Ipar dan mertua Jahat

Rasya beserta keluarga makan dengan lahap karena kebersamaan mereka ini. Ini pertama kalinya dirinya melihat kebahagiaan sang anak karena selama ini dirinya sibuk tanpa memperhatikan mereka tidak jauh berbeda dengan sang istri rasakan.

"Makan yang banyak nak supaya kalian semua cepat besar". Rasya mengelus kepala anaknya bergantian dengan sayang.

" Benar kata daddy kalian, makan yang banyak agar kalian sehat dan cepat besar". Marsya tersenyum lembut kepada ketiganya

Marsya memandang sang suami, apakah memang Rasya sudah menyesali semuanya dan ingin memperbaiki pernikahan mereka. Bahkan pembahasan pembatalan kerjasama yang dia lakukan tidak pernah Rasya bahas padanya.

Dia ingin menanyakannya tapi takut mengganggu momen mereka bersama sang anak. Itulah sebabnya dia sejak tadi hanya diam saja ketika mereka makan, hanya sibuk memandang anak-anak nya yang tampak sangat bahagia. hatinya ter sentil karena dia jarang ada untuk anaknya.

"Mommy besok weekend, ayo kita pergi jalan-jalan di wahana bermain??". Ajak si bungsu dengan penuh harap.

Dia ingin merasakan bagaimana rasanya jalan-jalan bersama kedua orangtuanya dihari liburnya karena ayah dan ibunya selalu sibuk, tak ada waktu untuk mereka.

" Boleh sayang, mommy akan temani kalian, tapi coba tanya daddy kalian, apakah dia bisa menemani kita??

Dia sengaja melakukannya untuk menguji bagaimana dan sampai dimana perubahan Rasya itu.

"Boleh sayang, kita kemana saja sesuai keinginan kalian besok, kalau perlu nanti liburan sekolah, kita jalan-jalan pergi lihat salju atau Disneyland jika kalian mau??

" Kami mau daddy ". Seru mereka bertiga dengan kompak.

Marsya tersenyum senang, mungkin dia akan memberikan kesempatan untuk memperbaiki kehidupan dan rumah tangga mereka kedepannya tidak hanya untuk mereka saja tapi juga untuk anak-anak mereka.

" Ya sudah kita selesai makan, gimana kalau kita pulang karena daddy akan meeting pulangnya nanti daddy bawain kalian oleh-oleh, bagaimana??

"Mau daddy, aku mau boneka besar!! ". Ucap si bungsu dengan semangat

" Aku mau mainan dokter-dokter ". Boleh ya daddy??

" Aku mau makan martabak aja, kayaknya enak". Si Sulung membayangkan makanan padahal dia baru saja selesai makan.

Rasya tersenyum kecil, ini pertama kalinya anak-anak nya meminta banyak hal kepadanya, tapi sebelumnya mereka hanya meminta uang untuk jajan saja dan itu langsung ditransfer ke rekening oleh sang ibu.

"Boleh sayang, daddy beliin kalian jika daddy habis meeting yah, oh iya kamu mau dibeliin apa sayang?? Ucapnya pada sang istri.

Marsya tersentak kaget mendengar suaminya memanggilnya dengan sebutan sayang, ini pertama kalinya selama mereka menikah suaminya itu memanggilnya dengan sebutan sayang.

"Aku Martabak aja samain kakak saja agar bisa cepat pulangnya". Ucap nya dengan malu-malu.

Kini perasaaan yang mulai hampa dan terkikis itu mulai bermekaran kembali. Semoga ini menjadi moment yang sempurna nantinya sampai lama.

" Baiklah, daddy usahakan pulang cepat, dan bawain pesanan kalian". Ucap Rasya mengelus kepala sang istri.

Mendapatkan penolakan dan tamparan serta makian dari sang anaknya terdahulu membuatnya sadar, jika apa yang dia lakukan selama ini adalah kesalahan. Dia tidak ingin dibenci kembali anak-anaknya yang lain serta istrinya, cukup mereka saja yang membencinya.

Dia berjanji dalam hatinya dan bertekad untuk memperbaiki hubungan dirinya dengan sang istri dan juga anaknya.

"Nah mommy turun duluan barulah daddy antar kalian pulang kemudian ke kantor lagi". Ucapnya saat mereka sampai di parkiran kantor sang istri.

"Kalian hati-hati yah, jangan nakal dirumah tunggu mommy dirumah, lalu kita main dan makan bersama oke?? ". Ucapnya kepada ketiga anaknya.

"Siap mommy kami tidak akan nakal sesuai perkataan mommy".

" Bagus anak pintar, jangan lupa mandi yah". Ucapnya mengelus kepala sang anak bergantian dan mencium keningnya.

Dia menyodorkan tangannya untuk menyalimi Rasya, kebiasaannya selama 8 tahun terakhir tak pernah dia lakukan lagi.

" Hati-hati dijalan mas, jangan ngebut!! ". Ucapnya mencium tangan sang suami kemudian menutup pintu mobil dan melambaikan tangannya kepada mereka.

"Semoga ini untuk jangka yang lama ya Tuhan, aku mulai menikmati dan bahagia dengan semua ini". Monolognya dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya.

" Adududu yang habis romantisan sama ayang, merah itu muka". Goda si Anak sulung menaikturunkan alisnya.

"" Iya ini, daddy sama mommy mah tidak tahu tempat, dihadapan kita pula ". Ucapnya dengan cemberut.

" Kalian bisa saja sayang, tapi kalian senang kan melihat kedua orangtua kalian akur??

"Iya daddy, jangan bertengkar lagi sama mommy yah, kami takut kehilangan kalian berdua". Ucap Si sulung sendu.

Anak ini selalu menyaksikan kedua orangtuanya bertengkar, itulah sebabnya dia tidak mau berdekatan dengan mereka.

" Maafin daddy yah nak, daddy akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak bertengkar seperti dulu". Ucap Rasya dengan sendu.

Dia tidak menyangka pertengkarannya dengan sang istri menjadi momok menakutkan kepada sang anak

Mereka pun akhirnya sampai dirumah mereka. Setelah mengantar sang anak dia pun kembali ke kantor untuk meeting dengan para investor yang akan menggantikan kerjasama dirinya dengan perusahaan sang istri.

Setelah meeting dia bergegas pulang kerumah, sebelumnya dia sudah menyuruh asisten pribadinya untuk membeli pesanan anak dan juga istrinya. Jadilah dia bisa langsung pulang tanpa menunggu lama.

Rasya dengan riang masuk kedalam rumah, tapi saat dia mendekati ruang keluarga terdengar pertengkaran entah siapa itu. Tapi dari suaranya dia sangat mengenal nya.

"Apa yang kalian lakukan??". Teriaknya melihat sang anak didorong oleh kakaknya entah karena apa.

" Rasya". Gugup Rania melihat adiknya ada di hadapan mereka dengan muka yang sangat merah.

"Apa yang kalian lakukan pada anakku??". Ucapannya penuh dengan amarah dan emosi tertahan.

Dia sudah berjanji pada anaknya untuk tidak memperlihatkan sisi amarahnya kepada mereka. Dan inilah dia berusaha menekan amarahnya.

Dia menyimpan pesanan sang anak di sofa kemudian menghampiri mereka

" Anak dan istrimu ini kurang ajar pada ibu, jadi aku mendorongnya untuk memberinya pelajaran".

"Dia anakku, semarah apapun aku padanya, aku tidak pernah mendorongnya lalu kau siapa?? ". Marsya maju kedepan untuk berhadapan dengan sang kakak Ipar.

Dia tidak terima melihat anaknya didorong karena membela dan melindunginya.

" Marsya cukup, coba lihat anak-anak ada yang terluka atau tidak, biar aku mengurus mereka!! ". Ucapnya kepada sang istri dengan muka ingin mendapatkan pengertian.

Marsya tidak menjawab tapi membawa anaknya masuk kedalam untuk diobati.

" Hay mau kemana kau, saya belum selesai bicara". Teriak ibu Rana dengan murka.

"Jangan meneriaki istriku seperti itu bu". Ucapnya dengan penuh penekanan.

Sejak tadi emosinya sudah hampir meledak karena perbuatan kakak dan ibunya itu.

" Dia sudah kurang ajar pada ibu dan kakakmu, wajar jika ibu sangat marah padanya ". Murka sang ibu kepada anak lelakinya ini.

Dulu anaknya ini selalu bisa dia setir dan kendalikan tapi akhir-akhir ini dia sangat susah untuk membela dan menuruti keinginannya.

" Memang apa yang dilakukan istriku sampai ibu seperti ini??

Terpopuler

Comments

Siti Mutrikah

Siti Mutrikah

tegaslah rasya pada kakak dan ibumu katena seringnya mereka ikut campur urusan rumah tanggamu

2025-03-03

0

lihat semua
Episodes
1 Ter Usir Dari Rumah
2 Adopsi
3 Kehidupan Baru
4 Jangan Mengaturku
5 Keluarga Yang Tersakiti
6 Keluarga Yang Tersakiti 2
7 Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8 Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9 Mertua Egois
10 Amarah Rasya
11 Tidak Mudah Memaafkan
12 Ipar dan mertua Jahat
13 Kesadaran Rasya 1
14 Kesadaran Rasya 2
15 Kebencian Anak Terbuang
16 Anak Perempuan Juga Bisa
17 Kemarahan Rasya dan Marsya
18 Amarah Rasya
19 Kemarahan anak terbuang 1
20 Kemarahan anak terbuang 2
21 Semua untuk Salwa
22 Pertengkaran keluarga
23 Kebingungan Keluarga Rasya
24 Rasya dan Salwa Sadar
25 Rencana Rania dan Ibunya
26 Berpura-pura baik
27 Nasib Keluarga Erlangga
28 Rasya Putra Erlangga
29 Pertemuan Maya dan Mahesa
30 Perbincangan saudara
31 Kembali Keluar Negeri
32 Setelah 3 Tahun Berlalu
33 Mengambil Ibu
34 Si Usil Hendra
35 Keadaan Rasya
36 Bertemu Salwa
37 Ibu Rena meninggal
38 Berkunjung kampung halaman Ibu
39 Pengangkatan Keempat anak Maya
40 Rara Jatuh cinta
41 Teman Lama Sasya
42 Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43 Cinta Pertama Sasya
44 Amarah Orangtua Hana
45 Bertemu kembali
46 Kami Tidak Butuh
47 Perjodohan Rara dan Reza
48 Luka Sasya
49 Memaafkan
50 Kaku dalam Interaksi
51 Pertengkaran Saudara
52 Keributan Dirumah sakit
53 Konflik Keluarga
54 Beratnya Jadi Ibu
55 Cara Menyelesaikan Masalah
56 Mencari jalan Keluar 1
57 Bertemu Ayah Rossa
58 Mencari Jalan Keluar 2
59 Perceraian Orang Tua Rossa
60 Roland menyerang Keluarga Maya
61 Perpisahan Sonya dan Rossa
62 Pembalasan Maya
63 Tuan Roland mati Kutu
64 Pembalasan Maya 2
65 Terancam Bangkrut
66 Penculikan Salwa
67 Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68 Kematian Rossa
69 Luka Terdalam Sonya
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Ter Usir Dari Rumah
2
Adopsi
3
Kehidupan Baru
4
Jangan Mengaturku
5
Keluarga Yang Tersakiti
6
Keluarga Yang Tersakiti 2
7
Membalas Perlakuan Keluarga Suami
8
Rancangan Masa Depan Sasya dan Rara
9
Mertua Egois
10
Amarah Rasya
11
Tidak Mudah Memaafkan
12
Ipar dan mertua Jahat
13
Kesadaran Rasya 1
14
Kesadaran Rasya 2
15
Kebencian Anak Terbuang
16
Anak Perempuan Juga Bisa
17
Kemarahan Rasya dan Marsya
18
Amarah Rasya
19
Kemarahan anak terbuang 1
20
Kemarahan anak terbuang 2
21
Semua untuk Salwa
22
Pertengkaran keluarga
23
Kebingungan Keluarga Rasya
24
Rasya dan Salwa Sadar
25
Rencana Rania dan Ibunya
26
Berpura-pura baik
27
Nasib Keluarga Erlangga
28
Rasya Putra Erlangga
29
Pertemuan Maya dan Mahesa
30
Perbincangan saudara
31
Kembali Keluar Negeri
32
Setelah 3 Tahun Berlalu
33
Mengambil Ibu
34
Si Usil Hendra
35
Keadaan Rasya
36
Bertemu Salwa
37
Ibu Rena meninggal
38
Berkunjung kampung halaman Ibu
39
Pengangkatan Keempat anak Maya
40
Rara Jatuh cinta
41
Teman Lama Sasya
42
Hana Kembali Kerumah Orangtuanya
43
Cinta Pertama Sasya
44
Amarah Orangtua Hana
45
Bertemu kembali
46
Kami Tidak Butuh
47
Perjodohan Rara dan Reza
48
Luka Sasya
49
Memaafkan
50
Kaku dalam Interaksi
51
Pertengkaran Saudara
52
Keributan Dirumah sakit
53
Konflik Keluarga
54
Beratnya Jadi Ibu
55
Cara Menyelesaikan Masalah
56
Mencari jalan Keluar 1
57
Bertemu Ayah Rossa
58
Mencari Jalan Keluar 2
59
Perceraian Orang Tua Rossa
60
Roland menyerang Keluarga Maya
61
Perpisahan Sonya dan Rossa
62
Pembalasan Maya
63
Tuan Roland mati Kutu
64
Pembalasan Maya 2
65
Terancam Bangkrut
66
Penculikan Salwa
67
Terungkapnya Misteri kematian Adik Roland
68
Kematian Rossa
69
Luka Terdalam Sonya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!