Bab 12: Gosip yang Menyebar

Hawa, yang biasanya tenang, merasa seluruh perhatian tertuju padanya saat Malika menatapnya penuh selidik. Bahkan Nikki, yang biasanya hanya sibuk dengan urusannya sendiri, terus berbisik kepada Emma, seolah merencanakan sesuatu.

Suasana di restoran terasa sunyi meski dipenuhi pelanggan. Hawa duduk dengan gugup di kursinya, dikelilingi oleh orang-orang yang terlihat penasaran. Malika, duduk di seberangnya, menyilangkan tangan di depan dada sambil menatap dengan alis terangkat.

“Hawa, aku nggak tahu kamu dan Tuan Harrison sudah sedekat itu. Jadi, apa sebenarnya hubungan kalian?” tanya Malika, nada suaranya setengah menggoda namun penuh rasa ingin tahu.

Hawa menunduk, mencoba mencari jawaban yang tepat. “Tidak ada hubungan apa-apa, Kak. Aku hanya membantu menjaga Emma selama ini, itu saja.”

“Tapi kalau cuma itu, kenapa Emma sampai minta kamu jadi ibunya?” lanjut Malika, kali ini dengan nada lebih serius.

Hawa membuka mulut untuk menjawab, tapi Harrison tiba-tiba menyela. “Emma masih kecil. Dia hanya merasa nyaman dengan Hawa. Itu tidak berarti lebih dari itu.”

Namun, jawaban itu tidak memuaskan Malika. “Kamu yakin, Tuan Harrison? Karena Emma sepertinya serius. Bahkan Nikki saja mendukung ide itu.”

Di sudut meja, Nikki tersenyum lebar sambil melirik Emma, yang hanya mengangguk penuh keyakinan. “Aku setuju, Tante Hawa cocok jadi mamanya Emma,” ujar Nikki polos, membuat suasana semakin panas.

“Cukup,” ujar Hawa akhirnya, mencoba mengendalikan situasi. “Kak Malika, ini semua hanya salah paham. Aku nggak ada hubungan apa-apa dengan Tuan Harrison, dan aku rasa ini nggak perlu dibesar-besarkan.”

“Tapi kamu nggak menolak juga, kan?” tanya Malika, mencoba memancing lagi.

Hawa terdiam. Jawaban itu tidak mudah baginya. Ia tahu betapa Emma menyayanginya, tapi situasi ini lebih rumit dari yang terlihat.

***

Saat kembali ke mansion Harrison, suasana di mobil terasa lebih tenang, tapi juga penuh dengan pikiran masing-masing. Nikki terus berbisik kepada Emma, menyusun rencana untuk langkah berikutnya.

“Kak Hawa pasti setuju, Emma. Kita tinggal cari waktu yang tepat,” bisik Nikki.

Emma mengangguk penuh semangat, membuat Hawa hanya bisa tersenyum kecil tanpa mengetahui apa yang mereka rencanakan.

Setelah sampai, Hawa menidurkan Emma di kamar. Gadis kecil itu memeluk Hawa erat sebelum tidur, seolah takut kehilangannya. “Kak Hawa, jangan pergi, ya. Aku ingin Kak Hawa di sini terus,” gumam Emma sebelum akhirnya terlelap.

Hawa mengelus rambut Emma dengan lembut. “Kak Hawa selalu ada untukmu, Sayang. Tidur yang nyenyak, ya.”

Ketika Hawa keluar dari kamar, ia mendapati Harrison menunggunya di ruang tamu. Pria itu terlihat lelah, namun tetap berdiri tegap, seperti sedang berusaha menyusun kata-kata.

“Hawa, aku ingin minta maaf atas kelancangan Emma tadi,” ujar Harrison akhirnya. “Dia masih kecil, dia belum paham kalau ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan.”

Hawa tersenyum tipis, mencoba menenangkan pria itu. “Tidak apa-apa, Tuan Harrison. Aku paham Emma hanya mengatakan apa yang dia rasakan.”

“Tapi aku juga tidak ingin kamu merasa terbebani. Aku tahu ini tidak mudah untukmu, terutama dengan gosip yang mulai menyebar,” lanjut Harrison, nadanya penuh penyesalan.

Hawa menggeleng pelan. “Aku sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Tapi aku harap, Emma tidak terlalu kecewa jika keinginannya tidak terpenuhi.”

Harrison menatap Hawa dengan intens, seperti ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi akhirnya hanya mengangguk. “Terima kasih, Hawa. Untuk semuanya.”

***

Sementara itu, di rumah keluarga Harper, suasana tidak kalah tegang. Malika menceritakan semua yang terjadi di restoran kepada suaminya, sementara Dylan Harper, ayah Hawa, hanya bisa terdiam mendengarkan.

“Jadi, Hawa benar-benar dekat dengan pria itu? Sampai anaknya meminta dia jadi ibunya?” tanya Dylan, wajahnya tampak syok.

Tamara, ibu Hawa, mencoba menenangkan suaminya. “Pa, jangan langsung berpikir yang tidak-tidak. Kita belum dengar penjelasan dari Hawa. Dia anak yang bijaksana, dia tidak akan melakukan sesuatu yang melukai keluarga kita.”

“Tapi, Ma, ini bukan masalah kecil! Kalau memang Hawa serius, dia harus memberi tahu kita,” ujar Dylan dengan nada tegas.

Malika, yang duduk di dekat mereka, hanya mengangguk setuju. “Aku juga penasaran, Ma. Selama ini, Hawa selalu menutup diri soal hubungan. Tapi sekarang, tiba-tiba ada anak kecil yang minta dia jadi ibu. Ini pasti ada sesuatu.”

Tamara menghela napas panjang. “Kita tunggu Hawa pulang. Dia pasti akan menjelaskan semuanya. Mama yakin dengannya, Pa.”

Pagi harinya, suasana mansion Harrison lebih tenang. Emma masih tidur nyenyak setelah malam yang melelahkan, sementara Hawa sudah bersiap-siap untuk kembali bekerja di rumah sakit.

Namun, sebelum Hawa sempat pergi, ponselnya berbunyi. Nama papanya, Dylan Harper, muncul di layar. Hawa menjawab dengan hati-hati.

“Hawa, pulanglah malam ini. Kita perlu bicara,” suara Dylan terdengar tegas di seberang telepon.

Hawa merasa ada sesuatu yang tidak beres, tapi ia hanya mengiyakan. “Oke, Papa. Aku akan pulang setelah selesai kerja.”

Malam itu, Hawa pulang ke rumah keluarganya dengan perasaan campur aduk. Ia tahu topik pembicaraan yang akan mereka bahas, dan ia tidak yakin apa yang harus ia katakan.

Di ruang makan, seluruh keluarga sudah berkumpul. Malika menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya, sementara Dylan dan Tamara terlihat serius.

“Hawa,” mulai Dylan, “Kami dengar tentang apa yang terjadi kemarin. Kamu tahu, kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Jadi, kami ingin tahu, apa sebenarnya yang terjadi antara kamu dan Harrison Noah?”

Hawa menatap mereka satu per satu, mencoba menemukan cara untuk menjelaskan situasinya tanpa menimbulkan salah paham.

“Papa, Mama, Kak Benji,” ucap Hawa akhirnya, “Tidak ada apa-apa antara aku dan Tuan Harrison. Emma hanya anak kecil yang merasa nyaman dengan saya. Itu saja. Tidak seperti yang Kak Malika bilang.”

“Tapi dia bilang ingin kamu jadi ibunya,” sela Malika, nada suaranya penuh skeptis.

Hawa menghela napas. “Itu hanya permintaan polos dari seorang anak yang merindukan sosok ibu. Aku tidak pernah berpikir sejauh itu.”

Dylan menatap putrinya dengan tajam, mencoba membaca ekspresinya. “Kamu yakin tidak ada yang kamu sembunyikan dari kami, Hawa?”

Hawa mengangguk tegas. “Aku tidak akan melakukan sesuatu tanpa memberi tahu keluarga. Aku tahu posisiku disana, Pa. Jika nanti ada lelaki yang menginginkanku jadi istrinya, pasti Papa dan Mama adalah orang yang pertama yang tahu.”

Tamara tersenyum kecil, mencoba meredakan ketegangan. “Kita percaya padamu, Hawa. Tapi tolong, kalau ada sesuatu, jangan ragu untuk bicara dengan kami.”

Hawa mengangguk lagi, merasa sedikit lega. Namun, ia tahu pembicaraan ini belum benar-benar selesai.

Di sudut pikirannya, ia juga mulai bertanya-tanya tentang perasaannya sendiri terhadap Harrison dan keluarganya. Mungkinkah ada sesuatu yang lebih dari sekadar hubungan membantu? Atau ini hanya ilusi yang diciptakan oleh kedekatannya dengan Emma?

Bersambung.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hi semuanya, jangan lupa ya buat kasih like dan komentarnya.

Terima kasih.

Episodes
1 Bab 1: Pertemuan Terburuk
2 Bab 2: Pusingnya Hawa
3 Bab 3: Permintaan Emma
4 Bab 4: Izin yang Alot
5 Bab 5: Lengketnya Emma
6 Bab 6: Tragedi di Sekolah
7 Bab 7: Sentuhan Tak Disengaja
8 Bab 8: Hawa Dicegat
9 Bab 9: Emma Mogok dan Manja
10 Bab 10: Aksi Harrison
11 Bab 11: Hawa Bertemu dengan Nikki
12 Bab 12: Gosip yang Menyebar
13 Bab 13: Sidak Dylan
14 Bab 14 – Kejutan Liburan
15 Bab 15 – Kelanjutan Debar-Debar
16 Bab 16: Tidak Terduga
17 Bab 17: Cerita Emma
18 Bab 18: Pengakuan di Malam Syahdu
19 Bab 19: Hawa Tersipu
20 Bab 20: Keberanian Harrison
21 Bab 21 - Bicara Berdua
22 Bab 22: Kediaman Keluarga Noah
23 Bab 23: Jemput Emma
24 Bab 24: Rindu Mendalam
25 Bab 25: Lamaran yang Mendebarkan
26 Bab 26: Acara Lamaran yang Penuh Harapan
27 Bab 27: Ancaman di Balik Bayangan
28 Bab 28: Di Antara Persiapan dan Ketegangan
29 Bab 29: Bayangan dari Masa Lalu
30 Bab 30: Persiapan Pernikahan Supermewah
31 Bab 31: Malam H-1 Pernikahan
32 Bab 32: Pernikahan dan Akad yang Sakral
33 Bab 33: Megahnya Resepsi dan Tamu Tak Diduga
34 Bab 34: Malam Syahdu
35 Bab 35: Keseruan Sarapan
36 Bab 36: Drama Sebelum Berangkat Honeymoon
37 Bab 37: Welcome to Maldives
38 Bab 38 : Hawa kelelahan.
39 Bab 39 Borong Oleh oleh
40 Bab 40 : Ancaman tidak terduga.
41 Bab 41: Kembali Pulang
42 Bab 42: Rindunya Emma
43 Bab 43 : Ella menculik Emma.
44 Bab 44 – Emma Menangis Terus
45 Bab 45 – Penyelamatan Emma
46 Bab 46 : Kehamilan Hawa
47 Bab 47 : Nginam aneh Hawa
48 Bab 48 – Beruntungnya Hawa
49 Bab 49 – Kematian Victoria
50 Bab 50 – Sialnya Ella
51 Bab 51 – Ancaman Harrison
52 Bab 52 – Aksi Harrison
53 Bab 53 – Musuh Lama Kembali
54 Bab 54 – Kawan vs Lawan
55 Bab 55 – Sayangnya Hawa
56 Bab 56 – Rencana Liam
57 Bab 57 – Rencana Harrison
58 Bab 58: Paul, Pengkhianatan yang Tumbang
59 Bab 59: Kebohongan Paul, Kesulitan Liam
60 Bab 60: Hawa Bahagia
61 Bab 61: Menghadapi Lucas Hope
62 Bab 62 - Liliana Merajuk
63 Bab 63 - Liliana Curhat
64 Bab 64 - Nenek Liliana dan Harrison
65 Bab 65 - Perangkap untuk Liam
66 Bab 66 - Harrison Menang
67 Bab 67 - Ikatan yang Tidak Pernah Terputus
68 Bab 68 – Lili Terus Berusaha
69 Bab 69 – Kehadiran Harrison dan Hawa
70 Bab 70 – Liam dan Harrison Bersekutu
71 Bab 71: Serangan Lanjutan
72 Bab 72: Keberhasilan Harrison
73 Bab 73: Liam dan Liliana
74 Bab 74: Persiapan Melahirkan Hawa
75 Bab 75: Kelahiran Hiro Noah
76 Bab 76: Hiro Membawa Kebahagiaan dan Keberuntungan
77 Bab 77 – Dalam Bayang Cinta dan Ancaman
78 Bab 78 – Akhir Perjalanan, Awal Kebahagiaan
79 Bab 79: Akhir yang Bahagia, Awal yang Baru
80 promo karya terbaru
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1: Pertemuan Terburuk
2
Bab 2: Pusingnya Hawa
3
Bab 3: Permintaan Emma
4
Bab 4: Izin yang Alot
5
Bab 5: Lengketnya Emma
6
Bab 6: Tragedi di Sekolah
7
Bab 7: Sentuhan Tak Disengaja
8
Bab 8: Hawa Dicegat
9
Bab 9: Emma Mogok dan Manja
10
Bab 10: Aksi Harrison
11
Bab 11: Hawa Bertemu dengan Nikki
12
Bab 12: Gosip yang Menyebar
13
Bab 13: Sidak Dylan
14
Bab 14 – Kejutan Liburan
15
Bab 15 – Kelanjutan Debar-Debar
16
Bab 16: Tidak Terduga
17
Bab 17: Cerita Emma
18
Bab 18: Pengakuan di Malam Syahdu
19
Bab 19: Hawa Tersipu
20
Bab 20: Keberanian Harrison
21
Bab 21 - Bicara Berdua
22
Bab 22: Kediaman Keluarga Noah
23
Bab 23: Jemput Emma
24
Bab 24: Rindu Mendalam
25
Bab 25: Lamaran yang Mendebarkan
26
Bab 26: Acara Lamaran yang Penuh Harapan
27
Bab 27: Ancaman di Balik Bayangan
28
Bab 28: Di Antara Persiapan dan Ketegangan
29
Bab 29: Bayangan dari Masa Lalu
30
Bab 30: Persiapan Pernikahan Supermewah
31
Bab 31: Malam H-1 Pernikahan
32
Bab 32: Pernikahan dan Akad yang Sakral
33
Bab 33: Megahnya Resepsi dan Tamu Tak Diduga
34
Bab 34: Malam Syahdu
35
Bab 35: Keseruan Sarapan
36
Bab 36: Drama Sebelum Berangkat Honeymoon
37
Bab 37: Welcome to Maldives
38
Bab 38 : Hawa kelelahan.
39
Bab 39 Borong Oleh oleh
40
Bab 40 : Ancaman tidak terduga.
41
Bab 41: Kembali Pulang
42
Bab 42: Rindunya Emma
43
Bab 43 : Ella menculik Emma.
44
Bab 44 – Emma Menangis Terus
45
Bab 45 – Penyelamatan Emma
46
Bab 46 : Kehamilan Hawa
47
Bab 47 : Nginam aneh Hawa
48
Bab 48 – Beruntungnya Hawa
49
Bab 49 – Kematian Victoria
50
Bab 50 – Sialnya Ella
51
Bab 51 – Ancaman Harrison
52
Bab 52 – Aksi Harrison
53
Bab 53 – Musuh Lama Kembali
54
Bab 54 – Kawan vs Lawan
55
Bab 55 – Sayangnya Hawa
56
Bab 56 – Rencana Liam
57
Bab 57 – Rencana Harrison
58
Bab 58: Paul, Pengkhianatan yang Tumbang
59
Bab 59: Kebohongan Paul, Kesulitan Liam
60
Bab 60: Hawa Bahagia
61
Bab 61: Menghadapi Lucas Hope
62
Bab 62 - Liliana Merajuk
63
Bab 63 - Liliana Curhat
64
Bab 64 - Nenek Liliana dan Harrison
65
Bab 65 - Perangkap untuk Liam
66
Bab 66 - Harrison Menang
67
Bab 67 - Ikatan yang Tidak Pernah Terputus
68
Bab 68 – Lili Terus Berusaha
69
Bab 69 – Kehadiran Harrison dan Hawa
70
Bab 70 – Liam dan Harrison Bersekutu
71
Bab 71: Serangan Lanjutan
72
Bab 72: Keberhasilan Harrison
73
Bab 73: Liam dan Liliana
74
Bab 74: Persiapan Melahirkan Hawa
75
Bab 75: Kelahiran Hiro Noah
76
Bab 76: Hiro Membawa Kebahagiaan dan Keberuntungan
77
Bab 77 – Dalam Bayang Cinta dan Ancaman
78
Bab 78 – Akhir Perjalanan, Awal Kebahagiaan
79
Bab 79: Akhir yang Bahagia, Awal yang Baru
80
promo karya terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!