Chelia masih berada di halaman kantor Jasson. Sebagian tubuhnya bersandar di body mobil miliknya yang masih tak berpindah. Sebuah ponsel yang masih ia genggam tak menyurutkan senyuman yang menyeringai wajah pucatnya. Setelah Jasson meninggalkan dirinya beberapa menit yang lalu, wanita itu dengan cepat mengirimkan pesan singkat kepada Kimmy.
“Untung saja malam itu waktu di rumah Daven aku meminta nomer Kimmy kepada Kak Alana. ” Chelia menyelipkan ponsel tersebut ke dalam tas jinjing yang mengait di lengan tangannya.
“Aku hanya ingin Kimmy merasakan bagaimana rasa sakitnya diriku saat mengetahui Daven memiliki perasaan kepadanya.”
“Dan Alea ... dia juga sekarang menjadi ancaman bagiku. Dia tidak memberitahuku tentang kepindahannya di kantor Daven. Bahkan aku memergokinya di cafe berdua bersama Daven beberapa hari yang lalu. Setelah tidak bisa mendapatkan hati Jasson, bisa saja dia mendekati Daven.Dan aku tidak akan membiarkannya.”
***
Jasson memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan kantor untuk menemui Alea yang kala itu ia yakini sedang berada di rumah. Setibanya, laki-laki itu segera turun dari mobil yang baru saja ia hentikan di pelataran rumah minimalis yang tampak tertutup rapat dalam kesunyian pekatnya malam.
Punggung jemarinya mengetuk pintu dengan gusar saat langkah panjangnya berhenti di depan sana. Semakin diperkeras karena Jasson tidak sabar menunggu orang yang ia cari segera membukakan pintu untuknya. Ketukan itu berhenti saat suara Alea terdengar menyahut dari dalam.
“Jasson ....” Senyuman hangat menyambutnya saat Alea baru saja membukakan pintu. Wanita itu nampak senang dan menarik kembali umpatan yang sempat ia loloskan saat mengetahui siapa yang bertamu di jam makan malam seperti ini.
Tak membalas senyuman ataupun menyapa wanita yang ada di hadapannya saat ini, Jasson memilih tetap diam. Tatapan mata dinginnya gagal terbaca oleh Alea, hingga senyuman wanita itu perlahan menyurut.
“Apa kau ada perlu denganku?” tanya Alea.
Jasson masih bungkam. Tatapan dan deru napas yang gusar menggelitik di telinga Alea, hingga membuat suasana di sekitarnya menjadi membeku.
“Ehm ... a-ayo masuklah dulu.” Alea memandu Jasson berjalan masuk ke dalam rumah. Namun, saat langkahnya nyaris mencapai sofa. Tubuhnya tiba-tiba terguncang saat tangan Jasson menariknya dengan kasar. Bahkan kali ini lebih kasar dari apa yang ia lakukan kepada Chelia sewaktu di halaman kantor tadi.
“Jasson.” Alea memekik saat tangan laki-laki yang ia kenal baik itu menyakitinya. “Jasson, lepaskan aku. Tanganku sakit. Kau kenapa?” Alea berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Jasson yang semakin diperkuat.
“Kau masih bertanya aku kenapa?” Tatapan mata Jasson yang gelap sungguh menakuti Alea.
“Jawab pertanyaanku dengan jujur. Apa benar kau yang mengunci Kimmy di dalam toilet?!” Pertanyaan Jasson membuat Alea terkesiap. Wajahnya seketika memucat. Nyaris tidak ada darah yang mengalir di sana.
“A-aku—” Suara Alea serasa tercekat di tenggorokannya. Kenapa Jasson tiba-tiba menanyakan hal ini, pikirnya.
“Jawab dengan jujur!”
“Aku memeriksa CCTV hari jumat lalu. Dan hanya kau dan Chelia yang ada di basement sore itu selain Kimmy.” Emosi Jasson meledak dan melampiaskannya dengan semakin mencengkram kuat lengan Alea. Perkataan Jasson tak bisa membuat Alea melakukan pembelaan.
Jasson menarik tubuh wanita itu semakin dekat dengan tubuhnya—nyaris tak menyisakan celah di antara keduanya. Giginya bergemelatuk. Rahangnya mengeras, mencoba mengendalikan emosi yang berusaha menguasai.
“Dan Chelia bilang kepadaku. Kalau kau yang mengunci Kimmy di toilet sore itu. Apa itu benar? Katakan!” teriak Jasson seraya mengguncang tubuh Alea. Kedua mata Alea seketika membola dengan sangat sempurna.
“Nona Chelia ....” Alea berucap dengan guncangan emosional dari sela-sela giginya yang mengatup rapat.
“Kenapa kau diam?!” bentak Jasson. Seumur dirinya mengenal Jasson, Alea baru pertama kalinya melihat Jasson semarah ini. Tatapan mata dingin, namun menghangatkan yang sering ia jumpai, kini berubah menjadi gelap dan penuh kemurkaan. Seperti ... bukan Jasson yang ia kenal. Sungguh menakutkan.
“Iya ... aku yang mengunci Nona Kimmy!” Alea mendorong kuat tubuh Jasson hingga tubuhnya kini berhasil terlepas. Air matanya berhamburan menggenangi wajahnya yang semula memucat ketakutan.
“Memang aku yang mengunci Nona Kimmy di toilet basement!” Alea semakin mempertegas untuk mengakui kesalahannya.
“Kau ....” Jasson mengepalkan masing-masing telapak tangannya. Rasanya, jemari tangannya ingin sekali ia remukan sendiri untuk meluapkan amarahnya saat ini. Jika yang ada di hadapannya saat ini bukanlah seorang wanita. Mungkin amarahnya sudah terlampiaskan sejak dari tadi.
“Kenapa kau melakukannya?” teriak Jasson. “Apa Kimmy berbuat jahat kepadamu? Apa dia menyakitimu?!” Jasson menarik tubuh Alea dan mendorongnya, lalu tangannya dicengkram kembali.
“Aku melakukannya karena Nona Chelia yang menyuruhku!” Alea menangkis tangan Jasson. Air matanya semakin berhamburan.
“Nona Chelia yang menyuruhku, dan aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia—”
“Dan bahkan kau masih menyalahkan orang lain atas apa yang kauperbuat!” tukas Jasson. “Aku tidak akan memaafkanmu untuk hal ini!” Amarahnya semakin meledak-ledak memenuhi seisi rumah Alea, hingga adik perempuan wanita itu keluar dan berusaha melindungi kakaknya.
“Jangan memarahi Kakakku!” Tubuh Jasson di dorong kuat olehnya. Gadis itu kini memunggungi Alea.
“Shin, jangan ikut campur urusan Kakak. Masuklah ke dalam kamarmu.” Begitulah perintah Alea kepada adiknya. Ia mengusap air matanya dan berusaha membuat adiknya mengerti.
“Tapi, Kak—” Air mata Alea seakan menular hingga adiknya ikut menangis saat seseorang memperlakukan kakaknya dengan sangat buruk.
“Masuklah, Shin!” bentak Alea. Gadis yang baru berusia 18 tahun itu berlari masuk ke dalam kamarnya menuruti perintah kakaknya tersebut.
Alea kembali menghampiri Jasson. “Kau tidak mempercayaiku bahwa Nona Chelia yang menyuruhku? Kau tidak percaya kepadaku?” Alea memegang lengan tangan Jasson. Tatapan matanya dan buliran cairan bening yang berjatuhan membuat Jasson nyaris ibah.
“Aku selalu mempercayaimu apapun itu, tetapi tidak untuk kali ini!” Jasson menepis kasar tangan Alea. “Kau sudah membahayakan nyawa istriku!”
“Kenapa kau melakukan ini?” Jasson masih mendesak Alea untuk mengakuinya. Namun, Alea tetap bungkam. Ia lelah berulang kali meyakinkan Jasson.
“Apa benar yang dikatakan Chelia, kau melakukan itu karena kau—”
“Apa yang Nona Chelia bilang?” Alea mengangkat dagunya yang terkumpul air mata. “Dia bilang aku melakukannya karena aku mencintaimu? Karena aku iri dengan Nona Kimmy?”
“Ya, aku mencintaimu! Aku daridulu sangat mecintaimu. Dan laki-laki rahasia yang sering aku ceritakan itu adalah dirimu, tapi kau tidak pernah mengerti!” Alea berteriak dengan napasnya yang sesenggukan. Jasson semakin terkesiap dengan pengakuan Alea. Bahkan dirinya sama sekali menyadari hal itu. Selama ini dirinya hanya menganggap Alea sebagai teman, dan ...adik.
“Aku memang mencintaimu, aku memang iri kepada Nona Kimmy yang bisa memilikimu, tetapi aku tidak pernah sedikitpun berpikiran ingin mencelakainya.” Tangisan Alea meledak. Namun, Jasson masih bergeming.
“Kalau kau tidak berpikiran ingin mencelakainya, kenapa kau menguncinya di toilet basement yang tidak pernah dilewati oleh orang lain? Apa kau sudah kehilangan akal?!” bentak Jasson.
“Aku sudah bilang, aku disuruh oleh Nona Chelia. Dia sakit hati mengetahui Daven menyukai istrimu. Kenapa kau tidak mempercayaiku!”
“Karena mempercayai dirimu adalah kesalahan terbesarku!” Kata-kata itu begitu menusuk hingga membuat hati Alea sakit. Seakan ada pisau berkarat yang menghunus jantungnya.
“Apa kau juga yang menerror Kimmy selama ini?” Entah kenapa Jasson tiba-tiba berpikiran seperti itu.
“Menerror? Tidak, aku tidak pernah Menerror Nona Kimmy. Aku tiak pernah menerrornya!” bantah Alea seraya mengusap air matanya yang masih tak menyurut.
“Aku minta maaf karena sudah mengunci Nona Kimmy di toilet.” Alea menundukan pandangannya ke bawah. Menarik napasnya yang kian memberat. Air matanya berjatuhan hingga membasahi kerah baju yang ia kenakan. “Aku tau diri, aku hanya anak seorang penjaga villa. Memiliki perasaan kepadamu adalah kesalahan terbesar untuk orang yang berbeda kasta seperti diriku!”
“Aku memang mencintaimu, tetapi demi Tuhan aku tidak pernah ingin mencelakai Nona Kimmy. Aku terpaksa melakukan ini.”
“Aku tidak pernah membanding-bandingkan siapapun itu. Jika kasta sebagai prinsip hidup di keluargaku. Aku tidak akan pernah mau berteman denganmu hingga bertahun-tahun. Aku hanya akan menganggapmu sebagai karyawanku, bukan temanku!" seru Jasson.
“Aku sungguh kecewa kepadamu. Aku selalu mempercayaimu dan menganggapmu wanita baik, tetapi ternyata salah.” Alea memejamkan singkat kedua matanya, menerima setiap tuduhan menyakitkan yang dilayangkan oleh Jasson.
Jasson berjalan mendekati Alea. Meraih lengan tangan wanita itu. Kini, tatapan mereka saling terkunci. "Aku sekarang sudah mencintai Kimmy. Sangat mencintainya. Jadi seharusnya kau bisa mengerti! Mulai sekarang jauhi aku dan keluargaku! Anggap saja kita tidak pernah mengenal!” perintahnya seraya menghempas kasar tubuh Alea.
Hanya pemuja
Jiwaku terhanyut, ragaku seakan terbang
Selalu ternganga akan sosokmu yang menawan
Tapi, apakah memilikimu hanya ilusi atau pun polusi
Bak berjalan di jalan yang penuh asap hitam yang menggelapkan hatiku.
Hatiku gundah menanti ketiada pastianmu
Wahai pujaan ... amat mendambanya diri ini akan sosokmu yang selalu hadir dalam khayalku
Aku mohon wahai pujaan, hadirlah dalam nyataku
Jangan biarkan engkau hanya hadir dalam khayalku saja
Tapi itu tidak mungkin, karena kau jauh lebih memilihnya
Keberharapan ini hanya akan menjadi duri di dalam hatiku.
By: Nela Regar
.
.
Sambil nunggu Oh My Kimmy, kalian bisa baca ulang Oh My Jasson, atau baca novel Nona yang lain bagi pembaca baru yang baru mampir hehe.
My Introvert Husband (Rey dan Kikan)
My Introvert Husband 2 (Papa Gio dan Mama Merry)
My Introvert Husband 3 (Kendrick dan Alana. Berhubungan sama OMJ)
My Geeky Wife (Istri culunku. Arshlan dan Kyara)
Amoera is My Lady (Amoera dan Marvin)
Follow akun instagram Nona @Nona.lancaster
Maaf, ya, Laptop Nona lagi bermasalah. Jadi sementara nulis pakai HP. Ngga bisa cepet karena pasti banyak typo soalnya jarinya jempol semua hahaha.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Rafalia Azain
om david tolong dong keponakan nya di jewer tu si celia
2025-02-06
0
Rafalia Azain
Alea aku kasian sma kamu,,,tp kmunya begitu
2025-02-06
0
Mimilngemil
😂😂😂😂
othor nya kocak nie....
2023-11-23
0