Langit yang Retak
Aeliana datang ke sini untuk mendengar penjelasan Lista dan dia sudah mencapai tujuan utamanya di sini. Jadi sudah saatnya dia kembali. Meskipun begitu, ia masih belum tahu bagaimana ia akan menghadapi Kael.
Jika Aeliana bisa bersikap egois, ia akan tinggal di sini lebih lama lagi. Melarikan diri dari suaminya. Tapi ia merasa bersalah pada kedua anaknya. Saat kedua anaknya mengatakan bahwa mereka merindukannya, ia merasa bersalah. Dan malam ini, Aeliana memutuskan untuk kembali ke rumah. Ia tidak bisa lari dari suaminya. Entah itu akan berujung baik atau buruk, itu adalah sesuatu yang harus ia hadapi.
Udara dingin malam menghembus lembut melalui celah jendela, seolah mencoba menenangkan pikirannya yang masih kacau.
Sepanjang perjalanan, pikiran Aeliana dipenuhi oleh berbagai kenangan. Ia mengingat saat pertama kali bertemu Kael. Pria dingin dengan tatapan tajam yang membuatnya merasakan hal yang belum pernah ia rasakan.
Namun, bayangan Ryon juga melintas di benaknya. Ia tidak pernah berniat untuk membuat Kael cemburu atau meragukan dirinya tapi pertemuan dengan Ryon mengingatkannya pada masa lalu yang pernah ia tinggalkan.
...…....
Ryon memperhatikan mobil Aeliana yang terus melaju. Ia tahu bahwa seharusnya ia tidak seharusnya bertindak senekat ini. Tapi ia tak bisa mengalihkannya begitu saja. Pikirannya kacau dengan emosi yang rumit. Ia hanya merasa gelisah setelah pertemuan terakhir mereka.
Perasaan itu mengambil mobilnya dan mengikuti di belakang kendaraan Aeliana dengan jarak cukup jauh.
Malam terasa sunyi di jalanan, hanya ada lampu-lampu kota yang menerangi jalanan. Dari kaca depan, Ryon dapat melihat mobil Aeliana bergerak dengan kecepatan stabil. Ia tidak tahu apa yang sedang ia cari dengan mengikuti wanita itu.
Di sisi lain, Ethan yang berada beberapa kendaraan di belakang mereka juga memantau situasi dengan cermat. Ia tahu tugasnya melindungi Nyonya Lancaster dari jauh, memastikan keamanannya tanpa terlihat mencolok.
Namun semuanya berubah dalam hitungan detik.
...…...
Di tengah renungan Aeliana, tiba-tiba cahaya terang menyilaukan matanya dari arah berlawanan. Ia tersentak, kedua tangannya mencengkeram setir dengan erat. Sebuah truk besar muncul dengan kecepatan tinggi melintas garis jalan dan menuju ke arahnya.
Aeliana berteriak mencoba membanting setir ke arah kanan untuk menghindar namun gerakannya terlambat. Terdengar suara benturan keras. Tubuh mobil terguncang hebat, kaca depan pecah berkeping-keping dan dunia seolah berputar dalam hitungan detik.
Aeliana merasakan tubuhnya terlempar ke sisi kursi, rasa sakit tajam menyebar di lengannya. Kesadarannya perlahan memudar. Ia memejamkan matanya. Tepat pada saat itu, seorang pria melayang dalam benaknya.
Pria itu adalah seseorang yang membuatnya sengsara dan menangis tapi ia tetap sangat mencintai pria itu. Kael Lancaster. Sejujuranya Aeliana tidak pernah mengatakan bahwa ia mencintainya. Ia tidak ingin tampak mengemis cinta Kael. Dia ingin Kael yang lebih dulu mengatakannya.
Tapi ia menyesali keputusannya. Ia memanggil nama suaminya dengan putus asa, sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
...…...
“Aeliana!!!” Ryon berteriak, mencoba membuka pintu mobil yang penyok. Tangannya gemetar saat ia berusaha menarik pintu itu dengan kekauatan penuh. Namun pintu tak mau bergerak.
Ethan tiba beberapa detik, kemudian menghentikkan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dengan insting terlatih, ia segera keluar berlari mendekat. Ia melihat Ryon di sana namun fokusnya bukanlah dia. Ethan mencoba untuk membuka pintu itu dengan bantuan Ryon dan pada akhirnya berhasil.
Ethan dengan hati-hati mengangkat Aeliana.
“Aku akan membawanya ke rumah sakit,” kata Ethan cepat memandangi Ryon sekilas.
“JIka kau peduli padanya, jangan ganggu. Ini bukan urusanmu,” imbuh Ethan.
“Kau siapa? Aku tak percaya padamu.” Ryon masih curiga dengan kemunculan Ethan yang menurutnya tiba-tiba.
“Aku pengawal yang ditugaskan keluarga Lancaster.”
Ryon langsung terdiam tanpa perlawanan dan hanya menatap Aeliana dengan mata penuh rasa sakit. Ia merasa tak berdaya, melihat wanita yang dulu ia cintai dalam kondisi seperti itu. Namun ia tahu tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini selain mempercayakan Aeliana pada pria yang telah disiapkan untuk menjaganya.
Ryon mendengar lirih saat pintu dibuka, bibir Aeliana memanggil nama suaminya. Itu adalah akhir baginya. Akhir untuk memasuki celah kecil. Ia sudah tak yakin lagi, apakah ada celah dalam cinta Aeliana.
Ryon menyadari bahwa sudah tak ada tempat untuknya sejak awal. Hatinya merasa sakit namun saat itu lah Ryon akhirnya melepaskan cinta pertamanya.
...…....
Kael dalam perjalanan menuju ke hotel tempat Aeliana tinggal selama ini. Ia tidak mempermasalahkkan kenapa wanita itu membohonginya dengan dalih berkunjung ke rumah orang tuanya. Ia hanya ingin bertemu dengannya karena rasa rindu yang sudah menumpuk.
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Kael meraihnya cepat, berharap itu adalah Aeliana. Namun ketika ia melihat nama yang tertera, rasa dingin merambat ke tubuhnya. Itu panggilan dari Ethan.
“Ada apa?” Kael menjawab dengan nada tegas.
“Tuan…ada berita buruk,” suara Ethan terdengar ragy-ragu seperti enggang menyampaikan kabar yang akan ia bawa.
“Katakan.”
“Nyonya Aeliana mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang.”
Kael langsung menghentikan mobilnya secara tiba-tiba. Mobilnya berdecit keras, bergesekan dengan aspal jalan.
Kael tampak linglung. Dunianya seolah berhenti. Napasnya tertahan, jantungnya terasa seperti berhenti berdetak.
“Dimana dia sekarang!!” Serunya suaranya penuh dengan ketakutan yang ia sembunyikan.
“Dia sudah dibawa ke rumah sakit terdekat, Tuan. Kondisinya—“
Ethan tak sempat menyelesaikan kalimatnya karena Kael langsung menutup sambungannya dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan dia atas rata-rata.
“Aeliana bertahanlah, “ gumamnya pelan. Suaranya serak oleh emosi yang mencoba ia tahan.
...…...
Di rumah sakit, suasana penuh dengan kesibukan. Kael tiba dengan wajah tegang langsung menuju meja resepsionis.
“Aeliana Lancaster, dimana dia?” Katanya cepat.
Perawat di meja menunjuk ke arah ruang operasi.
“Dia sedang dioperasi, Tuan. Kami belum bisa memberikan informasi lebih lanjut.”
Di dalam ruang operasi, Aeliana terbaring dalam kondisi kritis. Wajahnya pucat dan dalam kesadaran yang samar, ia melihat wajah Kael dengan tatapan dingin namun penuh perhatian. Ia mendengar suara-suara lembut dari Juvel dan Julian yang memanggilnya.
Dalam kegelapan yang menyelimutinya hanya bayangan keluarganya yang menjadi pelita kecil yang membuatnya terus bertahan.
Kael berdiri di sana. Diam dengan wajah dingin yang menutupi bada emosi dalam dirinya. Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi. Kael langsung menghampirinya dengan tergesa-gesa.
“Bagaimana keadaan Aeliana Lancaster?”
Dokter itu menghela napas, menatap Kael dengan serius.
“Nyonya Aeliana mengalami luka serius tapi kami berhasil menstabilkannya untuk saat ini. Namun kondisinya masih kritis. Kami akan terus memantau untuk beberapa hari ke depan.”
“Bisa aku menemuinya?”
“Dia sudah dipindahkan ke ruang Icu. Anda bisa menemuinya sebentar tapi dia masih belum sadar,” jawab dokter.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Lee
What??! Aeliana kecelakaan..😰😰
iklan untukmu kak..
2025-02-20
0
Han Sung hwa
bab ini sangat mencekam sekali.
2025-01-26
0
Quenby Unna
semangat kakak
2025-02-05
0