Adopsi

Keempatnya sangat asyik menikmati perjalanan mereka membeli perlengkapan sekolah mereka. Maya membeli banyak perlengkapan untuk ketiga anaknya dari perlengkapan sekolah , perlengkapan jualan yang akan mereka buka nantinya.

Hasil penjualan perhiasan mereka sangat banyak ditambah dengan uang celengan anaknya membuatnya bisa membeli perlengkapan untuk mereka bertahan hidup dan menyekolahkan sang anak. Tak lupa juga dia membeli makanan jadi untuk mereka karena setelah sampai dirumah mereka pasti harus istirahat dan berbenah nantinya.

Setelah semuanya selesai, mereka pulang menggunakan mobil open Cup untuk mengangkut semua barang-barang yang telah dibeli.

Sesampainya dirumah mereka langsung makan siang karena memang sudah menunjukkan waktu siang hari, tak lupa Maya mengajak ketiga anaknya untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang Muslim.

"Kalian suka dengan pakaiannya nak?? ". Ucap Maya begitu melihat kedalam kamar Sasya. Ternyata ketiga anaknya berkumpul di kamar ini.

" Kami senang bunda, sepatu dan tasnya cantik, kami pasti akan belajar dengan semangat!! ". Seru ketiganya sangat heboh.

Mereka seolah menunjukkan pada bundanya bahwa mereka sangat semangat bersekolah

Maya ikut tertawa melihat kebahagiaan yang mereka dapatkan hari ini. Bahkan anak-anak nya mencoba apa yang mereka beli tadi.

" Ingat nak, kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita terima dan miliki. Karena banyak orang diluar sana lebih miskin dan lebih tidak punya dari kita". Nasehatnya kepada ketiga anaknya itu sedangkan si bungsu tengah terlelap di kamar nya.

Rumah yang mereka tempati ini lumayan besar karena memiliki 5 kamar dengan 2 kamar mandi. Mereka semua akan mendapatkan kamar masing-masing setelah ini.

" Terima kasih telah menerima dan merawat ku Bunda, dan kalian juga ". Ucap Rara dengan senyum dan tangis Haru.

Dia beruntung malam itu sang paman yang hendak menjual rumah ini mengurungkan niatnya karena kasihan kepadanya dan juga keluarga barunya ini. Dia akhirnya memberikan persyaratan kepada Bundanya untuk menerimaku, agar aku bisa mendapatkan sosok ibu karena dia sendiri akan berangkat ke kalimantan untuk bekerja.

Flashback On.

"Permisi, apakah anda tahu dimana ada kontrakan dekat sini?? ". Ucap seorang ibu yang tengah menggigil beserta ketiga anaknya.

" Ibu mencari kontrakan?? Tanya sang pemuda berusia 20 tahun itu.

"Iya saya mencari kontrakan yang bisa ditempati malam ini. Kasihan anak-anak saya sudah kedinginan". Ucapnya mengalihkan pandangannya kepada kedua anaknya yang telah memeluknya.

Hati pemuda itu ibah melihatnya, nasib mereka lebih baik dibandingkan keponakannya yang tak memiliki orang tua dan akan ikut dengannya ke kalimantan untuk bekerja.

"Ibu bisa membeli rumah ini tanpa membayar sepeserpun, tapi saya punya beberapa persyaratan, jika ibu sanggup, saya akan membuatkan akta jual belinya besok. Bagaimana?? ".

" Membeli tanpa membayar?? ". Cicitnya dengan pelan tapi masih terdengar.

" Kita duduk dulu di teras rumah, agar tidak menjadi Fitnah!! ". Ajaknya saat melihat ekspresi Ibu muda dihadapannya ini seperti tidak percaya.

" Rara sayang bawah teman-teman kamu masuk ya dan pinjamkan pakaianmu, kasihan mereka nanti sakit!! ". Perintah sang paman dengan lembut kepada keponakan satu-satunya itu.

Maya mengangguk dan mengikutinya sedangkan kedua anaknya masuk kedalam rumah untuk mengganti pakaian keponakan pemilik rumah.

" Memang kenapa bisa anda berpikir memberikan rumah ini secara cuma-cuma dengan beberapa persyaratan??". Tanya Maya dengan sangat penasaran.

"Rumah ini sebenarnya adalah milik orang tuaku, dan aku menempati ini bersama kedua orangtua kami sedangkan mas ku dan istrinya tinggal dikota kalimantan karena bekerja disana. Aku yang sedang berkuliah mendapatkan kabar jika mereka mengalami kecelakaan bus saat akan berkunjung kerumah kerabat kami". Sang Pemuda menerawang sambil bercerita kemudian meneteskan air matanya.

"Mereka semua meninggal kecuali Rara, keponakanku yang tadi ibu lihat".

" Maaf ya, saya tidak tahu. Saya turut berduka cita mendengarnya". Ucap Maya menyampaikan bela sungkawanya.

" Terima kasih bu, itulah yang menjadi masalahnya sekarang ini ". Cicitnya lagi.

" Masalah seperti apa yang kamu maksud?? ". Tanya Maya dengan penasaran.

" Saya masih seorang mahasiswa dan saya juga belum punya pekerjaan sedangkan saya punya keponakan yang masih kecil. Ibu pasti sangat tahu, jika kita bekerja tidak bisa membawa anak-anak . Saya berhenti kuliah dan akan merantau ke kalimantan menggantikan tugas mas ku dan akan menempati tempat tinggal mas disana dengan membawa Rara bersamaku".

" Jika ibu bersedia merawat Rara dan membesarkannya dengan kasih sayang tanpa membedakannya dengan anak-anak ibu, maka saya memberikan rumah ini untuk ibu secara cuma-cuma anggaplah sebagai bayaran untuk membesarkan Rara. Bagaimana??, Apa ibu bersedia??

Maya memandang pemuda dihadapannya ini berharap ini hanya bohongan semata, tapi yang dia lihat hanya melihat kesungguhan dari ucapannya.

"Kamu yakin memberikan rumah ini cuma-cuma jika saya membesarkannya seperti anak saya sendiri??". Tanya Maya dengan penuh perhatian.

" Tentu ibu, tapi aku ingin membuat perjanjian agar kelak tidak ada yang saling dirugikan. Bagaimana ?? ". tanyanya dengan tidak sabar.

" Baiklah saya akan melakukannya, kelihatannya anak itu anak yang penurut dan baik hati". Ucap Maya melihat ketiga anak itu telah keluar dari rumah.

" Baiklah Ibu, Ibu menginap saja disini. Besok pagi saya akan membuat surat perjanjian dan sorenya akan berangkat ke kalimantan.

"Baiklah, aku anggap kita sudah sepakat, saya akan kemari besok pagi membawahkan surat perjanjiannya sekaligus surat akta jual beli nantinya.

" Terima kasih sudah mau menjaga dan merawat keponakan saya, Kalau begitu saya pamit dulu. ini ada uang untuk membeli perlengkapan sekolah dan biaya sekolah Rara sampai ibu bisa mendapatkan pekerjaan atau usaha ". Sang Pemuda memberikan uang dalam amplop itu kemudian menghampiri sang keponakan untuk berpamitan

Flashback Off

" Kalau begitu kalian istirahat dulu agar badannya Segar lagi, kan kita mau bangun warung sebentar sore sesuai kesepakatan". Ucap Sang Bunda mengelus kepala mereka satu persatu.

"Siap Bunda, kami akan bantuin Bunda untuk mengurus warung agar kita bisa buka besok pagi. Oh iya bunda, apa pamanku sudah berangkat??". Tanya Rara dengan senyuman.

" Iya nak, paman kamu sudah berangkat. Dia akan naik pesawat, mungkin sekarang dia ada di pesawat". Ucap Sang bunda dengan hangat.

Mereka semua menuruti apa yang diperintahkan bundanya untuk beristirahat dan memasuki kamar masing-masing yang telah diatur Maya.

Sebelum Pergi paman Rara telah membantunya membangun warung kecil dengan halaman rumah sebagai tempat makannya karena rumah ini Full kenopi sampai pagar rumah.

"Ya Allah mudahkanlah segala urusan ku dan lancarkan lah apa yang akan sedang aku usahakan nantinya. Berikan lah jalan keluar dari semua masalah yang kamu hadapi nantinya". Maya berdoa dalam hati ketika dia tengah menyiapkan keperluan jualan.

Sore hari menjelang dan mereka berkumpul di teras rumah kemudian berbenah untuk persiapan warung yang akan dia buka esok hari.

"Bunda kita nanti akan jualan apa??". Tanya sang anak disela-sela pekerjaan mereka.

" Jualan makanan nak, supaya cepat habisnya karena bunda juga akan jemput kalian semua pulang sekolah nantinya".

" Makanan?? ". Cicit Rara melihat saudaranya.

" Tenang, makanan bundaku itu paling enak jadi pasti laris dan ramai".

"Benar kakak, jualan bunda pasti ramai karena masakan bunda sangat enak". Sonya bersorak dengan heboh dan melanjutkan pekerjaan nya.

Maya yang mendengar percakapan ketiga anaknya, dia hanya mengaminkan apa yang dikatakan anak-anak nya.

Tiba-tiba terlintas dipikirannya tentang suami dan keluarganya yang tengah mengusirnya apa kabar mereka??.

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

semangat

2025-03-03

0

Anonymous

Anonymous

bgs

2025-01-29

0

Soraya

Soraya

mampir thor

2025-01-28

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!