Kemarahan Rasya dan Marsya

Bu Rana sangat geram kepada menantunya yang mulai selalu membantah nya padahal dulu dia begitu menurut kepadanya.

"Ibu tidak mau tahu kau harus mengembalikan Kartu kredit itu seperti biasanya, kalau tidak ibu akan menyuruh Rasya menceraikan perempuan yang hanya bisa memberikan anak perempuan tidak berguna". Sungutnya dengan kesal.

Marsya menatap mertuanya itu dengan tajam. Dia tidak terima jika anaknya di hina tidak berguna.

"Silahkan saja lakukan itu jika ibu mampu, jangan lupa bu, aku bahkan bisa melakukan sesuatu pada perusahaan kalian jika kalian terus menghina anak-anak ku". Teriaknya dengan sangat keras

Bu Rana dan Rania tersentak kaget mendengar teriakan Marsya yang menggelegar didalam ruangan ini. Jangan lupa tatapan tajam mematikan itu membuat mereka seketika ketakutan.

"Jangan seperti itu Marsya kamu itu istri Rasya, sudah sewajarnya memberikan yang terbaik untuk keluarga suamimu karena kamu tidak memiliki keluarga". Ucap Bu Rana melembutkan suaranya

Dia takut jika Marsya melakukan sesuatu pada perusahaannya karena biar bagaimanapun perusahaan Marsya lebih besar dan lebih berkuasa dari mereka.

Marsya menatap sinis mertuanya yang tengah bersandiwara dihadapannya ini. Dia bahkan berani menghina anak-anak nya tadi.

"Saya sudah melakukannya sejak 10 tahun terkahir dan apa balasan yang kalian berikan kepadaku?? Tanya dengan sinis dan tajam.

" Kalian hanya menghina anak-anak ku dan menghina ku karena melahirkan anak perempuan. Bahkan perempuan bisa lebih hebat dalam menjadi penerus. Saya buktinya menjadi penerus perusahaan ayahku dengan sangat baik jadi jangan pernah menghina mereka karena mereka akan menjadi penerus keluargaku walau mereka perempuan. Lebih baik kalian semua pergi dari sini, aku banyak pekerjaan!! ". Usirnya dengan kasar.

" Jangan keterlaluan kamu Marsya, ibu ini mertuamu pengganti orangtuamu". Sungut Rania, dia tidak terima ibunya diperlakukan seperti itu.

"Lebih baik kak Rania diam atau pergi saja bekerja, jangan jadi benalu yang kerjanya meminta uang dan menghambur-hamburkannya. Cari uang dan bekerja itu capek jadi jangan seenaknya. Ijazah kok hanya disimpan bikin rugi saja". Sungut Marsya dengan sangat kesal.

Dia heran kepada kakak dari suaminya itu, lulusan S2 tapi tak mau bekerja, hanya foya-foya tidak jelas.

"Kurang ajar sekali ucapanmu itu Marsya, padahal aku ini kakak iparmu". teriaknya dengan geram.

"Kakak memang kakak iparku tapi tindakan kakak tidak mencerminkan seorang kakak, melainkan manusia parasit yang tahunya bergantung kepada orang lain agar hidup enak , tidak hanya kakak tapi suami kaka juga sama ".

PLAK

Wajah Marsya langsung beralih menyamping karena tamparan keras dari Rania yang tidak terima dengan perkataan adik iparnya yang sangat menghinanya itu.

"Keluarlah dari ruanganku sekarang juga sebelum kupanggilkan kalian polisi karena berani menamparku dasar manusia Benalu tidak tahu diri". Teriak Marsya dengan penuh emosi.

Dia mendorong keluar dengan kasar Ipar dan mertuanya sehingga mereke terjerembab dilantai pintu ruangannya.

Semua orang yang sedang berlalu lalang melihat mereka dengan kening mengkerut. apa gerangan memuat pimpinan mereka itu mendorong kasar mertua dan iparnya sampai jatuh seperti itu.

"Kalian semua yang berada disini dengarkan baik-baik. jangan biarkan dua manusia sialan ini masuk kedalam ruangan saya. jika terjadi lagi aku akan memecat kalian semua terutama Security". Teriaknya penuh dengan emosi.

Nafasnya naik turun karena emosi yang dia rasakan, sungguh dua manusia dihadapannya ini membuat emosinya tidak terkontrol.

"Kamu akan menyesal karena melakukan hal ini pada kami Marsya, kami tidak akan tinggal diam".

"LIhat saja, akan kubuat perusahaan kalian dalam masalah kalau kalian menggangguku terus-terusan. kalau mau uang yah kerja jangan jadi benalu". teriaknya lagi mendorong keduanya sehingga para security datang membawa paksa mereka.

"Dasar menantu sialan, dasar tidak berguna". teriak ipar dan juga mertuanya mempermalukan dirinya sendiri dihadapan khalayak.

Dengan penuh emosi, dia menelpon sang suami untuk mengingatkannya.

'tut..tut.. hallo sayang..

"Aku peringatkan padamu Rasya, pastikan ibu dan kakakmu berhenti menggangguku jika keluargamu ingin selamat". Ucapnya dengan penuh emosi.

"Kenapa sayang?, kok kamu mengamuk seperti itu padaku?? Tanyanya tidak mengerti, tapi perasaanya mulai tidak enak.

"Ibumu dan kakakmu itu datang kesini membuat keributan, dan membuatku malu, apa keluarga kalian tidak punya uang ??, sampai mereka datang kesini membuat keributan karena aku memutuskan kartu kredit mereka. apakah keluargamu jatuh miskin??". Sungutnya dengan penuh emosi.

"Kamu tenang dulu sayang, jangan marah yah, aku akan bicara dan menegur mereka, aku pastikan mereka tidak akan mengganggumu". Ucap Rasya berusaha menenangkan istrinya yang tengah dilanda emosi

"Aku tidak butuh ucapan Rasya tapi bukti, jika kau tak bisa mengatur keluargamu, jangan salakan aku jika aku melakukan sesuatu pada mereka yang tak akan pernah kamu duga. Aku sudah sangat bersabar 10 tahun ini. dan kali ini aku akan membuat mereka membayar mahal semua Ini". Teriaknya dengan menutup telponnya sepihak.

"Marsya, sya?? Rasya melihat telponnya ternyata dimatikan sepihak oleh istrinya.

Rasya mengacak rambutnya kasar, dia sudah banyak masalah sekarang keluarganya menambah banyak masalah, padahal dia dan istrinya baru berbaikan.

Rasya langsung bergegas kerumah keluarganya setelah menyelesaikan meeting penting perusahaan, dia sangat geram kepada kakak dan ibunya itu. mereka tak henti mencari gara-gara dengan keluarga kecilnya.

"Ibu, kak Rania", teriaknya begitu masuk kedalam rumahnya.

"kok kamu kesini Rasya". ucap Rania dengan gugup.

Rasya langsung meninju meja kaca yang ada dihadapan ibu dan kakaknya serta keluarga besarnya itu.

"Apa yang kalian lakukan pada istriku??". teriaknya kembali memukul meja kaca dihadapannya sampai hancur.

mereka semua yang ada disana terkejut dengan tindakan rasya lakukan. mereka semua ketakutan melihatnya.

"Aku tanya kalian berdua, apa yang kalian lakukan pada istriku sampai dia mengusik perusahaan". tekannya.

Wajah Rasya penuh emosi, dia sangat marah dengan kelakuan ibu dan kakanya itu. mereka semua menelan susah payah ludah mereka. mereka kini ketakutan terutama Rania dan ibu Rana

"kami tidak melakukan apapun pada istrimu nak". ucap Ibu Rana dengan gugup.

"Jangan membohongiku, karena Marsya tidak akan mengusik perusahaan jika dia tidak ada yang terjadi". Teriaknya seperti orang kesetanan.

Mereka tidak tahu jika Marsya benar-benar melakukan ancamannya kepada mereka tadi.

"Ini adalah peringatan terakhir, jika kalian berani mengusik dan menghina istriku lagi maka aku akan hanya memberikan kalian deviden perusahaan berdasarkan saham yang kalian miliki tanpa membantu keuangan kalian lagi setiap bulannya. Jangan memancing kemarahanku jika kalian tidak mau melihatku jadi monster". Ucap Rasya meninggalkan keluarganya yang mematung mendengar penuturannya.

"Apalagi sih yang kalian lakukan sampai membuat Marsya mengamuk seperti itu?? Tanya Adik lelaki Rasya bernama Radit dengan pelan

"Kami hanya berbicara dengan Marsya untuk mengembalikan kartu kredit kita yang jumlah besar darinya".

"Astaga kalau mau uang, harusnya kalian bekerja jangan mengandalkan orang untuk mendapatkan uang". Ucap Radit lagi menggelengkan kepalanya

Terpopuler

Comments

Chauli Maulidiah

Chauli Maulidiah

Thor, dl itu ipar yg mana yg suka sama Maya. dibab awal diceritain klo kedua iparnya tdk rela kehilangan Maya. lha skrg koq benci sama Maya. trs kyk nya di part awal itu rasya anak sulung dek. koq ini punya kaka? apa aku yg slh baca ya..

2025-01-26

2

Ummu Umar

Ummu Umar

6 , 3 dari ibu kandung sendiri dan 3 sebelumnya tapi yang 2 adik rasya yang perempuan, sudah tak ingin berurusan dengan kelaurga Erlangga. ada dibab Rasya putra Erlangga

2025-01-30

1

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

betul kata si radit jangan mau enaknya saja tak ber susah payah

2025-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!