Bab 20: Keberanian Harrison

Setelah mendarat dengan selamat di tanah air, kehidupan Harrison, Hawa, dan Emma kembali ke ritme normal. Hawa melanjutkan pekerjaannya sebagai suster di rumah sakit, pekerjaan yang telah ia tekuni dengan penuh dedikasi. Meski Hawa berasal dari keluarga terpandang, ia memilih jalannya sendiri, keputusan yang tidak pernah dipermasalahkan oleh Harrison. Justru, itu adalah salah satu hal yang membuatnya semakin kagum pada wanita itu.

Harrison, di sisi lain, kembali ke kantornya, memimpin perusahaannya dengan ketegasan seperti biasa. Namun kini, ada perubahan yang tidak bisa diabaikan. Sikapnya lebih lembut, terutama ketika berbicara dengan Hawa atau tentang Emma. Bahkan Ares, asistennya, beberapa kali menangkap senyum tipis di wajah bosnya, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya.

Harrison juga memastikan Emma selalu diantar jemput oleh Hawa setiap hari, menciptakan momen kebersamaan yang semakin mempererat hubungan mereka bertiga. Meskipun sibuk, Harrison tidak pernah lupa meluangkan waktu untuk Hawa dan Emma, menjadikan mereka prioritas utamanya.

***

Akhir pekan pun tiba. Hawa yang mendapat shift pagi akhirnya bisa pulang kerja lebih awal, sesuatu yang jarang terjadi. Harrison, yang sudah menunggunya di luar rumah sakit, menyambutnya dengan senyuman.

"Mas Harrison, ada apa? Kok jemput langsung?" tanya Hawa sambil membuka pintu mobil.

Harrison tersenyum kecil. "Aku akan mengajakmu kesuatu tempat. Agar lebih cepat makanya aku menunggumu saja disini, benar bukan. Lihatlah, Emma, dia sudah menunggu tidak sabar di belakang. Ayo masuk, Hawa."

Hawa mengernyitkan dahi, bingung namun tetap masuk ke dalam mobil. Emma yang duduk di belakang tampak ceria. "Kak Hawa, aku tahu ini kejutan! Tapi aku nggak boleh kasih tahu."

Hawa tertawa kecil, merasa penasaran. "Baiklah, aku ikuti saja. Tapi jangan terlalu mendebarkan, ya."

Harrison hanya tersenyum tanpa menjawab, membiarkan rasa penasaran Hawa terus bertambah sepanjang perjalanan.

Setelah perjalanan sekitar satu jam, mobil mereka akhirnya berhenti di depan rumah keluarga Harper, sebuah rumah yang megah yang berdiri dengan anggun di tengah halaman yang luas. Hawa terkejut melihat tempat itu.

"Mas, kenapa kita ke sini?" tanyanya sambil menoleh ke Harrison.

Harrison menatapnya dengan tenang. "Aku ingin bertemu keluargamu. Aku sudah bicara dengan mereka sebelumnya, dan mereka setuju untuk bertemu malam ini."

Hawa terdiam, hatinya berdebar kencang. Ia tidak menyangka Harrison akan mengambil langkah sebesar ini tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Namun, ia tidak bisa membantah rasa hangat yang muncul di hatinya karena keberanian pria itu.

Mereka disambut dengan ramah oleh keluarga Harper. Ayah Hawa, Dylan Harper, seorang pria berwibawa dengan rambut yang mulai memutih, menyambut Harrison dengan jabat tangan kuat. "Akhirnya kita bertemu lagi, Harrison. Selamat datang di rumah kami."

Harrison tersenyum sopan. "Terima kasih sudah menerima saya, Pak Dylan. Ini adalah kehormatan bagi saya."

Ibunya, Tamara Harper, memeluk Hawa dengan hangat sebelum menyapa Harrison. "Kami sudah menunggu momen ini. Hawa terlalu sering menyembunyikan ceritanya, tapi kami bisa melihat ada yang berbeda sejak dia mengenalmu. Aku kenal dengan putriku itu, jadi selamat datang Harrison."

Harrison hanya tersenyum, tidak ingin terlalu banyak bicara sebelum waktunya.

Suasana makan malam di rumah keluarga Harper begitu hangat. Ruang makan yang megah dengan lampu gantung kristal menciptakan suasana elegan namun tetap nyaman. Di atas meja, hidangan lezat khas keluarga Harper tersaji dengan cantik. Hawa yang duduk di sebelah Harrison merasa canggung namun bahagia. Emma, yang duduk di antara Hawa dan Nikki, terus berceloteh tentang liburannya di Dubai, membuat suasana semakin riuh.

“Emma terlihat sangat menikmati liburannya,” komentar Tamara Harper sambil tersenyum lembut kepada gadis kecil itu. “Apa yang paling kamu suka dari Dubai, sayang?”

Emma, dengan wajah berseri-seri, menjawab, “Banyak! Tapi aku paling suka waktu Papa dan Kak Hawa main sama aku di taman bermain. Aku merasa seperti punya keluarga yang lengkap.”

Pernyataan polos itu membuat semua orang di meja terdiam sejenak, lalu tersenyum hangat. Harrison menatap Emma dengan penuh kasih, sementara Hawa merasa matanya mulai berkaca-kaca.

“Kamu memang punya keluarga lengkap, Emma,” ujar Harrison dengan lembut sambil mengusap rambut anaknya. “Papa dan Kak Hawa akan selalu ada untuk kamu.”

Tamara melirik Hawa dan Harrison bergantian. “Aku bisa melihat kalian bertiga sangat cocok. Hawa, kamu benar-benar membawa kebahagiaan ke dalam hidup Emma dan Harrison.”

Setelah itu, semuanya menyantap hidangan makan malam hinga selesai. Setelah makan malam yang penuh kehangatan, suasana mulai lebih santai. Emma dan Nikki, keponakan Hawa yang cerdas dan ceria, bermain bersama di ruang tengah, meninggalkan orang dewasa untuk berbincang di ruang makan.

Harrison, yang selama ini hanya mendengarkan percakapan keluarga Harper, akhirnya mengambil kesempatan untuk berbicara.

"Maaf kalau saya terlalu langsung," ucapnya dengan nada serius namun tetap sopan. "Tapi ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada Bapak, Ibu, dan keluarga besar Harper."

Semua mata tertuju padanya. Hawa, yang duduk di sebelah Harrison, terlihat gugup namun tetap diam.

Harrison melanjutkan. "Saya menyadari bahwa keputusan saya untuk mendekati Hawa mungkin terlihat terburu-buru, mengingat kami baru saja menjalin hubungan. Tapi saya ingin kalian tahu bahwa saya tidak main-main. Saya mencintai Hawa, dan saya ingin membangun masa depan bersama dia."

Suasana hening sejenak. Papa Hawa menatap Harrison dengan tajam, mencoba membaca ketulusan di wajahnya.

"Mas Harrison..." Hawa mencoba memotong, namun Harrison menggenggam tangannya, meminta agar ia membiarkan dirinya menyelesaikan.

"Saya juga tahu bahwa usia kami terpaut cukup jauh, sekitar tujuh tahun. Tapi saya percaya bahwa usia bukan penghalang jika ada kepercayaan dan cinta di antara kami. Untuk itu, saya ingin meminta izin keluarga besar Harper untuk melamar Hawa."

Tamara Harper menutup mulutnya, terkejut sekaligus terharu. Sementara Benji, kakak laki-laki Hawa, menatap Harrison dengan sorot mata yang sulit ditebak.

"Kau yakin dengan keputusanmu ini, Harrison?" tanya Dylan akhirnya, suaranya tegas namun tidak menghakimi.

"Sangat yakin, Pak. Saya sudah memikirkannya matang-matang."

Pernyataan itu membuat semua orang tersenyum, bahkan Benji yang awalnya terlihat skeptis akhirnya mengangguk kecil. "Aku percaya padamu, Harrison. Tapi ingat, jika kau menyakiti adikku, kau harus berurusan denganku."

Harrison tersenyum lebar, merasa lega karena akhirnya mendapatkan dukungan. "Saya tidak akan pernah menyakiti Hawa. Itu janji saya."

Malam itu ditutup dengan suasana penuh kebahagiaan. Harrison berhasil meyakinkan keluarga Harper akan keseriusannya, dan Hawa merasa hatinya semakin terpaut pada pria itu.

Saat mereka kembali ke mansion Harrison, Hawa tidak bisa menahan rasa haru yang membuncah di dadanya. Ia tidak pernah menyangka Harrison akan sejauh ini untuk membuktikan cintanya.

Ketika mereka tiba di rumah, Emma langsung memeluk Hawa. "Kak Hawa, aku senang banget! Sekarang Papa dan Kak Hawa bisa jadi keluarga sungguhan, ya?"

Hawa tersenyum sambil membelai rambut Emma. "Iya, Emma. Kita akan jadi keluarga yang selalu saling menjaga."

Harrison yang berdiri di belakang mereka memandang Hawa dengan penuh cinta. Ia tahu bahwa malam ini hanyalah awal dari perjalanan panjang mereka. Tapi untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa benar-benar yakin bahwa ia telah menemukan seseorang yang tepat untuk menjalani semuanya bersama.

Bersambung.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hi semuanya, jangan lupa like dan komentarnya ya, dukung terus karya mommy ini ya. Oya hari ini pengajuan kontrak, kalau boleh kasih hadiah yang banyak ya.

Terima kasih.

Episodes
1 Bab 1: Pertemuan Terburuk
2 Bab 2: Pusingnya Hawa
3 Bab 3: Permintaan Emma
4 Bab 4: Izin yang Alot
5 Bab 5: Lengketnya Emma
6 Bab 6: Tragedi di Sekolah
7 Bab 7: Sentuhan Tak Disengaja
8 Bab 8: Hawa Dicegat
9 Bab 9: Emma Mogok dan Manja
10 Bab 10: Aksi Harrison
11 Bab 11: Hawa Bertemu dengan Nikki
12 Bab 12: Gosip yang Menyebar
13 Bab 13: Sidak Dylan
14 Bab 14 – Kejutan Liburan
15 Bab 15 – Kelanjutan Debar-Debar
16 Bab 16: Tidak Terduga
17 Bab 17: Cerita Emma
18 Bab 18: Pengakuan di Malam Syahdu
19 Bab 19: Hawa Tersipu
20 Bab 20: Keberanian Harrison
21 Bab 21 - Bicara Berdua
22 Bab 22: Kediaman Keluarga Noah
23 Bab 23: Jemput Emma
24 Bab 24: Rindu Mendalam
25 Bab 25: Lamaran yang Mendebarkan
26 Bab 26: Acara Lamaran yang Penuh Harapan
27 Bab 27: Ancaman di Balik Bayangan
28 Bab 28: Di Antara Persiapan dan Ketegangan
29 Bab 29: Bayangan dari Masa Lalu
30 Bab 30: Persiapan Pernikahan Supermewah
31 Bab 31: Malam H-1 Pernikahan
32 Bab 32: Pernikahan dan Akad yang Sakral
33 Bab 33: Megahnya Resepsi dan Tamu Tak Diduga
34 Bab 34: Malam Syahdu
35 Bab 35: Keseruan Sarapan
36 Bab 36: Drama Sebelum Berangkat Honeymoon
37 Bab 37: Welcome to Maldives
38 Bab 38 : Hawa kelelahan.
39 Bab 39 Borong Oleh oleh
40 Bab 40 : Ancaman tidak terduga.
41 Bab 41: Kembali Pulang
42 Bab 42: Rindunya Emma
43 Bab 43 : Ella menculik Emma.
44 Bab 44 – Emma Menangis Terus
45 Bab 45 – Penyelamatan Emma
46 Bab 46 : Kehamilan Hawa
47 Bab 47 : Nginam aneh Hawa
48 Bab 48 – Beruntungnya Hawa
49 Bab 49 – Kematian Victoria
50 Bab 50 – Sialnya Ella
51 Bab 51 – Ancaman Harrison
52 Bab 52 – Aksi Harrison
53 Bab 53 – Musuh Lama Kembali
54 Bab 54 – Kawan vs Lawan
55 Bab 55 – Sayangnya Hawa
56 Bab 56 – Rencana Liam
57 Bab 57 – Rencana Harrison
58 Bab 58: Paul, Pengkhianatan yang Tumbang
59 Bab 59: Kebohongan Paul, Kesulitan Liam
60 Bab 60: Hawa Bahagia
61 Bab 61: Menghadapi Lucas Hope
62 Bab 62 - Liliana Merajuk
63 Bab 63 - Liliana Curhat
64 Bab 64 - Nenek Liliana dan Harrison
65 Bab 65 - Perangkap untuk Liam
66 Bab 66 - Harrison Menang
67 Bab 67 - Ikatan yang Tidak Pernah Terputus
68 Bab 68 – Lili Terus Berusaha
69 Bab 69 – Kehadiran Harrison dan Hawa
70 Bab 70 – Liam dan Harrison Bersekutu
71 Bab 71: Serangan Lanjutan
72 Bab 72: Keberhasilan Harrison
73 Bab 73: Liam dan Liliana
74 Bab 74: Persiapan Melahirkan Hawa
75 Bab 75: Kelahiran Hiro Noah
76 Bab 76: Hiro Membawa Kebahagiaan dan Keberuntungan
77 Bab 77 – Dalam Bayang Cinta dan Ancaman
78 Bab 78 – Akhir Perjalanan, Awal Kebahagiaan
79 Bab 79: Akhir yang Bahagia, Awal yang Baru
80 promo karya terbaru
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1: Pertemuan Terburuk
2
Bab 2: Pusingnya Hawa
3
Bab 3: Permintaan Emma
4
Bab 4: Izin yang Alot
5
Bab 5: Lengketnya Emma
6
Bab 6: Tragedi di Sekolah
7
Bab 7: Sentuhan Tak Disengaja
8
Bab 8: Hawa Dicegat
9
Bab 9: Emma Mogok dan Manja
10
Bab 10: Aksi Harrison
11
Bab 11: Hawa Bertemu dengan Nikki
12
Bab 12: Gosip yang Menyebar
13
Bab 13: Sidak Dylan
14
Bab 14 – Kejutan Liburan
15
Bab 15 – Kelanjutan Debar-Debar
16
Bab 16: Tidak Terduga
17
Bab 17: Cerita Emma
18
Bab 18: Pengakuan di Malam Syahdu
19
Bab 19: Hawa Tersipu
20
Bab 20: Keberanian Harrison
21
Bab 21 - Bicara Berdua
22
Bab 22: Kediaman Keluarga Noah
23
Bab 23: Jemput Emma
24
Bab 24: Rindu Mendalam
25
Bab 25: Lamaran yang Mendebarkan
26
Bab 26: Acara Lamaran yang Penuh Harapan
27
Bab 27: Ancaman di Balik Bayangan
28
Bab 28: Di Antara Persiapan dan Ketegangan
29
Bab 29: Bayangan dari Masa Lalu
30
Bab 30: Persiapan Pernikahan Supermewah
31
Bab 31: Malam H-1 Pernikahan
32
Bab 32: Pernikahan dan Akad yang Sakral
33
Bab 33: Megahnya Resepsi dan Tamu Tak Diduga
34
Bab 34: Malam Syahdu
35
Bab 35: Keseruan Sarapan
36
Bab 36: Drama Sebelum Berangkat Honeymoon
37
Bab 37: Welcome to Maldives
38
Bab 38 : Hawa kelelahan.
39
Bab 39 Borong Oleh oleh
40
Bab 40 : Ancaman tidak terduga.
41
Bab 41: Kembali Pulang
42
Bab 42: Rindunya Emma
43
Bab 43 : Ella menculik Emma.
44
Bab 44 – Emma Menangis Terus
45
Bab 45 – Penyelamatan Emma
46
Bab 46 : Kehamilan Hawa
47
Bab 47 : Nginam aneh Hawa
48
Bab 48 – Beruntungnya Hawa
49
Bab 49 – Kematian Victoria
50
Bab 50 – Sialnya Ella
51
Bab 51 – Ancaman Harrison
52
Bab 52 – Aksi Harrison
53
Bab 53 – Musuh Lama Kembali
54
Bab 54 – Kawan vs Lawan
55
Bab 55 – Sayangnya Hawa
56
Bab 56 – Rencana Liam
57
Bab 57 – Rencana Harrison
58
Bab 58: Paul, Pengkhianatan yang Tumbang
59
Bab 59: Kebohongan Paul, Kesulitan Liam
60
Bab 60: Hawa Bahagia
61
Bab 61: Menghadapi Lucas Hope
62
Bab 62 - Liliana Merajuk
63
Bab 63 - Liliana Curhat
64
Bab 64 - Nenek Liliana dan Harrison
65
Bab 65 - Perangkap untuk Liam
66
Bab 66 - Harrison Menang
67
Bab 67 - Ikatan yang Tidak Pernah Terputus
68
Bab 68 – Lili Terus Berusaha
69
Bab 69 – Kehadiran Harrison dan Hawa
70
Bab 70 – Liam dan Harrison Bersekutu
71
Bab 71: Serangan Lanjutan
72
Bab 72: Keberhasilan Harrison
73
Bab 73: Liam dan Liliana
74
Bab 74: Persiapan Melahirkan Hawa
75
Bab 75: Kelahiran Hiro Noah
76
Bab 76: Hiro Membawa Kebahagiaan dan Keberuntungan
77
Bab 77 – Dalam Bayang Cinta dan Ancaman
78
Bab 78 – Akhir Perjalanan, Awal Kebahagiaan
79
Bab 79: Akhir yang Bahagia, Awal yang Baru
80
promo karya terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!