut ruangan, memastikan Isabella tetap nyaman dalam tidurnya. Setelah membaringkannya dengan lembut, Sebastian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, lalu kembali berdiri di dekat ranjang Lillian.
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Siapa namamu nak?
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Nama saya Sebastian Alderidge, ibu bisa memanggil saya Sebastian.
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
//deg//
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
( Keluarga Alderidge?! Jadi dia anaknya Matthias? )
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Ada apa ibu? Mengapa wajahmu cemas seperti itu? Ada yang ibu butuhkan?
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Ti-dak! Tidak apa-apa Sebastian.
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Kalo boleh ibu tau, kamu punya hubungan apa dengan Isabella?
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Saya adalah kekasih Isabella, ibu.
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Apakah ibu memperbolehkan hubungan saya dengan Isabella?
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Tentu Sebastian ibu merestui kalian, bagaimana bisa ibu menghalangi dua remaja yang saling mencintai. Ibu hanya berharap kalian bahagia, dan ibu mohon padamu, untuk jaga Isabella.
Sebastian Alderidge.
Sebastian Alderidge.
Tentu ibu, saya pastikan Isabella selalu sehat, bahagia dan selalu aman.
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Terimakasih Sebastian.
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
Lillian Chatsworth || Ibu Isabella ||
( Semoga kisah cinta Isabella dan Sebastian tidak berakhir seperti kita, Matthias )
.
.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!