Di club' Dion.
Ardan menghempaskan tubuhnya kasar di samping sahabatnya. Dia mengacak rambutnya kasar. Kedua sahabatnya itu benar- benar tak habis pikir dengan Ardan .
"Mau minum?" Dion menawari minuman.
"Enggak deh, makasih," ucap Ardan singkat.
Dion melongo. Sedangkan Kevin hanya mengernyitkan dahi. Mereka tak menyangka jika Ardan menolak untuk minum.
"Loe kenapa sih? Gak biasanya loe kayak gini. Disuruh cepet-cepet nikah lagi? Ya udahlah Loe cepetan nikah sana keburu tu burung impoten lagi. Rugi deh kalo Lo sunat." Dion mengejek Ardan.
"Sialan loe! Bukannya dihibur temen lagi susah malah ngatain lagi." Ardan memukul lengan Dion.
"Oke oke.... Emang loe kenapa sih? Kok Sampek sini cemberut aja? Hmmm... Kayak gak biasanya aja deh." Kevin membuka suaranya. "Kalau disuruh nikah ya loe coba kek cari siapa tau loe nemu sesuai kriteria loe."
Dion berdecak. "Iya nih... Loe gak seru tau. Dateng-dateng muka ditekuk. Coba deh cerita sini. Kenapa loe cemberut gitu?"
"Gue ditolak."
Seketika jawaban Ardan sontak membuat keduanya terlonjak kaget terlebih Kevin yang saat itu tengah minum tentu saja langsung menyemburkan minumannya.
"Sialan loe! Untung nggak kena gue," Ardan meringis jijik.
"Sori-sori ... Kan gue kaget, Goblok! Beneran loe habis ditolak?" tanya Kevin
Heran juga pasalnya dia tak tahu gadis mana yang tengah membuat sang Ardan Wijaya takluk. Dan lebih membuat herannya lagi. Catet! Dia ditolak!
"Gila mamen ... Loe ditolak? Kok gue gak percaya ya." Dion pun menimpali. Karena slama ini nggak ada yang menolak Ardan Wijaya.
"Kenapa loe berdua gak percaya? Gue beneran ditolak tau! " Ardan masih ngeyel kalau dia habis ditolak.
Kevin terkekeh."Bukan gak percaya. Ya lucu aja bro."
"Ah gak tau ah... Setan loe pada. Gue cabut!" Ardan bersungut-sungut kesal.
Meninggalkan kedua sahabatnya yang masih melongo melihat tingkah kelakuan Ardan. Karena Ardan terlihat seperti bocah yang baru saja patah hati. Jelas frustasi. Hanya saja bukan tentang siapa gadis itu melainkan Ardan yang jatuh cinta. Dan kenapa dia ditolak.
Keduanya pun saling pandang memastikan apa yang terjadi saat itu. Jika melihat dari kelakuan Ardan memang dia terlihat seperti orang yang baru patah hati. Tapi menyelidik lebih dalam lagi. Siapa gadis yang benar-benar telah membuat sahabat mereka itu dimabuk asmara?
Ardan pun memutar kemudinya untuk pulang ke rumah. Rasanya dia sial karena kedua sahabatnya itu tak bisa mengerti keadaannya.
Satu minggu kemudian papi dan mami masih tinggal bersama Ardan. Memastikan wanita itu benar-benar akan menyetujui pinangan Ardan. Memang mereka sudah mendengar jika dia menolak pinangan Ardan akan tetapi Greetha ingin memastikan kembali bahwa Wanita itu akan menikah dengan Ardan.
Ya bagaimanapun nantinya apapun caranya, Greetha harus mendapatkan Ani sebagai menantunya. Bukan karena dia menyukai gadis itu karna sopan akan tetapi karena Ardan yang memang telah jatuh cinta pada gadis itu.
Setelah selesai makan, Ani pun terburu-buru ingin bicara. Hal itu membuat Greetha dan Nico menghentikan langkah kaki mereka.
"Ada apa, Nak? Apa kamu sudah berubah pikiran?" tanya Greetha tak sabar.
"Bukan. Bukan seperti itu, Nyonya. Saya ... Saya ingin mengundurkan diri," kata Ani.
Seketika Ardan yang mendengarnya pun langsung mendongakkan kepalanya. Mencoba mencari tahu apa yang dia dengar. Berulang kali Ardan mengerjapkan kedua mata
Mereka yang ada di ruangan itu menatap tak percaya. Bagaimana mungkin gadis itu mengundurkan diri Bahkan bukan hanya pinangan Ardan saja yang ditolak.
Sepertinya dia benar-benar tak memiliki rasa padaku. Ardan membatin sendu.
"Kamu yakin? " Greetha memastikan apa yang dia dengar benar.
"Ya, Nyonya. Saya sangat yakin." Mariani menganggukkan kepala.
"Baiklah, pergilah. Berkemaslah dan nanti gajimu akan aku ambilkan. Biar aku suruh Bi Inah untuk memberikannya padamu." Greetha benar-benar geram saat ini.
Kemudian dia pergi meninggalkan semuanya di meja makan. Menatap tak percaya. Karna Greethalah yang pertama kali mempunyai ide menikahkan Ardan dengan Ani. Ya.... Karena dia melihat dari sudut pandangnya sebagai Ardan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 476 Episodes
Comments
Eva Rubani
jual mahal kali ya si anii
2023-01-18
0
Berdo'a saja
Ani udah bener masak langsung diterima sih ditolak dulu gituu,, biar ga kelihatan gila harta gituuu
2021-02-06
1
baida zu
ya mdh2an k dpnx makin kocak ya..
nyonya tlg ngerti posisi Ani dl donk
2021-01-09
1