Bab 10: Aksi Harrison

Sore hari, suasana di rumah Harrison terasa sunyi setelah Emma dan Harrison pulang lebih dulu dari rumah sakit. Hawa masih berada di sana untuk lembur malam, mengurus pasien-pasien yang membutuhkan perhatian khusus. Emma tampak duduk di meja makan dengan wajah serius, tatapannya terpaku pada piring di depannya tanpa nafsu makan.

Harrison memperhatikan tingkah putrinya itu. Biasanya, Emma adalah anak yang ceria dan tak pernah melewatkan waktu makan. “Emma, kamu kenapa? Makanannya nggak enak?” tanya Harrison, mencoba memecah keheningan.

Emma mengangkat wajahnya, menatap papanya dengan mata yang penuh tekad. “Papa, aku mau ngomong sesuatu.”

Harrison menaruh sendok dan garpunya, mendekatkan kursinya ke arah Emma. “Apa yang mau kamu bicarakan, Sayang?”

Emma menarik napas panjang, seolah sedang mempersiapkan dirinya untuk percakapan yang sangat penting. “Papa, aku nggak suka dokter itu terus gangguin Kak Hawa.”

Harrison mengangkat alisnya. “Dokter Hakim? Kenapa kamu pikir dia ganggu Kak Hawa? Apa yang kamu ketahui, Emma?”

“Dia selalu cari alasan untuk dekat sama Kak Hawa. Aku nggak suka cara dia liat Kak Hawa, dan dia bikin Kak Hawa nggak nyaman, seperti orang suka, Pa.” jawab Emma tegas.

Harrison terdiam sejenak, memikirkan ucapan Emma. Selama ini, ia memang memperhatikan bahwa ada sesuatu yang aneh dalam interaksi antara Hawa dan Dokter Hakim. Namun, ia belum pernah benar-benar memikirkannya dengan serius.

“Emma, dokter itu hanya bekerja sama dengan Kak Hawa. Mereka punya tanggung jawab masing-masing di rumah sakit,” ujar Harrison mencoba menenangkan Emma.

“Tapi, Papa…” Emma menatap Harrison dengan mata berkaca-kaca, suaranya mulai bergetar. “Aku nggak mau Kak Hawa disakiti atau diganggu. Kak Hawa itu baik banget sama aku, dan aku pengen dia tidak ada mengganggunya lagi, Pa.”

Harrison merasa tersentuh dengan ketulusan Emma. Ia mengusap kepala putrinya dengan lembut. “Papa akan lihat apa yang bisa Papa lakukan, tapi Papa nggak bisa janji apa-apa, ya?”

Emma mengangguk, tetapi ia belum selesai. “Papa, aku mau Kak Hawa jadi mama aku.”

Deg!

Harrison tertegun. Ucapan itu seperti petir di siang bolong. “Apa? Emma, kamu nggak bisa sembarangan ngomong seperti itu.”

“Tapi aku serius, Papa,” jawab Emma dengan sungguh-sungguh. “Kak Hawa itu baik, perhatian, dan selalu jaga aku. Aku pengen dia yang jadi mama aku.”

Harrison hanya bisa menghela napas panjang. “Emma, kamu masih kecil. Kamu nggak bisa membuat keputusan seperti ini. Nikmati duniamu, Emma. Lagipula, Papa dan Kak Hawa belum saling kenal terlalu lama.”

“Tapi Papa juga suka sama Kak Hawa, kan?” potong Emma dengan polosnya.

Harrison langsung terdiam, bingung harus menjawab apa. Ia tak bisa memungkiri bahwa Hawa memang memiliki daya tarik yang berbeda. Wanita itu penuh perhatian, lembut, dan memiliki hubungan yang luar biasa dengan Emma. Namun, memikirkan untuk melangkah sejauh itu adalah hal yang belum pernah ia pertimbangkan sebelumnya.

“Emma, ini bukan hal yang mudah. Papa akan pikirkan soal itu, tapi sekarang kita fokus saja pada memastikan Kak Hawa nyaman bekerja di rumah sakit, ya?” ujar Harrison akhirnya.

Emma mengangguk dengan sedikit senyum di wajahnya. Meski belum mendapatkan jawaban pasti, ia merasa sudah membuat papanya mulai berpikir ke arah yang diinginkannya.

Saat Emma sudah tertidur di kamarnya, Harrison telp Ares dan memberikan perintahnya yang akan mewujudkan keinginan putri semata wayangnya itu.

"Res, perintahkan CEO rumah sakit itu agar memindahkan Dokter Hakim kemana saja, yang jauh lebih baik."

"Baik, Tuan." jawab Ares di telp.

***

Dua Hari Kemudian

Kabar bahwa Dokter Hakim akan dipindahtugaskan tersebar di seluruh rumah sakit. Para suster dan dokter muda membicarakannya dengan nada prihatin. Bagaimana pun, Dokter Hakim dikenal sebagai dokter yang kompeten dan ramah, meski ada beberapa yang menganggapnya sedikit terlalu “akrab” dengan beberapa staf.

Hawa yang baru mendengar kabar itu merasa terkejut. Ia langsung menuju ruang dokter untuk memastikan. Saat ia membuka pintu ruangan yang biasa digunakan Dokter Hakim, ia mendapati ruangan itu telah diisi oleh dokter baru. Dokter tersebut tampak lebih tua dan membawa aura profesionalisme yang kuat.

“Permisi, Dokter. Saya Suster Hawa. Saya ingin memastikan apakah benar Dokter Hakim sudah dipindahtugaskan?” tanya Hawa sopan.

Dokter itu tersenyum ramah. “Oh, iya. Dokter Hakim sudah dipindahkan ke rumah sakit cabang lain. Mulai hari ini, saya yang akan mengambil alih tugas-tugasnya di sini.”

Hawa mengangguk pelan, merasa sedikit lega. Meski Dokter Hakim tidak pernah terang-terangan mengganggunya, Hawa selalu merasa tidak nyaman dengan cara pria itu mencoba mendekatinya.

Namun, Hawa juga merasa penasaran. Perpindahan Dokter Hakim terasa mendadak dan tidak biasa. Saat ia sedang merenungkan hal itu, seorang rekan suster mendekatinya.

“Kak Hawa, kamu tahu nggak? Katanya, ada seseorang yang melaporkan Dokter Hakim karena sering bertingkah terlalu akrab dengan staf. Aku dengar manajemen langsung mengambil tindakan dan memindahkannya,” bisik suster itu.

Hawa terdiam. Ia mulai bertanya-tanya, siapa yang mungkin melaporkan Dokter Hakim?

Malam Harinya

Ketika Hawa pulang dari rumah sakit sekitar tengah malam, ia mendapati Emma sudah tertidur lelap di kamar, sementara Harrison sedang duduk di ruang tamu dengan secangkir kopi di tangannya.

“Kamu lembur lagi?” tanya Harrison ketika Hawa masuk.

Hawa mengangguk sambil meletakkan tasnya. “Ya, ada beberapa pasien yang membutuhkan perhatian ekstra.”

Harrison memandang Hawa dengan serius. “Aku dengar Dokter Hakim sudah dipindahtugaskan.”

Hawa tertegun sejenak sebelum menjawab, “Iya, aku baru tahu hari ini. Rasanya mendadak sekali.”

“Apa kamu merasa lebih nyaman sekarang?” tanya Harrison langsung.

Hawa mengangguk, meski sedikit ragu. “Ya, saya rasa begitu. Tapi saya tidak tahu siapa yang melaporkan dia.”

Harrison hanya tersenyum kecil, lalu mengalihkan pembicaraan. “Emma tadi bilang dia sangat merindukan kamu. Dia terus-menerus bertanya kapan kamu pulang.”

Hawa tersenyum hangat, membayangkan Emma dengan tingkah manjanya. “Emma memang anak yang luar biasa. Dia sangat peduli dengan orang di sekitarnya.”

Harrison memandang Hawa dengan tatapan yang sulit ditebak. Ada sesuatu dalam cara Hawa berbicara dan membawa dirinya yang membuatnya merasa nyaman. Meski ia belum tahu apa yang akan terjadi di masa depan, satu hal yang pasti: Hawa telah membawa perubahan besar dalam hidupnya dan Emma.

Namun, di balik pikirannya yang tenang, Emma sudah merencanakan langkah selanjutnya. Gadis kecil itu tidak akan berhenti sampai keinginannya terkabul menjadikan Hawa sebagai bagian resmi dari keluarganya.

Bersambung.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terima kasih semuanya, yang sudah rela mendukung karya mommy ini.

Hi, jangan lupa like dan komentarnya ya.

Terpopuler

Comments

HARTINMARLIN

HARTINMARLIN

semoga impian mu terwujud Emma

2024-12-15

1

Astuti Setiorini

Astuti Setiorini

semgat emma smoga rencanamu terwujud

2024-12-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Pertemuan Terburuk
2 Bab 2: Pusingnya Hawa
3 Bab 3: Permintaan Emma
4 Bab 4: Izin yang Alot
5 Bab 5: Lengketnya Emma
6 Bab 6: Tragedi di Sekolah
7 Bab 7: Sentuhan Tak Disengaja
8 Bab 8: Hawa Dicegat
9 Bab 9: Emma Mogok dan Manja
10 Bab 10: Aksi Harrison
11 Bab 11: Hawa Bertemu dengan Nikki
12 Bab 12: Gosip yang Menyebar
13 Bab 13: Sidak Dylan
14 Bab 14 – Kejutan Liburan
15 Bab 15 – Kelanjutan Debar-Debar
16 Bab 16: Tidak Terduga
17 Bab 17: Cerita Emma
18 Bab 18: Pengakuan di Malam Syahdu
19 Bab 19: Hawa Tersipu
20 Bab 20: Keberanian Harrison
21 Bab 21 - Bicara Berdua
22 Bab 22: Kediaman Keluarga Noah
23 Bab 23: Jemput Emma
24 Bab 24: Rindu Mendalam
25 Bab 25: Lamaran yang Mendebarkan
26 Bab 26: Acara Lamaran yang Penuh Harapan
27 Bab 27: Ancaman di Balik Bayangan
28 Bab 28: Di Antara Persiapan dan Ketegangan
29 Bab 29: Bayangan dari Masa Lalu
30 Bab 30: Persiapan Pernikahan Supermewah
31 Bab 31: Malam H-1 Pernikahan
32 Bab 32: Pernikahan dan Akad yang Sakral
33 Bab 33: Megahnya Resepsi dan Tamu Tak Diduga
34 Bab 34: Malam Syahdu
35 Bab 35: Keseruan Sarapan
36 Bab 36: Drama Sebelum Berangkat Honeymoon
37 Bab 37: Welcome to Maldives
38 Bab 38 : Hawa kelelahan.
39 Bab 39 Borong Oleh oleh
40 Bab 40 : Ancaman tidak terduga.
41 Bab 41: Kembali Pulang
42 Bab 42: Rindunya Emma
43 Bab 43 : Ella menculik Emma.
44 Bab 44 – Emma Menangis Terus
45 Bab 45 – Penyelamatan Emma
46 Bab 46 : Kehamilan Hawa
47 Bab 47 : Nginam aneh Hawa
48 Bab 48 – Beruntungnya Hawa
49 Bab 49 – Kematian Victoria
50 Bab 50 – Sialnya Ella
51 Bab 51 – Ancaman Harrison
52 Bab 52 – Aksi Harrison
53 Bab 53 – Musuh Lama Kembali
54 Bab 54 – Kawan vs Lawan
55 Bab 55 – Sayangnya Hawa
56 Bab 56 – Rencana Liam
57 Bab 57 – Rencana Harrison
58 Bab 58: Paul, Pengkhianatan yang Tumbang
59 Bab 59: Kebohongan Paul, Kesulitan Liam
60 Bab 60: Hawa Bahagia
61 Bab 61: Menghadapi Lucas Hope
62 Bab 62 - Liliana Merajuk
63 Bab 63 - Liliana Curhat
64 Bab 64 - Nenek Liliana dan Harrison
65 Bab 65 - Perangkap untuk Liam
66 Bab 66 - Harrison Menang
67 Bab 67 - Ikatan yang Tidak Pernah Terputus
68 Bab 68 – Lili Terus Berusaha
69 Bab 69 – Kehadiran Harrison dan Hawa
70 Bab 70 – Liam dan Harrison Bersekutu
71 Bab 71: Serangan Lanjutan
72 Bab 72: Keberhasilan Harrison
73 Bab 73: Liam dan Liliana
74 Bab 74: Persiapan Melahirkan Hawa
75 Bab 75: Kelahiran Hiro Noah
76 Bab 76: Hiro Membawa Kebahagiaan dan Keberuntungan
77 Bab 77 – Dalam Bayang Cinta dan Ancaman
78 Bab 78 – Akhir Perjalanan, Awal Kebahagiaan
79 Bab 79: Akhir yang Bahagia, Awal yang Baru
80 promo karya terbaru
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1: Pertemuan Terburuk
2
Bab 2: Pusingnya Hawa
3
Bab 3: Permintaan Emma
4
Bab 4: Izin yang Alot
5
Bab 5: Lengketnya Emma
6
Bab 6: Tragedi di Sekolah
7
Bab 7: Sentuhan Tak Disengaja
8
Bab 8: Hawa Dicegat
9
Bab 9: Emma Mogok dan Manja
10
Bab 10: Aksi Harrison
11
Bab 11: Hawa Bertemu dengan Nikki
12
Bab 12: Gosip yang Menyebar
13
Bab 13: Sidak Dylan
14
Bab 14 – Kejutan Liburan
15
Bab 15 – Kelanjutan Debar-Debar
16
Bab 16: Tidak Terduga
17
Bab 17: Cerita Emma
18
Bab 18: Pengakuan di Malam Syahdu
19
Bab 19: Hawa Tersipu
20
Bab 20: Keberanian Harrison
21
Bab 21 - Bicara Berdua
22
Bab 22: Kediaman Keluarga Noah
23
Bab 23: Jemput Emma
24
Bab 24: Rindu Mendalam
25
Bab 25: Lamaran yang Mendebarkan
26
Bab 26: Acara Lamaran yang Penuh Harapan
27
Bab 27: Ancaman di Balik Bayangan
28
Bab 28: Di Antara Persiapan dan Ketegangan
29
Bab 29: Bayangan dari Masa Lalu
30
Bab 30: Persiapan Pernikahan Supermewah
31
Bab 31: Malam H-1 Pernikahan
32
Bab 32: Pernikahan dan Akad yang Sakral
33
Bab 33: Megahnya Resepsi dan Tamu Tak Diduga
34
Bab 34: Malam Syahdu
35
Bab 35: Keseruan Sarapan
36
Bab 36: Drama Sebelum Berangkat Honeymoon
37
Bab 37: Welcome to Maldives
38
Bab 38 : Hawa kelelahan.
39
Bab 39 Borong Oleh oleh
40
Bab 40 : Ancaman tidak terduga.
41
Bab 41: Kembali Pulang
42
Bab 42: Rindunya Emma
43
Bab 43 : Ella menculik Emma.
44
Bab 44 – Emma Menangis Terus
45
Bab 45 – Penyelamatan Emma
46
Bab 46 : Kehamilan Hawa
47
Bab 47 : Nginam aneh Hawa
48
Bab 48 – Beruntungnya Hawa
49
Bab 49 – Kematian Victoria
50
Bab 50 – Sialnya Ella
51
Bab 51 – Ancaman Harrison
52
Bab 52 – Aksi Harrison
53
Bab 53 – Musuh Lama Kembali
54
Bab 54 – Kawan vs Lawan
55
Bab 55 – Sayangnya Hawa
56
Bab 56 – Rencana Liam
57
Bab 57 – Rencana Harrison
58
Bab 58: Paul, Pengkhianatan yang Tumbang
59
Bab 59: Kebohongan Paul, Kesulitan Liam
60
Bab 60: Hawa Bahagia
61
Bab 61: Menghadapi Lucas Hope
62
Bab 62 - Liliana Merajuk
63
Bab 63 - Liliana Curhat
64
Bab 64 - Nenek Liliana dan Harrison
65
Bab 65 - Perangkap untuk Liam
66
Bab 66 - Harrison Menang
67
Bab 67 - Ikatan yang Tidak Pernah Terputus
68
Bab 68 – Lili Terus Berusaha
69
Bab 69 – Kehadiran Harrison dan Hawa
70
Bab 70 – Liam dan Harrison Bersekutu
71
Bab 71: Serangan Lanjutan
72
Bab 72: Keberhasilan Harrison
73
Bab 73: Liam dan Liliana
74
Bab 74: Persiapan Melahirkan Hawa
75
Bab 75: Kelahiran Hiro Noah
76
Bab 76: Hiro Membawa Kebahagiaan dan Keberuntungan
77
Bab 77 – Dalam Bayang Cinta dan Ancaman
78
Bab 78 – Akhir Perjalanan, Awal Kebahagiaan
79
Bab 79: Akhir yang Bahagia, Awal yang Baru
80
promo karya terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!