Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara

Mulutnya terbuka lebar ketika mendengar apa yang diucapkan oleh menantunya itu. Bagaimana bisa dia mengetahui apa yang dia lakukan selama ini.

"Sialan anak itu, aku akan buat dia menyesal mengatai aku seperti itu!! ". Umpatnya dengan jengkel.

Dia tidak terima diperlakukan dan dikatai oleh menantunya, menurutnya memang menantunya tidak berguna selain uang dan fasilitas yang diberi. Melahirkan anak laki-laki saja tidak bisa.

" Dasar orangtua serakah dan tidak tahu malu!! ". Marsya benar-benar geram atas tindakan ibu mertuanya yang selama ini hanya memanfaatkannya begitu juga dengan keluarga suaminya yang lain.

Sedangkan di sudut Rumah mewah terjadi percakapan serius antara ibu dan anak yang tengah menikmati waktu sore dengan penuh kehangatan.

"Bagaimana usaha bunda, apakah berjalan semestinya?? Rara dan Sasya memandang bundanya dengan serius.

" Tentu sayangku, kok tumben kalian menanyakan usaha yang kita tekuni?? Tanya Sang bunda penasaran.

"Kami mengkhawatirkan sesuatu bunda!! ". Sasya menatapnya lebih serius dari sebelumnya bahkan dirinya langsung berpindah duduk disebelah bundanya itu.

mereka mendengar berita itu dari sang adik karena saat mereka menelpon adiknya menceritakan masalah yang tengah dihadapi sang bunda di sini, sedangkan mereka berdua sedang berada jauh tak bisa membantu sang bunda.

"Terima kasih sayang-sayangnya bunda sudah mengkhawatirkannya, tapi bunda bisa mengatasinya dengan baik jadi tak perlu khawatir yah!! ". Maya tersenyum menenangkan dan mengelus kepala sang anak bungsu dengan sayang.

" Kami tidak ingin bunda kenapa-napa ". Kini Rara yang memandang intens sang bunda.

" Tidak apa sayangku, bunda sudah mengatasi permasalahannya, bunda sudah mendapatkan orang yang menyabotasenya dan dia sudah diproses secara hukum jadi tenang yah". Ucapnya lagi dengan senyuman manis.

"Siapa yang tengah mencari gara-gara dengan usaha kita bunda?? Sasya memandang bundanya menuntut penjelasan

Maya menghela nafas berat, seperti nya anak-anak nya memang harus dia beritahu karena mereka akan menanyakan terus menerus jika tidak diberitahu.

"Saingan bisnis kita nak, mungkin kakak Sasya masih ingat dengan tante Rania?? Maya memandang sendu sang anak, dia tahu jika dengan mengungkapkan hal ini akan membuka lama mereka.

"Tante Rania??". tanyanya dengan tergagap.

Bayangan pilu masa lalu mereka kini menari di pelupuk matanya karena dia masih mengingat betul bagaimana perlakuan keluarga sang ayah, terutama orang yang dia sebut tante dan nenek itu. Orang yang bertanggung jawab atas terusir nya mereka dari rumah mereka.

"nak?? Maya menatap khawatir sang anak karena melihat dengan jelas keadaan sang anak yang tengah menahan amarahnya.

"Apa yang dilakukan manusia ular itu??". Desisnya dengan gigi bergemelutuk menahan amarah, tangannya mengepal karena sangat emosi.

Rara yang tidak tahu siapa yang dimaksud bundanya itu dan melihat reaksi sang kakak yang tak biasa itu, menimbulkan tanda tanya besar dibenaknya, siapa gerangan orang itu??

Maya memandang sendu sang anak sambil menarik nafasnya yang tiba-tiba terasa sesak.

"Dia berusaha mencurangi dan membuat nama restoran kita tercoreng dengan membayar orang untuk membuat nama kita jelek nak, karena dia merasa kita saingannya yang sangat berat".

"Dia menyuruh orang datang ke restoran dan menyamar jadi pelanggan dan memasukkan makanan yang tidak baik dalam makanannya kemudian membuat keributan dengan marah-marah seolah-olah restoran tidak higenis, tapi dia yang tidak tahu jika direstoran dipenuhi dengan CCTV dan parahnya lagi dia bekerjasama dengan salah satu karyawan kita". Maya memandang anaknya itu

"Dasar sialan". emosi Sasya memuncak mendengar penjelasan sang bunda.

"Itu tindakan sangat keterlaluan bunda, apa sudah ditangani??, aku akan meminta bantuan teman-teman pengacara untuk membantu kita!!". kini Rara yang mengepalkan tangannya penuh emosi.

Maya tersenyum haru atas kepedulian anak-anaknya itu. Dia sungguh beruntung memiliki mereka dalam hidup ini ditengah kehidupan sebelumnya yang tidak pernah adil mereka dapatkan.

'kalian tak perlu khawatir nak, bunda sudah membereskannya kok. Mereka sudah ditahan tapi orang yang dibalik itu semua mudah lolos karena mereka adalah keluarga yang berpengaruh dalam negeri ini". Ucapnya dengan sendu

"Jika aku menjadi hakim itu akan ku pastikan mereka akan dihukum berat tanpa peduli siapapun". Rara geram dengan hukum di negara ini yang sangat mementingkan kalangan berduit dibandingkan dedikasi jabatan mereka.

'Tidak apa nak, yang penting nama restoran dan usaha kita yang lain sudah bersih dan kembali baik, itu sudah cukup, jika nanti ada lagi perbuatan mereka, bunda akan pastikan mereka tak akan lolos sekalipun itu harus berhadapan dengan keluarga Erlangga sekalipun". Maya memandang anaknya itu.

kedua anak itu mengerjapkan matanya memandang sang bunda karena mereka bisa melihat kemarahan tertahan yang akan segera meletus nantinya.

"Apakah Mereka adalah keluarga kalian yang dulu mengusir dan memperlakukan kalian dengan tidak baik??

Rara memang mengetahui kisah kehidupan sang bunda beserta ketiga saudaranya itu maka dari itu dia bertanya karena setahu dirinya keluarga Erlangga itu adalah keluarga ayah dari ketiga saudaranya.

'Ya seperti dugaanmu, mereka lah keluarga biadab itu". desis Sasya dengan emosi.

Maya menatap sendu sang anak yang sangat emosi itu, dia sangat tahu betapa bencinya sang anak kepada mereka.

"Apa mereka tahu jika restoran dan usaha itu milik bunda??

Maya menggeleng menjawab pertanyaan sang anak karena memang selama ini dia hanya menunjuk orang kepercayaan mengatasi semua hal yang tampil di hadapan publik.

"Tidak nak, manager restoran lah yang menanganinya, bunda hanya menyelesaikannya dibalik layar saja".

Keduanya bernafas lega karena mereka tidak mau jika sang bunda berurusan lagi dengan keluarga Erlangga setelah semua yang terjadi.

"Tapi jika masalah itu terjadi lagi, bunda akan maju untuk melawan mereka untuk pertama kalinya agar sikap mereka yang keterlaluan itu bisa kita atasi".

Kedua adik kakak itu saling memandang seolah memberi sinyal satu sama lain.

"Tunggulah sampai kami selesai kuliah bunda, lalu kita akan melawan mereka bersama bunda, akan kupastikan mereka membayar mahal apa yang mereka lakukan pada kita".

Maya tersenyum kemudian mengangguk setuju dengan sang anak, Rara seorang calon hakim dan sekaligus pengacara sedangkan Sasya seorang calon dokter spesialis dan seorang programer IT dengan program beasiswa full dengan diusia 17 tahun ini mereka sudah masuk semester akhir dan menunggu wisuda. dan keduanya kembali mendapatkan beasiswa mengambil spesialis pada jurusan yang mereka ambil sedangkan dirinya juga sudah kuliah ekonomi dan sudah S2.

10 tahun mereka berjuang untuk memperbaiki kehidupan mereka yang tadinya hanya berjualan biasa akhirnya bisa memiliki banyak restoran, peternakan ayam, sapi dan juga usaha makan beku dengan berbagai jenis.

Ditambah kini dia tengah membangun rumah sakit untuk sang anak sedangkan untuk Rara dia sudah membangun sebuah gedung kantor Firma hanya menunggu mereka lulus dan mengelolah usaha Rumah sakit dan kantor Firma seperti keinginan sang anak.

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

akhirnya kalian anak" bunda maya bisa membanggakan sang bunfa

2025-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!