Kebencian Anak Terbuang

Keesokan harinya saat mereka sarapan, datanglah keluarga Rasya menghampiri mereka saat sedang sarapan. Marsya dan ketiga anaknya hanya memandang mereka sekilas tanpa menyapa. Berbeda dari mereka Rasya menghampiri sang ibu kemudian menyalaminya.

"Kalian tidak mau salim sama nenek dan tante kalian?? Tanya Bu Rana kepada ketiga cucunya itu.

Mereka hanya bergerak kemudian menyaliminya sang nenek dan duduk kembali tanpa bersuara. Sedangkan Marsya hanya diam saja dan menikmati makanannya tanpa menghiraukan mereka.

"Ibu sudah sarapan?? ". Tanya Rasya dengan lembut.

Semarah dan sekesal apapun dia terhadap ibunya dia tak pernah bisa lama marah kepadanya.

" Kami sudah sarapan nak, kami kesini ada perlu denganmu dan juga Marsya". Ucap Bu Rana memandang anaknya dengan penuh perhatian.

Marsya kemudian berdiri dan mengajak ketiga anaknya untuk berangkat sekolah karena dia yang akan mengantar sendiri mereka ke sekolah.

"Mau kemana kamu Marsya, kamu tidak dengar yang ibu katakan?? Tanya dengan geram.

Marsya menarik nafasnya dalam kemudian menatap sang mertua dengan tatapan kesal.

" Maaf tapi saya banyak urusan dan harus mengantarkan anak-anak ke sekolah". Ucapnya berusaha tenang dan mengontrol emosinya karena biar bagaimana pun dihadapannya adalah ibu dari suaminya.

"Tapi biasanya sopir mengantar mereka, tumben sekali kau mau melakukan hal itu?? Ejek sang mertua kepada menantunya itu. Karena dia tahu persis jika menantunya tidak pernah mengantar anaknya ke sekolah.

" Ya itu benar, dan mulai sekarang tidak lagi, saya sudah menyadari jika perhatian pada anak-anak ku jauh lebih penting dari sekedar mencari pelarian dan saya mulai dengan mengantar jemput mereka ke sekolah". Marsya memandang sendu anak-anak nya.

"Biarkan mereka sama sopir, toh mereka semua biasa diantar oleh sopir, kamu tinggal disini karena ibu mau bicara dan tidak bisa diganggu". Ibu Rasya Kekeh pada pendiriannya untuk membuat menantunya tinggal.

" Maaf, tapi saya lebih memilih untuk mengantar anak-anak saya ke sekolah daripada berbicara dengan ibu, ibu bisa berbicara dengan anak lelaki ibu sendiri dan tak perlu libatkan saya dengan masalah kalian".

"Jangan kurang ajar Marsya, aku ini ibu mertuamu, kau tak pantas bicara seperti itu padaku". Hardiknya dengan keras.

Marsya tidak menjawab perkataan mertuanya dan lebih memilih untuk memanggil anak-anak nya untuk berjalan bersama menuju sekolah mereka.

Sebelum terlalu jauh Marsya berbalik menatap mereka dengan tajam dan tatapan merendahkan.

"Jika pembicaraan kalian tentang Kartu Kredit maka, maaf saya tidak bisa mengembalikan nya, keputusan saya sudah final, silahkan mengurus dengan anak ibu. Permisi!! ".

Dia pun berbalik menyusul sang anak yang telah lebih dulu berada didalam mobil.

" Istri dan anakmu sangat kurang ajar pada ibu!! ". Sungutnya dengan jengkel. Dia tidak terima jika di hina oleh orang lain apalagi itu menantunya yang hanya bisa melahirkan anak perempuan saja.

" Maaf Bu, ada apa kalian kesini sebenarnya??". Rasya merasa akan terjadi sesuatu yang dasyat pada pernikahan mereka.

"Kami sedang berjalan sekitaran ini, kami juga memiliki banyak keinginan jadi pastikan kamu sudah mengisi rekening kami". Ucapnya pada anaknya itu.

" Ibu berhentilah membeli barang-barang yang sia-sia karena itu tidak akan ada gunanya seberapa mahal pun itu".

Rasya tidak terlalu memperhatikan ibu dan kakaknya karena mengawasi keponakannya untuk berjaga-jaga karena keponakannya itu sangat nakal.

"Saya sudah mentransfer semua ke rekening kalian, jadi silahkan kalian cek sendiri dan itu harus cukup sebulan. Saya tidak mau kalian selalu belanja seenaknya".

Rania dan juga ibu Rana membulatkan matanya melihat nominal yang adiknya berikan kepada mereka.

"Kamu keterlaluan sya, apa maksud kamu melakukan itu kepada kami??".

Bu Rana tidak senang dengan jumlah uang yang Rasya berikan karena untuk membuat mereka berdua sangat senang itu sangat sedikit.

" Maaf Bu, itulah yang ibu inginkan, ibu bahkan tidak bisa menyayangi istriku tapi selalu memerasnya, bahkan ATM kalian istriku mengisi dengan sangat banyak.

"Kalian sudah aku beritahu kemaren dan sudah ku tegaskan, jadi jika mau uang itu urus saja sendiri, yang penting aku sudah menafkahi ibu tapi tidak dengan kak Rania dan adik-adikku, kalian sudah dewasa dan bisa bekerja. ". Rasya berucap dengan tegas karena dia sudah lelah dimanfaatkan oleh keluarganya dan juga sang ibu.

"Tapi sayang nominal yang kamu kirimkan itu bahkan tidak cukup selama sebulan, itu terlalu sedikit untuk ibu dan juga kakakmu". Ucap Bu Rana dengan muka kesal dan melasnya

Rasya menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskan nya dengan pelan. Keluarganya betul-betul menguras emosinya.

" Sudahlah Bu, mulai hari ini, itu akan jadi jatah bulanan ibu dan juga semuanya dari perusahaan, dan yang mau memiliki uang lebih silahkan bekerja di perusahaan dan mendapatkan gaji karena saya tidak akan lagi mengurus kalian!! ". Rasya meninggalkan mereka yang kebingungan.

" Bagaimana ini Bu, Rasya bahkan tak mau mendengar kan kita lagi, ibu pun juga pasti sadar jika anak ibu itu mulai berubah?? ". Rania menatap kepergian sang adik dengan gusar tidak jauh berbeda dengan ibunya yang tidak menyangka jika anaknya bisa melakukan itu padanya.

" Ayo kita pulang Bu, seperti nya kita harus mencari cara lain agar mereka kembali tunduk pada kita seperti dulu".

Mereka kemudian langsung pulang kerumah dengan perasaan marah dan kesal.

Sedangkan dirumah tepatnya kediaman Maya mereka tengah berbincang dan tengah berdebat karena sang ibu yang tidak suka dengan sikap anaknya.

"Nak bunda tidak suka dengan sikap kalian kepada ayah kalian biar bagaimanapun, sebenci apapun kalian padanya, dia tetap ayah kalian". Maya tengah menasehati anak-anaknya dengan lembut.

" Maaf bunda, bukan aku mau kurang ajar pada bunda, tapi aku tidak akan pernah mau mengenal lelaki yang tengah membuang anak dan istrinya demi untuk menyenangkan ibunya dengan menikahi wanita kaya agar bisa mendapatkan anak laki-laki ". Sonya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak menerima perkataan yang bunda.

" Tapi nak, apapun yang terjadi darahnya mengalir pada diri kalian bahkan wajah kalian bahkan lebih mirip dengan ayah kalian".

"Maaf bunda, aku setuju dengan Sonya, kami tidak akan bisa memaafkan lelaki yang mengusir anak dan istrinya ditengah malam gulita dan juga hujan dan petir ditambah lagi dengan kondisi anak yang baru berusia 1 bulan".

" Nak, jangan seperti ini, dia ayah kalian dan selama ini dia seperti itu karena desakan sang ibunya".

"Kalau begitu biarkan mereka bunda, jangan biarkan kami berurusan dengan mereka, apalagi jika lelakinya hanya bisa berlindung di ketiak ibunya". Sasya berkata dengan nada sarkas dan penuh amarah.

" Nak, jangan berbicara seperti itu". Tegur Maya

"Jangan pernah mengatakan jika lelaki biadab itu adalah ayah kami karena mereka memang melakukannya dengan sengaja tanpa perduli bagaimana sakitnya kami waktu itu".

"Nak". Ucap Maya dengan sendu.

" Maaf bunda, aku tak akan pernah bisa memaafkannya, begitu lihat wajahnya seakan kebencian mendalam yang tak terkira muncul saat kami menatapnya apalagi jika kami berinteraksi".

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

terus berusaha bunda jangan menyarah agar anak"mu tidak durhaka pada ayahnya

2025-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!