Seusai mengantarkan Kimmy, Jasson terlebih dulu menjemput Harry di apartement, sebelum dirinya kembali ke kantor untuk mengambil berkas-berkas yang diperlukan.
“Biar mobilnya kukemudikan.” Harry mengambil kunci mobil yang kala itu dipegang oleh Jasson. Ia pun mengambil alih kemudi mobil tersebut.
Sepanjang perjalanan Jasson tak banyak bercakap atau bergurau seperti biasanya. Pikirannya dipenuhi tentang Kimmy. Padahal, hari ini dirinya akan menangani proyek besar. Proyek yang tidak pernah ia duga-duga sebelumnya. Bahkan, proyek besar ini telah ia nanti-nantikan sejak dari dulu. Di mana semua keinginannya yang sejak dari remaja untuk memiliki perusahaan sendiri bisa tercapai hanya dengan mengandalkan proyek ini. Ya, Jasson berpikir seperti itu.
Namun, Jasson rasanya tidak fokus akan proyek tersebut. Pikirannya hanya disibukan akan Kimmy. Ia benar-benar merasa tidak tenang meninggalkan istrinya setelah mengetahui bahwa ada seseorang yang telah menerrornya.
Harry berulangkali mencoba mengajak Jasson berbicara, tetapi sehabatnya itu sibuk dengan lamunannya sendiri.
“Jasson!” Suara Harry yang diperkeras, menyadarkan Jasson dari lamunannya.
“Ada apa?” Jasson menoleh dengan raut wajah yang nampak bingung.
“Aku sedang mengajakmu berbicara.”
“Maaf, kau bicara apa?”
“Apa kau sudah menyiapkan semua berkas pendukung?”
“Alea sudah menyiapkan semua, jadi kau jangan terlalu mengkhawatirkannya.”
“Baiklah.” Harry seketika menjadi lega.
Kesenyapan kembali terjeda di antara mereka.
“Kau kenapa?” tanya Harry setelah sesaat dirinya melihat kegelisahan di raut wajah sahabatnya yang tampak tak seperti biasa.
“Tidak apa-apa.”
“Jangan berbohong kepadaku!” seru Harry. “Kau sepertinya ada masalah. Cepat ceritakan masalahmu kepadaku!”
“Tidak ada yang perlu diceritakan.”
“Kau bertengkar dengan Kimmy?”
“Tidak.”
“Lalu kenapa kau terlihat gelisah seperti itu? Katakan kepadaku, masalah apa yang kaumiliki saat ini?” Desakan akan pertanyaan Harry tak bisa membuat Jasson mengelak. Ia pun terpaksa memberitahukan semuanya kepada sahabatnya tersebut. Tentang surat kaleng dan terkuncinya Kimmy di toilet basement. Ada kejanggalan dan kecemasan yang membuat dirinya tak tenang dan gelisah. Harry pun benar-benar terkesiap saat mendengarnya.
“Bagaimana bisa? Apa kau sudah tau siapa pengirim surat kaleng itu?”
“Jika aku tau, aku tidak akan khawatir seperti ini,” sembur Jasson. “Ini pasti salah satu wanita Mark, dan Kimmy menganggap hal ini remeh. Dia menganggap itu hanya orang iseng! Jika memang itu hanyalah orang iseng, tidak mungkin dia mengirimkan pesan terror hingga berulangkali kepada Kimmy.”
“Iya, kau benar, itu bukan hanya sekedar orang iseng. Katamu dia pernah mengirimi Kimmy pesan singkat, kan?” Jasson menganggukan kepala sebagai pembenaran atas pertanyaan Harry.
Kening Hary berkerut, mencoba berpikir. “Aku rasa, orang itu pasti ada di sekililing Kimmy dan mengenal betul Kimmy.” Jasson menarik pandangannya ke arah Harry. Keningnya ikut berkerut mencoba mencerna perkataan sahabatnya.
“Jasson, bisa jadi penerror itu adalah dokter atau perawat di mana tempat Kimmy bekerja. Mungkin salah satu dari mereka tidak menyukai kedekatan Kimmy dan juga Mark.”
Kening Jasson semakin berkerut. Kenapa dirinya tidak berpikir hingga ke sana. “Iya kau benar. Karena Kimmy mendapatkan surat kaleng itu di dalam ruangannya. Jadi sangat mustahil jika ada orang luar bisa masuk ke dalam sana.”
“Harry,aku harus bagaimana? Aku jadi semakin tidak tenang. Terlebih lagi, Paman Alert masih mengambil cuti selama beberapa minggu karena putrinya meninggal. Jadi tidak ada yang mengawasi Kimmy di rumah sakit.” Semburat kecemasan terlihat jelas sekali di raut di wajah Jasson.
“Jangan terlalu mengkhawatirkannya. Di rumah sakit kan ada Paman Louis. Jadi Kimmy pasti aman di sana.”
“Papa Louis sangat sibuk dengan pekerjaannya. Jadi tidak mungkin dia mengawasi Kimmy setiap waktu. Aku juga akan sibuk menangani proyek ini bersama Alea. Sementara Kimmy tidak mau aku carikan seorang pengawal untuknya.” Jasson mengusap kasar wajahnya dengan frustrasi. Ia benar-benar bingung dan tidak tenang.
“Begini saja, biar sopir pribadi Mamiku yang menggantikan Paman Alert untuk sementara waktu.”
“Jangan gila! Lalu bagaimana dengan Bibi Carrol? Kau mau menyuruhnya berjalan kaki?” cetus Jasson.
“Kebetulan Mamiku sedang pergi ke Jepang beberapa minggu ke depan, jadi kemungkinan sopir pribadi Mami tidak memiliki pekerjaan di rumah.”
“Benarkah?”
“Iya, jadi tidak masalah jika untuk sementara waktu aku menyuruh sopir pribadi Mami untuk mengawasi dan menjemput Kimmy bekerja.”
“Baiklah, kalau begitu. Terimakasih banyak. Kau memang sahabatku.” Seulas senyuman dan tepukan didaratkan oleh tangan Jasson di bahu Harry.
“Kau harus memberiku imbalan.” Harry berkelakar.
“Baiklah, apa yang kau mau?”
Harry menarik pandangannya menoleh ke arah Jasson. Sejenak meninggalkan kefokusan akan kemudinya. “Jesslyn,” ucapnya dengan tatapan penuh keseriusan, begitupun dengan suaranya.
“Jesslyn?” Kening Jasson berkerut. Gagal mencerna permintaan sahabatnya. “Kau mau Jesslyn sebagai imbalannya?”
Harry tergelak. “Aku hanya bercanda, kenapa ekspresimu serius seperti itu.” Tawa Harry semakin memecah seisi mobil.
“Kau benar-benar sialan! Kukira kaubenar-benar menginginkan Jesslyn sebagai imbalan. Mau kubunnuh kau.”
***
Setibanya, Jasson mengajak Harry untuk masuk ke dalam kantor. Ia terlebih dulu pergi ke ruangannya untuk mengambil beberapa berkas pendukung. Namun, saat dirinya dan Harry nyaris masuk ke dalam ruangan. Ia berpapasan dengan Jesslyn yang baru saja keluar dari sana.
“Heh, kau sedang apa kemari?” tegur Jasson.
“Sedang apalagi jika tidak disuruh oleh Kakak mengantarkan laporan.”
“Jesslyn.” Seulas senyuman dikembangkan oleh Harry sebagai sapaan.
“Pengacau!” semburnya.
“Bagaimana proyek barumu?” tanya Jesslyn sambil bersedakap.
“Ini aku mau memulainya, aku harus mengambil berkas pendukung.”
“Oh ...." Jesslyn mengagguk-anggukan kepalanya. "Oh, iya. Jasson, besok apa boleh aku menginap di rumahmu?” pinta Jesslyn, tatapannya penuh harap.
“Boleh,” sahut Harry sambil menahan gelak tawanya.
“Aku tidak berbicara denganmu, dasar pengacau!” Jesslyn memelototi Harry, bukannya takut, laki-laki itu justru malah semakin mengembangkan senyumannya.
“Untuk apa kau menginap di rumahku?”
“Aku ingin bertemu dengan Kimmy dan menghabiskan waktu bersamanya. Aku sungguh merindukannya.”
“Ya sudah, boleh,” ucap Jasson. “Tapi jangan membuat keributan dan kekacauan di sana!"
“Tentu saja tidak. Terimakasih,” sahut Jesslyn dengan penuh semangat. “Aku akan kembali ke kantor, kakak pasti sedang menungguku. Bye ....”
“Jesslyn tunggu!” Jasson menarik lengan tangan Jesslyn saat saudara kembarnya itu nyaris meninggalkan ruangannya.
“Ada apa?”
“Jangan bilang kepada Kimmy kalau aku masih mempekerjakan Alea di sini.”
“Memangnya kau tidak memberitahu Kimmy kalau Alea masih bekerja denganmu?”
“Tidak. Jadi kuharap kau jangan memberitahunya!”
“Kenapa?”
“Aku bilang jangan, ya, jangan. Masih saja banyak bertanya!” seru Jasson.
“Menyebalkan, baiklah.” Jesslyn menggerutu dan melanjutkan kembali niatnya untuk kembali ke perusahaan Kendrick; tempat dirinya bekerja saat ini.
“Kau yakin tidak memberitahu Kimmy?” Harry menepuk bahu Jasson, menyadarkan laki-laki itu dari sekelabat lamunan singkatnya.
“Tidak!" jawabnya mantap. "Aku masih mempekerjakan Alea hanya untuk sementara waktu. Untuk sekarang aku tidak bisa memindahkan dia bekerja dengan Daven . Aku membutuhkannya untuk menangani proyek besar ini. Karena hanya dia yang sudah paham betul dengan proyek semacam ini.”
“Tapi sebaiknya kau harus memberitahu Kimmy kalau Alea masih bekerja denganmu, supaya tidak ada kesalahpahaman di antara kalian.”
“Sudah biarkan saja, prioritasku sekarang bukan hanya Kimmy. Aku tidak mungkin membatalkan ini semua, sementara impianku ada di depan mata.”
Harry terdiam sejenak. Embusan napasnya yang kasar menandakan bahwa lelaki itu lelah menasehati sahabatnya. “Ya sudah, terserah kau saja. Kuharap kau tidak menyesali keputusanmu.”
.
.
.
Kalian mau ceritanya dijelasin secara detail kan? Nah jadi sabar, ya, bagi yang tanya kapan ini kapan itu. Soalnya nanti semuanya bakal terungkap secara bersamaan.
Jangan lupa ya untuk tinggalkan like di setiap bab. Terimakasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Hera Puspita
mau nya jasson jujur sama kimmy
2024-06-18
0
Mimilngemil
Betullll...
2023-11-23
0
Mimilngemil
ish... Jasson nyari" aja nie...
Kasian kan Kimmy.
2023-11-23
0