Kecurigaan Kimmy

Fajar  terlihat sudah menyingsing, menantikan sang surya yang bersiap naik ke tempat peraduannya.  Sepagi ini Jasson sudah berpakaian sangat rapi. Kemeja berwarna biru muda sudah membalut tubuh tegapnya, nyaris tak mampu membendung  dada bidangnya  yang semakin berisi. Seutas kain panjang  bercorak tak lupa ia lingkarkan di leher. Kedua mata peraknya yang masih setengah redup sedaritadi begitu awas melihat ke arah jam dinding secara berkala.

“Sudah jam enam.”  Jas berwarna hitam senada dengan warna celananya, ia balutkan Ssetelahnya dengan tergesa-gesa.

“Aku tidak boleh terlambat.” Jasson mengambil tas kerja miliknya yang tergeletak di atas meja. Langkahna nyaris meninggalkan kamar tersebut. Namun, sejenak ia hentikan saat melihat Kimmy masih terlelap tidur dengan tubuh polosnya yang masih dibalut selimut. Rasanya Jasson berat untuk melangkahkan kakinya untuk pergi bekerja sepagi itu.

Jasson meletakan tas yang sudah ia tenteng di atas meja. Ia memutuskan untuk sejenak duduk di tepi tempat tidur; persisnya di samping istrinya tersebut.  Tangannya membelai rambut keemasan yang berhamburan menutupi wajah cantik Kimmy, sebelum kemudian, ia  mendaratkan ciuman yang cukup lama di puncak kepala dan juga beberapa bagian wajah wanita itu dengan menyematkan  sebuah senyumandi kedua sudut bibirnya.

“Kimmy ....” panggilnya dengan suara yang lembut. Tangannya masih tak beralih, mengusap-usap kepala wanita itu.

“Hmm?”

“Aku berangkat bekerja dulu. Kau nanti diantar oleh Paman Effendy, ya.” Kimmy hanya menganggukan kepala tanpa membuka kedua matanya seakan mengertikan apa yang dikatakan oleh Jasson. Entah wanita itu sadar atau tidak.

Jasson berlama-lama menatap wajah Kimmy. Senyuman yang  baru saja ia kembangkan tiba-tiba menyurut. Hatinya mendadak  gelisah, semakin gelisah dibanding sebelum-sebelumnya. Seperti ada sesuatu yang membuat dirinya tak tenang meninggalkan Kimmy.

“Sudah ada Paman Effendy yang akan mengawasinya. Seharusnya aku sudah tenang.” Jasson meghembuskan napasnya, mencoba menghilangkan rasa  kecemasan dan kekhawatirannya yang ia rasa berlebihan.

 

 

***

 

Dengan langkah yang terges-gesa, Jasson berjalan meninggalkan rumah. Ia hendak masuk ke dalam mobil. Namun, sebuah mobil yang baru saja datang berhenti di pelataran rumahnya, mengurungkan niat laki-laki itu.

“Paman Effendy.”

“Selamat  pagi, Tuan.” Tuan  Effendy terlihat memberi sapaan dengan menundukan kepalanya kepada Jasson saat dirinya baru saja turun dari mobil tersebut.

“Pagi juga, Paman. Paman sepagi ini sudah datang kemari.” ucap Jasson.

“Iya, Tuan Jasson. Saya takut terlambat. Itu sebabnya saya datang lebih awal.”

“Terimakasih banyak, Paman,” tutur Jasson. “Paman, tolong saya titip Kimmy. Jika ada sesuatu yang mencurigakan tolong Paman beritau saya.”

“Baik, Tuan.”

“Kalau begitu saya tinggal bekerja dulu.” Jasson melanjutan niatnya untuk masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah hotel yang sempat ia kunjungi kemarin; hotel tempat dirinya melakukan rapat kedua dengan para petinggi perusahaan raksasa yang ada di negaranya.

 

 

 

 

***

 

 

Kedua mata Kimmy mengerjap saat silau matahari yang menyusup melalui jendela yang dilapisi  oleh tirai tipis mampu menjamah tubuh polosnya yang dibalut sebagian selimut. Ia meregangkan otot-ototnya saat memilih untuk bangkit duduk. Rasa malas menerpa dirinya untuk meninggalkan tempat ternyaman tersebut.

“Ke mana Jasson?” Kimmy mengedarkan pandangannya. Namun, ia tak mendapati suaminya  di sana.

“Nona ....” Suara Bibi Katty terdengar dari luar kamar diiringi dengan suara ketukan pintu.

“Ia, Bi. Sebentar.” Kimmy menyingkap selimut yang masih membalut tubuhnya dan segera memakai piyama yang sempat terlucuti semalam.

“Iya, Bi?” Seulas senyuman diselipkan  Kimmy menyambut Bi Katty saat dirinya baru saja membuka pintu kamar.

“Ini sarapan untuk Nona.” Bi Katty menyodorkan tumpukan roti gandum beserta segelas susu coklat hangat memenuhi nampan yang ia bawa.

“Kan saya bisa pergi ke meja makan, Bi, untuk makan bersama suami saya.”

“Tapi, Tuan Jasson sudah berangkat bekerja dari satu jam yang lalu, Nona. Itu sebabnya Tuan menyuruh saya menyiapkan sarapan untuk Nona.”

“Jasson sudah berangkat?”  Senyuman Kimmy perlahan menyurut.

“Iya, Nona.”

“Ehm, baiklah, Bi, terimakasih.” Kimmy mengambil alih nampan makanan tersebut dan segera memabawanya masuk ke dalam kamar dan meletakannya di atas nakas.

“Kenapa Jasson berangkat sepagi ini?” Kimmy mendaratkan tubuhnya untuk duduk di tepi tempat tidur. Tangannya meraih ponsel yang tergeletak sembarangan di dekat bantal. Sebuah pesan dari Jasson ia terima.

Kimmy, aku berangkat bekerja, aku harus menangani proyek besar, itu sebabnya aku berangkat pagi-pagi sekali. Jangan lupa sarapan, Paman Effeny sudah menunggumu di luar. ~ Jasson.

“Proyek besar? Proyek besar apa?”

 

 

 

 

 

 

**

 

 

Waktu menunjukan pukul 11.38. Setelah menangani beberapa pasien, Kimmy terlihat bersiap-siap di dalam ruangannya untuk meninggalkan rumah sakit. Ya, wanita itu memilih pulang lebih awal dari sebelumnya, karena Jesslyn baru saja menelpon dan memberitahunya bahwa wanita itu telah menunggunya di rumah.

Saat langkah kaki Kimmy nyaris meninggalkan ruangan, tubuh Mark tiba-tiba menghalangi jalannya.

“Dr. Mark.”

“Dr. Kimmy, aku mau berbicara denganmu.”

“Aku sedang terburu-buru!” Kimmy menghindar saat tangan lelaki itu nyaris memegang pergelangan tangannya.

“Sebentar saja!”

“Mark, tolong mengertilah.”

“Kau juga harus mengertikanku, suamimu mendatangiku karena surat kaleng yang sama sekali tidak aku mengerti. Setidaknya beri aku sedikit penjelasan tentang hal itu!” seru Mark seraya memegang kedua bahu Kimmy supaya tidak pergi menghindar.

Kimmy mengedikan bahunya dan menepis tangan Mark hingga terlepas. Sejanak diam lalu berkata, “Lupakan masalah itu.”

“Siapa yang menerrormu?”

“Aku tidak tau!” seru Kimmy. “Mungkin hanya orang iseng, lupakan saja, lagi pula aku sudah tidak menerima surat kaleng itu lagi.”

“Aku terburu-buru, permisi.”

“Kimmy ....” Mark berusaha mengejar Kimmy. Namun, salah seorang perawat menghentikannya.

 

 

 

 

**

 

 

Setelah melakukan perjalan pulang diantarkan oleh  Tuan Effendy. Tujuan Kimmy saat ini pun tiba di rumah. Kakinya sudah  menjejak di tanah saat pintu mobil baru saja ia buka.

“Kimmy ....” Jesslyn terlihat keluar dari pintu rumah dan berlari ke arahnya. Saling menghamburkan pelukan karena merindukan satu sama lain.

“Maaf aku lama.”

“Tidak apa-apa, Kimmy. Ayo kita masuk.” Jesslyn mengaitkan gandengan di lengan tangan Kimmy. Lalu, mengajak sahabat sekaligus saudara iparnya tersebut untuk masuk.

“Ah, aku jadi sungkan,” ujar Kimmy seraya mendaratkan tubuhnya duduk di sofa ruang tamu dan diikuti oleh Jesslyn.

“Sungkan kenapa? Ini kan rumahmu, dasar bodoh.” Jesslyn tertawa kesal akan perkatan Kimmy.

“Kau dari tadi kemari?” tanya Kimmy.

“Baru dua jam.” Jawaban Jesslyn membuat kening Kimmy berkerut penuh tanda tanya. Memperhatikan Jesslyn yang siang itu mengenakan pakaian santai.

“Kau tidak bekerja hari ini?”

“Aku mengambil cuti selama beberapa hari, Kimmy.”

“Cuti?”

“Iya.” Jesslyn mengangguk-anggukan kepalanya.

Senyuman Kimmy tiba-tiba menyurut. Ada sesuatu yang membuat dirinya ragu. Sekelebat nama Alea tiba-tiba melesat dalam pikirannya.

"Bukannya Jesslyn harusnya terlibat dalam proyek besar ini?"

“Jasson bilang dirinya sedang menangani proyek besar, lalu kenapa kau malah mengambil cuti? Bukannya kau seharusnya membantu dia?" tanya Kimmy dengan tatapan penuh selidik.

"Astaga, aku lupa."

Jesslyn kebingungan untuk mencari jawaban.

"Jesslyn, Bukan Nona Alea, kan, yang membantu Jasson menangani proyek ini?"

.

.

.

 

 

Jangan lupa dukungan like dan votenya, terimakasih.

Terpopuler

Comments

Rafalia Azain

Rafalia Azain

krik Krik Krik jeslyn jawab dong

2025-02-06

0

Mimilngemil

Mimilngemil

Eng .. . Ing.... Eng....

2023-11-23

1

Erviana Erastus

Erviana Erastus

jason siap2 singa betina ngamuk🤣🤣🤣

2022-12-22

1

lihat semua
Episodes
1 Oh My Jasson
2 Menanyakan kembali
3 Menemukan sebuah kertas
4 Terpaksa memberitahu
5 Maafkan aku
6 Jauhi istriku!
7 Jangan terobsesi
8 Tidak memberitahu
9 Hanya Kimmy
10 Aku sudah tidak lelah
11 Kecurigaan Kimmy
12 Rekaman CCTV
13 Apakah akan terulang?
14 Pengakuan Alea
15 Dia membohongiku
16 Kimmy menghilang
17 Penerror yang sebenarnya
18 Sebilah pisau
19 Kimmy?
20 Sedikit terlambat
21 Senyuman yang menyakitkan
22 Marahi saja
23 Menenangkan diri
24 Aku akan membantumu
25 Membiarkan Tersiksa
26 Sungguh tidak tau malu
27 Hanya menginginkan Kimmy
28 Semakin tersiksa
29 Meminjam Elga
30 Tidak akan melepaskannya
31 Biar cepat sembuh
32 Hanya dia wanitaku
33 Aku sangat merindukanmu
34 Memangnya kau berani?
35 Jasson pulang
36 Kau adalah milikku
37 (Buku Diary) Jasson cemburu
38 My Little Fox
39 (Buku Diary) Oh My Jasson
40 (Buku Diary) Sungguh memalukan
41 Hari Yang Menyenangkan
42 Aku Si Pencemburu
43 Aku lebih menyukaimu
44 Penolakan Jasson
45 Kau milikku
46 Bernyawa dan menggemaskan
47 Wanita memang menyebalkan
48 Tidak baik-baik saja
49 Apa yang kau benci?
50 Tidak sadarkan diri
51 EPILOG (ENDING)
52 Extra Part 1
53 Extra Part 2
54 Extra Part 3
55 Extra Part 4
56 Extra Part 5
57 Bonus Chapter (Baby Moon)
58 Bonus Chapter (Aku menginginkamu)
59 Bonus Chapter (Therapist Andal)
60 Bonus Chapter (Menikahlah)
61 Bonus Chapter (Mencemaskan)
62 Bonus Chapter (Melepaskan Rindu)
63 Bonus Chapter (Kekecewaan Kimmy)
64 Bonus Chapter (Menyalahkan Jasson)
65 Bonus Chapter (Mengakhiri salah paham)
66 Bonus Chapter - See You Next story
67 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Oh My Jasson
2
Menanyakan kembali
3
Menemukan sebuah kertas
4
Terpaksa memberitahu
5
Maafkan aku
6
Jauhi istriku!
7
Jangan terobsesi
8
Tidak memberitahu
9
Hanya Kimmy
10
Aku sudah tidak lelah
11
Kecurigaan Kimmy
12
Rekaman CCTV
13
Apakah akan terulang?
14
Pengakuan Alea
15
Dia membohongiku
16
Kimmy menghilang
17
Penerror yang sebenarnya
18
Sebilah pisau
19
Kimmy?
20
Sedikit terlambat
21
Senyuman yang menyakitkan
22
Marahi saja
23
Menenangkan diri
24
Aku akan membantumu
25
Membiarkan Tersiksa
26
Sungguh tidak tau malu
27
Hanya menginginkan Kimmy
28
Semakin tersiksa
29
Meminjam Elga
30
Tidak akan melepaskannya
31
Biar cepat sembuh
32
Hanya dia wanitaku
33
Aku sangat merindukanmu
34
Memangnya kau berani?
35
Jasson pulang
36
Kau adalah milikku
37
(Buku Diary) Jasson cemburu
38
My Little Fox
39
(Buku Diary) Oh My Jasson
40
(Buku Diary) Sungguh memalukan
41
Hari Yang Menyenangkan
42
Aku Si Pencemburu
43
Aku lebih menyukaimu
44
Penolakan Jasson
45
Kau milikku
46
Bernyawa dan menggemaskan
47
Wanita memang menyebalkan
48
Tidak baik-baik saja
49
Apa yang kau benci?
50
Tidak sadarkan diri
51
EPILOG (ENDING)
52
Extra Part 1
53
Extra Part 2
54
Extra Part 3
55
Extra Part 4
56
Extra Part 5
57
Bonus Chapter (Baby Moon)
58
Bonus Chapter (Aku menginginkamu)
59
Bonus Chapter (Therapist Andal)
60
Bonus Chapter (Menikahlah)
61
Bonus Chapter (Mencemaskan)
62
Bonus Chapter (Melepaskan Rindu)
63
Bonus Chapter (Kekecewaan Kimmy)
64
Bonus Chapter (Menyalahkan Jasson)
65
Bonus Chapter (Mengakhiri salah paham)
66
Bonus Chapter - See You Next story
67
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!