Tidak Mudah Memaafkan

Perasaan Benci yang dulu tertanam di hatinya sejak malam itu hingga kini tak pernah memudar, melihatnya bahagia ditengah penderitaan kami dahulu membuatku semakin membencinya. Lelaki yang harusnya menjadi cinta pertama seorang anak perempuan tapi menjadi luka utama bagi anak perempuannya.

"Sialan, mereka bisa hidup bahagia setelah membuat aku dan ibuku menderita". Umpatnya dengan kasar.

Sampai melupakan sang sopir yang menunggunya sejak tadi bahkan dia juga meninggalkan teman-teman nya saking kesalnya.

" Nona kenapa?? ". Tanya sang Sopir yang telah menemaninya sejak 5 tahun lalu itu.

" Tidak apa-apa pak, jalan saja, kita langsung pulang kerumah saja". Dengan nada lembut

Sangat berbeda dengan tadi dia berbicara bahkan dia mengumpat tidak jelas.

"Baik nona, jika bisa jangan mengumpat seperti itu nona, itu tidak baik". Tegur sang sopir dengan lembut.

Lelaki paru baya yang menjadi sopir pribadi keluarga Maya sejak 5 tahun lalu itu, sangat menyayangi anak-anak majikannya seperti cucunya sendiri karena dirinya dan sang istri tidak memiliki anak jadilah dia menganggap Maya dan juga anaknya adalah anak dan cucunya sendiri.

"Iya pak, maafin saya, saya hanya sedang marah dan kesal pada seseorang, jadi kelepasan". Ucapnya dengan sendu memandang pak Sopir dengan senyuman lembut.

" Iya nona, mari kita pulang". Ucapnya menjalankan mobil itu menuju rumah sang majikannya.

"Menurut bapak, apakah kita harus memaafkan seseorang jika dia telah menyakiti kita dan keluarga?? Tanya dengan sopan.

Keluarga Sonya sudah menganggap pak asep dan istrinya sebagai keluarga mereka karena keduanya tidak memiliki keluarga lain selain mereka berdua. Apalagi keduanya sangat baik kepada mereka dan menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri.

"Yang seperti apa dulu nona??, memaafkan orang tidak semudah yang dilihat apalagi jika itu membuat kita menderita dan terluka".

" Ya yang seperti maksud saya pak ".

" Jika itu saya saya tidak bisa memaafkannya, saya memang tidak akan membalas tapi jika harus berurusan dengan orang itu lagi lebih baik tidak usah. Ngapain, bikin hati tambah sakit saja!! ". Ucap Mang Asep kepada Sonya.

" Begitu yah pak??

"Kita tidak perlu membalasnya nona, karena seperti itu hanya menguras tenaga dan emosi saja tapi tidak menghasilkan apapun. Cukup dia tahu kita siapa dan anggap saja dia patung atau orang yang tak kasat mata. Pembalasan yang paling sakit itu bukan pembalasan fisik nona, tapi pembalasan diam seribu bahasa dan tidak menganggap keberadaan mereka".

Sonya merenungi apa yang dikatakan pak Asep kepadanya barusan. Orang itu tidak mengenalnya jadi hanya diam saja ketika dia membully dan tidak bereaksi apapun

"Terus bagaimana cara saya membalas kelakuan mereka pak kira-kira??

" Saat mereka sudah tahu siapa nona dan mereka bertanya kepada anda anggap saja mereka patung terutama saat keadaan ramai, aku yakin mereka akan malu sendiri tanpa nona sentuh mereka".

"Iya sih, bunda selalu bilang kita tidak perlu membalas perbuatan orang lain kepada kita, cukup tunjukkan kepada orang itu jika kita akan jauh lebih sukses dari yang mereka kira".

" Iya nona seperti itu, hanya kadang kita harus memiliki pertahanan diri sendiri untuk bisa melindungi diri kita karena tidak ada yang tahu orang seperti itu".

"Terima kasih pak Asep atas nasehatnya". Ucap Sonya dengan tulus.

" Sama-sama nona, jangan terlalu pendam masalah nona, kadang kita membutuhkan orang lain untuk berbagi cerita walau tak semua orang bisa kita percaya".

"Iya pak Asep terima kasih. Tolong tidak usah beritahukan hal tadi kepada bunda dan kedua kakakku, takutnya mereka khawatir".

" Maaf nona jika beliau bertanya akan saya jawab tapi jika beliau tidak menanyakannya saya akan diam saja".

"Baiklah pak, terima kasih yah".

Kini keduanya tengah melaju kerumah besar mereka hasil karya Sonya yang dituangkan menjadi rumah mereka itu.

Sonya mengamati sekelilingnya, dia masih bisa merasakan bagaimana perjuangan sang Bunda membesarkan dia dan saudaranya dengan sangat gigih dan tahan banting.

"Assalamualaikum". Sonya mengucapkan salam begitu dirinya masuk kedalam rumah.

" Waalaikum salam nak". Maya membalas salam sang anak kemudian memeluknya dengan sayang.

Inilah yang paling dia suka dari bundanya, kelembutan dan kebaikan yang tidak bisa dibandingkan apapun. Pelukan terhangat dirinya dan saudaranya ketika telah lelah beraktivitas menjadi obat mujarab untuk mereka mengembalikan tenaga mereka.

"Bagaimana jalan-jalan nya tadi bunda??, seru ga??, kok akunya ga diajak?? Tanya Sonya beruntun seperti kereta api.

" Kakak masuk kamar aja dulu, bersih-bersih setelah itu makan, nanti kakak kamu jelasin agar kamu lebih enakan". Ucap Maya tanpa menjawab pertanyaan sang anak.

"Memang ada apa bunda??, kelihatannya penting sekali?? Tanya Sonya dengan penasaran.

Maya tersenyum lembut kepada sang anak

" Turuti saja apa yang bunda katakan anak cantik, kita akan bicara nanti sama kakak-kakak kamu bersama setelah kamu bersih-bersih dan lebih segar agar tidak kusut seperti cucian nanti".

"Baiklah bunda, aku ke kamar dulu untuk bersih-bersih kemudian makan sesuai perkataan bunda, aku naik yah!! ". Sonya mencium pipi sang bunda kemudian berlalu menuju kamarnya di lantai atas.

" Aku hanya bisa berdoa, semoga anak-anak tidak semakin membenci ayahnya karena masa lalu karena biar bagaimanapun Rasya adalah ayahnya dan akan menjadi wali nikah mereka nantinya". Monolognya dalam hati memandang nanar kepergian sang anak ke kamarnya.

Sampai diatas rumah di lantai dua, Sonya berpapasan dengan sang kakak sulung tapi melihat wajah yang tidak bersahabat itu, dia jadi mengurungkan niatnya untuk bertanya. Mungkin ini yang menjadi penyebab bunda mengatakan untuk tidak bertanya macam-macam.

"Kamu baru pulang dek??". Ucap Sang kakak tertua ketika melihatnya.

" Iya kak, tadi singgah untuk mengerjakan tugas, aku sudah izin sama bunda tadi". Sonya memandang sendu sang kakak terlihat berantakan.

"Ya sudah, kamu bersih-bersih dek, kemudian makan karena nanti sore kita akan mengobrol bersama seperti biasanya". Sasya memandang sang adik dengan senyuman paksa.

Dia sangat tahu adiknya pasti curiga kepadanya tapi tak ingin bertanya banyak kepadanya karena adiknya itu memang mengetahui bagaimana keadaan yang bisa untuk bertanya.

"Yah sudah kak, aku masuk yah, nanti kita ngobrol nya". Sonya tersenyum lembut kemudian masuk ke kamarnya meninggalkan sang kakak yang masih termenung di pintu kamar nya.

"Seperti nya aku tahu apa yang menjadi penyebab mereka semua seperti itu, mereka pasti bertemu dengan lelaki sialan itu". Monolog Sonya dalam hati.

"Apakah adikku akan baik-baik saja ketika mengetahui jika kami bertemu dengan lelaki sialan itu dan mengganggu kami serta ingin mengetahui keadaan kami?? ". Monolognya memandang pintu kamar sang adik.

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

kita tunggu kebijaksanaan bunda maya

2025-03-03

0

Icha Arlita

Icha Arlita

cerita nya seru

2025-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!