Amarah Rasya

Sebenarnya Rasya sangat muak kepada ibunya yang selalu ikut campur kehidupan ruang tangganya, dulu saat bersama Maya, ibunya juga selalu ikut campur dan sekarang Dengan Marsya Pun dia melakukannya.

"Kenapa kamu bicara begitu sama ibu?, mau jadi anak durhaka kamu??

"aku sudah capek lihat tingkah laku ibu yang selalu ikut campur rumah tangga ku, dulu waktu sama Maya ibu juga melakukannya. Sekarang ibu melakukannya lagi. Mau ibu itu apa??". teriaknya dengan jengkel.

"Kamu bentak ibu??". Ibu Rana memandang anaknya itu dengan berkaca-kaca.

"Ya. karena ibu sudah keterlaluan, selama ini aku sabar tapi sekarang tidak lagi, berhenti ikut campur rumah tanggaku. lebih baik ibu pulang sekarang karena aku sudah muak". Rasya membuang wajahnya untuk menahan emosinya.

"Ibu tidak menyangka kamu bisa bersikap seperti itu pada ibu??".

"Pergilah bu, ibu tidak dengar??". Hardiknya dengan keras. habis sudah kesabarannya menghadapi ibunya.

ibunya langsung pergi begitu mendapat bentakan dari sang anak.

"Maaf bu, tapi aku sudah berusaha sabar dengan ibu selama ini, sampai rumah tanggaku tidak ada yang beres". Monolognya memandang kepergian ibunya dengan pandangan bersalah.

"Aku akan menjemput anakku disekolah karena ini jam pulang sekolahnya, apapun akan kulakukan untuk memperbaiki keadaan ini".

"Sialan orang tidak tahu diri itu kenapa bisa ada di hadapanku sih??". Gerutunya Sejak sampai di salon.

Sepanjang jalan ia meluapkan emosinya yang tertahan selama bertahun-tahun lalu, melihat orang yang telah membuat dirinya dan adik-adiknya menderita selama ini, membuat kemarahan yang tertahan selama 10 tahun dia tahan akhirnya meluap seketika.

"Nak, jangan seperti itu, dia adalah ayahmu". tegur sang bunda

"Aku tak punya ayah bunda, bagiku dia sudah mati ketika dia mengusir kita seperti Binatang malam itu". Ucapnya tanpa sadar menaikkan nada suaranya kepada sang bunda.

"Sasya, apa yang kamu lakukan, jangan berteriak kepada bunda". Tegur Rara kepada sang kakak karena membentak sang bunda.

"Maaf bunda, tapi aku tidak akan pernah memaafkan manusia biadab dan tak punya hati itu, dan jangan pernah sebut dia ayahku karena bagiku dia sudah mati". Tekannya kemudian meninggalkan sang bunda dan adiknya yang mematung menghadapi kemarahan Sasya yang tidak pernah mereka lihat itu.

Maya menyadari luka menganga yang kini kembali lagi pada anaknya itu, dia sadar jika anaknya juga sangat terluka karena perlakuan sang ayah dulu, membuatnya terluka dan menyimpan dendam ditambah dengan perlakuannya kepadanya dulu.

"Bunda yang sabar yah, dia hanya sedang emosi jangan di ambil hati perkataannya tadi". Ucap Rara mengelus pundak sang bunda dan memandang nanar sang kakak yang telah meninggalkan mereka itu.

"Iya nak, bunda hanya khawatir kepada kakakmu nak, apalagi dia tengah emosi sekarang". Maya memandang sang anak itu sendu, dia sangat khawatir tentang emosi sang anak.

"Iya bunda, aku yakin dia akan baik-baik saja". Ucapnya menenangkan sang bunda.

Mereka tidak jadi jalan-jalan dan ke salon karena suasana yang tidak kondusif sekarang.

"ayo kita istirahat saja nak, kamu bisa menjemput adikmu nantinya dengan sopir jangan pergi sendiri, aku takut ayah Sasya melihat mu".

"Iya bunda, tapi bagaimana dengan Salwa, bisa jadi anaknya juga sekolah disana??

"Biarkan sopir yang mengantar jemput adik kalian, karena aku yakin dia tidak mengenali adik kalian jika kalian tidak muncul disana".

"Baiklah bunda akan ku sampaikan pada Sasya dan Sonya tentang hal itu".

"Terima kasih ya nak, maafin bunda karena kamu melihat hal seperti tadi".

"Tidak apa bunda, sepertinya kedepannya aku harus terbiasa melihat hal seperti itu". Ucapnya dengan sendu

"Kenapa kamu berkata seperti itu nak??

"melihat gelagat ayah Sasya Tadi, sepertinya kedepannya dia akan mencari tahu tentang kita dan akan menemukan kita bagaimanapun caranya, entah apa tujuannya".

"Kamu benar nak, dan kita tak bisa selalu berlari menghindari semuanya. kita harus menghadapinya apapun nantinya terjadi".

"Aku hanya khawatir jika dia menggangu Bunda saat kami tidak ada, kan bunda tahu sendiri kami masih 3 tahun lagi disana untuk menyesaikan program spesialis kami nantinya". Ucapnya dengan Khawatir.

"Tidak perlu khawatir nak, bunda akan menjaga diri bunda nantinya agar bisa melindungi kedua adik kalian".

"Ia bunda, aku ke kamar dulu yah". ucapnya pada sang bunda".

Aku akan melindungi keluarga kecilku, tak peduli siapapun dia". monolognya dengan tangan mengepal.

Sesampainya dikamar, Rara menghubungi para pengawal yang akan dia utus untuk menjaga sang bunda selama mereka pergi belajar diluar negeri.

"Lindungi bunda dan juga kedua adikku bulan depan, pastikan tidak ada yang mengganggunya". perintahnya kepada orang diseberang telpon.

"Baik nona, kami akan laksanakan saat nona kembali keluar negeri".

"Terima kasih atas bantuannya". Rara menutup telponnya secara sepihak.

Selama ini, tidak ada yang tahu jika Rara menyuruh orang lain menjaga ibu dan kedua adiknya dari jauh karena dia merasa akan ada pertarungan besar nantinya dengan masa lalu pada sang bunda. instingnya sangat kuat sebagai pengacara.

Tiba lah jam pulang sekolah untuk anak SD, karena Salwa pulang jam 2 siang karena sekolahnya menerapkan full day dari senin sampai jumat sedangkan sabtu adalah hari bakat".

Rasya sudah ada didepan gerbang sang anak, Laura beserta ketiga adiknya itu memandang heran sang Daddy yang tengah menghampiri mereka.

"Mau ngapain Daddy kesini??". Ketus Laura kepada sang ayah.

"Daddy hanya ingin menjemput semua kesayangan Daddy, kemudian makan siang bersama, mau yah nak?? Ucapnya dengan memelas.

"Mau". sang adik bungsu yang memang ingin sekali makan bersama ayahnya itu langsung menyetujuinya".

Melihat kebahagiaan sang adik. Laura dan Liana saling memandang, sejujurnya mereka juga sangat merindukan masa seperti anak lain yang diantar jemput oleh orangtua mereka.

Keduanya mengangguk dan mengiyakan. Rasya langsung memeluk ketika anaknya ketika mereka setuju ikut bersamanya.

"Makasih nak, maafin Daddy selama ini membuat kalian sedih karena Daddy tak punya waktu buat kalian, setelah ini Daddy janji akan lebih memperhatikan kalian. Mau kan memaafkan Daddy??". Rasya memandang ketiga anaknya dengan mata berkaca-kaca.

Mendapatkan sikap dingin dari sang anak selama ini membuatnya terluka dan kini dia menyadari jika semua itu terjadi karena kesalahannya.

"Daddy yakin akan lebih perhatian pada kami?? Tanya mereka dengan berbinar.

"Iya nak, maafin daddy yah selama ini tidak perhatian pada kalian". Ucap Rasya kembali memeluk sang anak menyampaikan rasa sayangnya.

"Sekarang kita berangkat yuk, kita jemput Mommy kalian dulu ke kantornya setelah itu kita makan siang".

"Asyik". girang mereka semua langsung menggandeng sang ayah menuju mobilnya.

Dada Rasya berdesir bahagia mendapati kebahagiaan yang baru dia rasakan. Dia hanya berharap rumah tangganya dengan sang istri bisa dia selamatkan.

"Aku harap kita masih bisa berjuang untuk rumah tangga kita, maafin aku". Monolognya

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

lanjut

2025-03-03

0

Soraya

Soraya

siapa Arman thor

2025-01-28

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!