Terluka

Alena merasakan perih saat dia mengompres luka bakar akibat siraman kopi tadi. Setelah membersihkan dirinya, dia langsung mengoles salep pada luka bakarnya. Namun tiba-tiba dia mendengar seseorang berteriak memanggil namanya.

"Alenaaaaa!!!"

Panggilan itu langsung membuat Alena berlari secepatnya.

"Iya Tuan."

"Kenapa lama sekali." Shaka melotot ke arahnya.

"Maaf Tuan Aku tadi sedang mengobati lukaku." ujar Alena.

"Berani sekali kau menjawabku. Apakah lukamu lebih penting dari panggilanku?" Shaka menarik kerah baju Alena.

"Maafkan aku Tuan." Alena memicingkan matanya karena takut dengan tatapan Shaka.

"Kau sangat menjijikkan. Apa kau akan menyentuh barang-barang dirumah ini dengan luka-luka menjijikkanmu? Pergilah. Diam di kamarmu sampai itu sembuh. Aku tidak sudih jika luka itu terlihat oleh mataku." Shaka melepaskan cengkramannya dan segera pergi. Alena menghembuskan nafas panjang. Dia merasa sangat lega karena tadi dia sempat berpikir bahwa Shaka akan menghukumnya lagi.

Alena melangkah kembali ke kamarnya. Karena lelah, dia langsung memejamkan matanya saat tubuhnya sudah berbaring diatas ranjang. Meski hawa terasa panas tapi rasa lelahnya mengalahkan hawa panas itu. Dia tertidur dengan keringat yang terus keluar dari tubuhnya.

Sore harinya Alena bangun dan melaksanakan sholat Ashar. Tak lupa dia memanjatkan doa untuk sang Ibu dan Kakak.

Tok..Tokk...Tokkk....

Suara ketukan pintu terdengar. Alena membuka pintu. Terlihat Erika sedang berdiri dengan kipas angin ditangannya.

"Ada apa Erika?" tanya Alena heran.

"Saya ingin meletakkan ini dikamar Nona. Ini hadiah dari saya karena Nona sudah bekerja keras. Mohon terima Nona." pinta Erika.

"Terima kasih Erika. Aku memang sangat membutuhkannya." Alena sontak kegirangan namun seketika dia terdiam. Erika menatapnya heran.

"Tidak usah, bawa saja. Nanti Tuan akan marah." ucap Alena dengan ekspresi sedih.

"Tidak Nona. Semua yang saya berikan kepada, maaf pelayan. Itu adalah hak saya Nona. Selama itu tidak merugikan Tuan." jawab Erika.

"Benarkah? Terima kasih." ucap Alena kegirangan. Dia menerima kipas itu dan segera memasangnya. Kini hawa sejuk memenuhi kamarnya. Dia bersyukur mendapat kipas itu dari Erika, kalau tidak, lukanya akan lama pulih karena terus basah karena keringat.

Pada malam harinya. Erika kembali datang ke kamar Alena dan membawakan nampan berisi makanan dan minuman.

"Nona makanlah. Tapi tetap berada dikamar karena Tuan tidak ingin melihat Nona dengan luka-luka ini. Maaf Nona karena saya harus menyampaikan ini." Erika merasa gugup.

"Tidak apa-apa aku mengerti. Terima kasih ya." Alena menerima nampan itu dan segera menyantap makan malamnya.

Keesokan harinya Shaka sedang memakan sarapannya. Saat dia melihat Alena keluar kamar dia langsung berteriak kencang.

"Apa yang aku bilang soal tetap dikamar!!!"

Alena terkejut dengan suara yang menggelegar di telinganya. Dia segera berlari dan kembali masuk ke dalam kamar tanpa berkata sepatah katapun. Alena mengatur nafas. Dia masih terkejut dengan suara Shaka.

Apakah harus berteriak sekencang itu? Batin Alena.

Shaka kembali melanjutkan sarapannya. Dia benar-benar kesal pada Alena yang tak mau mendengarkan kata-katanya. Selesai sarapan, Shaka langsung berangkat bekerja.

*****

Di kantor.

Semua karyawan tengah berdiri dan memberi hormat saat Shaka melewati mereka. Posisi tertinggi yang di tempati Shaka membuatnya menjadi orang yang paling disegani disana.

Shaka sudah masuk ke ruangannya. Dia langsung memulai pekerjaannya. Dia berkutat dengan laptopnya. Terasa hening sampai-sampai yang terdengar hanya suara keyboard yang tengah di tekan-tekannya.

Suara ketukan pintu terdengar.

"Masuk." jawab Shaka. Dia adalah Jesika, sekretaris Shaka.

"Selamat pagi Tuan. Jadwal anda hari ini adalah berkunjung ke perusahaan Wijaya." ucap Jesika.

"Hmmm. Apa? Perusahaan Wijaya? Hari ini?" Shaka terkejut. Itu adalah perusahaan mertuanya.

"Benar Tuan. Hari ini memang jadwalnya." jawab Jesika.

"Hmm pergilah."

Jesika langsung keluar dari ruangan Shaka.

"Kenapa harus bertemu mereka?" Shaka menarik rambutnya. Sejujurnya dia sangat tidak ingin pergi ke sana. Karena sesampainya disana, Papa Alena pasti akan menanyakan perihal Alena kepadanya dan itulah yang paling dia hindari, yaitu membahas soal Alena.

Waktu berkunjung pun tiba. Shaka sudah sampai di perusahaan Wijaya. Alfian menyambutnya dengan hangat.

"Shaka bagaimana kabarmu?" tanya Alfian.

"Baik....Ayah" jawab Shaka singkat.

"Bagaimana kabar Alena?" tanya Alfian lagi.

"Baik juga." Shaka kembali menjawab.

"Terima kasih ya kau sudah memperlakukan Alena dengan baik." Alfian tersenyum lembut.

"Darimana Ayah tau?" Shaka merasa heran.

"Ayah dan Alena sering chattingan. Katanya Kau memperlakukan dia dengan sangat baik. Ayah sangat berterima kasih padamu." Alfian menepuk lengan Shaka lalu tersenyum lembut.

Shaka terkejut mendengarnya. Padahal sudah jelas bahwa dia memperlakukan Alena dengan kasar. Bahkan terbilang cukup sadis. Tapi bagaimana mungkin dia malah berkata sebaliknya? Apakah dia memang orang yang baik? Cepat-cepat Shaka menepisnya. Dia tidak akan terkecoh dengan ini. Baginya Alena hanya seorang pembunuh.

Mereka memasuki ruang Alfian. Mata Shaka menangkap sebuah foto kecil dia meja kerja Alfian. Foto seorang gadis yang sangat ceria dan manis. Terlihat dalam foto itu, gadis itu tertawa lebar dengan boneka besar di pelukannya. Dan gadis dalam foto itu adalah Alena. Tampaknya Alfian sangat menyayangi Alena melebihi Nadia. Ini membuat Shaka semakin geram padanya. Ternyata Alena juga merebut kasih sayang Papanya untuk Kakaknya, Nadia.

Selesai dengan pekerjaannya, Shaka segera kembali ke kantornya.

Saat jam kerja berakhir, Shaka langsung pulang ke rumah. Dia tampak lelah. Dia menyandarkan kepalanya di sofa ruang keluarga. Dia masih memikirkan nasib Nadia jika masih hidup. Yang dia takutkan adalah kasih sayang Ayahnya yang pilih kasih.

Shaka semakin geram. Dia langsung melangkah menuju kamar Alena.

"Tuan." Alena terkejut saat mendapati dirinya habis mandi dengan handuk yang masih melingkar ditubuhnya. Alena menutup tubuhnya dengan selimut yanga ada disampingnya.

"Maaf Tuan." ucap Alena sambil menundukkan kepalanya.

"Apa kau mencoba merayuku?" Shaka melotot.

"Tidak Tuan. Aku baru selesai mandi." Alena msih menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Apa yang Kau katakan pada Ayahmu?" Shaka mulai mendekat.

"Tidak ada Tuan. Aku hanya menjawab yang semestinya."

"Kau bilang apa soal aku?" Raut wajah kesal.

"Aku hanya bilang bahwa Tuan memperlakukanku dengan baik." ucap Alena.

"Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja? Dengan begitu kita akan bercerai." ucap Shaka kesal.

"Perceraian di benci Allah Tuan." celetuk Alena.

"Dan aku sangat membencimu wanita pembawa sial." Tatapan Shaka semakin tajam.

"Maafkan aku Tuan." ucap Alena dengan mata berkaca-kaca.

Shaka melangkah pergi meninggalkannya yang kini berderai air mata. Harusnya dia tau bahwa resiko orang dijodohkan adalah perceraian. Namun dia masih ingin melihat Ayahnya tetap sukses. Karena jika perceraian itu terjadi maka kedua perusahaan akan putus dan akan mengakibatnya perusahaan anjlok. Tentu Alena tidak mau melihat itu terjadi. Dengan atau tanpa siksaan, dia akan tetap berada disisi Shaka.

Terpopuler

Comments

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

shaka semoga kmu terbucin2 sama alena

2024-11-22

0

Aisha N'a

Aisha N'a

ku tunggu penyesalan mendalam mu shaka

2022-05-23

0

Lisa Sasmiati

Lisa Sasmiati

betul betul Shaka udah berbalut dendam dan kemunafikan 😡 yg ada di matanya Alena selalu salah 😰😮

2022-04-24

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog & Visual
2 Kecelakaan
3 Pengganti
4 Perlakuan Kasar
5 Kejam
6 Terluka
7 Makan Malam Mendadak
8 Keputusan Kakek
9 Tamu
10 Permintaan Ibu
11 Tentang Kecelakaan Itu
12 Merasa Tersaingi
13 Undangan Kakek
14 Keputusan
15 Kakek
16 Tawaran Shaka
17 Bertemu Fredi
18 Berteman
19 Mengunjungi Kakek
20 Sebatas Kesabaran
21 Drop
22 Kenyataan
23 Wasiat Kakek
24 Kedatangan
25 Rencana
26 Pencarian
27 Ancaman Nadia
28 Sakit
29 Kebenaran
30 Pengakuan
31 Menemukanmu
32 Shaka yang Malang
33 Gotong Royong
34 Sholat Jum'at
35 Usaha Tia
36 Menumpang
37 Diurut
38 Berdebat
39 Jebakan Berbuah Manis
40 Romantis
41 Pulanglah Bersamaku
42 Berpamitan
43 Pulang
44 Sadar
45 Rencana
46 Pulang Ke Rumah
47 Bekerja
48 Kedatangan Fredi
49 Kedatangan Nadia
50 Curiga
51 Ini Mustahil
52 Musuh Dalam Selimut
53 Kembali
54 Resepsi Pernikahan
55 Penculikan
56 Tidak Disangka
57 Berkorban
58 Kesedihan
59 Ternyata Dia Jujur
60 Manja
61 Pernikahan Radit dan Ira
62 Bahagia (Final Episode)
63 Extra CH - Rencana Ke Desa
64 Extra CH - Liburan
65 Extra CH - Best Couple
66 Extra CH - Pulang
67 Extra CH - Semakin Terlihat
68 Season 2 - Prolog
69 Ayo Dukung Author
70 Season 2 - Introvert Girl
71 Season 2 - Teman Baru
72 Season 2 - Teman Sungguhan
73 Season 2 - Baksos
74 Season 2 - Miko Hilang
75 Season 2 - Pertemuan
76 Season 2 - Bertemu Lagi
77 Season 2 - Makan Malam
78 Season 2 - Pergi dengan Reyza
79 Season 2 - Kebaikan Reyza
80 Season 2 - Insiden
81 Season 2 - Obrolan
82 Season 2 - Sama-sama Jujur
83 Season 2 - Hijrah
84 Season 2 - Baksos Lagi
85 Season 2 - Rencana Licik
86 Season 2 - First Night
87 Season 2 - Phobia
88 Season 2 - Mencoba
89 Season 2 - Rumor
90 Season 2 - Kabar Duka
91 Season 2 - Berterus Terang
92 Season 2 - Berkunjung
93 Season 2 - Resepsi Pernikahan
94 Season 2 - Sean VS Pak Ngatiran
95 Season 2 - Konferensi Pers
96 Season 2 - Terduga
97 Season 2 - Ternyata Dia adalah
98 Season 2 - Wanita Tua
99 Season 2 - Akhir Kisah
100 Season 2 - Extra Part 1
101 Season 2 - Extra Part 2
102 Pengumuman Novel Terbit
103 Season 2 - Extra Part 3
104 Season 2 - Extra Part 4
105 Season 2 - Extra Part 5
106 Season 2 - Extra Part 6
107 Season 2 - Extra Part 7
108 Season 2 - Extra Part 8
109 Season 2 - Extra Part 9
110 Season 2 - Extra Part 10
111 Season 2 - Extra Part 11
112 Season 2 - Extra Part 12
113 Season 2 - Extra Part 13
114 Season 2 - Extra Part 14
115 Season 2 - Extra Part 15
116 Season 2 - Extra Part 16
117 Season 2 - Extra Part 17
118 Season 2 - Extra Part 18
119 Season 2 - Extra Part 19
120 Season 2 - Extra Part 20
121 Season 2 - Extra Part 21
122 Season 2 - Extra Part 22
123 Season 2 - Extra Part 23
124 Season 2 - Extra Part 24
125 Season 2 - Extra Part 25
126 Season 2 - Extra Part 26
127 Season 2 - Extra Part 27
128 Season 2 - Extra Part 28
129 Season 2 - Extra Part 29
130 Season 2 - Extra Part Ending
131 Terima Kasih
132 Novel Rahasia Pengantin (Alezha Armadja)
133 Novel baru
134 Novel Istri Bayangan (Rayden)
Episodes

Updated 134 Episodes

1
Prolog & Visual
2
Kecelakaan
3
Pengganti
4
Perlakuan Kasar
5
Kejam
6
Terluka
7
Makan Malam Mendadak
8
Keputusan Kakek
9
Tamu
10
Permintaan Ibu
11
Tentang Kecelakaan Itu
12
Merasa Tersaingi
13
Undangan Kakek
14
Keputusan
15
Kakek
16
Tawaran Shaka
17
Bertemu Fredi
18
Berteman
19
Mengunjungi Kakek
20
Sebatas Kesabaran
21
Drop
22
Kenyataan
23
Wasiat Kakek
24
Kedatangan
25
Rencana
26
Pencarian
27
Ancaman Nadia
28
Sakit
29
Kebenaran
30
Pengakuan
31
Menemukanmu
32
Shaka yang Malang
33
Gotong Royong
34
Sholat Jum'at
35
Usaha Tia
36
Menumpang
37
Diurut
38
Berdebat
39
Jebakan Berbuah Manis
40
Romantis
41
Pulanglah Bersamaku
42
Berpamitan
43
Pulang
44
Sadar
45
Rencana
46
Pulang Ke Rumah
47
Bekerja
48
Kedatangan Fredi
49
Kedatangan Nadia
50
Curiga
51
Ini Mustahil
52
Musuh Dalam Selimut
53
Kembali
54
Resepsi Pernikahan
55
Penculikan
56
Tidak Disangka
57
Berkorban
58
Kesedihan
59
Ternyata Dia Jujur
60
Manja
61
Pernikahan Radit dan Ira
62
Bahagia (Final Episode)
63
Extra CH - Rencana Ke Desa
64
Extra CH - Liburan
65
Extra CH - Best Couple
66
Extra CH - Pulang
67
Extra CH - Semakin Terlihat
68
Season 2 - Prolog
69
Ayo Dukung Author
70
Season 2 - Introvert Girl
71
Season 2 - Teman Baru
72
Season 2 - Teman Sungguhan
73
Season 2 - Baksos
74
Season 2 - Miko Hilang
75
Season 2 - Pertemuan
76
Season 2 - Bertemu Lagi
77
Season 2 - Makan Malam
78
Season 2 - Pergi dengan Reyza
79
Season 2 - Kebaikan Reyza
80
Season 2 - Insiden
81
Season 2 - Obrolan
82
Season 2 - Sama-sama Jujur
83
Season 2 - Hijrah
84
Season 2 - Baksos Lagi
85
Season 2 - Rencana Licik
86
Season 2 - First Night
87
Season 2 - Phobia
88
Season 2 - Mencoba
89
Season 2 - Rumor
90
Season 2 - Kabar Duka
91
Season 2 - Berterus Terang
92
Season 2 - Berkunjung
93
Season 2 - Resepsi Pernikahan
94
Season 2 - Sean VS Pak Ngatiran
95
Season 2 - Konferensi Pers
96
Season 2 - Terduga
97
Season 2 - Ternyata Dia adalah
98
Season 2 - Wanita Tua
99
Season 2 - Akhir Kisah
100
Season 2 - Extra Part 1
101
Season 2 - Extra Part 2
102
Pengumuman Novel Terbit
103
Season 2 - Extra Part 3
104
Season 2 - Extra Part 4
105
Season 2 - Extra Part 5
106
Season 2 - Extra Part 6
107
Season 2 - Extra Part 7
108
Season 2 - Extra Part 8
109
Season 2 - Extra Part 9
110
Season 2 - Extra Part 10
111
Season 2 - Extra Part 11
112
Season 2 - Extra Part 12
113
Season 2 - Extra Part 13
114
Season 2 - Extra Part 14
115
Season 2 - Extra Part 15
116
Season 2 - Extra Part 16
117
Season 2 - Extra Part 17
118
Season 2 - Extra Part 18
119
Season 2 - Extra Part 19
120
Season 2 - Extra Part 20
121
Season 2 - Extra Part 21
122
Season 2 - Extra Part 22
123
Season 2 - Extra Part 23
124
Season 2 - Extra Part 24
125
Season 2 - Extra Part 25
126
Season 2 - Extra Part 26
127
Season 2 - Extra Part 27
128
Season 2 - Extra Part 28
129
Season 2 - Extra Part 29
130
Season 2 - Extra Part Ending
131
Terima Kasih
132
Novel Rahasia Pengantin (Alezha Armadja)
133
Novel baru
134
Novel Istri Bayangan (Rayden)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!