Amarah Rasya

Hari ini dirinya dan keempat anaknya tengah menikmati liburan mereka sehingga mereka berbelanja ke mall untuk persiapan sebelum mereka kembali keluar negeri untuk melanjutkan studi mereka.

"Kalian jangan ikut campur, biarkan bunda menghadapi mereka dengan kemampuan bunda sendiri, bunda akan baik-baik saja jangan khawatir oke??

" Bunda yakin?? Tanya Sonya dengan khawatir.

"Tentu sayang, kalian percaya sama bunda ya".

Keempatnya mengangguk mengiyakan perkataan sang bunda untuk tidak akan ikut campur kecuali mereka bermain fisik maka mereka tidak akan segan membalas.

" Hahah ada si miskin di sini??

Tak pernah terpikirkan oleh Maya dan anak-anak nya bertemu dengan orang-orang yang telah memberikan mereka luka dan paling mereka benci di dunia ini.

"Oh kita bertemu lagi setelah 10 tahun tak pernah bertemu, kelihatannya kau sudah banyak kemajuan?? ". Tatapan sinis dan meremehkan Rania layangkan bersama sang ibu kepada Maya dan anak-anak nya.

Maya tidak menanggapi apapun perkataan Rania, baginya mereka hanya angin lalu yang tidak ada harganya.

" Sombong sekali, padahal miskin tapi balik dan gaya bak sosialita atas. Miskin mah tetap saja miskin biar dandan seperti apa". Sinis Rania merendahkan Maya

"Atau kau sudah menjual dirimu dengan harga mahal sehingga kau bisa membeli barang-barang branded seperti itu". Ejek Bu Rana sangat merendahkan Maya.

Keempat anak Maya itu mengepalkan tangannya, jika bukan karena keinginannya sang bunda, sudah mereka hajar manusia biadab dihadapan mereka ini.

" Memangnya kenapa jika orang miskin ini bisa membeli barang branded?? bahkan yang kalian hina ini bisa membeli barang lebih mahal dari punya kalian, kalian iri karena kalah saing dengan orang miskin yang kalian selalu hina ini?? Senyum simpul tercetak di bibir Maya

"Sadar, sombong sekali, memang berapaa sih uang dan harta yang mau miliki??, miskin saja mah, tidak usah sok bergaya, biar dipoles bagaimanapun miskin ya tetap saja miskin". Hina Rania dengan sangat kejam.

Maya tertawa kecil melihat kesombongan manusia dihadapannya ini. Dia tidak tahu saja roda kehidupan itu berputar, kadang diatas dan kadang berada dibawah.

"Kelihatannya kalian ingin melihat apa yang bisa dilakukan perempuan hina ini kepada kalian sekeluarga??" . Ucap Maya dengan seringai menakutkan.

Keduanya terkesiap mendapatkan tatapan yang tak pernah mereka lihat dari seorang Maya yang Lemah tak berdaya dan polos. Tapi keduanya cepat menyembunyikan ketakutan mereka.

"Memang apa yang bisa kau lakukan dasar perempuan miskin?? ". Ejek Bu Rana dengan sangat merendahkan.

" Baiklah akan kuberikan kalian kejutan kecil untuk kalian nikmati". Senyum Maya kembali menakutkan

Dulu dia terima saja dihina dan dicaci maki, sekarang mereka sudah setara, jadi dirinya akan melawan apa yang mereka lakukan dahulu kepadanya.

"Alaa, tidak usah banyak gaya lakukan secepatnya karena kami tak punya waktu, kami harus kembali berbelanja sepuasnya".

Maya tidak menjawab tapi mengambil handphonenya menghubungi seseorang dan dia sengaja meloudspeker percakapan mereka agar dua manusia dihadapan mereka ini bisa mendengarnya dengan jelas.

"Hallo nyonya, adakah yang bisa saya bantu, tumben anda menelpon saya?? Tanya sang sekretaris daris seberang telpon.

"Putuskan kerjasama kita dengan perusahaan Erlangga dalam bentuk apapun".

" Nyonya yakin?? ". Tanya nya dengan terbata-bata, dia tidak mengerti mengapa bosnya itu bisa membatalkan proyek dengan nilai fantastis itu.

Proyek ini sudah berjalan lebih dari 3 bulan dan sudah mulai mendatang kan keuntungan, sangat sayang jika dilepas begitu saja.

" Ya, lakukan saja apa yang saya katakan dan beritahukan kepada Rasya putra Erlangga yang terhormat, jika kita tidak akan bekerjasama dengan keluarga tak beradab dan tak bermoral seperti dirinya dan keluarganya".

"Baik nyonya".

" Pastikan kerjasama itu batal karena saya tidak mau berurusan dengan manusia-manusia hina seperti mereka".

"Baiklah nyonya akan kami siapkan penghentian proyek dan kerjasama kita kepada mereka".

" Baiklah kalau begitu, aku matikan telpon ya yah, maaf merepotkan mu ". Ucap Maya mematikan secara sepihak panggilan itu.

Dia menyeringai sinis menatap keduanya yang tengah pucat pasi mendengar percakapan mereka.

" Apa yang kau lakukan pada perusahaan ku!! ". Teriak Bu Rana dengan murka.

" Hanya melakukan pertunjukan kecil sebelum menjadi boom untuk kalian". Maya memandang mereka dengan senyum simpul tapi terkesan merendahkan.

"Dasar perempuan sialan, akan kubunuh kau, kau tidak akan selamat dariku". Ucap Rania menghampiri Maya dan berniat mencelakainya dengan berusaha menjambak rambut Maya.

Tapi naas dirinya kalah cepat dengan tangan Maya yang langsung menepis kasar dirinya sehingga dirinya limbung karena tidak bisa menahan bobot tubuhnya.

"Apa yang lakukan perempuan sialan". Teriak Bu Rana dengan sangat murka bahkan otot-otot sekitaran lehernya juga menyembul keluar.

"Aku tidak melakukan apapun, dia ingin melukaiku ya wajar dong jika aku membela diriku".

Aksi pertengkaran itu terhalangi dengan panggilan Rasya kepada Rania.

" Ya hallo Rasya kenapa?? Tanyanya dengan kesal.

"Apa yang kalian lakukan sampai pihak perusahaan yang telah bekerja sama dengan mega proyek ini mengundurkan diri". Teriaknya kepada sang kakak

" Aku dan ibu tidak melakukan apapun, jangan sembarang bicara kau Rasya". Hardiknya kepada sang adik.

"Tapi barusan pihak perusahaan membatalkan kerjasamanya dan mereka bilang jika pemilik perusahaan mengatakan jika dia tak mau bekerjasama karena mereka tak mau bekerjasama dengan manusia tak bermoral dan beradab seperti keluarga kita". Teriak Rasya dengan murka.

"Jangan bicara sembarangan kau Rasya, aku ini kakakmu dan ibu adalah orangtuamu, jangan seenaknya kamu".

" Kalianlah yang berbuat seenaknya, jika kau memang tidak melakukan apapun, mereka tidak akan memutuskan sepihak kerja sama itu, kita terancam bangkrut jika proyek ini terhenti ditengah jalan", teriak Rasya dengan frustasi.

"Apa??, bagaimana bisa, kau kan bosnya harus nya tahu bagaimana mengatasinya". Ucapnya dengan masa bodoh.

" Kalau begitu, tidak akan ada uang bulanan kepada kalian karena aku akan membayar ganti rugi karena perkara ini".

"Kenapa bisa seperti itu, orang yang menjalankan kerjasama itu adalah Maya, dia melakukannya kerena dia menelpon dan mengatakan hal yang sama".

" Minta maaf padanya, pastikan tender itu kita dapatkan agar hidup kita kembali stabil".

"Aku tidak mau merendahkan harga diriku untuk meminta maaf kepadanya". Ucap Rania dengan sombong.

" Terserah jika begitu aku akan menyetop semua bulanan kalian, pikirkan saja sendiri bagaimana cara menanganinya".

"Kau tidak bisa seenaknya Rasya, aku ini kakakmu, dan ibu itu ibumu, kenapa kau lakukan ini pada kami". Teriak Rania ditelpon.

" Terserah padamu, pokoknya jika tender itu tidak bisa kembali maka bersiap saja tidak akan ada jatah belanja kalian di perusahaan dan aku tidak berharap melihat kalian lagi".

Maya tersenyum sinis melihat ketakutan kedua orang itu, dia bahkan merencanakan hal paling dahsyat yang paling dia tidak ingin mereka temui

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

good rasya pertahankan sikapmu

2025-03-03

0

Ninik

Ninik

sekedar koreksi Thor sebernya siapa nama ibunya Rasya kadang Rana kadang maria tar siapa lagi bacanya jd pusing pala baby

2025-01-28

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!