Membalas Perlakuan Keluarga Suami

Rasya hanya bisa diam membisu menyaksikan bagaimana dinginnya anak-anaknya kepadanya. Pagi ini Rasya berencana mengantar mereka tapi hanya penolakan yang dia terima. Kini dia menyadari jika sikap acuhnya itu terasa sangat menyakitkan ketika dirinya sendiri tak dianggap.

"Izinkan Daddy yang mengantar kalian ke sekolah, mau yah??". Bujuknya lagi

" Bukankah daddy orang yang sibuk sampai tak punya waktu??, terus sekarang ngapain mau ngantar kami, nanti pekerjaan daddy semakin banyak jika telat. Tidak perlu mengantar kami, ada sopir kok, seperti biasa, ayo ade-ade!! ". Laura mengajak adik-adik nya berjalan melewati ayahnya begitu saja.

" Sayang, tunggu sebentar, daddy sedang tidak banyak pekerjaan jadi daddy yang akan antar kalian". Mohonnya dengan wajah melas.

"Tidak perlu, jangan mengingat kami hanya karena lagi luang, kami bukan boneka yang tidak punya perasaan ". Laura mengucapkannya dengan tajam dan dingin menembus sanubari Rasya.

Sakit sekali diabaikan dan ditolak seperti ini, bagaimana bisa dia melakukan hal ini kepada anaknya juga. Dan sekarang penyesalannya pun tak ada gunanya karena mereka bahkan tak mau berdekatan dengannya.

Laura beserta kedua adiknya berjalan dengan cepat memasuki mobil mereka untuk ke sekolah, pertengkaran orang tua mereka semalam disaksikan langsung ketiganya. Mereka sekarang tahu, jika mommy mereka juga korban dari keegoisan ayahnya tapi tetap salah karena mommy nya mengabaikan mereka yang tidak tahu apapun.

"Tolong ajari anakmu untuk menghormati aku karena aku ini ayah mereka ". Rasya sangat marah dan sakit hati atas apa yang dilakukan anak-anak nya.

" Mereka hanya melakukan hal yang biasa kamu lakukan pada mereka, tidak usah merasa orang yang paling tersakiti. Kau bahkan melakukannya bertahun-tahun kepada mereka". Jawabnya dengan acuh dan masa bodoh.

"Tapi aku ini bekerja untuk kalian, lalu dimana letak salahku, memang kewajiban seorang ayah dan suami itu yang paling penting adalah nafkah?? ". Geramnya karena istrinya seakan tak mengerti perkataannya.

" Ya itu benar, tapi kami ini manusia butuh kasih sayang dan perhatian. Kami bukan boneka yang hanya jadi pajangan setelah dibeli. Jika seperti itu yang kau anggap, tidak usah peduli jika mereka tak menganggap mu juga, toh mereka melakukan semua itu karena mu juga ". Marsya menatap sinis suami yang tidak pernah mau menyadari kesalahan dan egois ini.

" Jangan keterlaluan Marsya, aku adalah suamimu, jangan kurang ajar, pantas saja ibuku tidak menyukai kamu dan anakmu, kalian hanya para perempuan tidak berguna selain kau anak orang kaya". Hardiknya penuh emosi. Dadanya naik-turun saking emosinya.

" Plak". Wajah Rasya tertoleh ke samping karena kerasnya tamparan yang dia terima.

"Kalau begitu menikah saja dengan ibumu, sialan". Umpatnya dengan keras.

" Kenapa kau menikah??, jika selalu diatur oleh ibumu, menikah saja dengannya karena dia merasa manusia paling sempurna didunia ini, padahal dia juga seorang perempuan, kau pikir apa hebatnya laki-laki yang bahkan tak punya pendirian seperti mu??, laki-laki yang hanya berlindung pada ketiak orang tua ". Teriaknya dengan penuh kemarahan.

Dia tidak terima dirinya dan anaknya dihina seperti ini. Apalagi dengan ibu mertuanya yang kurang ajar itu.

" Dasar istri kurang ajar". Ucapnya mengangkat tangannya hendak memukul istrinya.

"Bugh... Aduh.. Rintihnya. begitu mendapat tendangan dari Marsya

" Itu sangat cocok untuk manusia seperti mu, aku akan kembali memimpin perusahaan dan memutuskan semua hubungan kerjasama, dan aku akan pastikan perceraian itu akan terlaksana". Marsya meninggalkan Rasya setelah berkata seperti itu.

Seperti nya suaminya ini harus diberi pelajaran karena selama ini berbuat seenaknya kepadanya dan juga anak-anak nya. Dia juga akan membuat perhitungan kepada sang mertua yang keterlaluan itu.

Benar saja, Marsya kembali ke kantor di perusahaan utama keluarga, karena ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan jadi dia hanya mengontrolnya dari jauh dan sekarang dia mengambil alih kembali.

"Putuskan semua hubungan kerjasama dengan perusahaan Erlangga sekarang juga". Ucapnya pada sekretaris nya saat dia tiba di perusahaan

" Ibu yakin??, bukankah itu perusahaan suami anda??". Sekretaris kebingungan karena bosnya ini datang membuat kejutan besar.

"Putuskan sekarang juga dan pastikan tarik semua investasi perusahaan, dan beritahukan pada investor lain untuk menarik sahamnya juga disana". Ucapnya dengan yakin menatap tajam sang sekretaris yang kebingungan.

" Baik bu, akan segera saya laksanakan!! ". Sang sekretaris undur diri dan melaksanakan apa yang diinginkannya.

" Bawah anak-anak kekantorku karena kami akan pindah kerumah ayahku". Ucapnya kepada sopir yang mengantar ketiga anaknya sekolah.

" Baik nyonya".

"Beritahukan bibi Arsi untuk membereskan semua barang-barang anak-anak sekarang juga dan bawah kerumah ayahku dan aku akan meminta pembantu rumah mengurus pakaian mereka.

" Baiklah nyonya saya akan menelpon Mba Arsi lalu mengambil barang-barang anak-anak nyonya!! ".

" Terima kasih pak Aden". Ucap Marsya menutup telponnya kemudian terdiam menatap langit-langit kantor itu menerawang bagaimana kisah rumah tangga yang tidak pernah bahagia itu.

"Aku akan membahagiakan anakku dan aku pastikan itu, akan ku tunjukkan bahwa kami tak butuh lelaki egois dan juga keluarga kurang ajar seperti mereka".

" Blokir kartu kredit ibu mertuaku dan juga kakak iparku sekarang, pastikan mereka semua tidak bisa menggunakan ATM dariku!! ". Ucapnya menelpon Manager keuangan perusahaan nya.

Dia harus memberi pelajaran kepada mertua sialan yang tidak tahu bersyukur dan tidak tahu terima kasih itu.

" Kalian semua akan membayar mahal apa yang kalian lakukan padaku dan juga anak-anak ku!! ". Ucapnya dengan tajam.

Di Mall tempat ibunda Rasya berbelanja terjadi perdebatan karena ibunda Rasya tidak terima karena dikatakan perempuan sok kaya padahal tak punya uang.

" Apa maksudmu hah??, ATM itu tidak mungkin tidak bisa digunakan!! ". Ucapnya dengan sombong kepada karyawan Yang bekerja.

" Tapi bu, ini memang tidak bisa digunakan, apa ibu punya kartu lain lagi??, Karyawan ini sudah jengkel setengah mati, karena ibu-ibu dihadapan nya itu sangat sombong tapi tak punya uang.

"Ini". Ibunda Rasya itu terpaksa menggunakan ATM pribadinya untuk membayar belanjaannya karena malu dilihat orang.

Karyawan itu segera memproses pembayaran itu dan bernafas lega karena bisa terhindar dari ibu-ibu gila dihadapannya.

" Sialan Marsya, apa dia memblokir kartuku sehingga tidak bisa digunakan??, aku akan membuat perhitungan dengannya". Geramnya, dia tidak terima dipermalukan seperti ini.

Tut.. Tut.. Hallo

"Kamu memblokir kartu ibu?? Tanyanya tanpa basa-basi

" Tentu saja, bukankah aku ini menantu tidak tahu diri dan tidak berguna, lalu kenapa ibu memakai pemberianku?? ". Ucap Marsya dengan santai.

" Apa maksudmu berkata seperti itu pada ibu??, ibu ini adalah mertuamu ". Berang ibunda Rasya itu.

" Tidak usah merasa tersakiti deh bu, ibu kira aku tidak tahu jika ibu selalu mengatakan hal jelek kepada anak ibu itu tentangku dan anak-anak, ibu tidak malu menikmati fasilitas ku, tapi tidak menyukai orangnya ". Ucap Marsya menutup telpon sepihak

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

ayo marsya kita awali misi balas dendam kita

2025-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!