Jauhi istriku!

Kawanan burung mulai nampak berterbangan ke sana kemari, kicaunya saling bersahutan satu sama lain menyambut sang surya yang sinarnya mulai berpendar saat menggapai tempat peraduannya. Pagi hari mungkin telah dinanti-nanti oleh kawanan burung. Namun, tidak bagi beberapa manusia yang harus mengakhiri istirahatnya untuk kembali melakukan rutinitas.

Seperti yang dirasakan oleh Kimmy saat ini. Semalaman penuh dirinya tertidur nyenyak. Namun, rasa lelah yang sejak kemarin menyemat di tubuhnya tak kunjung memudar. Rasanya pagi itu ia ingin sekali kembali melanjutkan tidurnya, tetapi tidak bisa. Karena kini tujuannya untuk bekerja di rumah sakit telah sampai. Ya, seperti biasa, Jasson terlebih dulu mengantarkannya sebelum dirinya  berangkat ke kantor.

"Jangan dekat-dekat Mark! Jauhi dia, dan bicara seperlunya saja," tutur Jasson. Sorot matanya penuh perintah. "Beritau aku jika orang itu masih mengirimkan surat kaleng kepadamu."

"Ehem." Kimmy menganggukan kepalanya dengan malas saat rasa kantuk masih mengendalikan dirinya.

"Aku akan mencarikan pengawal untukmu." Perkataan Jasson membuat Kimmy membeliak. Rasa kantuk dan malasnya seketika sirna.

"Pengawal? Untuk apa?"

"Untuk mengawalmu. Memangnya untuk apa lagi?"

"Jasson, aku tidak membutuhkan pengawal. Aku bukan seorang putri yang hidup di istana yang setiap inchi tubuhnya tercipta dari berlian yang perlu dijaga. Aku hanya seorang dokter. Jadi jangan berlebihan."

"Ya, aku memang merasa ini berlebihan."

"Kalau sudah tau berlebihan kenapa kau mau mencarikan pengawal untukku?" sembur Kimmy.

"Karena aku merasa tidak tenang, kau mengerti!" seru Jasson. "Kau sedang tidak aman. Ada orang yang menerrormu, dan kita tidak tau monster seperti apa dia."

Kimmy berkelakar. "Pengirim surat kaleng itu hanyalah orang iseng. Bukan monster." Hidung Jasson menjadi sasaran tangan Kimmy untuk dicubitnya hingga memudarkan warna kulit aslinya.

"Aku tidak bercanda!" Jasson mengusap hidungya yang terlihat merah karena tangan Kimmy. Ia mencondongkan tubuhnya lebih mendekat ke arah istrinya tersebut. "Lebih baik kita diterror oleh hantu daripada diterrorr oleh manusia, yang  bisa saja berubah menjadi monster," ujarnya dengan suara dan tatapan penuh keseriusan. Tawa Kimmy perlahan sirna ketika berhasil mencerna perkataan suaminya..

Jasson menjauhkan tubuhnya. Namun, raut wajahnya yang penuh keseriusan masih belum menyurut dari pandangan Kimmy. "Monster yang kumaksud bukanlah sosok monster yang ada di halusinasimu yang biasa kaulihat di film-film!"

"Jangan menganggap remeh. Siapapun bisa melukaimu!" Perkataan Jasson membuat bulu kuduk Kimmy serasa meremang. Ketakutan tiba-tiba menyelinap di dalam dirinya. Namun, sebisa mungkin Kimmy tak memperlihatkanya kepada Jasson.

"Aku akan baik-baik saja. Kau jangan khawatir," sahut Kimmy setelah dirinya bungkam beberapa saat. "Aku bisa menjaga diriku jadi aku tidak membutuhkan pengawal."

Jasson menangkup kedua bahu Kimmy. Mencengkramnya dengan emosi yang sedikit meluap. "Kau bisa bilang bahwa kau baik-baik saja, tetapi tidak denganku. Aku yang mencemaskanmu! Kenapa kau sulit sekali mengerti!"

"Kau tidak tau senekat apa manusia jika mereka ingin mendapatkan sesuatu!" Tubuh Kimmy sedikit terguncang saat Jasson menghempas kedua bahunya. Mata peraknya bisa melihat kecemasan yang ada di kedua manik mata suaminya tersebut.

"Kau pagi-pagi sudah membuatku emosi. Cepat turunlah!" perintah Jasson seraya menarik pandangannya ke sisi luar jendela mobil berharap rasa kesalnya terhadap Kimmy memudar.

"Maafkan aku," ujar Kimmy. "Aku berangkat. Kau hati-hati."  Sebuah ciuman yang didaratkan oleh Kimmy mengakhiri perdebatan di antara keduanya. Jasson menarik pandangannya kembali untuk memperhatikan Kimmy yang baru saja turun dari mobil.

"Kenapa sulit sekali memberitaunya!" Jasson mendengus. Ia tak melepaskan Kimmy sedikit pun dari pandangannya, sebelum dirinya benar-benar memastikan bahwa istrinya itu benar-benar masuk ke dalam rumah sakit.

***

Saat dirasa bayangan Kimmy telah lenyap dari pandangannya, Jasson memutuskan untuk meninggalkan tempat istrinya bekerja tersebut. Namun, niatnya terurungkan saat pedal gas mobil nyaris ia injak. Keningnya tiba-tiba berkerut dalam, diikuti juga dengan kedua alisnya yang tebal menaut secara bersamaan tatkala dirinya melihat mobil yang diyakini milik Mark melintas di depan mobilnya yang hendak melaju.

Secarik kertas yang Jasson temukan di dalam tas Kimmy semalam yang berisi sebuah peringatan, kini mengingatkan dirinya kembali. Emosi laki-laki itu seketika membuncah karena mengetahui bahwa Mark-lah menjadi penyebab istrinya diterror oleh seseorang yang belum ia ketahui. Ia memutuskan untuk turun dari mobil dan berjalan menghampiri Mark yang saat itu terlihat turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya di parkiran yang ada di halaman rumah sakit. Laki-laki itu  terlihat menebar senyuman dan sapa  kepada setiap perawat wanita yang berdatangan untuk memulai rutinitas.

Kemeja panjang dengan motif garis-garis lurus berwarna hitam yang dikenakan oleh Mark. Kini jadi sasaran tangan Jasson untuk ditariknya hingga menghentikan langkah laki-laki itu yang nyaris meninggalkan parkiran.

Tatapan Mark penuh kekesalan saat ia berbalik badan dan mengetahui bahwa yang menghalangi jalannya ternyata ialah laki-laki yang ia kenal.

“Kau ….” Tatapan keduanya beradu dengan sengit. Mark mengedikan bahunya supaya tangan Jasson terlepas dari kemeja yang semakin dicengkramnya kuat.

“Ada apa?” Suara Mark terdengar angkuh. Ia mengibas bekas tangan Jasson yang telah memeganag kemejanya seolah tangan laki-laki itu penuh dengan noda.

“Jauhi istriku!” Kedua manik mata Jasson yang berwarna kelabu terang itu tersirat penuh dengan peringatan.

Mark menarik salah satu sudut bibirnya. “Apa hakmu?”

“Kau masih bertanya apa hakku? Aku suaminya!" Suara Jasson serasa meledak di tenggorokannya dengan penuh emosi. "Jadi jauhi istriku!"  Rahangnya mengeras sembari menggertakan giginya.

"Kau sudah mengakuinya sebagai istri?" tanyanya penuh dengan sindiran. Mark menghindar saat tangan Jasson nyaris merampas kerah kemejanya.

"Jangan mempermalukan dirimu sendiri di sini, Tuan Jasson!" Mark mengguncang salah satu bahu Jasson. Namun, tak membuat tubuh laki-laki itu berpindah dari posisinya.

“Kimmy dan aku sudah lama berteman dan tidak ada yang bisa menghalangi pertemanan kami, terutama kau!” ucap Mark seraya menegaskan jari telunjuknya. “Lagipula, aku dan Kimmy selalu menjaga jarak. Bukan seperti kau dan sekretarismu.” Manik mata Mark yang berwarna coklat terang bak kacang kenari itu menatapnya dengan sarkastik.

“Ini bukan masalah kau berteman baik dengan istriku atau tidak. Aku menyuruhmu menjauihi istriku, karena salah satu wanitamu berulang kali mengancamnya!”

Kening Mark berkerut dalam. Ia gagal mencerna perkataan Jasson. "Apa maksudmu?"

"Aku tidak akan mengulang lagi perkataanku. Aku hanya meminta kau jauhi istriku. Jangan membuatnya berada di dalam masalah." Jasson bergantian mengguncang kedua bahu Mark hingga tubuh tegap laki-laki itu goyah dari posisinya.

"Jika hal buruk sampai terjadi kepada Kimmy. Kau orang pertama yang akan kucari!" Jasson memperingati Mark dengan suara penuh tekanan dan ancaman. Sebelum kemudian, ia berlalu pergi meninggalkan Mark yang masih mematung di sana.

"Apa maksud perkataan Jasson?" gumam Mark. Ia benar-benar dibingungkan akan perkataan laki-laki yang telah menjadi suami temannya tersebut.

"Mengancam? Siapa yang mengancam Kimmy?"

"Aku harus bertanya kepada Kimmy."

Terpopuler

Comments

guest1052940504

guest1052940504

mantaff

2021-12-12

0

Novita M Nur

Novita M Nur

kayak y kimmy hamil deh

2021-04-14

2

Gina Savitri

Gina Savitri

mark makanya jadi laki² jangan nebar benih di mana² jadi bingung kan siapa yg ngancem kimmy 😂😂😂

2021-04-12

1

lihat semua
Episodes
1 Oh My Jasson
2 Menanyakan kembali
3 Menemukan sebuah kertas
4 Terpaksa memberitahu
5 Maafkan aku
6 Jauhi istriku!
7 Jangan terobsesi
8 Tidak memberitahu
9 Hanya Kimmy
10 Aku sudah tidak lelah
11 Kecurigaan Kimmy
12 Rekaman CCTV
13 Apakah akan terulang?
14 Pengakuan Alea
15 Dia membohongiku
16 Kimmy menghilang
17 Penerror yang sebenarnya
18 Sebilah pisau
19 Kimmy?
20 Sedikit terlambat
21 Senyuman yang menyakitkan
22 Marahi saja
23 Menenangkan diri
24 Aku akan membantumu
25 Membiarkan Tersiksa
26 Sungguh tidak tau malu
27 Hanya menginginkan Kimmy
28 Semakin tersiksa
29 Meminjam Elga
30 Tidak akan melepaskannya
31 Biar cepat sembuh
32 Hanya dia wanitaku
33 Aku sangat merindukanmu
34 Memangnya kau berani?
35 Jasson pulang
36 Kau adalah milikku
37 (Buku Diary) Jasson cemburu
38 My Little Fox
39 (Buku Diary) Oh My Jasson
40 (Buku Diary) Sungguh memalukan
41 Hari Yang Menyenangkan
42 Aku Si Pencemburu
43 Aku lebih menyukaimu
44 Penolakan Jasson
45 Kau milikku
46 Bernyawa dan menggemaskan
47 Wanita memang menyebalkan
48 Tidak baik-baik saja
49 Apa yang kau benci?
50 Tidak sadarkan diri
51 EPILOG (ENDING)
52 Extra Part 1
53 Extra Part 2
54 Extra Part 3
55 Extra Part 4
56 Extra Part 5
57 Bonus Chapter (Baby Moon)
58 Bonus Chapter (Aku menginginkamu)
59 Bonus Chapter (Therapist Andal)
60 Bonus Chapter (Menikahlah)
61 Bonus Chapter (Mencemaskan)
62 Bonus Chapter (Melepaskan Rindu)
63 Bonus Chapter (Kekecewaan Kimmy)
64 Bonus Chapter (Menyalahkan Jasson)
65 Bonus Chapter (Mengakhiri salah paham)
66 Bonus Chapter - See You Next story
67 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Oh My Jasson
2
Menanyakan kembali
3
Menemukan sebuah kertas
4
Terpaksa memberitahu
5
Maafkan aku
6
Jauhi istriku!
7
Jangan terobsesi
8
Tidak memberitahu
9
Hanya Kimmy
10
Aku sudah tidak lelah
11
Kecurigaan Kimmy
12
Rekaman CCTV
13
Apakah akan terulang?
14
Pengakuan Alea
15
Dia membohongiku
16
Kimmy menghilang
17
Penerror yang sebenarnya
18
Sebilah pisau
19
Kimmy?
20
Sedikit terlambat
21
Senyuman yang menyakitkan
22
Marahi saja
23
Menenangkan diri
24
Aku akan membantumu
25
Membiarkan Tersiksa
26
Sungguh tidak tau malu
27
Hanya menginginkan Kimmy
28
Semakin tersiksa
29
Meminjam Elga
30
Tidak akan melepaskannya
31
Biar cepat sembuh
32
Hanya dia wanitaku
33
Aku sangat merindukanmu
34
Memangnya kau berani?
35
Jasson pulang
36
Kau adalah milikku
37
(Buku Diary) Jasson cemburu
38
My Little Fox
39
(Buku Diary) Oh My Jasson
40
(Buku Diary) Sungguh memalukan
41
Hari Yang Menyenangkan
42
Aku Si Pencemburu
43
Aku lebih menyukaimu
44
Penolakan Jasson
45
Kau milikku
46
Bernyawa dan menggemaskan
47
Wanita memang menyebalkan
48
Tidak baik-baik saja
49
Apa yang kau benci?
50
Tidak sadarkan diri
51
EPILOG (ENDING)
52
Extra Part 1
53
Extra Part 2
54
Extra Part 3
55
Extra Part 4
56
Extra Part 5
57
Bonus Chapter (Baby Moon)
58
Bonus Chapter (Aku menginginkamu)
59
Bonus Chapter (Therapist Andal)
60
Bonus Chapter (Menikahlah)
61
Bonus Chapter (Mencemaskan)
62
Bonus Chapter (Melepaskan Rindu)
63
Bonus Chapter (Kekecewaan Kimmy)
64
Bonus Chapter (Menyalahkan Jasson)
65
Bonus Chapter (Mengakhiri salah paham)
66
Bonus Chapter - See You Next story
67
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!