Apakah akan terulang?

"Untuk apa mereka ke basement?" Jasson masih bisa menahan emosinya. Kedua mata peraknya masih tak lepas dengan sabar memperhatikan layar komputer tersebut. Tak lama kemudian, Alea dan Chelia terlihat kembali. Emosi Jasson semakin menjalar, namun tetap ia tahan.

Laki-laki itu masih mengamati rekaman tersebut, ingin memastikan siapa lagi yang pergi basement selain Chelia dan Alea. Namun, setelah beberapa saat menunggu cukup lama Jasson tidak melihat siapapun yang melintas di sana, pun Kimmy yang tidak terlihat lagi setelah Chelia dan Alea kembali dari basement. Emosi Jasson seketika dibuat meledak.

“Ini tidak mungkin.” Pikiran Jasson bergelut dengan keheningan di ruangan yang hanya di soroti lampu-lampu redup. Karena memang setiap malam lampu-lampu yang ada di kantor  tidak semua dinyalakan.

Dengan langkah gusar, Jasson meninggalkan ruangannya saat tas kerja dan juga kunci mobil berhasil ia raih dari atas meja. Ia masuk ke dalam lift dan hendak mengambil mobil saat lift itu membawanya ke lobby utama. Emosinya masih tak menyurut. Namun, pikirannya masih sangat berharap bahwa Alea tidak melakukan hal itu kepada Kimmy.

“Jasson ....” Suara seorang wanita yang tak asing mengurungkan niat Jasson yang nyaris menarik tubuhnya masuk ke dalam mobil. Ia berbalik ke asal suara tersebut. Alisnya yang semula menaut samar-samar, kini semakin diperjelas saat melihat sosok wanita yang tak asing baru saja turun dari mobil berwarna merah maroon yang terparkir di seberang sana.

“Chelia.” Nama itu lolos dari bibir Jasson dengan guncangan kecil di tenggorokannya, berusaha menahan emosi yang nyaris mengendalikan dirinya. Jasson menutup pintu mobil yang tadi sudah ia buka. Sangat kebetulan sekali wanita itu ada di sini. Ia berjalan menuju ke arah Chelia yang saat ini juga berjalan menghampiri dirinya.

“Jasson, aku mau berbicara kepada—”

“Ahhh ....” Chelia berteriak saat perkataannya belum ia tuntaskan. Tubuhnya terguncang ketika Jasson menarik lengannya dengan kasar, tak peduli dia wanita atau bukan. Tatapan mata Jasson yang gelap dan tak terbaca kini menakuti wanita itu.

“Ja-Jasson, ka-kau kenapa.” Chelia terbata, wanita itu berusaha melepaskan diri, tetapi Jasson tak membiarkannya begitu saja.

“ Aku mau bertanya kepadamu, sedang apa kau hari jumat lalu datang ke kantoku?” Pertanyaan itu membuat Chelia membeliak.

Kenapa Jasson bertanya seperti itu? Batinnya.

“A-aku.” Tatapan Jasson semakin gelap membuat Chelia ketakutan.Wanita itu sibuk menyusun jawaban.

“Apa yang kaulakukan di basement bersama Alea saat sore?” Tangan itu semakin menyakiti kulit lengan tangan Chelia yang telanjang. Bagaimana Jasson bisa tau? Pikirnya. Kedua mata Chelia membola sempurna—nyaris terlepas dari tempatnya.

“Kenapa kau diam?” Jasson semakin gusar akan kebungkaman Chelia. “Apa kau yang mengunci Kimmy di dalam kamar mandi basement waktu itu?” bentaknya membuat Chelia tersentak.

Sebuah alasan seketika melesat di pikiran Chelia hingga membuat wanita itu bisa melepaskan diri dari tangan Jasson.  “Bukan aku yang mengunci Kimmy!” bantah Chelia. Suaranya terdengar penuh keyakinan, pun dengan tatapannya.

“Tapi hanya kau dan Alea yang berada di basement pada hari jumat lalu!” Volume suara Jasson semakin ditambah membuat Chelia terkesiap. Dirinya tidak aman. Butuh waktu beberapa saat untuk dirinya menyusun jawaban yang tepat.

“Dan aku memeriksa cctv, kalau hanya kau dan Alea yang ada di basement sore itu selain Kimmy!” Tangan Jasson nyaris merampas pergelangan Chelia, laki-laki itu masih ingin mendesaknya supaya berbicara. Namun, Chelia dengan cepat menangkis tangan Jasson dan melakukan pembelaan.

“Iya ... aku memang hari jumat mendatangi kantormu karena ingin bertemu dengan Alea.” Chelia membenarkan. “ Tetapi bukan aku yang mengunci istrimu di basement, tetapi  Alea yang menguncinya!” Nama Alea terucap dengan mantap dari mulut Chelia saat menyalahkan wanita itu. Jasson menjauhkan tangannya. Tatapan tidak percaya kini terbaca di kedua manik matanya yang berkilat-kilat karena tersoroti lampu.

“Alea?”

“Iya ... Alea yang mengunci istrimu di dalam kamar mandi,” ujar Chelia.  “Alasannya sangat sederhana.” Senyuman licik tersungging samar di salah satu sudut bibirnya.

“Apa?” Emosi Jasson kini semakin membuncah dan berkuasa penuh di dalam dirinya.

Chelia  melangkahkan kakinya  lebih mendekat kepada Jasson. “Karena dia mencintaimu ....” tuturnya penuh keyakinan. “Dia tidak menyukai Kimmy. Itu sebabnya dia mengunci Kimmy di dalam kamar mandi.”  Perkataan Chelia membuat darah Jasson mendidih-didih. Tangannya mengepal, hingga guratan-guratan otot itu mulai nampak.

Alea adalah wanita baik yang sudah Jasson kenal selama kurang lebih empat tahun ini. Pikirannya masih tidak mempercayai, sebelum dirinya  menemui  wanita itu dan mempertanyakan hal ini secara langsung. Kali ini bukan hanya Kimmy yang mengatakan bahwa Alea memiliki perasaan kepada dirinya, tetapi  Chelia juga. Dan Jasson masih saja membantah bahwa Alea tidak mungkin menyukai dirinya. Itu tidak mungkin, batinnya penuh keyakinan.

***

Kimmy berulang kali membaca  jam dinding kuno yang terpampang  di ruang tamu secara berkala, menantikan Jasson yang tak kunjung juga pulang. Kedua telapak tangannya saling meremmas satu sama lain. Ada sesuatu yang sedari tadi membuat hati wanita itu tidak tenang setelah dirinya mencurigai bahwa Alea masih bekerja dengan suaminya. Kecurigaan itu semakin diperkuat tatkala Jesslyn selalu menghindar dan mengalihkan topik pembicaraan saat dirinya bertanya tentang Alea.

“Apa Nona Alea masih bekerja dengan Jasson?” Kimmy memejamkan singkat kedua matanya dan mengembuskan napasnya dengan gusar. Pertanyaan-pertanyaan itu sejak dari tadi siang tak kunjung menyurut dari kepalanya. Rasanya ingin menampik, tetapi  hatinya yang kian rapuh selalu berkata demikian. Kedua ekor matanya kini ditarik kembali melihat ke arah jam dinding yang baru saja berdentang. Sudah jam enam sore. Kegelisahaan akan rasa penasaraannya semakin menjadi-jadi.

“Jika Nona Alea masih bekerja dengan Jasson, berarti  ... Jasson membohongiku.”  Bibir Kimmy bergetar, pun kelopak matanya yang layu berusaha menyembunyikan air matanya yang nyaris terjatuh.

“Kimmy.” Tepukan di bahu menyadarkan Kimmy dari lamunannya.  Senyuman samar-samar terselip di bibirnya, saat ia mengetahui Jesslyn menghampiri.

“Ada apa, Jesslyn?”

Kau dari tadi melamun, ayo kita makan malam. Aku membuatkan sup spesial untukmu.” Jesslyn melingkarkan salah satu tangannya di bahu Kimmy. Namun, Kimmy menghindarinya.

“Ehm ... aku menunggu Jasson pulang saja.”

“Dia pasti pulang malam, jadi jangan menunggunya,” tutur Jesslyn. Kimmy tiba-tiba membisu. Tatapan penuh tanya tersemat di dalam matanya.

“Jesslyn.” Tatapan mata sendu itu gagal terbaca oleh Jesslyn.

“Iya?” sahut Jesslyn. Hatinya mendadak was-was, takut jika sahabatnya itu kembali bertanya tentang Alea dan Jasson.

Kimmy menarik telapak tangan Jasson dan menggenggamnya. “Jasson tidak sedang bersama Nona Alea, kan? Dia sudah tidak lagi bekerja dengannya, kan?” Pertanyaan itu lolos setelah keheningan terjeda beberapa saat.

*“Aku harus menjawab apa?” *Jesslyn menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

“Ehm ...”

“Nona Jesslyn, sup yang kaubuat sudah mendidih, apa kau mau menambahkan sesuatu lagi ke dalamnya?” Bibi Katty kali ini menyelamatkan Jesslyn untuk menghindar dari pertanyaan Kimmy.

“Kimmy sebentar, aku mau menambahkan sesuatu ke dalam  sup yang kubuat. Sebentar ....”

“Jesslyn ....” Teriakan Kimmy tak mengubah niatan Jesslyn untuk mengurungkan atau sekedar menoleh kepadanya. Kimmy kembali memejamkan singkat kedua matanya.

Ponsel miliknya tiba-tiba bergetar. Keningnya berkerut penuh tanya saat sebuah pesan dari nomer tak dikenal baru saja ia terima. Rasa penasaran membuat Kimmy  segera membuka pesan tersebut.

Nona Kimmy, apa kau tau, suamimu sedang membohongimu?  Alea tidak benar-benar dipindahkan. Dia masih bekerja dengan Jasson.  Bahkan mereka sering menghabiskan waktu berdua di luar dengan mengatasnamakan pekerjaan.  Jadi sangat percuma jika kau menunggu suamimu pulang. Karena sekarang dia sedang berada di rumah Alea. ~ Chelia.

Hati Kimmy seketika mencelus. “Jasson di rumah Alea?” Kimmy berusaha menahan air matanya yang sudah terkumpul penuh  dan siap ditumpahkan. Namun, ia berusaha tidak mempercayai pesan singkat yang barus saja ia terima dari Chelia.

Tanpa berkata, Kimmy masuk ke dalam kamarnya. Ia mengambil mantel tebal berwarna coklat yang kerahnya dilapisi oleh bulu-bulu angsa. Ponsel yang sedaritadi ia genggam, kini ia selipkan ke dalam tas kecil yang baru saja ia selempangkan di tubuhnya. Kakinya melangkah penuh keyakinan meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada Jesslyn maupun Bibi Katty.

“Paman Effendy, tolong antarkan saya ke kantor Jasson,” perintahnya kepada Paman Effendy yang kala itu tengah duduk bersantai di kursi besi yang ada di pelataran rumah.

“Baik, Nona.” Tuan Effendy meninggalkan tempat duduknya dan memandu Kimmy untuk masuk ke dalam mobil.

Kimmy mendaratkan tubuhnya duduk di kursi belakang kemudi. Ia menarik dalam-dalam napasnya mencoba menenangkan diri. Tersemat kekecewaan di setiap tatapan manik mata berwarna kelabu terang miliknya. Berusaha menyembunyikan perasaannya saat ini, tetapi Kimmy tidak sepandai itu.

Ya, mungkin Kimmy bisa memendam perasaannya terhadap Jasson selama belasan tahun lamanya, tetapi perihal ‘kecemburuan’ dirinya tidak bisa menyembunyikannya. Sekalipun itu hanya hitungan detik. Kimmy rasa semua wanita juga merasakan hal yang sama dengannya.

“Jasson tidak mungkin membohongiku.”

Kimmy memejamkan kedua matanya. Berusaha supaya air matanya tidak terjatuh. Namun, hatinya yang terlalu rapuh tidak bisa mengendalikannya. Kedua sudut mata wanita itu pun terlanjur basah.

Mengingat  saat pesta perayaan anniversary Papa Gio dan Mama Merry beberapa tahun yang lalu, karena rasa cemburunya kepada Alea, Kimmy lebih memilih menghilang meninggalkan semua kehidupannya yang berkaitan dengan Jasson. Termasuk meninggalkan kedua sahabatnya; Alana dan Jesslyn, demi menjaga hatinya supaya tidak merasakan sakit terus-menerus.  Apakah hal itu akan terulang lagi?

Terpopuler

Comments

Rafalia Azain

Rafalia Azain

Kimmy jngn emosi ya

2025-02-06

0

Rifcky Mutakien

Rifcky Mutakien

dan disini yg bego itu s jasson

2024-07-15

0

Hera Puspita

Hera Puspita

saat tau kebenaran kita dgr dari org lain itu lebih menyakitkan

2024-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Oh My Jasson
2 Menanyakan kembali
3 Menemukan sebuah kertas
4 Terpaksa memberitahu
5 Maafkan aku
6 Jauhi istriku!
7 Jangan terobsesi
8 Tidak memberitahu
9 Hanya Kimmy
10 Aku sudah tidak lelah
11 Kecurigaan Kimmy
12 Rekaman CCTV
13 Apakah akan terulang?
14 Pengakuan Alea
15 Dia membohongiku
16 Kimmy menghilang
17 Penerror yang sebenarnya
18 Sebilah pisau
19 Kimmy?
20 Sedikit terlambat
21 Senyuman yang menyakitkan
22 Marahi saja
23 Menenangkan diri
24 Aku akan membantumu
25 Membiarkan Tersiksa
26 Sungguh tidak tau malu
27 Hanya menginginkan Kimmy
28 Semakin tersiksa
29 Meminjam Elga
30 Tidak akan melepaskannya
31 Biar cepat sembuh
32 Hanya dia wanitaku
33 Aku sangat merindukanmu
34 Memangnya kau berani?
35 Jasson pulang
36 Kau adalah milikku
37 (Buku Diary) Jasson cemburu
38 My Little Fox
39 (Buku Diary) Oh My Jasson
40 (Buku Diary) Sungguh memalukan
41 Hari Yang Menyenangkan
42 Aku Si Pencemburu
43 Aku lebih menyukaimu
44 Penolakan Jasson
45 Kau milikku
46 Bernyawa dan menggemaskan
47 Wanita memang menyebalkan
48 Tidak baik-baik saja
49 Apa yang kau benci?
50 Tidak sadarkan diri
51 EPILOG (ENDING)
52 Extra Part 1
53 Extra Part 2
54 Extra Part 3
55 Extra Part 4
56 Extra Part 5
57 Bonus Chapter (Baby Moon)
58 Bonus Chapter (Aku menginginkamu)
59 Bonus Chapter (Therapist Andal)
60 Bonus Chapter (Menikahlah)
61 Bonus Chapter (Mencemaskan)
62 Bonus Chapter (Melepaskan Rindu)
63 Bonus Chapter (Kekecewaan Kimmy)
64 Bonus Chapter (Menyalahkan Jasson)
65 Bonus Chapter (Mengakhiri salah paham)
66 Bonus Chapter - See You Next story
67 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 67 Episodes

1
Oh My Jasson
2
Menanyakan kembali
3
Menemukan sebuah kertas
4
Terpaksa memberitahu
5
Maafkan aku
6
Jauhi istriku!
7
Jangan terobsesi
8
Tidak memberitahu
9
Hanya Kimmy
10
Aku sudah tidak lelah
11
Kecurigaan Kimmy
12
Rekaman CCTV
13
Apakah akan terulang?
14
Pengakuan Alea
15
Dia membohongiku
16
Kimmy menghilang
17
Penerror yang sebenarnya
18
Sebilah pisau
19
Kimmy?
20
Sedikit terlambat
21
Senyuman yang menyakitkan
22
Marahi saja
23
Menenangkan diri
24
Aku akan membantumu
25
Membiarkan Tersiksa
26
Sungguh tidak tau malu
27
Hanya menginginkan Kimmy
28
Semakin tersiksa
29
Meminjam Elga
30
Tidak akan melepaskannya
31
Biar cepat sembuh
32
Hanya dia wanitaku
33
Aku sangat merindukanmu
34
Memangnya kau berani?
35
Jasson pulang
36
Kau adalah milikku
37
(Buku Diary) Jasson cemburu
38
My Little Fox
39
(Buku Diary) Oh My Jasson
40
(Buku Diary) Sungguh memalukan
41
Hari Yang Menyenangkan
42
Aku Si Pencemburu
43
Aku lebih menyukaimu
44
Penolakan Jasson
45
Kau milikku
46
Bernyawa dan menggemaskan
47
Wanita memang menyebalkan
48
Tidak baik-baik saja
49
Apa yang kau benci?
50
Tidak sadarkan diri
51
EPILOG (ENDING)
52
Extra Part 1
53
Extra Part 2
54
Extra Part 3
55
Extra Part 4
56
Extra Part 5
57
Bonus Chapter (Baby Moon)
58
Bonus Chapter (Aku menginginkamu)
59
Bonus Chapter (Therapist Andal)
60
Bonus Chapter (Menikahlah)
61
Bonus Chapter (Mencemaskan)
62
Bonus Chapter (Melepaskan Rindu)
63
Bonus Chapter (Kekecewaan Kimmy)
64
Bonus Chapter (Menyalahkan Jasson)
65
Bonus Chapter (Mengakhiri salah paham)
66
Bonus Chapter - See You Next story
67
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!