"Jesslyn, bukan Nona Alea, kan, yang membantu Jasson menangani proyek ini?" Entah apa yang membuat Kimmy hingga dirinya berpikiran seperti itu. Sementara Jesslyn sendiri masih nampak kebingungan menyusun sebuah jawaban hingga keheningan terjeda cukup lama di antara mereka.
“Jesslyn, kenapa kau diam?” Kimmy menarik salah satu tangan Jesslyn dan sedikit memberikan guncangan supaya sahabatnya itu lekas menjawab pertanyaannya.
“Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?” tanya Jesslyn, ia bisa melihat kecemasan di kedua manik mata perak Kimmy yang nampak gelisah. “Apa kau tidak menyukai Alea?”
Pertanyaan Jesslyn membuat Kimmy perlahan meregangkan tangannya menjauh. Wanita itu kini menarik pandangannya ke sembarang arah. Tidak berani menunjukan wajahnya kepada Jesslyn.
“Aku bukan tidak menyukainya.”
“Lalu?”
Kimmy terdiam sesaat. Pengakuan Alea saat di ruangan Jasson waktu itu kembali menggema di telingannya. Kata-kata itu sungguh mengguncang hati. Apa salah jika cemburunya berlebihan seperti ini? Apakah salah dirinya takut kehilangan Jasson? Siapa saja bisa gila hanya karena cinta, tak terkecuali Alea. Kimmy sendiri masih meragukan perasaan Jasson, tetapi ia tidak peduli apakah Jasson mencintainya atau tidak. Yang ia pedulikan saat ini Jasson hanyalah miliknya. Keegoisan itu semakin berdarah-darah di pikirannya. Keegoisan seorang istri yang takut kehilangan suaminya. Ya, Kimmy merasa seperti itu saat ini.
“Kenapa kau diam? Jawab aku!” Suara Jesslyn mendesak Kimmy yang masih sibuk dengan lamunan kosongnya. Wanita itu kini memberanikan diri menarik pandangannya kembali ke arah Jesslyn.
Tatapan mata sendu itu ... Jesslyn bisa melihatnya dengan jelas. “Kimmy ....” Jesslyn menangkup kedua tangan Kimmy yang masih bergeming dalam kebisuannya.
“Apa salah jika aku cemburu?” Setelah beberapa saat Kimmy mulai berbicara. Sesuatu seakan sedang menghantam tenggorokannya hingga suaranya terdengar sedikit parau.
“Cemburu?” Kening Jesslyn berkerut, berusaha mencerna perkataan Kimmy. “Cemburu dengan Alea?” tanyanya memastikan. Jesslyn masih tak lepas menyoroti kedua mata Kimmy, berusaha membaca tatapan mata wanita itu.
Kimmy menganggukan kepalanya perlahan setelah beberapa saat. “Iya, apa aku salah jika cemburu kepada Nona Alea?”
“Kenapa kau cemburu kepada Alea?” Kerutan di kening Jesslyn semakin diperjelas.
“Karena aku takut kehilangan Jasson.” Air mata yang semula Kimmy bendung kini terkumpul penuh dan berhasil lolos dari tempatnya. Suara polos itu terdengar dalam dan menusuk.
Jesslyn menarik samar kedua sudut bibirnya. Rasanya tidak sia-sia membuat sahabatnya menikah dengan saudara kembarnya sendiri. Meskipun Jasson menyebalkan, ia sangat menyayanginya. Dan dia pantas mendapatkan wanita baik seperti Kimmy, wanita yang benar-benar mencintainya tanpa tapi. Tangannya bergerak mengusap kedua sudut mata Kimmy yang basah. Tatapan mata sendu itu masih tak menyurut.
“Itu tidak akan terjadi. Jasson dan Alea hanya berteman,” tutur Jesslyn, suaranya terdengar lembut dan penuh keyakinan.
“Tapi Nona Alea menginginkan Jasson lebih dari sekedar teman!” bantah Kimmy. “Bukannya perselingkuhan berawal dari sebuah pertemanan?” Kata-kata Mario malam itu berhasil tertanam di memory otak Kimmy, hingga kini, kata-kata itu ia muntahkan kepada Jesslyn.
“Kau meragukan Jasson?” tanya Jesslyn, tatapannya serius saat kedua bahu Kimmy berhasil ia tangkup kuat hingga tak bisa bergerak.
“Aku tidak tau.” Kimmy perlahan menggeleng kepalanya, air matanya nyaris jatuh, namun sebiasa mungkin ia tahan.
“Selingkuh itu semacam penyakit. Keluargaku tidak kenal dengan kata selingkuh. Papa mendidik kami dengan sangat baik. Mengajarkan bagaimana berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa menjatuhkan siapapun. Dan mengajarkan kami bagaimana caranya belajar setia kepada sesuatu, apapun itu terutama saat kita memiliki pasangan kelak. Dan Jasson tidak mungkin selingkuh. Aku bisa memastikan dan menjamin itu!” Jesslyn berucap penuh dengan keyakinan seolah dirinya yang bertanggung jawab akan hubungan antara Jasson dan Kimmy.
“Kimmy, kalau saja aku tidak menj—” Jesslyn tiba-tiba menghentikan perkataannya. Sial, aku hampir keceplosan. “Maksudku, kalau saja tidak ada kejadian waktu itu, Jasson tidak akan mungkin menikah saat ini. Selama 25 tahun saja dia tidak pernah memiliki kekasih tidak pernah mengenal yang namanya wanita, lalu bagaimana kau bisa berpikiran bahwa Jasson akan selingkuh? Dia sungguh bodoh masalah wanita.”
“Siapa saja bisa selingkuh, Jesslyn,” Kimmy menepis tangan Jesslyn dari bahunya, “termasuk Jasson!” ucapnya dengan mantap.
“Jika Jasson bersama Nona Alea setiap hari, dan Nona Alea memiliki perasaan kepada Jasson apa kau tetap yakin Jasson tidak akan memiliki perasaan yang sama dengan Nona Alea?” Perkataan Kimmy membuat telinga Jesslyn tersentak.
“Apa maksudmu?” tanya Jesslyn. “Alea menyukai Jasson?”
“Iya! Nona Alea menyukai Jasson. Bukan hanya menyukai, tetapi Nona Alea mencintainya.”
“Itu tidak mungkin, Kimmy,” sangkal Jesslyn.
“Dia sendiri yang bilang kepadaku.” Air mata Kimmy kembali berhamburan. Kali ini nyaris memenuhi wajahnya yang sudah memerah. “Nona Alea sendiri yang bilang kalau dia memiliki perasaan kepada Jasson. Bahkan sebelum aku.” Kimmy menarik napasnya yang sesenggukan. Rasanya menyakitkan sekali saat mengetahui ada wanita lain yang juga mengharapkan suaminya. Jesslyn begitu terkesiap mendengar pernyataan Kimmy. Kedua matanya membola sempurna.
“Sebelum kau?” Kimmy menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
“Kau tidak percaya denganku?” Kimmy mengangkat wajahnya yang baru saja ia tundukan. Kejujuran tersemat di balik air mata yang mengurai wajah polos itu. Sebenarnya, Jesslyn masih meragukan pernyataan Kimmy. Namun, Kimmy berbicara sungguh-sungguh. Tidak mungkin sahabatnya itu berbohong.
“Kita berteman sejak kecil. Aku sangat mempercayaimu, Kimmy.”Jasson menarik kedua telapak tangan Kimmy untuk digenggam. “Tapi kenapa Alea berani sekali berbicara seperti itu kepadamu? Padahal dia sendiri baru saja mengenal Jasson,” seru Jesslyn. Emosinya tiba-tiba membuncah.
“Aku tidak tau.” Kimmy menggeleng polos kepalanya.
Jesslyn menangkup kembali kedua bahu Kimmy, mengusapnya lembut, mencoba menenangkan wanita itu. “Kimmy, percaya kepadaku, Jasson tidak akan pernah mengkhianatimu,” tuturnya seraya mengeringkan air mata Kimmy yang masih mengalir secara bergantian.
Jesslyn menarik tubuh Kimmy dan memebenamkan tubuh sahabatnya itu ke dalam pelukan. Dirinya sendiri merasa meragukan perkataan yang baru saja ia ucapkan kepada Kimmy.
“Tolong jangan memberitahu Jasson kalau aku meragukannyam,” pinta Kimmy.
“Kau tenang saja, aku tidak akan memberitahunya.” Jesslyn mengusap-usap kepala Kimmy. Masih berusaha menenangkan wanita itu dengan pikiran-pikiran yang masih dipenuhi pertanyaan akan Alea.
“Alea menyukai Jasson? Ini tidak benar, pantas saja Alea bersikeras ingin tetap bekerja dengan Jasson.”
“Dan Jasson? Dia menyuruhku dan Daven berbohong kepada kakak dan Papa soal pemindahan Alea. Apa dia—”
“Tidak! Aku sangat mengenal Jasson. Jika dia menyukai Alea. Kenapa tidak dari dulu dia menjadikan Alea istri atau kekasihnya saat Kimmy pergi?”
“Aku harus memberi peringatan kepada Alea supaya tidak dekat-dekat dengan Jasson. Aku tau Alea orang baik. Tapi sifat seseorang bisa berubah kapan saja hanya karena dibutakan oleh cinta.”
***
Jasson baru saja tiba di kantor sesaat setelah dirinya kembali dari hotel melakukan rapat terakhir yang ternyata membuahkan hasil. Waktu menunjukan pukul 17.10. Nyaris menjelang petang. Semburat senyuman tak menyurut dari wajah laki-laki itu. Dirinya tengah berbahagia karena telah berhasil mendapatkan proyek besar yang beberapa hari ini membuat dirinya begitu sibuk hingga melupakan segalanya.
Jasson hendak turun dari mobil yang baru saja ia parkirkan di halaman kantor, laki-laki itu berniat mengembalikan berkas-berkas penting ke dalam ruangannya. Namun, Alea yang baru saja turun dari sebuah taxi menghentikan langkah laki-laki itu yang nyaris masuk ke dalam sana.
“Jasson.” Senyuman wanita itu mengembang sempurna saat ia menghentikan langkahnya di hadapan Jasson.
“Alea? Aku kira kau sudah pulang setelah dari hotel tadi.”
“Belum ... aku kemari karena lupa memberikan ucapan selamat untukmu, karena sudah memenangkan proyek besar yang sudah kautunggu-tunggu dari dulu.”
“Terimakasih, ini juga berkat dirimu karena sudah membantuku.” Seulas senyuman terimakasih terselip di kedua sudut bibir Jasson. Begitu pun Alea yang tak menyurutkan senyumannya.
“Tapi maafkan aku, Alea. Meskipun kau sudah membantuku untuk menangani proyek ini , tetapi aku tetap tidak bisa menjadikanmu sekretarisku lagi. Aku akan tetap memindahkanmu untuk bekerja dengan Daven.” Senyuman Alea perlahan memudar, harapannya seketika musnah. Ia berharap keberhasilan Jasson dengan bantuannya, akan membantu dirinya dipertahankan untuk tetap bekerja di sini. Namun, ternyata itu tidak. Alea sungguh kecewa.
“Iya tidak apa-apa, Jasson,” jawab Alea. “Kalau begitu aku pamit pulang.”
“Besok kau langsung ke kantor Daven. Jika aku menghubungimu, baru kau temui aku lagi. Karena masih banyak pekerjaan yang perlu kita selesaikan.”
“Iya, aku mengerti,” balas Alea. “Aku permisi.” Alea berbalik badan, ia memejamkan singkat kedua matanya, sebelum kemudian, ia masuk kembali ke dalam taxi yang sudah menunggunya.
Jasson masih mematung di tempat yang sama sembari memperhatikan taxi yang ditumpangi oleh Alea yang baru saja lenyap dari pandangannya.
Laki-laki itu hendak melanjutkan kembali niatnya untuk masuk ke dalam kantor. Namun, dirinya tiba-tiba teringat sesuatu.
“Flasdisk...”
“Astaga, aku hampir melupakan rekaman cctv.” Jasson kembali masuk ke dalam mobil dan mengambil flashdisk yang seingatnya ... ia letakan di dalam laci. Setelah Jasson mengambil flasdisk tersebut, ia segera masuk ke dalam kantor. Menaiki lift dan menuju ke ruangannya.
Lampu-lampu terlihat sudah menyala, menerangi seluruh ruangan kantor yang sudah gelap dan sepi. Hanya ada dirinya, beberapa penjaga dan cleaning service yang masih berkeliaran membersihkan kantor yang penuh dengan kertas-kertas yang berserakan. Sementara semua karyawan sudah pulang sejak satu jam lalu.
Jasson terlebih dulu meletakan berkas-berkas penting ke dalam brankas. Lalu, ia mendaratkan tubuhnya duduk di kursi yang sudah menampakan layar komputer menyala di meja yang ada di hadapannya. Ia mulai memasukan flasdisk yang sedaritadi tak lepas dari genggamannya ke port USB yang ada di sisi komputer tersebut. Mununggu beberapa saat untuk menantikan rekaman cctv itu menyala.
Kedua matanya kini menjangkau seluruh ruangan yang terekam di layar komputer pada hari jumat lalu. Namun, Jasson hanya fokus akan rekaman cctv yang ada di koridor; jalan akses satu-satunya menuju ke basement yang akan diketahui siapa saja yang melintas di sana jumat lalu selain Kimmy.
Merasa tidak sabar menunggu. Jasson mempercepat waktu rekaman tersebut hingga menit 16.50.21 ia melihat Kimmy melintas di sana. “Ini dia.” Jasson tak mengedipkan matanya untuk benar-benar mengamati rekaman cctv tersebut. Jasson rasanya geram, karena terlalu lama menunggu, tangannya nyaris menggerakan mouse untuk mempercepat kembali waktunya, namun ia urungkan saat dua orang wanita yang tak asing terlihat melintas di sana setelah Kimmy.
“Alea, Chelia ....” Kening Jasson brkerut dalam, diikuti dengan kedua alisnya yang menaut secara bersamaan. Meskipun hasil rekaman cctv itu tidak terlalu jelas dan buram, namun Jasson bisa mengenalinya dan meyakini bahwa itu ialah Alea dan Chelia.
"Untuk apa mereka ke basement?" Jasson masih bisa menahan emosinya.
Kedua mata peraknya masih tak lepas dengan sabar memperhatikan layar komputer tersebut. Tak lama kemudian, Alea dan Chelia terlihat kembali. Emosi Jasson semakin menjalar, namun ia tahan. Jasson masih mengamati rekaman tersebut, ingin memastikan siapa lagi yang pergi basement selain Chelia dan Alea. Namun, setelah beberapa saat menunggu cukup lama Jasson tidak melihat siapapun yang melintas di sana, pun Kimmy yang tidak terlihat kembali setelah Chelia dan Alea kembali dari basement. Emosi Jasson seketika dibuat meledak.
.
.
.
.
Terimakasih banyak buat kalian semua yang selalu mendukung Nona dan selalu sabar menunggu Nona update. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan. Jika kalian menyukai cerita Kimmy dan Jasson, jangan lupa berikan like dan vote ya, terimakasih. ^_^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
tau kan Jasson. Alea kalem2 mrnghanyutkan,
2023-06-29
6
Erviana Erastus
akhirx ketauan juga siap2 kalian berdua 🤨🤨🤨
2022-12-22
0
Sulaiman Efendy
NAH,, SKRG LO UDH TAU KN KNYATAANNYA, KNP KIMMY TK SUKA LO DKT MA ALEA..
2022-12-15
0