Saat kaki Jasson baru saja mencapai halaman rumah Alea dan nyaris masuk ke dalam mobil yang terparkir di sana, suara seseorang yang tak asing dari kejauhan tiba-tiba meneriaki dirinya. Jasson pun menoleh ke asal suara tersebut. Ia memicingkan matanya dan berusaha mengamati seseorang yang ada di seberang sana.
“Paman Effendy?” Jasson begitu terkesiap saat melihat laki-laki parubaya itu berjalan tertatih-tatih dengan pakaian yang terlihat tergores noda darah. Beberapa bagian tubuhnya pun dipenuhi luka.
Jasson berjalan cepat menghampiri Paman Effendy. “Paman kenapa?” tanya Jasson panik. Pandangannya mengedar ke arah sekitar. “Paman, di mana Kimmy?” Jantung Jasson tiba-tiba bergemuruh, merasa mencemaskan istrinya yang tidak bersama Paman Effendy. Karena, yang ia tangkap informasi dari Jesslyn, kemungkinan Kimmy pergi bersama Paman Effendy, tetapi kenyataannya, ia tidak melihat istrinya bersama laki-laki parubaya itu.
“Nona Kimmy ....” Paman Effendy memekik kesakitan. Memegangi lengan tangannya yang tak berhenti mengucurkan darah. Alea yang mendengar sedikit keributan pun segera keluar, ia sama halnya seperti Jasson yang terkejut saat melihat Paman Effendy terluka. Wanita itu pun segera berlari mendekati kedua laki-laki itu.
“Paman Effendy kenapa?” Tidak ada yang mengindahkan pertanyaan Alea di sini.
“Kimmy ke mana? Katakan!” bentak Jasson. Kepanikan semakin menyergap dirinya hingga tidak bisa mengendalikan emosi. Dia tidak memedulikan Paman Effendy yang tengah terluka, yang ia pedulikan saat ini hanya Kimmy—istrinya.
“Ta-tadi saya mengantar Nona Kimmy karena Nona ingin menemui Tuan Jasson. Nona menyuruh saya untuk menunggu di ujung jalan sana. Sementara Nona kemari berjalan kaki. Saat saya sedang menunggu Nona, ada seorang laki-laki yang seusia saya mengaku sebagai sopir pribadi Nona Kimmy, saya disuruh pergi meninggalkan Nona Kimmy, tetapi saya tidak mau, Tuan.” Effendy berucap dengan terbata, memekik kesakitan hingga tubuhnya nyaris tumbang. Namun, Jasson menumpunya.
“Sopir pribadi?” Kening Jasson berkerut. Siapa yang dimaksud? Paman Alert? Tetapi, bukannya Paman Alert masih mengambil cuti, pikirnya.
“Iya, sopir pribadi. Laki-laki itu berambut putih, secara keseluruhan dia memang seperti seorang sopir pribadi. Saat saya tidak mau meninggalkan Nona Kimmy, laki-laki itu tiba-tiba menyerang saya dengan menggunakan benda tajam dan memukul tengkuk saya, hingga saya tidak sadarkan diri, Tuan.”
“Lalu di mana Kimmy?” bentak Jasson seraya mengguncang kedua tubuh laki-laki yang sudah lemah itu.
“Saya tidak tau, Tuan. Kemungkinan, orang itu membawa Nona Kimmy.”
“Alea tolong bantu Paman Effendy, hubungi Harry, aku harus mencari Kimmy.” Jasson tidak memedulikan apapun saat ini kecuali Kimmy. Tak peduli bahwa dirinya masih marah kepada Alea atau tidak. Yang ia pedulikan hanya Kimmy, hanya wanita itu yang ia cemaskan.
“Iya, Jasson, kau pergi saja mencari Nona Kimmy.”
Jasson pun berjalan tergesa-gesa untuk masuk ke dalam mobil yang masih terparkir di halaman rumah Alea. Ia segera memacu mobil miliknya dengan kecepatan tinggi untuk mencari Kimmy yang tidak ia ketahui keberadaannya. Berulangkali Jasson berusaha menghubungi Kimmy, tetapi nomer istrinya itu tidak aktif.
Sebuah pesan masuk ia terima saat ponselnya baru saja membunyikan nada dering singkat. Jasson mengambil ponsel miliknya yang terselip di saku celana yang ia kenakan. Pesan singkat dari Harry. Sahabatnya itu mengirimkan sebuah foto seorang wanita tengah berfoto mesra bersama Mark. Wanita yang tak asing. “Aku pernah melihat wanita ini saat di kafe waktu itu bersama Mark.” Ya, Jasson ingat betul. Ia pun terpaksa menghentikan sejenak mobilnya di tepi jalan untuk mengamati.
Panggilan masuk dari Harry membuyarkan. Laki-laki itu segera menerima panggilan tersebut dan meletakan benda pipih itu ke daun telinganya.
“Halo, Harry, apa maksud dari foto yang kaukirim kepadaku baru saja?”
“Jasson, foto yang baru saja kukirim adalah Wynie, kekasih Mark. Dia ternyata putri bungsu Paman Alert yang meninggal karena bunuh diri. Overdosis obat.” Kedua mata Jasson membeliak.
“Putri Paman Alert seorang perawat yang bekerja di rumah sakit lain. Dia dari kecil diasuh oleh seorang perawat juga. Aku baru mendapat informasinya dari rekanku yang ternyata mengenal Mark dan juga Wynie. Wynie sempat dikabarkan hamil dan akan berencana menikah dengan Mark. Tapi, beberapa waktu yang lalu Wynie keguguran, dan Mark menggagalkan rencana pernikahannya dan meninggalkannya begitu saja. Aku rasa itu penyebab dia bunuh diri.”
“Dan aku rasa juga, Wynie yang selama ini menerror Kimmy.” Harry berkata tanpa jeda. Sementara Jasson membisu dengan rasa kecemasannya yang semakin menjadi-jadi.
“Halo, Jasson, apa kau mendengarku?”
“Harry, aku rasa bukan wanita itu yang menerrror Kimmy.”
“Kalau bukan Wynie, lalu siapa lagi?”
“Paman Alert.”
“Paman Alert?” Suara Harry terguncang.
“Iya, sekarang Kimmy bersama Paman Alert, aku tidak tau dia sekarang di mana. Paman Effendy sedang berada di rumah Alea, dia sedang terluka karena diserang oleh Paman Alert.” Harry begitu terkesiap akan pernyataan Jasson.
“Paman Effendy diserang, dan Kimmy sekarang bersama Paman Alert?”
“Iya ....” Jasson mengusap gusar wajahnya,
“Tunggu, aku akan segera ke sana untuk membantumu. Tunggu ... tunggu aku ....” Suara Harry yang tak kalah panik, kini menghilang saat Jasson mengakhiri panggilan suara yang sedang berlangusng tersebut.
Jasson hendak melanjutkan kembali niatnya untuk mencari Kimmy. Namun, sebuah pesan singkat ia terima lagi, kali ini bukan dari Harry. Melainkan dari ... Alert.
“Paman Alert.” Kening Jasson kembali berkerut, kini disertai emosi yang masih menyulut. Jasson membuka pesan singkat itu dengan tergesa-gesa.
Tuan Jasson, apa kau tidak ingin mengucapkan selamat tinggal kepada istrimu, sebelum dia benar-benar pergi menemani putriku? ~ Alert.
Jantung Jasson seketika mencelus. Pesan singkat itu sungguh menakuti dirinya. Ya, seseorang seperti sedang mencengkram kuat jantungnya, hingga organ penting itu serasa tidak berdetak.
“Paman Alert ....” Jasson menggertakan giginya. Ia mencoba menghubungi nomer ponsel laki-laki yang sejak muda mengabdi kepada keluarga istrinya itu. Namun, beberapa kali ia mencoba menghubungi nomer Alert, lelaki itu tak menjawabnya. Jasson pun terpaksa mengirimkan pesan singkat kepada Alert.
Paman, tolong katakan di mana Paman membawa Kimmy? Tolong jangan sakiti istriku, tolong .... ~ Jasson.
“Ya, Tuhan ....” Jasson semakin dilanda kecemasan. Terdengar dari napasnya yang terbuang cepat, tetapi... pendek.
Jasson mencoba menghubungi lagi nomer Alert saat pesan yang baru saja ia kirim dibaca oleh laki-laki itu. Namun, sialnya, nomer itu sudah tidak aktif lagi hingga membuat Jasson semakin gusar. Dengan penuh marah, ia membanting ponsel miliknya di dalam ruang mobil hingga ponsel itu terpecah belah dan tak menunjukan ke mana arah jatuhnya.
“Alert, demi Tuhan aku tidak akan memaafkanmu jika sesuatu terjadi kepada istriku.” Jasson mengepalkan era melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
“Tuhan, tolong lindungi Kimmy, tolong lindungi istriku.” Bibir Jasson tak henti melontarkan kata-kata itu selama dalam perjalanan mencari Kimmy. Ia memacu kecepatan mobilnya mengikuti arah jalan; lebih tepatnya mengikuti kata hatinya.
Kedua mata Jasson memerah, cairan bening merembas di kedua sudut matanya—nyaris tak terlihat. Lalu, ia berkata, "Jangan lupa like dan juga votenya."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Rafalia Azain
dasar jasson disaat mau mewek sempet sempat nya ngomongg "jngn lupa like dan komen"🤣🤣🤣
2025-02-06
0
Mimilngemil
.
2023-11-23
0
Sulaiman Efendy
DUGAANKU BNAR, KLO GK CHELIA, PAMAN ALERT PENEROR KIMMY, DN BNAR DUGAANKU, PUTRI PMAN ALERT ADA HUBUNGN DNG MARK,
TPI SHRSNYA PMAN ALERT DENDAM KE MARK, BKN KE KIMMY..
2022-12-15
0