Kimmy menyandarkan punggungnya di kursi. Ia dengan sengaja membuka jendela pintu mobil; membiarkan wajah dan tubuhnya dijamah oleh angin dan hangatnya sinar matahari yang telah naik ke tempat peraduannya, dan membentangkan cahaya ke setiap penjuru kota. Tubuhnya terasa sangat lelah. Tidak biasanya sekali ia seperti ini. Apa karena semalam terlalu bersemangat melakukan kegiatan panas bersama Jasson? mungkin saja.
Tubuh Kimmy sedikit terguncang saat mobil yang dikemudikan oleh Jasson berhenti secara tiba-tiba. Wanita itu baru disadarkan bahwa dirinya telah tiba di rumah sakit.
"Sudah sampai, ya." Kimmy menarik tubuhnya ke depan. Pandangannya mengitari tempat itu dengan rasa malas. Rasanya ia ingin sekali menghabiskan waktu untuk beristirahat. Namun, rasanya itu tidaklah mungkin.
"Iya, sudah sampai." Jasson memperhatikan wajah Kimmy yang terlihat muram. Noda hitam terlihat mengantung di bawah matanya. Menandakan wanita itu benar-benar lelah dan kurang tidur.
"Apa kau mengantuk?" Jasson mengubah sedikit posisi duduknya supaya lebih lelusa menghadap ke arah Kimmy. Ia menyelipkan rambut berwarna madu yang membingkai wajah wanita itu ke belakang telinga. Wajah kuyu itu sekarang nampak jelas memantul di maniknya yang berwarna kelabu terang.
"Aku hanya sedikit lelah." Kimmy memejamkan singkat kedua matanya. Seulas senyuman tak lupa ia uraikan di sela-sela percakapan.
"Nanti beristirahatlah." Jasson memberi usapan di pipi Kimmy yang semakin berisi. Lalu turun sengaja mengusap dan membelah bibir kemerahan layaknya buah cherry yang sangat menggoda itu dengan menggunakan ibu jarinya.
Kimmy mengangguk dengan senyumannya yang masih tak menyurut. Menjauhkan tangan Jasson karena takut laki-laki itu melakukan hal lebih seperti yang sudah-sudah.
"Ini di dalam mobil. Jangan macam-macam. Kau tidak puas semalam?" Senyuman yang masih mengembang di wajah Kimmy penuh dengan peringatan.
"Siapa yang mau macam-macam!" bantah Jasson. "Aku hanya mau menghapus lipstickmu. Kau menggunakannya terlalu tebal." Jasson menunjukan ibu jarinya yang terlihat merah karena sebagian lipstick Kimmy melekat di sana hingga membuat Kimmy tergelak. Ia terkekeh dibuat malu. Pikirannya sungguh terkutuk karena telah mengira suaminya itu akan melakuan hal yang tidak seharusnya dilakukan di tempat umum.
"Oh, aku kira." Kimmy menggaruk kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.
"Memakai lipstick setebal ini, memangnya siapa yang mau kaugoda?" Ekor mata Jasson menerkamnya dengan tajam dan penuh kritik.
"Memangnya siapa yang mau kugoda? aku hanya memakai lipstick saja. Memangnya akau salah?" seru Kimmy sambil bersedekap dan mencebikan bibirnya.
"Tentu saja salah. Kalau laki-laki lain melihatnya tergoda bagaimana?" Jasson kembali mengalihkan pandangannya. Tatapannya penuh keseriusan dan memanas melihat ke ararh Kimmy; lebih tepatnya di bagian bibir yang masih tak memudarkan warnanya. "Hapus!" perintahnya kemudian.
Kimmy mendengus kesal. Tak bisa membantah akan perintah suaminya. Ia menarik beberapa lembar tissue yang ada di dekat kursi kemudi. Ia terpaksa menghapus seluruh lipstick yang melekat di bibirnya itu daripada harus melayani Jasson untuk berdebat sepagi ini.
"Sudah kuhapus. Kau puas? Puas?" Kimmy menyodorkan tissue yang ternodai oleh warna merah karena noda lipstick ya itu kepada Jasson.
"Hah, bilang saja kalau iri ingin memakai lipstick juga."
"Bicara apa kau baru saja?" Tatapan mata Jasson menerkam saat gerutuan Kimmy tertangkap di pendengarannya.
"Tidak bicara apa-apa." Kimmy terkekeh takut. "Aku berangkat." Sebuah ciuman Kimmy daratkan di salah satu pipi Jasson, membuat senyuman mengulas di bibir laki-laki itu. Senyuman yang selalu membubuhi semangatnya setiap kali bekerja.
"Kimmy, tunggu!" Suara Jasson menghentikan Kimmy yang nyaris membuka pintu mobil.
"Iya?" sahutnya sambil menoleh ke arah Jasson. Pergelangan tangan wanita itu diraih olehnya. Tubuhnya sedikit ia condongkan lebih mendekat ke arah Kimmy.
"Ehm ...." Jasson tengah menyusun pertanyaan yang sebenarnya sulit untuk ia ucapkan.
"Ada apa, Jasson?" Kimmy berusaha membaca tatapan mata Jasson yang menghujam dalam. Tidak sabar menunggu apa yang ingin dikatakan oleh suaminya tersebut. Keheningan menyelinap saat kedua mata mereka saling terkunci.
"Apa kau ingat semalam berbicara apa kepadaku?" Pertanyaan Jasson membelah kebungkaman yang terjeda di antara mereka. Tatapan matanya menilik. Berharap Kimmy mengingat apa yang telah di ucapkan semalam kepadanya.
Kening Kimmy berkerut dalam. Diikuti dengan alis cantiknya yang berwarna gelap alami tanpa polesan. "Bicara apa memangnya?"
"Ehm, setelah kau bilang jangan pergi kepadaku." Jasson berkata seperti itu dengan ragu. Namun, ia tetap berusaha mengingatkan wanita itu dan memastikan kembali apa pernyataannya semalam hanya igauan semata.
"Jangan pergi?" Kening Kimmy semakin berkerut. "Memangnya aku semalam berbicara seperti itu, ya?"
enyakitinyaembuatnya sakit. Jasson memalingkan pandangannya ke depan dan tak menghiraukan wanita yang ada di sampinya saat ini.
"Sungguh menyebalkan!" gerutunya.
"Lupakan! Sudah berangkatlah sana!" perintahnya. Kimmy dibuat heran akan Jasson yang tiba-tiba marah terhadapnya.
"Jasson, kenapa kau jadi marah?" Pertanyaan itu tak membuat Jasson menjawabnya.
"Aku memangnya berbicara apa semalam?" Kimmy mengguncang tubuh Jasson dengan mengoyak-ngoyak salah satu bahu lelaki itu. Namun ia sama sekali tak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Jasson tetap membisu.
"Jasson, katakan aku semalam berbicara apa!" Kimmy mendengus. Rasa penasarannya semakin membuncah.
"Ingat-ingatlah sendiri. Jika tidak ingat tidak usah bertanya lagi!"
"Baiklah, aku akan mencoba mengingatnya sendiri. Awas saja kalau aku sampai mengingatnya!" Kimmy mencebik penuh ancaman. Ia menjauhkan tangannya dari Jasson, dan segera turun dari mobil dengan mulut yang tak henti menggerutu.
"Menyebalkan! Dia memang wanita menyebalkan!" Alis Jasson yang simetris dan tebal itu bertaut secara bersamaan. Tak melepaskan gerak tubuh Kimmy yang berjalan menjauh dari mobilnya, sebelum wanita itu benar-benar lenyap dari pandangannya.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungan like dan votenya, ya. Terimakasih ^_^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Anonymous
keren
2024-11-01
0
。.。:∞♡*♥
menyebalkan tapi cinTa 🤭😅
2022-06-08
1
Zainab Ddi
kalo Uda cinta pasangan ini pessis Alana sama ken
2022-05-30
1